Pada siang hari yang cerah, Akira dan 2 temannya sedang mengerjakan tugas kelompok yang diberikan gurunya.Mereka mengerjakan tugas sambil menikmati suasana alam yang damai.
Akira adalah pribadi yang tak terlalu mengerti tentang pelajaran apalagi matematika, dan 2 orang temannya adalah pribadi yang saling bertolak belakang. Lina adalah pribadi yang sangat ambisius akan prestasi, pemberani dan mudah bergaul, sedangkan Clara adalah pribadi yang pendiam, lebih suka di tempat hening dan menjauhi keramaian. Namun,meskipun begitu mereka Tetaplah akur satu sama lain.
Beberapa hari kemudian tugas yang mereka kerjakan pun di presentasikan di depan kelas.
"Selanjutnya kelompok 2.Akira, Clara, dan Lina" panggil guru. Clara dan Lina pun maju dengan santai, berbeda dengan Akira yang nampak gugup karena presentasinya adalah materi yang paling tidak bisa ia mengerti, namun dia tetap maju karena tak ingin mengecewakan teman-temannya.Dia sengaja merekam presentasi nya agar dapat menjadi kenangan di kemudian hari.
Setelah presentasi selesai mereka mendapatkan banjir pujian dari teman-teman dan guru yang sedang mengajar karena presentasi mereka yang mudah dipahami oleh semua murid. Setelah itu Beatrix menghampiri mereka, Beatrix ini bukan nya memberikan semangat dan selamat tetapi malah mengejek Akira. "Hei Akira!, kamu itu udah sok pinter, sok cantik,gapunya ayah lagi!, ups, aku berlebihan ya?, hahaha itu memang adalah dirimu Akira Hahaha! Hahaha".Ejek Beatrix dengan ria,Akira pun langsung murung, diam tak berkutik dihadapan Beatrix karena ia sendiri tak punya kaya-kata dan keberanian untuk melawan nya. Clara yang merasa jengkel sahabatnya di ejek langsung menginjak kaki Beatrix sampai hampir berdarah." HEH BEATRIX KAU ITU CUMAN ANAK YANG MANJA! SOK-SOK AN NGEJEK AKIRA, padahal nasib mu sendiri lebih menyedihkan daripada Akira"Ujar Lina sambil berusaha melindungi sahabatnya yang sedang murung dan menguatkan mental Akira.
Merasa jengkel dengan perkataan Lina, Beatrix pun langsung memukul Clara yang masih menginjak kakinya. Melihat hal itu Lina langsung memanggil guru yang kebetulan lewat ingin mengajar di kelas sebelah. "Bu!, tolong ini teman saya kena pukul sama Beatrix bu!.. " .UjarLina sambil berusaha membawa Beatrix ke ruang BK. Gurunya menyadari bahwa mereka ber empat terlibat satu konflik yang sama.
Di ruang BK, Beatrix memanas manasi mereka dengan membalikkan fakta yang sebenarnya. Perlahan emosi Lina memuncah sampai dia membentak Beatrix"CUKUP!,KAU INI HANYA MEMUTAR BALIKKAN FAKTA!!" bentak Lina dengan penuh emosi "Kenapa?ga suka? Yang ku katakan adalah kebenaran kok" jawab Beatrix dengan santainya. Perdebatan mereka pun terus memanas sampai guru melerai dan mengancam bahwa mereka tidak akan lulus jika sikap tidak bisa dijaga. Suasana pun berangsur-angsur mendingin dan hening, dalam keheningan itu Akira masuk ke ruang BK untuk memberikan bukti yang berupa rekaman suara yang tak sengaja tadi ia rekam. Mendengar itu Beatrix yang daritadi santai dengan membalikkan fakta mulai terbata-bata mengatakan ceritanya, karena dianggap berbohong Beatrix pun dihukum.
" Akira.. trimakasih karena telah membantu kami" ujar Lina. Akira menjadi semakin malu akan pernuatanya tadi, merekapun menertawakan Akira dengan riang. Mereka terus berjalan sampai di depan kantin ekspresi Akira berubah drastis dari yang tadinya tertawa riang menjadi murung, Akira berhenti di depan kantin dan berkata"Teman-teman aku akan pindah besok… ".Mereka kaget mendengar hal itu tetapi mereka berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata. " Mari kita nikmati hari ini"Ajak Clara, Lina dan Akira menyetujiunya dengan mengajak Akira untuk jalan-jalan keliling sekolah. Sore hari nya mereka mengantarkan Akira pulang , saat di depan rumah Akira ,Lina berkata "Tolong jangan lupakan kami ya Akira, kami akan selalu merindukanmu" ujar Lina sambil menahan tangis "Iya teman-teman aku juga tidak akan melupakan kalian… ", setelah itu Lina dan Clara pulang, Akira berlari ke dalam rumah dan masuk kamarnya dikamarnya ia menagia keras sambil berkata" Sudahlah Akira Fokuslah pada pendidikanmu sekarang"kata Akira dalam benaknya sambil menangis.
Keesokah harinya LIna dan Clara merasa kesepian karena tidak ada Akira yang biasanya melawak tidak jelas.Ditengah kesibukannya merapikan rumah barunya di Jakarta dia mengingat temannya di sekolah yang sebelumnya.
Berlatar waktu 10 tahun kemudian Akira menjadi gadis yang berhasil dalam hidupnya. Suatu saat dia sangatlah rindu dengan teman-teman dan Ayahnya. "Ibu, bisakah kita pergi ke makam ayah besok? " tanya Akira kepada ibunya. "Apakah kau sangatlah rindu dengan ayahmu?, mari kita pergi besok pagi" jawab ibunya.Sesampainya di makam ayahnya, Akira menangis sampai membasahi makam ayahnya dan membuat bengkak matanya karena dia menangis hingga siang..
"Akira… , ayo pulang nak, ayahmu tidak akan tenang jika kau terus-terusan menangis seperti ini disini" bujuk ibunya.Akira pun menurut dan pulang ke rumah lamanya.. . Saat sampai di rumah Akira langsung pergi ke kamarnya untuk menyendiri dan bersih-bersih menghilangkan rasa sedih di hatinya yang sangat dalam.
Keesokan harinya Akira pamit kepada ibunya untuk mengunjungi Clara, ibunya pun menyetujuinya mengingat Akira yang sudah mendingan,dan ingin mengunjungi Clara adalah teman lamanya.
Sesampainya di rumah Clara ,Akira ingin mempermainkan sahabat lamanya itu dengan membuatnya penasaran siapa yang bertamu.
"Siapa?, tunggu sebentar! " jawab Clara setelah Akira membunyikan bell di rumah Clara
"A.. Akira! " teriak Clara sambil memeluk Akira dengan kuat
Akira dan Clara pun masuk ke dalam, mereka berbincang-bincang tentang pengalaman sendiri-sendiri dan saling memotivasi satu sama lain, hingga pada saat Akira menanyakan"Clara, dimana Lina?, bagaimana kabarnya dia Baik-baik saja kan? "Suasana langsung menjadi hening dan Clara menjadi murung. " Clara? … "panggil Akira, saat Clara mendengar panggilan Akira yang seakan menenangkan hatinya, dia pun menangis, saat itu juga Akira mengerti apa yang dimaksud Clara" Clara, apa yang terjadi pada Lina, sampai dia meninggalkan kita? ", tanya Akira pada Clara, tapi Clara tak menjawab dan hanya bisa diam karena kejadian itu membuat Clara memiliki luka yang amat mendalam dan membuat Clara teramat sedih dengan kejadian tersebut, sehingga dia tidak mau mengatakan nya dan lebih memilih untuk memendamnya sendiri meski hal itu dapat menyakiti hatinya sendiri. " A.. Akira, Luna… , dia meninggal karena Beatrix, d dan kamu… "sontak hal tersebut membuat Akira kaget karena dialah yang menjadi salah satu penyebab kematian Lina, Akira setelah mendengar hal itu dia langsung menangis sehingga membuat matanya bengkak lagi. " Clara, bisakah kita pergi ke makam Lina ?" .Clara pun menurti permintaan Akira.
Saat sampai di depan makan Lina mereka mendoakan Lina dan meminta maaf akan kesalahn mereka berdua kepada Lina beberapa tahun terakhir sebelum Lina meninggalkan mereka. Clara menemukan secarik kertas dan memberikannya kepada Akira, Akira membaca surat itu dan menemukan liontin berisi foto mereka ber 4,yaitu foto Akira, Clara, Lina, dan Luna, Lina dan Luna sudah bertemu disana jadi tinggal mereka ber 2 yang tersisa dan berharap bahwa mereka akan bersama selama hidupnya, disaat yang bersamaan Akira berkata sambil menatap langit berharap sahabat nya melihat dan mendengar bahwa ia akan menyusul mereka di kemudian hari yang akan datang dan bersama selamanya, setelah mengatakan itu Akira mengajak Clara pulang sambil menangis dan memegang liontin pemberian Lina dan Luna dia memeluk Clara sampai rumah.