Kakak," mengikuti kakaknya dari belakang yang menuju ke kantin.
Ehmm," kakaknya hanya membaca buku sambil berjalan.
Leana adalah kakak perampuannya, ia sangat mendambakan cinta sang kakak di hari natal ini tapi apalah daya dia. Sifat kakanya memang begini.
Ada apa Hilda," ucap sangat kakak yang menyerah, ia pun berhenti membaca dan berbalik badan melihat sang adik didepan matanya.
Aku...," ucap Hilda pada sang kakak dengan menunduk.
Aku masih sibuk, Aku harus ngumpul bareng teman. Ada hal yang harus kami siapakan," ucap sang kakak, ia tahu apa yang akan adiknya katakan.
Baiklah," Hilda pun hanya bisa menahan rasa kecewanya itu.
Kakaknya pun pergi meninggalkan Hilda seorang diri dikantin sekolah.
Gara Gara Aku bilang begitu, kakak jadi gak makan. Padahal kakak belum makan sejak pagi, baiklah Aku akan mengantarkan makan ke kelas nya. pasti kakak akan senang,"ucap Hilda dengan senang.
Setelah berkata dengan demikin ia pun memilih kursi dan memesan makanan. sekitar 35 menit ia pun telah selesai makan. Hilda membayar uang makanannya dan memesan bungkusan makanan kepada bubi kantin itu. Ia memesan nasi goreng dengan ayam sambel, karena kakaknya amat sangat suka yang namnya pedas.
Makasih bi," ucap Hilda mengambil pesanan makanannya sudah siap.
Sama sama," ucap sang bibi kantin membalas senyuman dari Hilda.
Lalalalala....., Hilda menyanyi dilorong kelas sambil membawa makanan. ia sangat... Sangat senang.
Sesampainya di kelasnya ia pun menaruh bungkusan makanan yang ia beli dikantin, diatas meja sang kakak. "Sudah, baiklah Aku harus masuk. Sedikit lagi Ada pelajaran sejarah".
Setelah kepergian Hilda dari ruang kelas kakaknya leana, leana pun masuk ke kelas. "Apa ini," ucap leana yang melihat ada bungkusan makanan, Ia pun mengambil bungkusan makanan yang berada diatas mejanya itu.
".Adikmu yang menaruh, aku baru lihat kepergiannya diluar tadi. Ia berpesan agar aku menyuruh mu menghabiskan makanan ini. Katanya kamu belum makan, Ohw... Adikmu ini perhatian banget yah," ucap sarah menggoda leana.
"Apaan sih," leana pun menyakirkan tangan sarah di bahunya, Ia pun duduk di bangku dan mulai menyantap makanan yang Hilda bawah.
"Bagi dong," ucap sarah mulai menggoda leana.
"Beli sonoh dikantin!!," ucap leana yang mulai kesal dengan godaan dari sahabatnya sarah.
"Iya, iyah deh!!, makan aja. Gak ada yang minta makanan mu kok," ucap sarah menarik bangku dan menaruhnya dekat dengan leana. Ia pun mengeluarkan roti isi yang ia beli barusan saat keluar bersama leana tadi.
Bell sekolah pun berbunyi yang menandakan waktunya pulang, karena beberapa hari lagi adalah hari natal semua murid diliburkan beberapa minggu. Murid murid yang mendengar pengumuman itu pun bersorak-sorai saking senengnya.
Hai hilda," ucap Della teman Hilda.
Eh, Della kupikir siapa?!, rupanya kamu. Hehehe....," ucap Hilda yang sudah menggandeng tas mungilnya.
Kita pulang bareng yuk," ajak Della.
Yuk, ah!!," ucap Hilda.
Mereka pun menggandeng tangan mereka sambil keluar dari kelas , sesampai di gerbang sekolah. semua murid murid sekolah : ada yang naik motor aada juga naik mobil maupun pesan ojek.
Kamu mau kasih hadiah apa, buat kakak mu?!," ucap Della.
Uhmm, aku belum tahu!! Hehehehe..," ucap Hilda cengengesan.
Sesampai dirumah Hilda langsung membuka pintu, cklek. Sepi itulah yang dirasakan Hilda. Ia dan leana hanya hidup seorang diri, setelah orang tua mereka meninggal saat kecelakaan. Dan saat mereka berusia 7 tahun mereka diasuh oleh nenek mereka. Mereka tidak sedih tak ada rasa kasih sayang dari kedua orang tua mereka, jika nenek mereka ada di sisi mereka itu sudah lebih dari cukup. Tapi saat mereka berusia 10 tahun nenek mereka meninggal dunia, sungguh malang nasib mereka itulah yang dirasakan kedua anak yang hanya bisa hidup seorang diri. Sejak kecil mereka harus banting tulang untuk mencari makan, mencari pekerjaan itulah kata yang tepat.
"Kak leana belum pulang yah, sepertinya begitu," Hilda pun segera menutup pintu dan menuju ke kamar untuk membersihkan badannya. Setelah selesai mandi dan memakai baju, ia pun bercermin mengucir dua kepang rambutnya . Ia mengambil tas mungil yang selalu Ia bawah saat bekerja. Yah!!, Hilda bekerja di supermarket. Tak jauh dari rumahnya.
Berjalan kaki itu adalah keseharianya, mau pergi dari sekolah ataupun pergi kerja. Karena bagi Hilda dia mau menghemat uang. Uang yang ia kumpul bermaksud membeli hadiah untuk kakaknya leana di hari natal. Setelah berjalan cukup lama Hilda pun sampai ke tempat kerjanya setiap hari yaitu: supermarket.
Hai hilda," sapa Della.
Hai juga Della," ucap hilda.
Ia pun mendekat kearah Della dan mulai bekerja mengisi bahan bahan makanan yang habis dirak rak rak jajanan, perlengkapan sekolah, minuman dan lainnya.
Tak begitu lama jam sudah menunjukan pukul 19.59 menit, Tak terasa waktunya untuk pulang. Della maupun hilda segera pergi meninggalkan supermarket dan menuju ke rumah.
Hilda, bagaimana besok kita ke mall," ucap Della.
Ah, mall!!," ucap Hilda syok.
Iya, ke mall!!, Kita bisa beli sesuatu disana. Lagian kau mau beri hadiah untuk kakak mu leana bukan," ucap Della dengan gaya nakalnya.
Iya sih, tapi di mall kan . harga barang mahal² della," ucap Hilda dengan nada sedih.
Kan, kita gajian tadi," ucap Della.
Apa cukup," ucap Hilda??
Pasti cukup hilda!!," ucap Della.
Oke deh," ucap hilda tersenyum.
Hilda pun sudah sampai kerumah. Ia mendapati sang kakak tidur disofa dengan TV menyala. " apa kakak menunggu ku pulang?!," ucap Hilda memandang sangat kakak dengan hati berbunga². Ia pun menghampiri kakaknya yang tertidur pulas di sofa.
"Kak, bangun!!. Kalau kakak mau tidur masuk ke kamar kak," ucap Hilda memegang tangan sang kakak yang sedang terlipat di kedua dadanya.
Uhmmm, leana pun mendengar suara sang adik langsung membuka mata. Ia duduk dibangku dengan mata masih Merlammelp. "Kamu udah pulang," ucap leana yang melihat sang adik berdiri dihadapannya sambil tersenyum.
Iya," ucap Hilda.
Yaudah kamu mandi habis itu makan." Ucap leana yang mulai menuju ke kamarnya.
Baiklah kak," ucap Hilda melihat sang kakak berjalan.
Hilda pun mandi untuk menyegarkan dirinya, lalu Ia makan sesuai yang dikatakan sang kakak padanya. " ah!!, seger banget,dan kenyang" ucap Hilda sambil merentangkan kedua tangannya diatas.
"Ah,!!, Aku akan membuat sesuatu," ucap Hilda , Ia pun duduk dikursi dan menghidupkan lampu nan mungil diatas meja. Ia pun menulis dengan lincahnya menggunakan jari lentik dia.
Keesokan paginya sesuai janjian mereka, mereka akan ke mall. Nah siang hari ini Hilda bergegas pergi ke mall bersama Della sahabatnya. Betapa bodoh jika kita memandang mereka, mereka melongo dengan mulut mengangah. Betapa takjubnyaa mereka, yah' bisa dikatakan begitu.
Ini mall atau gudang baju Dell?!," ucap Hilda yang masih takjub, matanya masih berbinar binar melihat apa yang ada di depan matanya.
Aku juga gak tahu," ucap Della yang gak kalah takjubnya dengan Hilda.
Mereka pun menuju tokoh baju, maupun tokoh sepatu. Musing² sih mereka berjalan. " ini Aku merasa berputar² mulu sih," batin Hilda. Setelah berada di mall 3 jam kepala mereka rasanya pusing. Sudah puas apa yang mereka cari mereka pun bergegas pulang.
Gue jamin, kakak loh pasti suka sama hadiah darimu hilda," ucap Della.
Benarkah," ucap Hilda dengan girang. Ia pun berjalan tanpa melihat sekeliling, tiba tiba ada mobil didepannya tennnnn... Bruk tubuh Hilda pun terjatuh.
Hilda, Hilda!!, bangun.. Buka matamu," ucap Della yang menghampiri sahabatnya dengan duraian air mata dipipinya.
***
Hilda mengerjap ngerjepkan matanya menatap atas dinding langit, "Aku ada dimana," gumamnya. Ia pun melihat sekitar ruangan dan Ia mendapati orang yang Ia kenal, yang tak lain sang kakak leana. "Aku.., Aku gak ke tabrak lalu!!," ucap Hilda.
kak," ucap Hilda dengan suara serak.
"Ah, kau sudah sadar, apa ada yang sakit?!," mendengar suara Hilda, leana pun langsung sadar. yang langsung memegang tangan sang adiknya dan duduk.
Hilda hanya bisa tersenyum kepada sang kakak. Hilda mengangkat tangan kanannya, menunjuk tas diatas tempat duduk yang tak jauh dari tempat tidur Hilda. Melihat sang adik menunjuk leana pun langsung mengambil tas itu dan mengasih ke adiknya.
Buka kak,"ucap Hilda.
Dengan kebingungan leana hanya bisa menuruti kemauan sang adik, betapa terkejutnya Ia melihat sebuah kado."ini..," ucap leana kebingungan sambil memegang kado di tangannya.
"Untuk kakak ku tersayang, buka lah!!," ucap Hilda dengan senyumannya.
Leana pun membuka kado itu, dan betapa lebih terkejutnya dia. didalam ada sweater dan juga amplop. Ia perlahan lahan membuka amplop itu dan membacanya, tanpa sadar setitik air mata membashi pipinya.
"Kak-kakak jangan sedih, nanti Hilda ikut sedih," ucap Hilda sambil mengangkat tangan kanannya menghapus air mata sang kakak.
Kenapa, kenapa!!. Kau mengasih hadiah kepada ku, Aku selama ini ketus sama mu dan menganggap keberadaan mu hilda," ucap leana dengan duraian air mata.
"Karena.., kakak adalah satu² keluarga ku yang paling berharga. Dan.. Yang paling ku sayangi," ucap Hilda yang ikut menangis.
Mereka pun berpelukan satu sama lain yang dimana sang adik masih berbaring dan sang kakak berdiri. Meraka berpelukan cukup lama dan penuh cinta ❤❤❤❤❤
~ TAMAT~
Pesan dari sang penulis d'Nadia: semoga cerita ini bisa diambil hikmanya yah, walaupun ada masalah diantara keluarga. Tetap saja jika melawan benci dengan cinta semua permasalahan akan teratasi. Untuk yang merayakan hari natal, Merry Christmas friends all*̣̥☆·͙̥❄‧̩̥࿌ིྀ྇˟͙☃️˟͙࿌ིྀ྇‧̩̥❄·͙̥̣☆*̣̥