"Apa?" tanya Keyra sangat tidak memperdulikan Doi yang ingin mengutarakan sesuatu.
"Kali ini kamu harus mendengar kan cerita ku, aku tahu kamu sangat kesal tapi, kamu harus tahu pria yang ada dalam mimpimu itu berkaitan dengan wanita yang itu wanita yang tempo hari sengaja menemui mu. " Keyra berpikir.
Apa yang dia inginkan lagi apakah dia memang tidak ada bosan bosannya mengganggu hidupnya setelah sekian lama dia menghilang.
"Wanita? Wanita yang sengaja menemui ku? Tapi hanya ada satu orang wanita yang menemui ku, jangan-jangan....... " Doi memandang wajah Keyra dengan tatapan mencurigakan.
"Jangan bilang wanita itu? Lisa, Wanita yang meninggalnya karena di bunuh itu kan? Tapi apa hubungan antara keduanya? " Doi menepuk jidatnya pelan. Kenapa Keyra masih tidak mengerti, yang jelas pasti keduanya berbuhungan. Jika tidak saudaranya ya mungkin orang yang istimewa pastinya. Masa begitu saja harus diberitahu?
Dasar Keyra tidak peka hem.
"Ya ada dong Keyra, coba ingat ingat lagi perkataan Lisa, dia sengaja di bunuh oleh seseorang dan kamu tahu kan siapa dia?"
"Wanita itu lagi kan? Sudah lah untuk kali ini aku tidak ingin ikut campur. " Doi juga tahu Keyra juga tidak akan mungkin berurusan dengan keluarga itu lagi. Tapi bukan kah wanita itu eh Reyna itu masih mempunyai hubungan dengannya?
Kejahatan keluarganya harus diungkapkan bukan di sembunyikan.
"Apakah kamu masih tidak tahu semuanya, keluarganya yang membuatmu seperti ini loh. " Terang Doi mencoba untuk memberitahukan semua kenyataan.
"Tapi.... Bagaimana pun mereka tidak bersalah. Ayah juga yang menuliskan semuanya. " Doi bingung menulis apa bahkan dia tidak tahu apa yang ayah Keyra tuliskan, apakah sebuah wasiat atau semacamnya?
"Apa yang ada di surat itu apa masih belum jelas?" Doi bingung lagi surat apanya apakah Keyra membahas tentang surat wasiat yang di ceritakan tempo hari. Tapi.....
" Semua harta peninggalan ayah dan ibu bukan atas namaku. " Doi akhirnya mengerti mengapa Keyra tidak ingin ikut campur dengan saudara sepupunya itu,
" Melainkan atas nama orang lain, Ibu pun sudah mencoba mengatakan pada ayah jika seluruh harta ayah harusnya di atas namakan ayah tapi kenyataan nya apa? Ayah masih bersikeras mengatasnamakan rumah dan seluruh aset ayah atas nama paman. " Doi menggeleng pelan nih ayah Keyra apakah tidak memikirkan tentang kehidupan anaknya atau bagaimana sih.
"Memang benar apa yang dikatakan ibu, jangan bergantung pada ayah, dan kamu harus ingat satu hal ini Doi, apa yang aku miliki ini dari perjuangan ibu, ibu sengaja menyisihkan uang belanja demi membelikan emas, bukan ibu ku mata duitan ya Doi. " Doi juga paham akan hal itu ibu Keyra memikirkan anaknya sedang kan ayah Keyra itu berpikir sebaliknya jika keluarganya tidak akan mungkin menelanyarkan keluarga nya. Namun firasat ibu Keyra tidak meleset setelah ibu Keyra meninggal rupanya kenyataan nya memang benar-benar terjadi.
"Itu saja tanpa sepengetahuan ayah, jika ayah tahu pasti akan menghamburkan uang itu dan membelikan paman apa yang ingin paman miliki. "
"Padahal dulu ayah bilang pada ibu ingin membahagiakan ibu, tapi sampai ibu meninggal pun ayah tidak membahagiakan ibu. " Doi merasa jika Keyra sangat kecewa dengan ayahnya terlebih lagi ketika ibunya sudah meninggal dan ayahnya bahkan tidak meninggalkan apa pun untuk dia.
Hanya ibu yang meninggalkan satu kotak kardus yang isinya adalah perhiasan.
"Aku bahkan belum bisa membahagiakan ibu namun ibu.... meninggalkan diriku, ayah memang keterlaluan lebih mementingkan paman dari pada keluarganya, aku anaknya dan malah tidak memikirkan tentang diriku bahkan mengecewakan ibu, ayah tidak pernah berpikir bagaimana kecewanya ibu, padahal ibu menginginkan yang terbaik namun ayah.... ayah tidak seperti itu. Bahkan malah mengecewakan ibu selalu saja mengecewakan ibu. "
"Padahal ibu berjuang demi keluarganya dan ayah malah memilih orang lain, bukan orang lain sih saudaranya saudara kandungnya. Membahagiakan saudara kandungnya, aku sebagai anaknya sebenarnya tidak marah tapi saudara nya ayah itu sangat lah kaya. "
"Bagaimana pun bahagiakan lah ibu, ini malah membahagiakan paman yang sudah mempunyai segalanya. Dan kenapa ayah tidak melebihkan uang belanjaan ibu ayah malah sibuk dengan teman temannya sendiri. "
Sedangkan Doi hanya bisa diam merenung, sebenarnya ayah Keyra ini bagaimana cara berpikir nya sih, bagaimana caranya bersikap, kenapa dia hanya mementingkan kakaknya, dan bukan keluarganya sendiri. Anak dan istrinya saja di lupakan.
"Dan kamu harus tahu satu hal, jika ibu sakit, kamu juga melihatnya kan. " Doi membuatkan mata karena memang Doi sudah lama menemani Keyra sebelum kecelakaan yang menewaskan kedua orang tua Keyra.
"Ayah akan memilih mementingkan paman di bandingkan ibu, sudahlah tidak perlu di bahas lah. " Doi tahu Keyra sangat kecewa bahkan sangat amat kecewa dengan ayahnya tapi ayahnya tidak sekejam itu kok. Tapi bagaimana cara mengatakannya pamannya lah yang keterlaluan mengapa paman Keyra sangat tidak tahu diri seperti itu.
"Jadi satu kotak perhiasan yang sengaja kamu simpan itu dari..... "
"Tabung ibu.... lebih dari satu gram emas murni ini dari ibu dan sekarang hanya tinggal lima puluh gram saja, aku tidak bisa membiarkan semua mas ini terjual. Ibu sangat mementingkan diriku ibu takut jika suatu saat aku kelaparan jika sewaktu-waktu harta itu di ambil paman.
Doi yang tidak tahu hanya melongo saja pantas Keyra selalu mengatakan pada orang-orang jika rumah dan perusahaan itu bukan miliknya Doi kira awaknya Keyra hanya merendah tapi rupanya memang benar apa adanya.
"Aku kira dulu pertama kali kamu hanya merendah saja dan kenyataan nya memang sepahit ini. Tapi itu bukannya hak mu ya?" Keyra menggeleng yang jelas memang dia tidak ingin berurusan dengan pamannya itu.