Halloween selalu dirayakan setiap pada tanggal 31 oktober, tepat saat ini adalah hari halloween. Hari yang selalu dirayakan dengan pesta tengah malam oleh beberapa negara.
Disekitar kotaku terdapat taman bermain yang sangat besar dan ramai, Namun ada rumor yang mengatakan bahwa disana terdapat penunggu dalam beberapa wahana permainannya. Sebagai salah satu orang yang tidak mempercayai hal mitos, bersama teman-temanku yang lain akan pergi kesana untuk merayakan hari halloween ini tanpa mempedulikan apa kata orang.
Kami berlima sekarang sudah berada di taman itu, yang kami lihat sekarang adalah keramaian yang benar-benar padat oleh lautan manusia. Salah satu dari kami yaitu Dania mengantri untuk membeli tiket masuk. Satu tiket masuk sudah bisa menaiki semua wahana permainan di taman bermain ini.
Setelah membagi tiket itu kami memecah menjadi 2 bagian, yang 1 terdiri dari 2 orang dan yang ke 2 terdiri dari 3 orang. Disini aku bersama dengan zyifa yang menyukai hal berbau ekstrim. Entah kenapa saat keberadaan kami berdua yang tidak jauh dari sebuah wahana Roller Coaster. Wahana itu tak terlalu panjang, yang ku lihat tidak ada yang menaikinya. Roller Coaster tetaplah Roller Coaster jadi pasti ketinggiannya membuat orang bergidik ngeri.
Seperti sebuah tantangan bagi Zyifa, ia mengajakku untuk ikut menemaninya bermain. Aku menolaknya, meskipun Roller Coaster itu jalurnya tak terlalu panjang tetapi, ketinggiannya membuatku merasa tidak enak dengan wahana ini.
"Tar, kita naik Roller Coaster aja yah! aku pengen naik ini. lagian jalurnya juga pendek!" ucap Zyifa padaku.
"Tetapi....itu terlalu tinggi fa! aku tak menyukainya."
"Ayolah, lagian ada aku disana juga yang naik!"
"....Emmm baiklah!"
Kami akhirnya mencoba wahana Roller Coaster itu, tapi firasatku mengatakan ini buruk. Suasana benar-benar mencekam saat aku menginjakkan kaki di depan loket, yah memang nama Roller Coasternya adalah Roller Coaster berhantu jadi suasana ini adalah hal yang biasa dirasakan.
Zyifa memberikan gelang untuk memasuki Roller Coaster itu, kami berdua menunggu keretanya berhenti. Kereta itu tidak ada penumpang sama sekali, dan hanya berputar-putar berkali-kali dijalurnya.
Kereta berhenti aku menaiki gerbong pertama barisan kedua dari depan. Sedangkan Zyifa dia tak mau satu kursi denganku, ia memilih kursi terdepan dikereta itu.
Ini pertama kalinya saat aku menaiki wahana permainan dengan hati yang berdebar-debar seperti ada hal buruk akan terjadi.
Kereta perlahan berjalan, seperti ada ruangan tak kasat mata kami memasuki sebuah terowongan yang sangat panjang. Terowongan itu dikelilingi tengkorak dan bau darah yang kental.
"Zyifa!"
"Zyifa!"
Beberapa kali aku memanggilnya namun ia terlalu asyik sendiri. Dia tertawa riang gembira seiring musik sedih yang terputar otomatis entah dari mana.
"Tarii!!...Tariii.....", seseorang berbisik-bisik memanggil namaku. Seketika cahaya hilang hanya ada gelap gulita yang menyelimuti. Keringatku mulai bercucuran, aku selalu berpikir hal yang positif bahwa ini hanya sebuah permain. Aku melirik Zyifa yang tertawa bahagia menatap kedepan.
"Ada apa ini mengapa suasana berubah? dan kenapa sedari tadi Zyifa tertawa terus tanpa peduli diriku yang memanggilnya."
"Tari!!"
Panggilan itu sangat dekat di indra pendengaranku. Saat aku melihat ke samping....
Seorang gadis terus memanggil namaku, dipikirkanku sekarang hanya ada pertanyaan, siapa dia? bagaimana bisa dia berada disampingku?
"Huhuuu....huuuuu..uuuuuu!!" Dia menangis sesenggukan, perubahan emosi yang sangat tiba-tiba.
Aku ingin bertanya kepadanya, namun seperti orang bisu, aku sama sekali tidak bisa merasakan pita suaraku.
"Hihihihihi...Tariiii!!!"
Dia tertawa kencang, aku menoleh mencari dimana keberadaan Zyifa namun nihil, Zyifa tiba-tiba hilang tanpa jejak. Kapan dia turun dari sini?
Darah keluar dari badanku...ternyata asalnya dari tangan gadis misterius itu. Ia membawa sesuatu yang seperti usus panjang berwarna merah bahkan kental dengan darah segar yang menetes.
Ia memakannya dengan rakus, seperti seorang monster. Terkejutlah aku saat darah itu ternyata dari tenggorokanku, pita suaraku hilang dan dadaku terkoyak oleh sesuatu. Aku melihatnya, apa yang dipegang oleh gadis itu apakah mungkim pita suaraku. Anehnya aku tak merasakan apa-apa meski bagian organ tubuhku terpampang jelas disaat kereta terus berjalan.
"Apa yang terjadi? bagaimana bisa tubuhku terkoyak namun aku tidak tau kapan gadis itu mengambilnya!"
Rambut sang gadis tiba-tiba terurai oleh angin berhembus, aku yang melihat wajahnya berteriak sekencang mungkin. Pada kenyataannya itu hal yang sia-sia untuk kulakukan.
Dia memiliki wajah namun mulut nya seperti telah disobek hingga robekannya sepanjang telinga. Memperlihatkan gigi bertaringnya dan nanah yang keluar dari mulutnya. Aku begitu tak mampu untuk melihatnya. Hingga aku terus menangis, mengeluarkan semua air mata yang sepertinya telah terkuras habis. Aku memberanikan diri menatap ke samping,
"Waaahhhhhh!!!" teriaknya.
Alangkah terkejutnya saat wajah buruk rupanya terpampang jelas dimataku, mulutnya yang bernanah itu kini membusuk menjadi sarang belatung. Rambut gimbal dengan wajah membusuknya membuat siapa saja yang melihatnya histeris.
Aku tak tau harus apa yang kulakukan sampai kapankah malam halloween ini akan berakhir, malam yang berbeda dari beberapa malam yang ku lalui selama ini.
Terkejutku membuat ku terjatuh dari gerbong kereta, saat diposisi ini seperti disengaja dalam ketinggan yang berbeda dari yang kulihat saat bersama Zyifa tadi yang sekarang benar-benar tinggi bahkan aku tak tau seberapa jauh dasar tanah dibawah.
Tanpa parasut ataupun keamanan lainnya aku terjatuh, dengan kepasrahan aku membentangkan tangan lalu menutup mata rapat-rapat.
"Aku tak tau apa yang telah kau tunjukkan kepadaku tuhan, hanya kepasrahan untuk saat ini yang ku pikirkan. Jika sesuatu telah dikehendaki oleh mu, maka akan ku terima jika saat ini juga kau harus mengambil nyawaku."
Brukk!!
Terjatuh dari sebuah ketinggian seperti menghancurkan semua tulang-tulang Tari. Saat ia membuka mata, banyak pasang mata yang melihatnya termasuk juga teman-temannya yang khawatir. Ia melirik tempat dimana wahana Roller Coaster itu berada namun yang ada hanya pohon kecil yang kering. Seakan-akan apa yang dialaminya hanya mimpi dan imajinasinya.
Remang-remang ia mendengar orang mengatakan ia bunuh diri dari tower, jadi apa yang dia alami saat ini karena bunuh diri. Bukan karena seorang gadis misterius itu yang menjatuhkannya.
"Ya dia bunuh diri dari ketinggian 60 meter, namun masih bernafas. Diduga dia frustasi akibat masalah keluarga, begitu kesaksian teman-temannya!" ucap pak polisi.
Setelah kejadian itu, Tari dinyatakan hidup namun entah bagaimana bisa hanya dengan bunuh diri ia kehilangan suaranya. Bahkan kejanggalan dan keanehan yang selama ini masih belum diketahui oleh pihak kedokteran adalah hilangnya pita suara milik Tari. Tari sendiri masih bingung dengan apa yang dialaminya, apakah mimpi atau kenyataan yang hanya diketahui oleh dirinya. Bak ditelan bumi Roller Coaster ikut menghilang bersamaan dengan saat ia membuka mata.
Menurut kalian apa yang dialami Tari itu nyata? atau kalian menebak hal lain.....
Tulis komentar dibawah!!!
*Selamat hari halloween untuk yang merayakan😊