Pertemuan pertama yang mengesankan hingga membekas yang berlanjut hingga berbulan bulan. Berawal dari hanya sebuah kegiatan yang di adakan hingga menjadi kenal kemudian dekat.
Tepat pada bulan Juli aku di pertemukan oleh seseorang yang memiliki kepribadian dan pemikiran yang baik. Di tanggal 10 Agustus tahun 2022 chat pertama di antara kami.
Berawal dari hanya sebuah pertemanan biasa tanpa ada kata lebih. Dan di ulang tahunnya di tanggal 11 Agustus hampir saja terjadi sebuah kesalahpahaman.
Dari kesahpahaman itu hampir saja aku menjauh karena takut merusak hubungan orang. Tapi kini, dalam waktu lima bulan kami dekat dan banyak yang mengira pacaran. Biarkan saja pemikiran anak anak bagaimana tanpa tahu bagaimana aslinya.
Sebuah hubungan tanpa ada kata jadian tapi saling cemburu satu sama lain. Sedikit aneh tapi itulah faktanya. Bagiku, aku tidak ingin memulai sebuah hubungan lagi dengan seseorang. Takut, jika hal yang sama terulang kembali seperti dulu. Hingga menjadi boomerang bagi diriku sendiri.
Bahkan setiap kata yang ia lontarkan masih sangat membekas di dalam ingatan. Seluruh kenangan tentangnya terhapus dan berganti dengan kata kata menyakitkan.
"Dia udah deket sama yang laen" Bener bener ga percaya tapi itu fakta. Aku diam bukan berarti tidak tau. Di balik kata janji menunggu selama 3 tahun yang di ucapkan tetapi faktanya mengatakan hal lain.
Aku membenci mengetahui sesuatu yang seharusnya tidak aku ketahui. Tapi jika aku tidak mengetahui mungkin aku akan terjatuh lebih dalam lagi.
Hingga sampai pada waktu perayaan ulang tahun sekolah. Tepat di saat konser berlangsung dia mempublish seseorang yang baru. Sakit sih tapi hanya awal awal setidaknya aku harus bersyukur karena tau karakter asli dari dia.
Rasya seolah menjadi obat dari luka masa lalu. Seluruh sikap dia tentu jauh berbeda dengan dia. Jika di tanya apa aku dendam sama dia? Mungkin aku jawab iya. Tapi tidak akan aku libatkan orang baru dalam dendam itu.
Tapi menurutku itu hanyalah hal yang akan sangat tidak bermanfaat. Ku lupakan dendam itu. Namun aku masih membenci hingga saat ini.
Dalam waktu beberapa bulan aku berhasil move on seluruh kenangan tentangnya hilang tanpa bekas. Tergantikan dengan hal hal lucu dan manis tentang Rasya.
Sosoknya baik tapi ngeselinnya minta ampun. Udah jail, pecicilan lagi. Bahkan aku harus ekstra sabar aja. Satu lagi dia juga ga pekaan. Biasa cowok mana pernah peka. Di kode seribu kali juga ga akan peka. Emang dasarannya kaya gt
Tapi aku bales aja dengan bandel. Setiap dia nyuruh makan aku pasti gamau. Aku uji aja kesabaran dia juga.
"Kamu kalau di suruh makan susah seru" ucap Rasya
"Bandel" lanjutnya
"Wah bandel marahin ae" balas ku sambil tertawa liat dia sedikit terkuras kesabarannya
"Aku tuh ga bisa marah sama kamu" Kata katanya lucuuuu.
Di sertai dengan perdebatan tiap hari hanya karena hal hal kecil. Kadang marahan, kadang sok cuek hanya karena hal sepele. Hal itu kerap kali membuat anak anak merasa iri sedangkan aku hanya tertawa.
Lucuuuuuu ketemu dia bisa ketawa tiap hari. Ada lucu nya ada seneng nya ada emosi nya juga kalau dia lagi usil.
"Ya maap kalau aku sering jailin kamu"
"Tapi jailin kmu seru tauuu"
Banyak banyak istighfar aja sih kalau udah gini.
Gatau kedepannya bagaimana tapi aku bahagia ketemu dia.
"Jadi di jemput jam berapa?" tanyanya
"Jam 3"
Selang beberapa jam
"Nanti jadi tak jemput jam berapa"
Sabar sabar. Perasaan sekali di jawab aja ga cukup kayaknya.
"Yaudah jam 3 pas tak jemput lebih semenit tak tinggal" ucap dia
Ngomong gitu tapi ujung ujungnya juga telat.
Kenangan tentang hujan ya cuma dia. Pulang bareng basah kuyup hujan hujanan bareng. Ga peduli sakit atau dingin. Padahal biasanya saling ngelarang hujan hujanan. Aneh emang.