Buk
Pemuda paling tampan di kampus B di tabrak seorang gadis.
"Elo", bima kaget bukan main ternyata yang menabraknya di pintu mall gadis cupu yang sangat dia kenal.
"maaf kak", adriana si gadis cupu mintak maaf, memberanikan diri menatap pemuda tampan di hadapannya.
Bima menatap gadis cupu berbaju dan celana gombrong entah model tahun berapa, rambut di kepang dua itu dengan seksama lalu tersenyum mengejek.
"udah minggir-minggir", ujar bima, bima mendorong adriana ke pinggir, adriana oleng menabrak tong sampah di dekat pintu mall.
Bima masuk mall dan adriana melangkah menuju parkiran mall.
Tapi ada yang mengganjal di hati bima, saat adriana sepintas ada empat pria berbadan tegap dari arah parkir ingin menjenguk gadis paling cupu dan bima juga melihat gadis cupu itu memberikan kode ke pada empat pria yang pakaiannya seperti bodyguard.
Pemuda tampan blasteran pakistan itu, menghentikan langkahnya dan secepat kilat kembali ke parkiran, dengan mengendap-ngedap di dia masuk ke mobil spotnya. dan benar saja dari dalam mobilnya ia melihat gadis cupu ane itu tangah berbicara dengan ke empat pria itu.
Lalu adriana di buka kan pintu untuk masuk mobil, juga di ikuti ke empat pria itu. mereka meninggalkan parkiran mall paling mewah di jakarta.
Dengan jantung dak dik duk bima mengikuti mobil adriana.
"siapa sebenarnya gadis cupu itu??", bima bertanya dalam hati dengan rasa penasaran sangat besar.
Mobil memasuki hotel paling mewah di jakarta dan berhenti di parkiran hotel. bima juga ikut berhenti dengan jarak 200 meter dari mobil adriana.
dengan seksama bima memperhatikan mobil adriana seolah tidak mau melewatkan moment satu detik pun, dengan tanda tanya besar.
Dan benar saja tidak berapa lama ada seorang gadis cantik laksana bidadari turun dari langit keluar dari dalam mobil yang di tumpangi adriana dan di ikuti empat pria tadi.
"tidak mungkin itu gadis cupu itu", pikir bima rasa tak percaya.
Satu dari ke empat pria berotot dan berwajah sangat itu mendekati setelah beberapa menit bicara dengan adriana, pria itu melangkah kearah mobil bima lalu mengetuk kaca mobil bima, bima terkejut buka main, bima gusar di belakang setir.
Adriana tersenyum ke arah mobil bima, karena adriana tahu sejak tadi bima mengikutinya.
karena adriana tersenyum padanya bima ada keberanian membuka pintu.
"ada apa ya pa", tanya pemuda tegap itu dengan tubuh gemetar, sebenarnya bima anak orang tajir tapi bima kira adriana jauh lebih tajir dari dirinya.
"jangan banyak tanya nona kami memanggil mu", suara bodyguard adriana terdengar tidak bersahabat dan berwajah dingin menatap wajah bima.
Dengan rasa takut bima mengikuti bodyguard adriana melangkah ke arah adriana.
"habis gue", bisik hati bima, wajah tampan bima pias.
"bima karena kamu sudah tahu semuanya ayo ikut aku kedalam, tapi kamu ganti baju dulu di dalam mobil", andriana yang ada di hadapan bima 180 derajat berbeda, cantik, anggun dan bijak plus tegas tak ada kesan cupu sedikit pun.
"andriana pantas dapat oscar", bisik hati bima.
"ayo cepat tunggu apa lagi, kamu enggak perna lihat orang cantik ya?", bentak bodyguard adriana yang berwajah paling seram dan sangar. bima terkejut.
"i i iya",jawab bima gugup, berlalu masuk ke dalam mobil adriana.
setelah bima di dalam mobil adriana menegur bodyguardnya.
"edward jagan gitu ah",ujar gadis cantik tinggi semampai itu, menatap edward.
"iya non", jawab edward patuh.
Lima menit kemudian bima keluar.
"ayo kita masuk karena hampir telat", adriana mengajak bima, mereka melangkah masuk ke hotel mewah itu. bima dan adriana jadi pusat perhatian karena sejoli itu bagai putri dan pangeran di negeri dongeng.
begitu mereka masuk ke acara semua mata tamu tertuju pada mereka berdua.
Bima sampai di acara ultah teman adriana, mereka berjabat tangan dengan teman adriana yang ultah.
"Waw satu cantik satu ganteng", teman adriana kaget melihat ia dan bima.
"norak lu, lu juga cantik", ujar adriana kedua sahabat itu tertawa lalu berpelukan.
"ini cowok lu ya", tanya teman adriana yang tak kalah cantik dari adriana. bima merasa kiku karena teman adriana menatap bima sekujur tubuh dari atas sampai bawah.
"buka temen", jawab adriana singkat.
"ya uda gi, lu pilih tempat, gue mau nyapa yang lain", teman adriana berpamitan.
Adriana melangkah ke meja arah pojok, yang agak sepi dari parah tamu undangan, sebelum sampai adriana menyapa teman-temanya yang lain, sebenarnya mereka ingin mengajak adriana gabung. tapi karena adriana membawah pasangan.
Deru musik romantis mengalun merdu di bawakan oleh seorang singer. untuk beberapa saat mereka diam menikmati musik.
Bima yang sedari tadi curi-curi pandang ke wajah cantik adriana kini memberanikan diri, mengajak adriana ngobrol.
"adriana", panggil bima.
karena merasa di panggil adriana menoleh ke bima.
"iya",
dag dig dug der
suara detak jantung adrian seperti naik kereta api. bima yang di tatap adriana jadi gugup.
"tuhan cantiknya", bisik hati adriana.
mereka saling tatap satu sama lain seolah ada yang ingin di ungkapkan, tapi adriana lebih cepat menguasai suasana kaku itu.
"iya lu mau nanya apa tadi", adriana mencoba mencairkan suasana.
"enggak gue mau minta maaf atas kejadian tadi", bima merasa tidak enak, dari muka adrian terlihat rasa penyesalan.
"oh itu, biasa aja kali", ujar adriana tersenyum ke pada bima.
Lalu adriana menceritakan semua kepada bima. bima yang mendengar cerita adriana sedari tadi merasa kagum dengan gadis cantik di hadapannya yang cuma di pisahkan meja, sejoli itu saling tatap di akhir cerita adriana, saling mengagumi
"Salut aku sama kamu", bima menganti aku kamu lebih sopan menurut bima. tapi adriana tahu maksud sesungguhnya di hati bima, adriana gadis modern bukan cupu seperti dia menyamar.
"ih sibuk pacaran muluk, ayo temenin aku tiup lilin", muka cemberut itu mengagetkan sejoli itu. bima atau pun adriana tidak menyadari cintya sudah di dekat mereka.
mereka tersenyum bersama.
"ayo gadis cantik", ujar adriana mencubit gemes pipi ke temannya yang cantik.
Meraka bertiga melangkah naik panggung dimana kue ultah cintya berada.
Acara ultah cinta begitu meriah, bima dan adriana selalu saling saling lirik, karena bima berada di bagian kanan cintya dan adriana di bagian kiri membaur dengan teman cintya dan adriana.
Sekian.