Tahun 2022 merupakan tahun yang tak akan pernah dilupakan oleh Dian. Mengapa seperti itu? karena di tahun tersebut untuk pertama kalinya Dian merasakan hal yang begitu dahsyat nya.
Sampai membuat rasa trauma itu, kerap kali masih diingat oleh Dian.
Bagaimana tidak trauma? kejadian yang dialami Dian memang hampir membuat semua orang pun mengalami hal yang sama yaitu trauma.
Rasa trauma itu berasal dari sebuah bencana yang tak semua orang tau. Di karenakan kejadiannya begitu tiba - tiba.
Suasana hening sebelum kejadian itu, memang sudah di rasakan Dian saat ia akan kembali ke tempat perantauan.
"Ada apa ini, kenapa lama sekali mendapatkan bus? gak biasanya seperti ini. Apa terlambat datang ya." kata Dian saat ia masih menunggu bus untuk kembali ketempat perantauan.
Tiga menit berlalu...
"Ini ko makin aneh ya, sebenernya akan ada apa? mana lama lagi bus nya gak muncul - muncul. Apa pulang lagi aja ya, ko jadi males untuk pergi." kata Dian melanjutkan lagi ucapannya.
Dan itulah salah satu firasat yang di rasakan oleh Dian sebelum kejadian bencana alam itu terjadi.
Tepat pukul 13.21 Wib tiba - tiba terjadi sebuah goncangan hebat. Bahkan goncang tersebut mengakibatkan atap - atap menjadi roboh.
Dian yang mengalami hal tersebut untuk pertama kalinya menjadi diam tak bersuara. Ketika semua orang sedang sibuk berteriak dan mengais. Ia malah masih terdiam dan terduduk.
Sampai pada akhirnya, ia pun mulai ikut seperti orang - orang yang sama - sama berteriak dan menangis.
"Gempa... gempa... hiks... hiks..."
"Mamah..., papah..., Dian takut. Hiks... hiks..."
Dengan bergegas Dian kemudian mengambil handphone miliknya dan menghubungi mamah dan papah nya untuk bertanya mengenai keadaan mereka berdua saat ini setelah peristiwa itu terjadi.
Tut... Tut...
panggilan pertama tak ada jawaban sama sekali. Sampai di panggilan ke tiga barulah terdengar suara papah dan mamah nya.
Mendengar mereka berdua baik - baik saja membuat air mata Dian kini mulai sedikit demi sedikit terhenti.
Namun, rasa trauma masih sangat ia rasakan sampai saat ini.
Dan ia berharap di tahun 2023 nanti. Ia bisa sepenuhnya menghilangkan rasa traumanya itu. Bahkan ia pun berharap tak akan mengalami hal yang sama lagi berada di fase trauma.