Daun-daun yang berguguran jatuh dengan lembut, seolah membuat jalan yang sudah bersih menjadi berserakan dan menutupi perkarangan jalan sekolah ku.
Nama aku adalah Xalista Biroe Anggara,aku pindah sekolah karena mutasi kerja orang tua ku.
Tepat pada hari ini aku bersemangat karena aku datang memberi salam pada sekolah baru ku.
"Xalista ayo aku akan mengajak mu berkeliling sekolah"ucap Syinta teman baru aku.
"Eh..baik lah ayo"sambut ku dengan semangat.
Aku memandang ke arah pohon yang tampak sudah berumur berpuluh tahun tapi, masih saja kokoh dan rindang.
"Itu adalah pohon yang konon kata nya kalau kita berdoa agar apa yang kita ingin kan terwujud tapi, dalam bentuk pasangan yaa"jelas Syinta.
"Kamu ini ada-ada saja itu pamali kali, mana boleh kita percaya pada yang begituan"
"Ihh kamu ini gak percaya banget nih cerita nya?"tanya Syinta.
"Ah bodo amat haha"ledek ku.
Aku dan Syinta melanjutkan mejelajah sekitar sekolah, aku sempat percaya apa yang di ucap kan Syinta cuma aku agak ragu hehe.
Samar-samar aroma rokok tercium jelas di indera penciuman ku.
Deg...
"Kak Zain?"ucap ku tiba-tiba.
Aku langsung menoleh dan melihat yang berjalan bersamaan dengan ku.
"Kya....,pak guru hari ini tambah keren"
"Pak guru nanti bisa bantuin saya mengerjakan soal?"
"Pak apakah bapak sudah menpunyai pasangan?"
Ya begitu lah kalimat yang terdengar jelas dari siwsi-siswi bahkan ada yang sampai menjerit agar dapat ternotice.
"Itu adalah Pak guru yang mengajar di bagian kelas Matematika, nama nya Zain Purmono"jelas Syinta kepada ku.
"Dia mengajar disini?"tanya ku yang entah sejak kapan rasa sakit di hati mulai tiba.
"Iya udah sekitar dua tahunan lebih lah dia mengajar disini, dan fans nya banyak sekali seperti nya kita tidk bisa menyaingin nya walau Pak guru itu ganteng tapi, kata nya dia dikabar kan dekat dengan Bu Meylina yang super duper cantik bingittt dan body goals lagi ampun deh"kata Syinta dengan panjang lebar.
Hati ku tambah berdenyut tak karuan, aku tidak tahu ini kenapa?
"Syinta jam sekolah sudah telah berakhir jadi mengapa kamu tidak pulang?"tanya Zain.
"Ah..iya pak saya sedang mengajak Xalista mengelilingi sekolah"ucap Syinta.
"Oh..kalau begitu biar bapak saja yang menemani nya, dan kamu sekarang bisa pulang kasihan orang tua kamu menunggu seperti semalam"jelas Zain.
"Baik pak kalau begitu saya permisi pak, Xalista aku pulang duluan ya kamu hati-hati nanti pulang nya oke beb hehe"ucap Syinta yang berlalu pulang sambil melambai kan tangan nya ke arah ku.
"Sekolah sudah mulai sepi kenapa kamu tidak pulang juga?"tanya Zain kepada ku.
Aku tak bergeming aku langsung menarik tangan nya dan membawa nya ke pohon yang tadi kami bercerita dengan Syinta.
"Kamu kenapa?"
"Kakak kemana selama ini?"kata ku yang sudah mulai serak suara karena menahan nangis.
"..."
"Kenapa diam?,kakak jahat banget sama aku hiks...hiks.."tangis ku mulai pecah.
Saat aku SMP aku pernah terjatuh saat membeli minuman dari alfamart dan terjatuh di lubang.
Ada seorang abang-abang yang menggunakan baju SMA yang datang menemui ku dan membatu ku.
Aku sudah malu dan ingin sekali menangis rasa nya maaf aku emang seperti ini orang nya CENGENG.
"Kamu gapapa dek?"kata kakak SMA itu kepada ku.
"Gapapa kok"
"Katanya gapapa tapi malah nangis"ucap kakak SMA itu.
"Tau ah jangan lihat aku hiks...hiks...btw, hiks...nama kakak hiks...siapa hiks..?"ucap ku sambil menangis.
"Hahaha kamu ni lucu banget sih,ih iya nama kakak Zain Purmono kalau kamu?"
"Nama aku Xalista Biroe Anggara"
"Nama nya unik kakak panggil kamu biru aja dah biar simpel"
"Terserah kakak"
Semenjak pertemuan kami itu, dan semakin lama semakin dekat kak Zain memutus kan unyuk menjadikan aku pacar nya cuma aku bingung karena aku masih kecil saat itu aku kelas 1 SMP dan dia 3 SMA tapi, akhirnya aku terima juga.
Kak Zain sangat penyayang orang nya perhatian juga dan banyak sekali yang suka sama dia tapi, dia malah memilih aku.
Kami ada bertengkar waktu aku sudah kelas 3 SMP dan dia sudah kuliah saat itu kami gak berbicara lagi dan kak Zain menghilang.
"Tau gak aku kangen kakak tapi, kakak tiba-tiba hilang gitu aja tanpa kasih tau aku aku jadi merasa bersalah sama kakak tau gak"kata ku yang masih menangis sambil memukul dada bidang nya.
Kak Zain memeluk erat tubuh ku dan mencium pucuk kepala ku.
"Kakak gak pergi kakak hanya ingin menjadi mapan dulu agar bisa membahagiain kamu sayang, maaf kakak buat kamu jadi sedih udah ya jangan nangis lagi senyum dong biar cantik"kata kak Zain.
Aku menganggukan kepala ku di dada bidang nya dan dia masih tetap sama selalu mengelus rambut ku dengan lembut.
Kak Zain mencium kening ku dan berkata "I Love You're the first"
"huaaa...kakak ini aku juga I Love you too"
Tepat di bawah pohon kami sama-sama mengucapkan janji agar saling percaya dan tidak menghianati, yang katanya bisa menyatukan jodoh emang benar benar terjadi kami dua insan yang sudah lama tak berjumpa akhir nya di persatukan kembali.
Dan akhir nya kami tetap sama dia akan menunggu aku siap untuk menjalan kan kejenjang berikutnya.
|Kadang cinta tak memandang usia tapi, jika cinta emang tidak di dasari ada nya rasa saling percaya maka akan berakhir|-🦋
-Tamat-
Cerpen by:Nona Nasution
Onig:@nonaanasution