🎃Cerpen Tidak Sulit Sama Sekali!🎃
🎃#Malam Pasangan Halloween🎃
Hari ini aku bersama keluargaku sedang mempersiapkan beberapa perlengkapan untuk menyambut hari Halloween, di mana nanti malam akan ada anak-anak yang datang ke rumah untuk meminta permen.
Aku bersama adikku Reza tadi pagi pergi ke minimarket untuk membeli banyak permen dan sekalian aku membeli beberapa kostum untuk di pakai nanti malam.
"Hari ini semuanya harus sempurna," monologku melihat barang-barang di meja yang tersusun rapi, di situlah aku dibantu oleh Ibuku memasang dekorasi dari labu dan meja di luar juga kami letakan beberapa labu yang di dalamnya nanti akan di pasang lilin.
Sedangkan lampu depan kami juga menganti lampunya dengan lampu labu yang paati bukan labu asli. Namun, itu hanya labu mainan yang khusus untuk lampu.
Tapi di hari Halloween ini rasanya aku kekurangan sesuatu, ya Kekasihku Arka, dia saat ini masih bertugas di luar kota. Arka bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit terkenal di kota itu dan saat aku menelfon dirinya semalam dia bilang dia tidak bisa datang untuk merayakan Halloween bersama keluargaku.
Sedih rasanya tanpa kekasih di malam yang spesial. Namun, aku harus tetap kuat agar malam Halloween ini menjadi sempurna dan nanti malam mungkin kami juga akan menggunjungi keluarga kekasihku.
Keluarga kami memang sudah dekat dari dulu jadi walaupun tanpa kekasih tapi keluarga masih ada dan rencananya mugkin malam ini aku akan video call dengan dirinya.
Tepat pukul empat sore aku dan keluarga sudah selesai memasang dekorasi ala malam Halloween dan tinggal menunggu malam dan kami semua akan mengenakan kostum mengerikan bersama.
Kami pun berencana memasak makanan yang banyak untuk malam ini dan karena Kakek dan Nenekku juga hadir jadi rasanya keluarga kami sudah lengkap.
Selesai memasak kami pun akhirnya makan bersama, bercerita tentang kejadian hari ini dan rencana yang akan dilakukan pada malam ini.
Setelah selesai, kami pun akhirnya menuju kamar kami masing-masing untuk mandi dan bersiap menyambut malam Halloween yang menakutkan dan mungkin saja akan ada beberapa anak-anak yang akan berkunjung dengan mengatakan 'berikan aku permen atau ku jahili kau,' begitulah ucap mereka.
Lampu utama mulai padam dan digantikan dengan lampu berbentuk labu hingga menimbulkam cahaya berwarna kuning, malam ini aku mengenakan pakaian ala nenek sihir dengan topi kerucut dan sapu lidi di gengaman.
Lalu adikku dia mengenakan pakaian vampire dengan taring palsu dan juga beberapa bercak darah di bibirnya etis! Tapi bukan darah sungguhan itu hanya pewarna makanan.
Kini kami sekeluarga tengah menunggu kedatangan anak-anak yang akan mulai mengetuk pintu dan menakuti orang rumah dan setelah itu kami akan memberi permen sebelum mereka pergi.
Tok!
Tok!
Kami mendengar itu pun bersiap, dengan rencana ingin mengejutkan orang di luar sana dan ....
Klek!
Pintu di buka dan "Graaaa!" teriak kami serempak membuat tiga orang anak kecil kaget karena tidak sempat mengejutkan orang rumah itu dan malah mereka yang di kejutkan ketiga anak itu langsung menyapa dan menegadahkan tangan mereka untuk meminta permen.
Melihat kerajang bawaan anak-anak itu sepertinya mereka sudah mengunjungi banyak rumah terlihat keranjang mereka yang sudah setengah.
Kami sekeluarga pun membagikan permen tersebut dan setelah selesai mereka pun pergi dan kami juga masuk ke dalam rumah. Jam pun sudah menunjukan pukul sembilan malam anak-anak yang datang ke rumah juga sudah banyak dan tiba saatnya untuk keluargaku untuk pergi ke rumah keluarga kekasihku.
Kami pun menyiapkan mobil dan kami harus membawa dua mobil karena jika hanya satu mobil itu tidak akan muat apalagi keluarga besar kini berkumpul.
Dan waktu aku ingin naik ku lihat ternyata sudah penuh dengan terpaksa aku lah yang harus berkendara sendiri dan mereka tanpa menungguku langsung pergi begitu saja.
Melihat rumah-rumah dan dekorasi orang-orang begitu menakjubkan dekorasi mereka sangat sempurna dan menakutkan dan jangan lupakan ada beberapa anak yang sedang berjalan bersama sambil menenteng keranjangnya yang sudah terisi penuh oleh permen.
Aku pun memfokuskan diriku ke jalan raya yang tampak tidak begitu ramai dan saat melewati beberapa pepohonan aku merasakan bulu kudukku berdiri, tiba-tiba rasa takutku datang.
"Ah, tenanglah malam ini malam Halloween jadi wajar jika aku takutkan," monologku.
Dan sesaat setelah itu tiba-tiba saja bahuku terasa di penggang oleh seseorang, takut rasanya tapi diriku juga penasaran akhirnya aku menengok ke belakang dan tidak ada siapa-siapa.
Tapi setelah aku berbalik dari sana tiba-tiba keranjang berisi buahku hilang padahal tadi keranjang buah itu berada di kursi samping, sontak aku kaget dan terheran-heran. Aku pun lalu menepikan mobil dan melihat kebelakang gelap tapi memang tidak ada siapa-siapa di sana dan ketika ku berbalik.
"Bhaaa!!" teriaknya.
Sontak aku langsung ikut teriak ketakutan bagaimana tidak ada seorang laki-laki berpakaian vampir duduk di depan mobil, "Hey siapa kau?!" teriakku bertanya padanya.
Ia lalu mendekat ke arah kaca samping tepat di mana aku mengemudi ia lalu dengan mudah membuka pintu mobil yang, "Sial lupa ku kunci," gumamku melupakan hal itu ceroboh memang.
"Hai, Nona cantik bagaimana malam Halloweenmu?" tanyanya sambil mengulurkan tangannya, aku pun tanpa basa basi menyambit tangannya itu dan tanpa rasa khawatir aku ikut keluar di saat ia menarikku keluar mobil.
"Kau siapa?" tanyaku lagi.
"Apa kau lupa padaku, Babe," ucapnya. Aku uang mengenal suara dan panggilan itu pun sontak menitikan air mata dan tanpa babibu memeluk laki-laki yang hampir tiga bulan meninggalkanku.
"Arka, i miss you," bisiku padanya.
"I miss you too, babe," jawabnya mengeratkan pelukan kami hingga beberapa saat setelah di rasa puas aku merengakan pelukan itu dan menatap mata yang sudahku rindukan sejak tiga bulan lalu.
Cup!
Sebuah ciuman kasih sayang mendarat di bibirku, dan kami pada akhirnya menikmati itu hingga tidak di rasa hampir lima menit kami berciuman dan saat itulah Arka melepas tautan bibir kami memberikan kesempatanku untuk mengambil oksigen.
"Kau, kenapa pulang tidak memberitauku?" tanya kesalku dengan tangan yang masih tidak lepas dari punggungnya.
"Ini kejutan, Sayang. Kau tau semalam saat kau menghubungiku aku begitu gugup karena aku takut kejutan ini tidak akan kau sukai dan ternyata kau menyukainya aku senang sekali dan ayo kita habiskan malam ini di apartemenku, malam ini adalah malam spesial buat kita berdua, babe," bisiknya membuat seburat merah timbul di kedua belah pipiku.
"Ck, dasar mesum. Tapi baiklah aku juga ingin memberimu pelajaran karena memberiku kejutan yang begitu menakutkan ini, dan terima kasih, Sayang," ucapku kembali menyatukan bibir kami menikmati malam Halloween bersama.
Dan ternyata dalang dari kejutan ini adalah keluargaku dan keluarga Arka mereka sengaja pergi terlebih dahulu agar memberikan ruang untuk dua kekasih itu saling mengutarakan dan melepas rindu mereka.
🎃Tamat🎃