Aku pernah mencintai seorang pria.Dia hidup dalam suaranya, Kelelahan. Tidak ada yang melihat, tidak ada yang memperhatikan, tidak ada yang mempertanyakan, bahkan tidak ada yang melihat pundaknya yang ambruk.
Orang-orang memiliki kesibukan dan pekerjaan yang penting yang harus dilakukan. Orang-orang menghabiskan seluruh waktu mereka untuk kebahagiaan sesaat.
Tidak ada yang memiliki ikatan terpisah dengan siapapun. Semua orang menjaga ikatan hatinya dengan diri mereka sendiri seperti rahasia.
Aku mencintai seorang pria yang aku kenal dengan bernapas didepan telepon .Kurasakan lelah hatimu di telapak tanganku,aku tidak terlalu yakin. Ku dekati rupa indahmu dengan penuh kasih sayang,sabar, dan penuh akal. Kedalaman langkahnya. Dinginnya musim hujan,dingin yang menghantam wajahnya sambil terbakar didalam, rasa bangga dimatanya yang mengantuk,,,,,Kesendiriannya di tengah keramaian.
Menyembunyikan emosional dalam kertas dan pena berusaha semampu mungkin dalam mengontrol emosi.
Tidak ada yang melihatnya, bahkan dirinya sendiri tidak tahu tentang,,,,,Aku mencintai seorang pria yang dengannya aku merasakan segalanya, Dia adalah pria yang matanya berkilauan. Dia bisa menyembunyikanku di mata kecilnya, yang Dia sembunyikan dari semua orang. Pria yang akan membawa bulan dimatanya tidak tahu.
Jika Seseorang menangis, Dia akan mengambil api batinnya sepanjang siang dan malam.Jika Dia tersenyum sejenak, semua awan hitam akan melarikan diri dariku. Dia akan tertawa dengan suaranya ke semua sisi yang menyakitkan di dunia.