Lina itulah namanya anak berusia 13 tahun, dan saat ini dia berada di kelas 1 SMP di SMP Tunas Bangsa
"hah.. seperti biasa kau selalu saja terlambat" keluh temanya yang bernama Putri
"hehe"
Lina hanya nyengir seperti biasa
"selamat pagi Reska" sapa Lina
"pagi.. eh Lin kamu udah ngerjain pr matematika?"
"aaa iya aku belum kerjakan. Reska aku nyontek ya"
"ih ogah kerjain aja sendiri" tolak Reska
hari hari pun berlalu bulan pun berganti tahun hingga sekarang tak terasa lina sudah kelas 2 SMP
Hari seperti biasa nya mereka lalui, hinggau ketika
"murid-murid hari ini kita kedatangan murid baru" bu guru yang bernama Asti pun memberitahu muridnya
Bisik bisik pun terdengar
"hei siapa yang ya yang pindah ke sini?"
"ya jangan tanya saya saya tak tau"
"kalau dia cantik aku pacarin lah"
"hei hei belum tentu kan dia perempuan"
"anak anak mohon tenang dan jangan ribut, tunggu sebentar ibu akan menjemput teman kalian" peringat bu Asti
Sementara Lina?... ah seperti biasa dia mah masa bodoh situ, mau pindah kek mau enggak yang penting dia gak ngusik jika sedang tak ingin di usik
Setelah beberapa saat munculah bu Asti dan di belakangnya terdapat anak baru dia laki-laki tinggi, putih, hidung mancung dan bibirnya berbeda dari yang lain karena bibirnya sedikit merahdan tebal, ah... pasti anak itu tak pernah merokok
"nah ini dia anak baru yang ibu katakan tadi, nak silahkan perkenalkan dirimu" lalu bu Asti duduk di tempatnya
"perkenalkan nama saya Akbar Zhorifa Ramadhan, saya tinggal di dusun Rembang desa suban" ia pun memulai perkenalan
"baiklah, oh ya siapa nama panggilan mu?" tanya bu Asti
"Zhofa" singkatnya
"baiklah nak Zhofa silahkan duduk di bangku....... nah itu dia duduk dekat Lina ya"
Dan zhofa pun mulai berjalan, sementara Lina? jangan di tanya dia sudah kenal dengan Zhofa. Tadinya dia sangat terkejut mendengarkan suara Zhofa
Tanpa dia mau jantungnya berdegup kencang, sampai sampai ia tak fokus dan tak mendengar omongan guru
Sementara Zhofa sudah duduk dari tadi
'sepertinya aku kenal' saat melihat Lina yang menatap luar kelas
Akhirnya bel istirahat berbunyi, yang lain pada keluar termasuk Zhofa namun ada seseorang yang melihatnya aneh
"hei Lin kamu kenapa?" tanya Reska
"aaa kau ya Reska bikin kaget aja"
'oh ayolah orangnya sudah pergi kenapa aku masih deg deg kan gini sih' sambol mengedarkan pandangan ke seluruh isi kelas
"hei kau kenapa sih?" tanya Reska
"a.. aku gak papa"
Lalu Lina pun baru menyadari jika ada seseorang tadi yang duduk di sebelahnya
"eh Reska ini tas.....?"
Ternyata yang akan di tanyai sudah pergi
"huh.. dasar" lalu keluar kelas
Lina berjalan ke arah pohon besar belakang sekolah yang mana itu menjadi tempat faforitnya. Memanjat pohon tinggi itu lalu bersandar di dahannya, biasanya dia memberi alarm sepuluh menit sebelum kelas masuk kembali
Lina pun tertidur pulas hingga pulang pun ia masih tertidur pulas di kelas
"yaelah masih belu datang juga di mana lagi anak itu" kaluh Reska
"haih... memang dia kalau habis kaget, atau trauma nya kembali emang tidurnya pulas kali tuh" sahut Dewi
Putri pun hanya mengangguk
Zhofa yang mencuri dengar pembicaraan mereka pun jadi penasaran
"memangnya kalau istirahat dia kemana?" tanya Zhofa
"eh... ya gak tau lagian dia itu jarang banget ke kantin" jawab Putri
"ooh..." lalu Zhofa pulang
Kini beralih pada sebuah rumah yang ternyata itu adalah rumah keluarga dari Zhofa
"bang kamu cek kebon sana bunda lagi sakit tuh biar adek yang jaga" ujar sang adik
"emang ayah kemana Fadli?"
"belum pulang dari kota"
Tanpa banyak bicara Zhofa bergegas pergi ke kebun dan yang ternyata kebun itu berada di belakang sekolah, dimana Lina masih tertidur
Saat Zhofa istirahat di bawah pohon, tiba tiba sebuah ponsel jatuh
"arggh sial siapa lagi itu" umpatnya kesal
Lalu melihat ke atas melihat Lina yang sedang tertidur
"hemh.. pantesan di cari gak ketemu orang tidur di atas pohon kayak gitu" sambil menggelengkan kepalanya
"WOII..... BANGUN UDAH MALAM INI AWAS DI SAMPING MU ADA MBAK KUNTI" teriak Zhofa
Biasanya sih dia malas teriak teriak tapi kali ini,. hah entahlah
Mendengar kalimat mbak kunti Lina pun terlonjak kaget, bahkan sangking kagetnya ia sampai terjatuh
"aaa mana mana mbak kun......" kata katanya berhenti
Ia baru sadar ternyata ia berada di gendongan Zhofa mereka pun saling menatap lebih dari satu menit
"kyaaa ba.. bagai mana bisa kau ada di sini" teriak Lina
"ck kau berisik sekali"
"a.. apa katamu"
"haih... apa kau masih mau seperti ini atau turun? tangan ku pegel nih"
Muka Lina pun tampak memerah karena malu dan jangan lupakan jantungnya serasa melompat lompat
"sa.. salah kau sendiri kenapa gen.. dong aku"
"bukanya bilang terima kasih malah cerewet"
Lalu setelah Lina turun Zhofa pun pergi begitu saja
"merepotkan" gumam zhofa yang masih di dengar oleh Lina
Dan saat itu pula Lina mengingat kata kata teman SD nya
flash back di mulai
saat itu lina sudah kelas 6 SD, dia terbiasa pulang jalan kaki, dan biasanya rame rame namun kali ini hanya dia dan Sindi saja
"Lina kemarin zhofa ngomong sesuatu loh sama aku" ucap sindi
"ngomong apaan?" tanya Lina penasaran
"rahasia....."
"ishh...nyebelih ah Sindi"
"haha coba tebak ngomong apa?"
"emmmh aku suka kamu?"
"salah"
"aku suka seseorang"
"salah"
"mmm aku benci kamu"
"salah"
"lah terus apa?"
"tebaklah"
"Sindi dari tadi udah aku tebak, aku suka kamu salah aku benci kamu salah lah terus apa cobak" Lina pu mulai kesal
"hehe sini deh merapat jangan di muncungin gitu mulutnya di lihat orang baru tau"
"terserah" sambil mendekati Sindi
"kemarin itu dia bilang gini
sindi= apa sih Zhof?
Zhofa= sebenarnya aku itu jijik lo sama si Lina
Sindi= lah jijik kenapa
Zhofa= ya jijik gitu pokoknya
Sindi= tapi kalian dulu pernah pacaran kan?
Zhofa= iya sih memang pernah sih
gitu dah katanya" jelas Sindi
"ooh" Lina pun ber oh ria lalu berjalan mendahului sindi
flash back selesai
Saat itu juga linaa pun menangis. Hari hari telah di lalui meski Zhofa duduknya selalu di dekatnya ia tetap saja cuek, sekarang Lina tak pernah lagi ke pohon belakang sekolah, ia selalu berada di dalam kelas
Hingga waktu perpisahan SMP pun masih sama masih cuek, dingin dan sinis
Waktu pun tak pernah berhenti hingga 10 tahun kemudian Lina menjadi orang yang sukses sekarang ia memiliki toko jahit sendiri, toko nya pun besar dan sudah memiliki dua cabang. Sangat luar biasa untuk anak yang merintis nya dari nol
"bu Lina seseorang sedang mencari anda" kata salah satu karyawan nya
"oh baiklah suruh dia masuk" sambil membereskan berkasnya yang di atas meja
tok... tok
"masuk"
ceklek
masuklah perempuan berbaju merah bercampur hitam
"eh Reska"
Ya dialah Reska, meski mereka tak begitu dekat namun mereka masih berteman
"Lin nanti malam temani aku yuk"
"kemana?"
"ada temenku yang lagi mau lamaran sekaligus tunangan"
"ohh..."
"kok cuma oh doang sih"
"ck iya iya bawel tapi nanti kamu jemput ya soalnya kalau malam aku gak boleh nyetir sendiri"
"oke deh kalau masalah itu mah gampang"
Hingga tiba malam hari, setelah berdebat dengan keluarganya Lina pun berangkat bersama Reska, ia menggunakan pakaian yang sangat indah, gaun putih panjang dengan sulaman benang emas yang indah. Di dalam mobil tak henti hentinya jantung Lina berdetak kencang
"his kenapa sih ni jantung yang mau tunangan siapa, yang deg deg kan siapa" gumam Lina yang masih di dengar oleh Reska
setelah sampai mereka tampak takjub pemandangan yang sangat indah lilin raksasa ada di mana mana sebagai penerangnya dan bukan lampu lalu di panggung terdapat lampu berwarna warni
Di papan belakang terdapat inisial A&S di dalam gambar hati dari bunga, wah wah pokoknya seperti acara pernikahan saja. Dan jangan lupakan lilin lilin dan bunga yang ada di panggung, membentuk sebuah jalan dari depan dan di tengah tengah panggung di sisakan tempat berbentuk bulat
Acara pun dimulai, tampak seseorang yang membuka acara (okeh kita skip aja ya )
sekarang, tampak seseorang yang tampan naik ke atas panggung
"wajah ini sepertinya aku pernah melihatnya" gumam Lina
Pria itu tampak mengambil mix dari pembawa acara
"ehem.. sebbelum saya melamar seorang wanita saya akan menjawab kebingungan dari bapak ibu sekalian. Mengapa di undangan itu ada nama saya dan lalu tanda tanya? itu karena nama pujaan hati saya masih saya rahasiakan, bahkan mungkin ia masih belum mengetahui bahwa saya akan melamarnya. Dan alasan mengapa saya melakukan acara seperti ini karena saya telah mendapatkan restu dari kedua orang tua dari pujaan hati saya
Untuk kamu pujaan hatiku, aku ingin meminta maaf atas sikap ku selama ini, dan aku memang tak pandai dalam merangkai kata-kata tapi ini adalah kata yang terdalam dari ku untuk mu. Untukmu yang telah merebut hatiku sejak aku SD, untukmu yang memberiku semangat walau hanya lewat fotomu, untukmu yang membuatku bisa sesukses yang sekarang
Dan untukmu yang telah menunggu dan merindukan ku maukah engkau menikah dengan ku ? menjadi ibu dari anak anak ku? menemaniku hingga kita menua bersama..... Sulina Rahmawati " ucap nya dengan panjang lebar
"Re....Reska i...ini?" tanya Lina pada degan gugup
"hehe dia itu Akbar Zhorifa Ramadhan"
"....."
"untuk Sulina Rahmawati dimohon untuk naik ke atas podium" ucap sang pembawa acara
"Res temenin ya"
"iya iya tapi kamu jalanya di karpet merah itu ya"
"iya deh"
'jadi ini alasanya jantung ku berdetak sangat kuat, dan juga aku merasa pernah melihatnya dan yang paling membuatku yakin adalah suaranya'
Reska pun menggandeng tangan kiri Lina, awalnya tangan itu di genggam oleh lina tapi reska segera menolaknya, lalu menggandengnya ala tuan putri
Di tiap langkahnya lina sangat senang, bercampur kesal tapi rasa bahagia yang paling mendominasi. Saat sudah naik Reska pun melepas kan tangannya lalu menunduk dan pergi dari sana
Kini Zhofa dan Lina saling bertatapan, tak lama Lina pun menggeserkan dirinya ke samping, kan gak enak masa tamunya di kasih punggungnya sih
Zhofa pun mulai mengeluarkan kotak berbentuk hati dan mulai berlutut
"saya ulangi, untukmu pujaan hatiku yang menetap telah lama dalam jiwa ku maukah engkau menikah dengan ku?"
sambil tubuh yang tegang lina pun mengangguk
"i...iya aku mau"
Seketika para tamu pun bertepuk tangan, segera Zhofa memakaikan cincin di jari manis Lina dan berdiri. Tanpa aba aba lina memeluknya sangat erat, membuat orang yang melihatnya iri