Pada kelas 7 siswa yang terbagi dalam lokal kelas A, B, C, D, E, dan F terpisah menjadi 2 kubu yaitu kelas 7 A, B, C ada di gedung utama sedangkan kelas 7 D, E, F ada di gedung cabang, jadi kedua kubu tersebut tidak bertemu untuk beberapa bulan.
Mereka akan bertukar kelas setiap 4 bulan sekali atau pas setelah selesai ujian pertengahan semester. Berjalan selama mereka kelas 7, yaa mengingat animo masuk yang besar ke sekolah tersebut tapi juga gedung yang belum memadai.
Nahh tibalah kelas 8, pengelompokan untuk siswa kelas 8 diacak, jadi siswa kelas A bisa saja bertemu di dengan siswa kelas lain dan berkumpul dalam 1 kelas.
Yang menjadi gempar yaitu kelas 8E, disana ternyata tempat berkumpul siswa yang mendapat peringkat 1 di kelas kelas sebelumnya, jadi tempat kumpul orang orang pinter gitu.
Selain itu kelas 8E juga ditempati siswa siswa yang nakal dan sering membuat masalah di kelas. Nahh saat itu ada siswa yang kembar sebut saja namanya Adli Dan Addi.
Mereka kembar laki laki yang identik dan sama sama tampan, keduanya menjadi idola di sekolah, Addi masuk di kelas 8E yang sebelumnya kelas 7F dan Adli masuk di kelas 8D yang sebelumnya 7C.
Yaa kelas 8E menjadi banyak perbincangan banyak guru, karena memang siswanya super super. Super pintar dan super nakal. Uniknya lagi kelas 8E ini diketuai oleh seorang cewek namanya Mita.
Kelas yang rame itu bisa dikondisikan oleh ketua cewek yang nyentrik. Cewek SMP yang masih berusia 13 tahun, rambut panjang sebahu dan sering dikucir.
Mita memiliki daya juang yang tinggi untuk membuat kelasnya menjadi tenang dan anak anak yang didalamnya dapat fokus belajar.
Terkadang beberapa guru yang masuk mengajar terheran dengan ketegasan Mita di dalam kelas, tak jarang pula Mita berteriak agar teman temannya bisa diam dan mengikuti pelajaran.
Ada guru juga yang sampai gak mau masuk ke kelas itu karena pernah dikerjai sama anak anak kelas.
Ternyata ada cinta di kelas 8E. Adli yang menjadi idola anak anak cewek saat itu ternyata mendekati Mita. Tak jarang pula Adli menyediakan tempat duduk untuk Mita. Tempat duduk itu tentunya didekatkan dengan tempat duduk Mita.
Adli sering sekali menjahili Mita, dia pun sering membersamai Mita saat pulang. Yaa kala itu mereka memang searah dan masih menggunakan sepeda onthel untuk ke sekolah.
Mita agak menjauh dari Adli karena memang banyak cewek yang mendekati Adli, bahkan saat ulang tahun Adli cewek cewek dari kelas lain masuk ke kelas 8E untuk memberi hadiah pada Adli.
Kalau Addi sudah punya pacar kala itu, yaa lucu yaa anak SMP udah pacaran, jadi gak ada yang berani mendekati Addi.
Tingkah keusilan Adli ke Mita terus berlanjut kadang di buku Nana ditulisi kata kata sama Adli,
“Ciee bu ketua kelas tadi marah marah yaa, jangan galak galak buu, cepet tua loo”
Setelah membaca tulisan tulisan dari Adli Mita tidak pernah menghapusnya karena sebenarnya Mita juga suka dengan Adli, cuma dia menjauh aja gak suka cowok yang didekati banyak cewek.
Nahh pas acara hari Kartini setiap kelas mengajukan pasangan untuk dilombakan menjadi Kartini dan Kartono. Kebetulan di kelas 8E memang sudah ada pasangan alias pacaran di satu kelas yaitu Nisa dan Dedy, mereka didaulat untuk mewakili kelas 8E di lomba hari Kartini.
di Hari Kartini semua siswa diharuskan memakai baju adat, Mita memakai kebaya putih, Mita yang terkenal tomboi tiba tiba memakai kebaya, yaa semua mata tertuju pada Mita. Adli yang melihat Mita semakin jatuh cinta, cinta monyet kala itu.
“Duhh bu ketua kelas kok cantik banget sihh, sini sini gandengan sama Aa”
Mita membaca tulisan itu menjadi grogi dan dia menjadi malu, Adli mendekati Mita terus di acara itu tapi Mita menghindar dan menghindar.
“Mitaa tunggu sebentar…”
“Hemm, kenapa Dli?"
“Gak papa mau ngomong sebentar aja”
“Ngomong apa?” Tiba tiba Mita pucat dan pipinya merah
“Kok kamu menghindar dari aku terus sihh?”
“Enggak, biasa aja, emm aku duluan yaa mau pulang”
“Ehh Mita tunggu….”
“Taa.. aku serius, aku suka kamu, aku lihat kepribadianmu unik, kamu mau gak jadi pacar aku?”
“Eh….”
Adli mengungkapkan perasaannya di jalan pulang. Mita kaget dan Mita cuma bisa menjawab,
“Heee, maaf yaa Dli, fokus sekolah dulu yaa, aku gak suka pacaran, makasih udah suka sama aku.”
Jawaban itu keluar dari mulut Mita yang sebelumnya belum pernah ditembak cowok, memang sihh banyak gosip juga kalau yang menyukai Mita itu banyak tapi pada takut menyampaikannya.
Mendengar jawaban itu Adli tidak langsung menyerah, dia terus mengikuti Mita sampai pertigaan tempat biasa mereka berpisah. Dan Mita cuma diam saja saat diajak bicara Adli.
Tibalah masa pembagian raport kenaikan kelas, Yaa Mita mendapat peringkat 2, tapi saat itu peringkat 1 diduduki 2 orang yaitu Rima dan Disti. Disti juara umum tahun lalu, dari 240 siswa dia peringkat nomor 1.
Sedangkan Adli mendapat peringkat 5 di kelas 8E. Melihat kondisi itu Adli seperti kesal.
Tahun ajaran baru sudah dimulai dan siswa siswa kembali ke kelas seperti saat kelas 7. Pelajaran lebih sering difokuskan untuk mapel yang di UN kan.
Hingga waktu terus berjalan, Adli dan Mita sudah jarang berkomunikasi semenjak kejadian di jalan itu. Waktu berjalan begitu cepat saat kelas 9 SMP.
Dan tryout untuk UN sudah dimulai, Adli sekarang menjadi bintang sekolah, sudah tampan, sekarang dia jadi cowok yang pinter juga. Dia mendapat peringkat 2 umum dan mengalahkan Disti, Disti mendapat peringkat 3. Sedangkan Mita hanya sampai peringkat 8 umum.
Walaupun kejadian sudah 1 tahun, Mita masih kebayang Adli terus menerus. Dan sekarang mereka berpisah semua untuk mencari SMA yang sudah dicitacitakan.