Suatu ketika, di hutan ada seorang gadis yang sangat cantik. Namanya Anna. Ia tinggal sendirian di tengah hutan belantara. Ia tinggal di gubuk kecil yang ia buat, di samping gubuk itu ada beberapa pohon mangga. Di depan gubuk kecil itu terdapat halaman yang cukup luas untuk membuat api unggun.
Suatu hari, Anna pergi ke sungai di hutan untuk berburu ikan. Sepanjang hari, Anna berusaha menangkap ikan dan hasilnya selalu nihil. Hingga matahari terbenam di barat, Anna baru saja menangkap seekor ikan besar yang cukup untuk dimakannya. Anna bergegas kembali ke gubuknya untuk mengambil pisau yang dibuatnya untuk dipotong dan kembali ke gubuknya.
Pada malamnya, bulan purnama bersinar dan tidak ada awan sama sekali di langit. Setibanya di gubuk kecil, ia pun membuat api unggun dari kayu yang disimpannya di gubuknya. Ia pun membakar ikan hasil tangkapannya tadi. Setelah ikan itu matang, Anna memakannya sambil melamun. Malam semakin larut, dan Anna mulai menginjak usia 17 tahun. Tidak ada yang merayakan ulang tahunnya, rasanya sangat sepi.
“Malam ini adalah hari ulang tahunku, rasanya sangat sepi. Aku hanya bisa merayakannya sendirian.” ratap Anna dengan perasaan kesepian. Entah kenapa, tubuhnya terasa aneh dan ia mulai merasa mual. Anna pun menahan diri agar tidak muntah di tempat. Anna tidak ingin ulang tahunnya menjadi lebih buruk karena ia sakit. Anna berusaha menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya. Anna pun menjerit kepanasan dan kesakitan sampai beberapa burung terbang di malam hari karena kaget dengan teriakan itu.
Tiba-tiba seluruh tubuhnya terasa sangat berubah. Sepertinya sekarang ia sangat haus, dan sepasang sayap kelelawar keluar dari punggungnya. "Haus.... aku mau air.." kata Anna serak. Entah bagaimana caranya, ia terbang di udara dengan sepasang sayap di belakang punggungnya dan pergi ke sungai tadi. Ia juga mencoba minum air sungai sebanyak yang dia bisa, tetapi rasa haus di tenggorokannya tidak kunjung hilang.
Tidak lama kemudian, seekor kelinci putih keluar dari semak-semak di sekitar sungai. Anna yang melihatnya langsung tergiur, taringnya menjulur dan menggigit kelinci putih itu. Kelinci itu memberontak dan Anna mulai menghisap darahnya sampai kelinci itu mati. Kini wajahnya penuh darah dan puas karena tidak merasa haus lagi.
"Aku tahu akan jadi seperti ini..." gerutu Anna dengan perasaan menyesal. Anna melihat bulan purnama dan berubah menjadi segerombolan kelelawar. Dia terbang di udara untuk waktu yang lama dan mulai memasuki wilayah penduduk desa. Anna pun menghampiri sebuah rumah yang sangat ia rindukan. Anna menuju ke semak-semak di belakang rumahnya dan merubah dirinya menjadi manusia. Lampu rumah masih menyala, pikirnya. Ia memberanikan diri masuk ke rumahnya.
"Permisi..." Anna membuka pintu belakang dan ada Ibu dan Ayahnya di ruang makan. Ayah dan Ibunya datang dan memeluknya dengan hangat sambil menangis. Anna pun menangis dan memeluk balik orangtuanya.
Setelah lama berpelukan dan menangis, Ayahnya pun angkat bicara. "Maafkan aku putriku, karena aku mungkin kamu tidak menjadi vampir.." katanya dengan suara bergetar. Anna mengangguk dan melepaskan pelukan orang tuanya.
"Anna, bisakah kami meminta bantuanmu?" Ayahnya bertanya pada Anna. Anna mengangguk pelan.
“Ada sayembara yang mengatakan, siapa yang bisa menghilangkan kutukan Pangeran Duke, maka anak atau saudara perempuannya akan menjadi istri pangeran. Sekarang, Pangeran kerajaan ini dikutuk oleh penyihir hebat. Keluarganya tidak terselamatkan dan hanya Raja Duke yang terselamatkan. Kuharap kau bisa menghilangkan kutukan itu." kata Ayahnya panjang lebar. Anna berpikir sejenak dan mengangguk setuju. Anna pamit dan kembali ke hutan tempatnya tinggal.
Keesokan harinya, Anna pergi ke kastil tempat tinggal Raja. Anna juga dikawal oleh pengawal ketika di depan pintu gerbang kastil untuk menghadapi Raja Duke dan menyetujui sayembara tersebut.
"Apakah kamu bisa menghilangkan kutukan anakku?" tanya Raja Duke dengan ragu. Anna mengangguk dengan tegas dan Raja Duke menarik napas dalam-dalam.
"Datanglah ke Hutan Kegelapan, dalam kegelapan ada Anakku yang dikutuk menjadi Naga Kejam. Hati-hati karena di tepi Hutan Kegelapan ada seorang wanita tua berpakaian putih, ia seperti hantu bergentayangan. Itu adalah Penyihir yang mengutuk Putraku dan membunuh anggota keluarga Kerajaan." Duke juga menjelaskan kepada Anna. Anna pun mengerti dan berpamitan untuk mengundurkan diri dari hadapan Raja.
Anna pun mulai pergi ke Hutan Kegelapan. Malam tiba, tibalah Anna di pinggir Hutan Kegelapan. Tiba-tiba ada sosok putih yang dimaksud Raja Duke.
"Apa yang kau lakukan di sini anak muda?" tanya Sang Penyihir dengan tersenyum remeh, Anna mendengus dan berubah menjadi Vampir. Sedangkan Sang Penyihir mengeluarkan tongkat ajaibnya, Anna dan Penyihir itu bertarung dengan sengit. Puncaknya, kuku tajam Anna menusuk perut Penyihir itu dan Penyihir itupun tiada.
Anna meninggalkan mayat Penyihir itu dan mulai memasuki Hutan Kegelapan. Ketika Anna berjalan memasuki Hutan Kegelapan, tiba-tiba muncul seekor Naga bersisik hitam pekat yang sangat ganas. Anna pun menampakkan dirinya yang sebenarnya dan mulai bertarung dengan Sang Naga. Sang Naga pun mengaung keras dan mulai membabi-buta untuk mengamuk kepada Anna. Anna yang kewalahan dengan amukan Sang Naga, berusaha keras untuk melawan dan pada akhirnya ia kelelahan dan mulai menyerah pada Naga.
Anna menghentikan pertarungan dan mulai berkata, "Telan aku." Kata singkat itu membuat Sang Naga tertegun. Dia tak menduga akan mengaku kekalahannya, Sang Naga terharu dan tiba-tiba air mata Naga menetes dari pelupuk matanya.
Entah kenapa, seluruh tubuh Naga bersinar dan menjadi Pangeran yang sangat tampan. Sang Pangeran jatuh cinta saat ia bertarung dengan Anna, ia tak menduga dengan keheroikan Anna.
"Mohon maaf, Kau siapa? Bagaimana bisa Kau tau cara menghilangkan kutukan itu? " tanya Pangeran kepada Anna.
"Hamba bernama Anna, Hamba tidak tau bagaimana caranya. Hamba kelelahan, Hamba percaya Hamba tidak akan bisa mengalahkan Naga itu dengan waktu lama. " jawab Anna sambil menundukkan kepalanya.
Pangeran pun tersenyum dengan Anna. Anna pun mendongak dan menatap Pangeran lamat-lamat.
Anna merasa jantungnya berdebar cepat, merasa dirinya melayang. Sepertinya ia juga mulai jatuh cinta pada sang Pangeran karena ketampanannya.
"Ah iya, apakah Kau tau jalan pulangnya? Tolong tuntun aku hingga ke Kastil. " ucapnya dengan gugup, meminta Anna menuntunnya ke Kastil.
" Ba-baik Pangeran! " Anna menjawabnya dengan gagap.
Anna pun menuntun dan membawanya keluar dari Hutan Kegelapan hingga ke kastil.
Sesampainya di kastil, Pangeran melamar Anna.
"Anna, maukah dirimu menjadi pendamping hidupku? " tanyanya dengan mesra.
Anna merasa rendah diri, dia menyadari bahwa dia adalah seorang Vampir dan tidak pantas bersanding dengan Pangeran.
"Akh, tidak Pangeran. Hamba bukannya menolak Pangeran, hanya saja hamba menyadari kehidupan kita sangat berbeda.. " balas Anna dengan lirih.
Pangeran meyakinkan Anna bahwa dia sangat mencintainya.
"Kau rendah diri? Kau tau, Aku sangat mencintaimu... Aku ingin kau akan menjadi pendamping hidupku, Aku tidak peduli meskipun dirimu adalah Vampire. Percayalah padaku.... " Ucap Pangeran meyakinkan Anna
Anna pun terharu, ia pun bersedia menerima lamaran itu dan menikah hingga hidup bahagia.
Tamat...