*Famous Princes and Princesses*
Sudah Lebih Dari Sebulan Zeas Bersama Dengan Gadis Bersurai Merah Kemudaan itu, Dan Selama Sebulan Itu Pula Gadis Bersurai Merah Kemudaan itu Dengan Mata Biru Permata, Di Iringi Rambut Yang Selalu Di Urai, Dengan Pakaian Begitu Unik, Sebuah Dress Pendek Yang Silih Berganti, Membuat Siapa pun Kagum Akan Penampilan nya, Gadis itu Yang Di Kenal Sebagai Anak Salah Satu Mafia Terkenal Yang Sangat Di Takuti Oleh Semua Orang Ia adalah Rubbly Seorang Gadis Dengan Rambut Yang Selalu Setia Ter Urai Serta Kesan Yang Selalu Elegent Layak Nya Seorang Putri Dari Kerajaan, Senyuman Manis Yang Selalu Terukuir Jelas Di Bibir nya, Lipstik Merah Muda Yang Sangat Cantik, Dan Kelihatan Manis untuk Di Pandang, Tapi Siapa Yang Menyangka Di Balik Cantik Dan Sifat Iblis Di Balik nya..!!
Zeas Yang Saat ini Hanya Merupakan Siswa Dari Suatu Sekolah Swasta Yang Sangat Amat Terkenal, Bertemu Dengan Sosok Gadis Yang Jauh Berbeda Dengan Dirinya, Awalnya Semua itu Hanya lah Sebuah Kecelakaan Biasa Yang Menyebabkan Keduanya Harus Terikat Satu Sama Lain , Sampai Kemudian Rasa Dan Perasaan Terikat Kepada Keduanya
Bersama mu Dengan Dirimu : 1(End)
Hari ini, Ohino Zeas Siswa Kelas Tiga, Campuran Dari Keturunan Indonesia Dan Jepang kembali Setelah Sekian Lama Menginap Di Sebuah Rumah Sakit Terdekat, Laki Laki Itu Berjalan Seorang Diri Dengan Sebatang Permen Yang Saat Ini Masih Di Kunyah nya
"Kak Zeas!!, I Have crush On You!!, Ucap Seorang Perempuan Yang Ada Di Samping Nya"
Tak Peduli Puluhan Mata Yang Menatap Nya Dengan Perasaan Kagum Dan Iri, Pria itu Tetap Berjalan Tenang Layak Nya Seperti Pangeran Dari Kerajaan Ternama
"Sudah Sehat?, Ucap Seorang Pria Dengan Ketinggian 170 Centimeter, Ia Adalah Erick,"
"Hm, Jawabnya Singkat, Lalu ia Pun Mempercepat Langkah Kaki nya, Untuk Menuju Kelas nya"
Sesampainya Dia Di Kelas nya, Ia Langsung Di Sambut Dengan Para Siswa Dan Siswi Yang Berada Di Sekitarnya itu
"Astaga Kak Zeas!!, Teriak Seorang Perempuan Berteriak Kegirangan",
"Kecilkan Suara mu astaga!, Kesal Seorang Perempuan Yang Tengah Mengerjakan Tugas"
Zeas Menatap Datar Seluruhnya, Dan Ia Pun Beralih Menarik Kursi Yang Berada Di Dekat Jendela Belakang
*Street*
"Kak Zeas!, Ayo Befoto Dengan Ku!!"
"Kenapa Kau Memanggil nya Kakak?!, Kita ini Satu angkatan, Kau Tau?, Astaga Benar Benar Layak nya Barang!!, Sahut Niken, Yang Merupakan Teman Sebangku Nya Zeas"
"Diamlah Kau Niken!, Aku Tidak Berbicara Dengan mu!, Aku Berbicara Dengan Pria Campuran Jepang ini"
"Tidak Mau, Dan Juga Jangan Memanggilku Kakak, Itu Menjijikan, Gumam Nya"
"Kyaa!!, Jangan Berbicara Seperti itu Kak Zeas!, jantung Ku Berdebar Debar Tau~, Celetuk Nya"
"Minggir, Kumpulkan Jal*ng, Kalian Menghalangi Jalan ku!!, Ucap Zeas Dengan Angkuh"
"Sudah Ku Bilang Bukan?, Jangan Terlalu Meng idolakan Orang Sinting Seperti itu!!, Kesal Niken"
"Tidak Masalah!!, Selama Dia Bahagia Itu Tidak Masalah, Jawab nya, ia adalah Winda Seorang Pengangum Yang Sudah Mengangumi Zeas Selama 4 Tahun Lebih"
"Astaga Winda!! Jangan Bersikap Seperti itu!!, Pedulikan Dirimu!!, Niken Tersenyum Kaku Sambil Meletakan Buku Cetak Yang Berada Di Tangan nya"
"Tidak Papa!, Winda Tersenyum Seraya, Sembari Menarik Paksa Tangan Niken Yang Saat ini Sedang Mengutak-atik Pena"
"Ayo Kita Ke Kantin, Ajak Winda Bersemangat"
*Famous Princes and Princesses !!*
.
.
.
Saat Jam Pelajaran Telah Usia, Zeas Memutuskan Untuk Kembali Ke Rumah nya, Dalam Keadaan Setengah Ombrak Ambrik, Karena Dirinya Sempat Tawuran Dengan Sekolah Ternama Yaitu "Isekai. Id"
Saat Dirinya Ingin Kembali Ke Rumah, Dirinya Tak Sengaja Menabrak Seorang Gadis Yang sedang Berjalan Berpapasan Dengan Dirinya
*Bruk*
"Gunakan Matamu!!, Ucap Gadis itu, Meninggikan Suaranya"
"Kau Bilang Apa Tadi Jalang?, Jawab Zeas Sinis"
"Kau ini, Selain Tidak Mengunakan Matamu, Kau Juga Tidak Mengunakan Telinga mu Ya?, Tanya nya Dengan Sinis Ke Arah Zeas"
"Ak-h, Sialan!, Kepalaku.., Pu-si"
*Bruk*
"hei!!, Kau Tidak Papa??!!",
"Sialan, batin Zeas"
Saat Bangun Dirinya Telah Berada Di Dalam Rumah nya
"Ka-u!!, Yang Mengangkat Ku Kesini?, Ucap Nya Terkejut, Bagaimana Tidak?, Gadis Dengan Tinggi 155 Mengangkat Badan Nya Yang Memiliki Berat Badan Sekitar 85 Lebih"
"Tidak!, Dasar Bodoh!, Mana mungkin Juga Bukan!, Jawab nya Datar, Tanpa Melirik Sedikit pun Ke Arah Zeas Saat ini"
"Lantas Siapa?, Tanya Zeas Penuh Penasaran"
"Bodyguard Pribadi ku!, Dean, Dean Keluar Lah, Panggil nya Dengan Elegent"
"Suatu Kehormatan Bertemu Dengan Anda Tuan Ohino~, Dean Menunduk Seraya Layak nya Seperti Kacung Yang Menunduk Atas Majikan nya",
"Dia Aneh, Gumam Zeas Gemetar"
"Kalau Kau Sudah Sadar, Aku Dan Dean Akan Kembali, Selamat Tinggal, Semoga Kita Bertemu Lagi Tuan "Ohino Zeas"
"Kuharap Aku tidak Bertemu Dengan Jalang Kecil Seperti Mu itu, ucap Zeas Menyeringai"
"Hei, Bicara Apa Kau Tadi Berengsek?!!, Tatap nya Tajam"
"Tuan Ohino, Nona Rubbly, Hentikan..."
"Dasar Tidak Tahu Malu!!!, Jika Tidak ada Diriku, Kau mungkin Sudah Mati Berengsek!!!, Harusnya Dari Awal aku Dan Dean Membiarkan mu Mati Saja Sialan..!!"
"Tidak ada Yang ingin Di Tolong Oleh Jalang Seperti mu itu Bangsat!!, Orang Seperti mu itu Tidak Pantas Untuk Menyentuh ku..!!"
"Ha??!!, Bajingan ini..!!!"
"HENTIKAN!!!"
"Tuan Zeas Tak Harusnya Bersikap Seperti ini, Apalagi Nona Rubbly Itu Seorang Wanita..!!, Kita Sebagai Seorang Pria Tidak Pantas untuk Mencaci Maki Wanita, Sebagainya pun Wanita Lah Yang Melahirkan Kita..., Tukas Dean Melerai Pertengkaran itu"
Zeas Benar Benar Terhentak Dengan Perkataan Dean, Yang Di Katakan Oleh Dean itu Memang Ada Benar nya Juga, Harusnya ia Tak Bersikap Seperti itu, Kepada nya Yang Merupakan Seorang Wanita
"Kenapa Aku Jadi Menyesal Seperti ini?, Batin Zeas"
"Bagaimana Kalau Kalian Meminta Maaf Satu Sama Lain?, Bukan nya Itu Bagus?, Tawar Dean Dengan Tersenyum Seraya"
"Tidak Sudi!!, Ucap Rubbly Sembari Meninggalkan Keduanya"
"Maaf Atas Tingkah Laku Nona Rubbly, Tuan Zeas , Dean Tersenyum Seraya, Lalu ia pun Beralih Meninggalkan Dirinya Seorang Diri"
Saat Keduanya Telah Enyah, Zeas Pun Kembali Bergumam.
"Astaga Demi Tuhan!!, Aku tidak Mau Bertemu Dengan Orang Seperti itu Lagi!!, Gumam Zeas, Sembari Memijat Pelipis nya"
_Seminggu Kemudian_
"Hei Berengsek Kau Mengikuti ku ya?, Teriak Rubbly Tak Terima"
"Tidak ada Yang mengikuti mu Bocah SD!!, Tukas Zeas"
"B-o.bocah SD!!, Aku Sudah SMA Tahu!!, Sok Tahu!!, Ucap nya"
"Pendek Banget~, "
"Diam!!!, Yang ketinggian itu Kau!!, Tiang Listrik!!"
"Kau Yang Kependekan!!!"
"Kau Yang Ketinggian!!!",
"Kau!!!!"
"Kau!!!
"Mesra Sekali, Ingat Masih muda dulu~, bisik ibu ibu Yang Tengah Berada Di Dekat Mereka"
Keduanya Saat ini Memerah Satu Sama Lain, Karena Ucapan Ibu ibu itu
"Ah, Pokoknya kau Yang Ketinggian!!, Ucap Rubbly Memerah"
"K-au!!.., kau, Jangan Jangan??..!!, Salah Tingkah Ya?, Tanya Zeas Penuh kejahilan"
"HA??!!!, BICARA APA KAU INI???!!!, Tanya Rubbly Tanpa Menatap Zeas Saat ini"
"Hoii!!, Mau Pergi Kemana Kau Dengan Keadaan Hujan Deras Seperti ini??!!"
"Pulang!!! Teriak Nya"
Brukk
Suara Petir :v
"Aaa!!, Teriak Nya Sembari Berjalan Mundur, Dan Hampir Tersungkur"
"Heii!!, Dengan Cepat Zeas Menangkap Tubuh Mungil Milik Rubbly"
"Ka--u..,, Gumam Keduanya.."
Setelah Kejadian Itu Keduanya Selalu Menghindar Satu sama Lain
"Tidak Lucu, Jika Aku Menyukai Bocah SD itu!!, Batin Zeas.."
"Bagaimana Mungkin aku Menyukai Tiang Listrik Seperti itu, Gumam Rubbly Sembari Memejamkan Matanya Rapat Rapat"
Happy Reading ^_________^ Coy!!
"Nona Rubbly, Semuanya Sudah siap?, Ayo Turun Ke bawa, Tuan Grive Sudah Menunggu anda..!"
"Ya, Remi, Sudah siap, Ucap nya Tersenyum Seraya"
Rubby Menuruni Anak Tangga Dengan Perasaan Senang Dan juga Bangga, Ia Berlari Kecil Saat Ia Sudah Menuruni Anak Tangga
"Putriku Sungguh Cantik, Puji Ibu nya Rubbly"
Rubbly Tersenyum Lebar, Dan Memeluk Erat Kedua Orang Tua nya
"Ayo Berangkat..!!!!"
Di sisi Lain
"Apa Kau bilang??!!, Rubbly Kembali Ke Jepang??, Tanya nya Terkejut"
"Ya, begitulah Tuan Zeas, Memang Nya ada Apa?, Tanya Dean Khawatir"
"Jam Berapa??!!, Jam Berapa Penerbangan Pesawat Ke Jepang?!!!"
".. Tuan Muda...!!"
.
.
.
"Sungguh Bodoh!!, Harusnya Aku Ungkapan Langsung!!.. tapi Lihat Betapa Bodoh nya Aku!!, Sekarang Dia Telah Pergi!!, Bocah SD sialan bisa bisanya ia Pamit Begitu Saja, Di Saat Hatiku Telah di Curi nya..!!!, Benar Benar Menyebalkan, Zeas Menyeringai Menatap Pasrah Pesawat Yang saat ini Telah Berterbangan Ke Udara"
"Tuhan, berikan aku satu Kesempatan untuk Mengatakan Yang Sebenarnya..."
_Lima Tahun Kemudian_
*Brukk
"Gunakan Matamu!!,Teriak Seseorang Yang Di Tabrak Oleh Zeas"
"Rub--bly..."
*Bersambung...*
Note Author : Riil Tabrakan Cinta :v awoakwowkaoakwokawokaiwkaiaowkakaoakakaowkaoak, Sory Kalau ada Yang Typo!!, Maklum Omgeh~
By : Moe