"ma aku mau itu", tunjuk bocah berusia tiga tahun yang di gandeng Sari. dari raut muknya ia sangat menginginkan mainan yang di pajang di tokoh itu.
Sari tersenyum menatap putranya. lalu mengambil dan membawah mainan itu kekasih.
"ayo kita ke kasir dulu", ajak sari. bocah kecil bernama bagas itu mengikuti sari.
"ini mbak", sari memberikan main itu ke kasir. kasir menerima lalu membuat catatan bon. bagas yang sedari tadi memperhatikan tokoh yang terlihat ramai di datangi para pengunjung. tiba melihat seorang pria yang ia kenal tengah mengandeng seorang wanita lewat di depan toko.
"makasih mbak", ucap sari setelah menerima mainan bagas.
"ayo nak", ajak sari. tapi sari bingung melihat putra diam seperti melihat sesuatu di arah pintu toko dengan sorot mata tajam dan marah.
Sari sedikit menunduk kan tubuhnya menyesuaikan dengan tubuh bagas. betapa terkejutnya sari melihat Dani tengah bermesraan dengan seorang wanita.
"ma, papa ma", tunjuk bagas mengarah ke dani. terdengar derai tawa dani dengan selingkuhannya.
Sari tidak dapat menggambarkan raut mukanya lagi semua bercampur aduk. bahkan omongan bagas cuma seperti angin lalu.
Walau bagai manapun kondisinya saat ini wanita cantik beranak satu itu tidak melupakan bagas yang digandengnya.
Sari mengambil nafas dalam setelah sedikit tenang.
"ayo nak", ajak sari.
"mama nangis ya??", tanya bocah polos itu mendongak menatap wajah sari. bagai mana pun sari menyembunyikan kesedihanneya bocah pintar itu masih tahu.
"mama enggak nangis sayang", ujar sari tetap tersenyum menatap bagas.
Sari dan bagas menuju pintu toko, dimana tempat berdiri dani dan wanita selingkuhannya. pas di samping dani.
"papa", panggil bagas bocah tiga tahun itu menarik jas dani, berapa terkejutnya dani mengetahui sari dan bagas kini sudah ada di dekatnya.
muka dani dan selingkuhannya yang tadi bahagia berubah menjadi pucat pasih. selingkuhan dani melepas tangannya dari tangan dari.
Sari, wanita cantik itu mencoba menahan rasa sakit di dalam hatinya diam tanpa seuntai kata.
untuk mengalihkan keadaan dani langsung jongkok.
"ai jagoan papa belih mainan baru ya", tanya dani, memeluk bagas.
"iya pa", bagas mengiyakan " pak tante ini siapa", tanya bagas polos mendonga menatap selingkuhan dani, begitu juga sari menatap perempuan itu tajam. sari yang sedari tadi menunduk kini tersenyum menatap bagas lalu sari, sari tahu senyum manis itu di paksakan.
"oh ini tante bella teman papa", jawab dani membohongi bagas. dani berbohong.
'bagas kamu bisa bohongi mas tapi aku tidak", bisik suara hati sari.
setelah sedikit bercengkrama dengan putranya dani kembali berdiri.
"mas aku ini kita selesaikan ini di rumah", ujar sari tegas. sari tidak mau bertengkar karena ada bagas di sini. tak sepatah kata pun terlontar dari mulut dani. dani merasa sangat bersalah sudah mengkhianati wanita yang sudah memberinya seorang putra pintar dan ganteng.
"Ayo nak kita pergi", ajak sari, karena sari ingin cepat pergi sari mengendong bagas.
" ma, papa gak ikut pulang", bocah pintar itu bertanya. sari cuma menggeleng.
Dani mematung di depan tokoh mainan dengan selingkuhannya. menatap sari yang pergi menggendong bagas.
"bella kamu pulang kekantor", ujar yang tengah kalu. hati dani di penuhi rasa bersalah.
"iya mas", jawab sari.
Dani menyusul sari dan sari langkah pria tampan itu ia percepat tapi tidak dapat menyusul sari. dari buru-burun masuk mobilnya di parkiran. dari tahu saat ini pasti hati sari sangat hancur dan dani tidak ingin terjadi sesuatu yang tak di inginkan.
buk
tangan dani memukul stir mobil, dari raut wajah dani terlihat cemas gelisah.
"sari maafkan maaf, bagas maafin papa", bisik dani bermonolog, yang lebih terasa bagai rintihan penyesalan, tak terasa air mata dani jatuh.
Sari sudah sampai di depan rumah.
tin tin tin.
Sari mencet bel mobil. tak lama seorang satpam rumah sari membuka gerbang. sari memarkirkan mobilnya di depan garasi rumah mewah itu. bagas, sari turun dari mobil dengan langkah gontai sari masuk kerumah mewahnya.
"Sayang kamu dengan bik surti dulu ya", begitu mereka sampai di ruang tamu. bagas yang di suru sari berlari ke arah kamar baby sisternya bernama surti.
Buk
Sari menghempas kan bokongnya duduk di sofa mewah di ruang tamu bergaya klasik. sari memejamkan matanya rapat-rapat lalu kedua tangannya mengusap rambutnya ke belakang. saat ini sari tidak dapat berpikir jernih, pikiran sari kalut dan berkecamuk sari tidak menyangka lelaki yang begitu ia cintai bermain api di belakangnya.
Brum Brum.
Suara deru mesin mobil terdengar dari depan garasi, sari bangkit dari bersender di sofa, sari merapikan penampilannya sari tidak mau terlihat kacau walau hatinya hancur berkeping-keping.
Tak lama terdengar suara langkah kaki dani masuk kedalam rumah. sari yang duduk di sofa sudah siap dengan segala kemungkinan buruk. sari tidak menampakkan sedikitpun rasa sedihnya.
Setelah memasuki ruang tamu dani memelankan langkah kakinya lalu duduk di dekat sari. sari tak mau duduk di dekat bagas sari beranjak duduk di sofa di depan bagas.
lama mereka terdiam. sari menatap tajam wajah lelaki yang ia cintai di depannya bagas yang di tatap sari seperti itu cuma merunduk. sari beberapa. kali menarik nafas dalam.
"mas aku mau cerai dan kamu silahkan pergi dari sini, oh ya kalau kamu mau, kamu masih bisa bekerja di kantor tapi sebagai karyawan biasa", ujar sari tegas seolah tak mau di bantah.
bumm.
dani bagai mendengar suara bom, rasa tak percaya sari mengucapkan kata-kata itu. dani sudah tahu sari wanita itu pasti akan melakukan itu padanya.
"sari mas mohon kita jangan cerai kasihan bagas", ujar dani memberanikan diri menatap istrinya.
"oh kamu masih bisa bilang begitu, setelah melakukan semua ini pada ku mas, kamu memangnya tidak berpikir dua kali sebelum selingkuh, bukan cuma aku saja yang kamu hancurkan bagas juga", sari menumpahkan semua, sari tak dapat membendungnya lagi rasa amaranya.
Dani tertunduk, tak kuasa menatap sari yang bagai harimau lapar yang kapan saja bisa menerkamnya.
"aku tidak mau tau ya, dan aku tidak ingin nasib ku seperti wanita di ftv indosiar, oh ya semua fasilitas yang orang tua aku berikan ke kamu, semuanya kamu kembalikan kalau kau tidak mau masuk penjara", ujar sari mengingatkan Dani, kemudian sari pergi kekamar sari tak mau belama-lama berdua dengan pria bajingan itu.
"Sayang, sayang maafin mas sayang", bagas meminta maaf sembari mengejar sari lalu berlutut di kaki sari. semua art yang ada di rumah sari melihat tapi mereka tidak berani ikut campur.
"maafkan aku juga mas, bagi ku kalau selingkuh tiada maaf", ujar sari tegas "lepaskan kaki ku", ujar sari.
"tidak mau", ujar dani yang sudah seperti orang hilang akal terus menangis memeluk kaki sari. sebenarnya sari tidak tega tetapi saat teringat kemesraan dani dan bella di mall tadi, rasa kasihan sari menguap bagai embun.
"lepas kan aku", bentak sari sambil menunduk. bagas spotan melepaskan kaki sari.
begitu kakinya di lepaskan dani sari masuk kekamarnya.
brak
suara sari menutup pintu begitu kencang.
"aaaahhhhhh" teriak dani.
Bagas yang di kamar mendengar suara pintu, dan teriakan dani, berlari keluar kamar.
"papa", peluk bagas begitu sampai di dekat dani. dani langsung memeluk dan mencium tiap jengkal tubuh bagas.
"sayang maafin papa", ujar dani memeluk putra semata wayangnya itu. dani hancur-sehancurnya begitu juga sari cuma bagas penguat mereka.
"papa gak papa kan", tanya bagas polos menatap dani, lalu tangan mungil dani mengusap air mata dani. bocah kecil itu melihat penampilan dari saat ini begitu berantakan.
Dani berdiri mengendong bagas mengambil koper di depan kamarnya. dani melirik keseluruhan ruangan, dan dani menemukan yati artnya.
"sini bik", panggil dani, yati mendekat.
"bik ini berikan pada nyonya ya", dani memberikan semuanya termasuk hp dani.
"tuan mau kemana", tanya yati dengan wajah sedih.
"entahlh bik", ujar dani putus asa.
"sayang gendong bik yati ya", ujar dani melirik bagas di gendongannya. bagas merontah tak mau di gendong bik yati karena bocah pintar itu tahu papanya akan pergi.
"papa", teriak bagas ngamuk di gendongan bik yati. mendengar teriakan bagas yang pilu dani menoleh lalu tersenyum.
"jagain mama ya sayang", ujar dani. dani kiss bye ke bagas, dani berbalik menghilang di balik pintu depan.
SARI melihat kepergian dani meninggalkan rumahnya dari balik jendela rumanya, bagai msnapun lelaki itu perna mengisi hari-hari sari dan ayah dari putranya.
Dani pergi ke rumah bella tapi dani di tolak bella dengan kasar karena bella sudah tahu dani kini sudah tak punya apa-apa lagi. karena perlakuan kasar bella dari mendorong tubuh bella hingga jatuh di terasnya menghantap pot bunga. dani pergi tanpa rasa bersala sedikitpun. bella yang di tinggal bella meringis kesakitan.
Berulang kali dani mengirim pesan melalui aplikasi berwarna hijau walaupun bercentang biru tapi dani tak menerima pesan balasan.
dari merenung menatap layar benda tipis itu dengan perasaan tak dapat di lukiskan dengan kata-kata.
Dani sangat rindu dengan bagas putra satu-satunya itu. dani terbayang saar mereka bercanda di taman samping rumah mega sari. berulang kali bagas terjatuh saat baru bisa jalan. dan masih banyak lagi tingkah lucu bagas.
di tegah dani melamun terdengar suara pesan masuk di benda tipis yang ia letakkan di atas meja dekat ranjang tempat ia melamun.
*mas aku sudah daftarkan perceraian kita, minggu depan aku harap kamu datang* bunyi pesan dari sari. tak terasa benda tipis itu jatuh dari tangan dani.
"sari maafkan mas. rupanya begitu patal kesalahan mas yang mas lakukan padamu, maafkan mas sari", bisik hat dani. lalu air berwarna bening memenuhi rongga mata dani
perlahan tapi pasti air itu jatuh dari sudut mata dani. dani tertunduk dan bahu dani berguncang begitu hebat.
Semua usaha dani lakukan untuk tidak berpisah dengan sari. dani mendatangin rumah mega sari tapi sari sudah menitip pesan pada satpam tidak membolehkan dani masuk. dani cuma dapat melihat bagas dari balik jeruji besi pagar rumah sari. hati dari bahagia melihat putranya baik-baik saja.
tak hanya sampai di situ dani juga mendatangi kantor sari hal serupa juga dani rasakan. kini dani pasra. tak ada harapan kini hati sari benar-sudah membantu.
Benda tipis berbunyi di saku celana dani.
*mas dani kamu boleh bertemu bagas, tapi aku belum mau ketemu kamu* lama dani menatap benda tipis itu, ada segurat senyum di bibir dani.
*terima kasih sari, terima kasih* dani membalas pesa.
*ya* jawab sari singkat.
Selesai