Benih-benih cinta tumbuh saat sejak pertama aku mengenali nya.
Aku ingin dekat dengannya,saat aku dekat dan akrab dengannya rasa itu tumbuh dalam hatiku.
Benar aku telah jatuh cinta padanya,aku ingin selalu menyatakan perasaan ku padanya,namun tiap kali aku gagal,gugup ataupun malu.Hingga pada akhirnya ku putuskan untuk ku ungkapkan saat malam halloween
Namaku Bryan seorang anak yang duduk di bangku kuliah.
Aku jatuh cinta pada seorang anak perempuan bernama Laura sejak SMA.Kami adalah alumni SMA yang sama dan kebetulan kuliah di universitas yang sama.
Laura memilih jurusan seni dan kedokteran,sedangkan aku memilih jurusan hukum.
Banyak hal yang ia sukai,terutama warna.Baginya tanpa warna tanpa kehidupan itu lah yang ia katakan.
Laura saat SMA adalah bunga sekolah,tak hanya memiliki paras cantik,otaknya juga cerdas,ramah dan penyayang.
Aku jatuh cinta saat melihat ia tersenyum kecil saat melintas lapangan SMA,tawanya senyumannya yang begitu indah.
Namun sayang,cinta ini tak pernah aku ungkapkan nyali ku mungkin terlalu kecil hingga pada akhirnya malam halloween ku ungkapkan.
~Kampus~
"Hari ini adalah hari pertama aku masuk kuliah aku tidak boleh terlambat,harus bergegas menuju kampus.
Semua ini gara-gara Alex yang tidak membangunkan ku,sial!
Awas saja jika aku terlambat" Ucapnya sambil berlari menuju kelas
Tiba-tiba Bryan berhenti diperpustakaan karena tak sengaja melihat sosok yang ia kenal,iya itu adalah Laura.
Cinta pertamanya
"Bukankah itu Laura? Apa yang ia lakukan di sini? Apa jangan-jangan ia juga kuliah di sini? Wahhh...bagus juga" Batinnya dengan hati gembira
Tik...tok...tik...tok...
Suara jarum jam terus yang berputar
"Apa? Waduh gue harus cepet nih,bisa-bisa telat ke kelas" Ucapnya sambil berlari menuju kelas
~Depan pintu kelas~
Ia menghentikan langkah nya yang sedari tadi terus berlari
"Untung dosennya belum ada,syukur gue" Ucapnya sambil melihat dari jendela
Bruk...suara orang menepuk bahu yang membuat ia kaget,ia mengira bahwa itu adalah dosen tapi ternyata adalah Alex,sahabatnya
"Ekhem" Sambil menepuk bahu Bryan
"Wahh..." Batinnya menjerit
"Ternyata lu gue kira siapa,ngagetin aja lu" Ucap Bryan sambil menengok ke belakang
"Lu ngapain masih di sini? Ayo masuk,jan berdiri ntar kebas" Ajaknya
"Kalo ga gara-gara lu gue kan ga kayak gini" Batinnya
"Ngapain lu masing bengong? Buruan masuk dosen bentar lagi datang" Ajak Alex
"Iya-iya bawel" Kesal Bryan
Kelas di mulai,tak lama kemudian kelas pun selesai karena hanya ada perkenalan,mencatat materi dan lainnya.
Aku dan Alex pergi ke kantin,di sana aku berjumpa dengan Laura yang sedang membaca buku sambil menikmati makanan dan minuman.
"Yo...bukannya itu Laura si bunga kampus SMA dan cinta pertama mu?" Ucap Alex yang berniat memprovokasi Bryan
Alex sebagai sahabatnya tentu saja tahu kisah cinta Bryan.
"Diem lu!" Suruh Bryan yang meninggalkan Alex menuju Laura
"Dasar! Punya temen kayak gini,main tinggal aja,udahlah terserah namanya juga sedang mengejar cinta,gue samperin aja" Batin Alex
"Hai Laura" Sapa Bryan sambil duduk
"Hai juga" Balas sapaan Laura dari Bryan
"Kamu siapa?" Tanya Laura
"Kamu ga kenal aku" Jawab Bryan
"Dia itu si anak Basket" Jawab Alex yang tiba-tiba juga ikut duduk di samping Bryan
"Kamu Alex kan? Anak biologi?" Tanya Laura
"Yups!" Jawab Alex
"Bryan? Anak basket? Oh anak fisika ya?" Ak baru inget maaf ya🙏" Jawab Laura sambil meminta maaf
"Gapapa" Ucapnya
"Lu sendirian nih Ra?" Tanya Bryan
"Ga kok,ada Irma tapi belum ada" Jawab Laura
"Apa? Irma? Dia juga kuliah di sini?" Tanya Bryan
"Emang kenapa?" Tanya balik Laura dengan penasaran
"Lu gatau,Irma tuh dulu satu SMP sama Bryan,SMA pisah terus kuliah bareng lagi.Dan sedikit punya trauma sama Irma" Ucap Alex
"Sekarang dia dimana? Gue capek dengerin omelannya yang panjang kayak orang lagi ceramah" Ucap Bryan
Di belakang Bryan ada Irma yang sedari tadi mendengarkan percakapan tersebut
Sontak membuat Alex dan Laura kaget
"Lu beneran nih?" Tanya Alex yang melihat aura Irma yang sedang ingin menghajar seseorang
"Emang kenapa? Kok gue ngerasa ada yang merinding di belakang gue?" Tanya Bryan
"Di...di...belakang lu" Tunjuk Laura
Bryan menoleh kebelakang dan tiba-tiba sebuah pukulan melayang yang siap memukul Bryan
Wushh...
Hampir saja pukulan itu mengenai wajah Bryan sebelumnya ia sudah menghindar sebelum pukulan itu mendarat
"Hampir aja gue kena" Ucap Bryan
"Bryan! Dasar nyebelin!" Ucap Irma duduk disamping Laura sambil memutar pergelangan tangannya
"Apa?" Ucap Bryan
"Gue mau pulang,kelas gue udah selesai dan ga ada kelas lagi!" Ucap Bryan dengan nada kesal
Ia kesal jika Irma berencana sengaja atau tidak sengaja membocorkan bahwa ia menyukai Laura
"Huh...ternyata anak ini" Batin Irma
Irma dengan sengaja menarik lengan Bryan dan mengajak Bryan pergi untuk membicarakan sesuatu
"Ikut gue" Tarik lengan Bryan
"Apaan sih? Mau kemana?" Tanya Bryan
"Udah ikut gue" Ajak Irma
~Di halaman kampus~
"Lu masih suka kan sama Laura?" Tanya Irma
"Kenapa emangnya?" Jawab Bryan
"Dia masih belum tahu?" Ucap Irma
Bryan hanya menggelengkan kepalanya
"Huh,dari dulu sampe sekarang kagak lu bilang-bilang" Ucap Irma
"Emang kenapa?" Tanya Bryan
"Emang kenapa mulu,ntar ada yang ambil lho" Ucap Irma
Bryan terdiam sesaat
"Gue juga gatau harus gimana caranya ngungkapin perasaan ini" Jawab Bryan yang nampak kebingungan
"Lu sih! Oh ya nanti malam kan malam halloween gimana kalo lu ungkapin perasaan lu?" Usul Irma
"Serius lu! Tapi gimana caranya?" Tanya Bryan
"Udah lu tenang aja,gue ma Alex yang bakal selesain semuanya,iyakan Lex?" Tanya Irma ke Alex
Alex yang tiba-tiba menghampiri Irma dan Bryan meninggalkan Laura di kantin
"Yups! Bener gue sebagai sahabat lu harus dukung lu" Sambil merangkul Bryan
"Thank ya kalian semua" Ucap makasih Bryan
Hari ini kelas sedikit karena besok adalah halloween dan nanti malam adalah malam halloween
~Malam halloween🎃~
Malam ini adalah malam halloween kami memakai kostum beraneka ragam,mulai cosplay vampir,mumi,hantu dan lainnya.
Kampus mengadakan acara halloween bersama di gedung kampus.Acara begitu sungguh meriah.
Tak sengaja kami bertemu,mungkin ini bukanlah pertemuan tidak sengaja karena ini adalah pertemuan sengaja yang telah direncanakan oleh Irma dan Alex
"Lex,Yan.Hai!" Sapa Irma
"Hai juga" Jawab Bryan
"Hai" Jawab Alex
Malam ini Laura tampak cantik dengan menggunakan kostum putri yang ia kenakan begitu juga Bryan tampak tampan menggunakan kostum vampir.
Kedip mata Irma memberi kode kepada Alex dan Alex pun membalas nya dengan kedipan mata
Mereka meninggalkan Laura dan Bryan berdua sendiri.
"Gue mau ke temen yang lainnya,gue tinggal dulu ya" Ucap Irma yang mulai meninggalkan mereka bertiga
"Gue juga" Di susul oleh Alex yang meninggalkan mereka berdua
Suasana tampak canggung saat mereka berdua,Bryan mengajak Laura untuk berjalan-jalan.
"Kau tampak cantik malam ini" Puji Bryan
"Terima kasih:) Kau juga tampak tampan:)" Ucap Laura sambil tersenyum
Mereka terus berjalan tanpa berbicara yang semakin membuat suasana menjadi canggung
Tepat nanti pukul 12 malam akan ada kembang api dan pada saat itu pula Bryan mengungkap kan perasaannya.
"Hei! Bukankah nanti telat pukul 12 malam ada kembang api?" Tanya Bryan
"Benar" Jawab Laura
"Ayo kita kesana,sebentar lagi akan di mulai.Ku ajak kau agar bisa lebih jelas melihatnya" Ajak Bryan sambil menggandeng tangan Laura
Laura hanya terdiam mengikuti Bryan dengan tangan yang masih menggandeng
Tempat itu adalah rooftoop yang biasa ia pakai nongkrong oleh Bryan dan Alex
Saatnya Bryan mengungkapkan perasaan nya kepada Laura
"Hei,apakah kau sudah punya pacar?" Tanya Bryan
"Belum,memangnya kenapa?" Jawab Laura sambil menggelengkan kepalanya
Bryan terdiam untuk bersiap menyatakan cintanya
Deg..deg...deg...deg...deg...
"Sejak pertama kali aku melihat waktu SMA saat di pinggir lapangan,perasaan ini mulai lama mulai tumbuh,benih-benih cinta tumbuh saat SMA.Aku menyukai mu.Apakah kau bersedia menjadi pacar ku?" Ungkap Bryan dengan pipinya yang merona
Deg...deg...deg...deg...deg...deg...
Mendengar pernyataan itu membuat jantung Laura berdetak kencang di sertai pipinya yang merona
Ia tidak menyangka bahwa Bryan telah jatuh cinta padanya sejak SMA
Ia tidak tau harus bagaimana menjawabnya.Sejujurnya ia juga menyukai Bryan
"Maaf,aku tidak bisa..." Ucap Laura
"Begitu ya? Lupa kan saja kalo begitu" Ucap Bryan sambil menggaruk kepalanya
"Maaf,aku tidak bisa jika tidak menolaknya" Ucap Laura dengan pipinya yang masih merona
"Apa katamu?" Tanya Bryan
"Bodoh! Aku juga menyukai mu dan aku bersedia menjadi pacar mu" Ucap Laura sambil mencium bibir pacarnya,Bryan
Bryan yang awalnya terdiam membalas ciuman tersebut.
Mereka berhenti berciuman dan mengatakan "Aku mencintaimu"
"Aku mencintaimu,Laura" Ucap Bryan
"Aku juga.Aku mencintaimu,Bryan" Ucap Laura
Lalu,mereka melanjutkan ciuman tersebut sambil memegang tangan satu sama lain dan pada waktu itupula kembang api menyala.
🦋|Jika kau menyukai seseorang katakanlah! Jujur pada perasaanmu! Jujur padanya! Jangan kau pendam,itu hanya akan membuat mu bingung|🦋
🦋|Perempuan, kau pasti tahu sakitnya cinta yang tak terkatakan. Cinta yang hanya mampu didekap dalam bungkam, kata orang bahkan diam berbicara,Emak Ingin Naik Haji, Asma Nadia|🦋
🦋|Melukiskanmu saat senja. Memanggil namamu ke ujung dunia. Tiada yang lebih pilu. Tiada yang menjawabku. Selain hatiku dan ombak berderu,Rectoverso, Dee Lestari|🦋
🦋|If I could reach up and hold a star for every time you've made me smile, the entire evening sky would be in the palm of my hand|🦋
🦋|I promise that i'll love you in every step of mine|🦋
🦋|If a kiss was a raindrop, I'd send you a shower. If a hug was a second, I'd send you an hour. If a smile was water I'd send you the sea. If you needed love, I'd send you me|🦋
—TAMAT—
By : LingLing
Ig : @nsheditz_ @nshzhly_