hai nama aku fidi .malam ini aku dan teman ku sesa berencana menonton televisi .di malam hallowen tentu film-film bertema hallowen akan banyak di putar di televisi.
walau banyak teman mengatakan saat malam hallowen sebaiknya jangan tidur larut malam dan jangan membuka pintu jika ada yang mengetuk.
fidi sama sekali tidak percaya.bagi nya hallowen itu hanya mitos saja.tak ada ke ajaiban di malam hallowen. semua malam sama saja.
fidi merebahkan badan di atas kursi sofa yang empuk sambil menonton.saat film di putar perasaan mulai tak enak.entah itu efek dari film yang lagi di tonton atau sesuatu yang sedang mengawasi .
tak sengaja kulihat lampu gantung di tengah ruangan itu sedikit bergoyang.ku usap muka ku kasar sambil meyakinkan hati bahwa itu hanya ilusi..tak ada angin pun. aku acuh kan lampu itu dan fokus pada televisi.saat itu sesa sedang memasak mi instan kesukaan kami.
fi ayo makan mi nya nanti keburu dingin gak enak lagi.sesa yang selesai memasak mi mendekati ku dan kami menikmati mi buatan nya.
tak ingin ku ceritakan apa yang ku lihat padanya.
film di tv yang memang horor menambah rasa takut di hati ku.sesa yang penyuka film horor sangat menikmati teriakan-teriakan ketakutan dari film itu.
rasa sesak di dada ku mulai terasa begitu kuat. entah kenapa mata ini rasa nya ingin sekali melihat lampu gantung itu lagi..
huuuuufff ....
ku tarik nafas berulang-ulang membuang kegundahan hati.ku kuat kan tekad ku untuk melihat lampu itu ..
asli....lampu itu berayun agak kuat ..
napasku tercekat ..
sa...
ya...
lampu nya kok goyang ya..kata ku lagi..
sesa menoleh ke atas di mana lampu itu terletak..
hmmm....iya jawab nya.
mugkin gempa bumi ucap nya lagi..
ku lihat lagi aquarium di sampingku..
kalo gempa kenapa air itu gak gerak sama sekali ..
hmmm...
kami saling tatap dan saling kode..
karna masih penasaran dengan film .akhirnya kami memutuskan mengabaikan lampu itu.
benar kata orang berdua lebih baik .
namun tak berlangsung lama .saat ku lihat jam dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam lewat.
entah kenapa lagi-lagi aku ingin sekali melihat lampu itu lagi..
ya tuhan..
lampu itu goyang lagi..
sa sebaik nya kita masuk kamar .aku sudah ngantuk ajak ku pada sesa..
tanggung sebentar lagi habis ni film ucap sesa.
mau kemana kata sesa saat melihat ku berdiri ..
mau ke toilet jawab ku.
setelah keluar dari toilet fidi duduk kembali di kursi .
saat sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam kami masih duduk di ruang keluarga .
sa udah malam sebaik nya kita tidur besok mau kuliah pagi ajak fidi lagi.
fidi yang sudah tak fokus lagi dengan film karna mulai merasakan panas dingin suhu tubuhnya.
perasaan nya mulai tak menentu.
sesa tak menghirau kan ajakan teman nya itu.
dia tetap asik dengan film nya.
saat film di tv menayangkan adengan menakutkan dan terdengar teriakan dari fim itu
namun saat bersamaan juga terdengar teriakan dari lantai atas rumah .teriakan melengking itu sontak membuat fidi dan sesa terkejut.
mereka saling tatap .sesa yang sudah pucat begitupun fidi..
saat tv menayang kan iklan suara teriakan itu pun hilang.
saa sebaiknya kita masuk kamar ucap fidi pelan terbata-bata.
sesa hanya mengangguk ..
namun tak juga kami beranjak dari kursi itu.
karna untuk mengangkat tubuh saja rasanya berat sekali..
saat sama-sama diam kedua nya menatap ke tangga menuju lantai atas..
ingin rasa nya melihat ada apa di atas sana..
dalam hati ku ucap kan ayat-ayat suci yang bisa kubaca dan hampir tak ada yang ku ingat ..entah kemana hilang nya hapalan do'a dan surah-surah itu
.
sesa yang awal nya santai mulai menitik kan air mata..dia ketakutan luar biasa..
demi menenang kan nya aku mengatakan kalo itu pasti ulah anak-anak yang merayakan hallowen..
tentu saja sesa tak percaya ..
dari mana datang nya.
sesa menggenggam erat tangan nya.
entah kenapa saat melihat sesa kembali fidi ingin melihat ke tangga .sesa pun begitu.
perlahan kami memutar kepala menghadap ke tangga yang berada di dekat pintu itu. samar terlihat bergerak turun dari atas .sesa yang sudah mulai terisak keras menambah rasa di tengah malam ..
fifi menajam kan indra penglihatan nya ke arah tangga..
ya benda itu terus bergerak ke bawah dan akhirnya menapak di lantai tak jauh dari fidi dan sesa duduk..
dengan bentuk wajah tertutup rambut hitam menjuntai di lantai .
saat fidi menatap nya tampa berkedip dia pun sama menatap fidi..
ingin sekali berteriak namun tak ada suara yang keluar dari mulut ..
sesa sudah tak sadarkan diri.
ingin sekali rasanya cepat pingsan seperti sesa namun tak bisa.
air mata sudah mengalir hangat di pipi nya .
bagaimana cara mengusir nya yang diam menatap tajam di lantai itu.
perlahan tapi pasti fidi melihat nya bergerak mendekat..
oh tuhan bagaiman ini.batin nya.
semakin mendekat hingga dia berada di bawah lutut nya.
oh tuhan mungkin ini akhir hidupku.
fidi memejamkan matanya pasrah .
dengan katakutan yang luar biasa fidi ber ucap pelan hampir tak terdengar demi pencipta langit dan bumi,demi pemilik seluruh alam raya.demi segala sesuatu yang baik .
tak ada keraguan atas mu. maka aku pasrah kan seluruh hidup dan mati ku.
masih dengan mata terpejam fifi merasakan dia mundur dan hilang..pelan fifi membuka mata nya.
pelan ku goyangkan tubuh sesa agar dia segera sadar.
akhirnya sesa membuka mata nya .dengan susah payah kami akhirnya beranjak masuk ke kamar.
sampai pagi tak juga mata ingin terpejam.dengan segenap kekuatan fidi keluar rumah dan memanggil tetangga sebelah.
setelah beberapa orang tetangga berkumpul dan mendengar kan cerita kejadian semalam..
salah satu ibu itu bercerita..
dulu rumah ini di huni pasangan baru menikah.saat malam halloween sang istri mendapat kabar kalau suami nya bercinta dengan temannya.dia lalu mengantung diri di tengah rumah.saat di temukan dia sudah tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan..
dan setiap malam hallowen selalu terdengar teriakan dari dalam rumah.
setelah bertahun lama nya tak ada lagi terdengar teriakan itu..
mungkin karna malam tadi kalian merayakan hallowen kembali membangun kan wanita itu.
ucapnya.
setelah mendengar cerita itu fidi dan sesa mengerti mengapa wanita itu membenci malam halloween..
dan sekaligus fidi sadar kalau dia tak boleh sombong denga ucapan nya..
terkadang kata-kata yang kita ucapkan selalu ada pembuktian nya.
tamat.