Satu hal yang tak pernah terpikirkan olehku adalah bertemu kembali dengannya. Bintang yang pernah ada di dalam hati dan kehidupanku. Dialah sang gitaris terkenal dari band ternama di kotaku, Andra.
Delapan tahun yang lalu.
"Aleena, hari ini aku latihan di studio. kamu ikut ya" pinta Andra dengan wajahnya yang memelas.
"kenapa aku harus ikut? aku malu kalau sendirian, kamu latihan gak mungkin sebentar kan?"ujarku,
"tenang sayangku, Aleena." sambil merangkul pundakku "Gina, Nara juga ikut!".
"Tapi aku cape" ujarku.
"sayang, di sana juga kan kamu temani aku latihan aja"
"hmmmmm, oke deh. Tapi bener kan Gina sama Nara juga ikut?"
"iya"
Dari awal hatiku memang sedikit gelisah, ditambah lagi mood hari ini tiba-tiba memburuk. Awalnya aku tidak ingin ikut ke studio bersamanya. Hanya saja, dia terus mencoba merayuku untuk ikut, alih-alih alasannya adalah sahabatku juga ikut. Di dalam perjalanan hatiku cukup gelisah, entah apa yang akan terjadi setelah ini. Rasanya enggan untuk tetap mendampinginya yang semakin hari semakin sibuk untuk rekaman dan tampil dari panggung ke panggung.
"Aleena, kita sudah sampai di studio. kamu masih mau peluk aku ya?"ucapnya sambil menoleh ke belakang.
"aaah, maaf. aku gak sadar"
"makanya jangan melamun sayang" gumamnya sambil membukakan helm yang aku pakai.
Sejenak Andra menatapku dengan penuh teka-teki. Hatiku semakin gelisah ketika melihat mata Andra yang tidak bisa kutebak.
Baru kali ini, aku merasakan kegelisahan yang tidak terkendali. selama bertahun-tahun berada di sampingnya, aku selalu merasakan ketenangan. Dia tetap menjadi Andra yang hangat tapi kali ini sungguh perasaan yang berbeda.
Hatiku tidak goyah, karena pria yang aku cintai hanya ada dia. Dia teman masa kecilku, walaupun begitu, seiring bergulirnya waktu dan bertambah dewasa, benih-benih cinta mulai tumbuh di antara kita berdua. Aku tahu isi hatinya dan dia tidak pernah menyembunyikan apapun dariku. Hanya saja kali ini rasanya sungguh berbeda. Mungkinkah karena dia mulai dikenal banyak orang? sehingga rasa takut di dalam hatiku muncul bahkan berlebihan?
Aku mengenalnya sejak kecil. semua sifatnya pun aku tahu, mulai dari kebiasaan baik dan buruknya. Dengan keluarganya pun aku dekat, semua temannya pun sama. Andra adalah sosok pria yang yang gigih, tidak pantang menyerah, pribadinya tegas namun hatinya penuh kelembutan. Sosok pria cuek tapi humoris. Aku selalu terhibur dengan semua tingkahnya. Tidak pernah sekalipun dia membuatku kesal, kecewa dan menangis.
Dia selalu ada di sampingku dan tak pernah satu kalipun dia menghilang dari pandanganku. Mungkin ini salah satu faktor penyebab ketakutanku muncul. Padahal Andra sendiri tidak pernah bertingkah aneh terhadapku. Mungkin ini benar-benar membuat hati terpengaruh.
Aku terlarut dalam lamunanku. suara musik pun tidak terdengar. Jangankan suara musik, Nara yang memanggilku pun sama sekali tidak dapat ku dengar. Hingga aku tersadar ketika Andra menggenggam tanganku dan mengajakku untuk bernyanyi.
"ooo oo oow
indah, ceria
Masa-masa berdua bersamamu (saat itu)
Canda, tawa
Manis lugu dirimu saat itu (aku cinta kamu)"
Semua mata tertuju padaku dan Andra. Bisikan, celotehan juga candaan mereka terdengar jelas di kedua telingaku.
Mereka tahu tentangku dan Andra, bahkan mereka adalah saksi perjalanan kisah cinta antara aku dan Andra. Rasanya tidak adil ketika Andra tiba-tiba menggenggam tanganku dan menarik tubuhku ke dalam pelukannya. Karena pada akhirnya, akulah yang menjadi candaan mereka. "aaaah Aleena, kalian so sweet banget deh. aku juga mau dong dipeluk gitu kayak Aleena" Ujar Gina sambil menggodaku.
"udah deh Gin, jangan bikin aku merasa malu kayak gini"
"Aleena ku sayang, kamu suka bikin kita iri aja"canda Nara sambil menyolek daguku
Pada saat mereka menggodaku, Andra tetap bernyanyi. walaupun dia seorang gitaris, dia biasa bernyanyi mengiringi vokalis utama.
"Tak ingin aku berpisah sebentar saja
Kurasakan dunia milik berdua
Aku selalu salah tingkah
Saat di dekatmu
Kamu tetap yang terindah
Jangan pernah berubah
Berdua meraih mimpi kita"
Lagu yang sedang Andra nyanyikan, memiliki makna tersendiri. Entah apa alasannya itu, tapi ada rasa keyakinanku terhadapnya memudar. Jujur saja pekan lalu aku dan Andra memang sempat bertengkar karena sebuah kesalahpahaman. Ketika aku melihatnya bersama seorang wanita yang seusia denganku. Aku hanya melihat mereka dari belakang dan jarak yang cukup jauh. Aku tidak tahu siapa wanita itu.
Aku semakin terlelap dalam lamunanku. tak sadar bahwa Andra sudah selesai menyanyi.
"Aleena,"
"Aleena"
"Aaleenaa"
Tiga kali Andra menyebut namaku. sama sekali tak dapat ku dengar. Andra mulai kesal karena sedari tadi aku tak fokus. Bahkan sedikit mengabaikannya. Tiba-tiba suara symbal dan suara microphone berdenging di telingaku
*Praaaaaaaaaaaaaaaang"
*ngiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing"
Kedua tanganku reflek menutup telinga. Saat itu juga, Badanku gemetar. hatiku berdebar serasa akan copot, perasaanku remuk redam. Lututku lemas hingga aku tersungkur. penglihatanku mulai ambyar, hingga yang kulihat hanyak kegelapan.
Tanpa kusadari trauma itu hampir membunuhku. Suara-suara yang ku dengar adalah suara pada saat aku mengalami kecelakaan satu tahun yang lalu. Kemarahan Andra saat itu hilang seketika, dia mengangkat tubuhku yang terbaring.
Dibawanya dengan cepat ke rumah sakit terdekat. saat itu, kondisi tubuhku hampir saja dalam keadaan kritis. Andra pun tak bisa tenang.
Saat aku masuk ke ruangan IGD dan terbaring tak berdaya, kegelisahan Andra memuncak, membuat dia semakin jatuh dalam penyesalan karena memendam amarah dan kekesalannya terhadapku. Teman-temannya berusaha menenangkan Hati Andra. mereka semua menemani Andra sampai kondisiku mulai stabil.
"Tenang Dra, Aleena pasti baik-baik saja" ujar Haikal sambil menepuk pundak Andra. Tetapi Andra tak kunjung tenang,
"hey, bung...daripada kamu larut dalam penyesalan dan kekesalanmu, lebih baik kamu berdo'a untuk Aleena" ujar Dika dengan logat Medannya.
Pikiran dan hati Andra kalut, dia lupa bahwa Aleena mengalami kecelakaan besar yang membuatnya trauma dengan suara-suara yang berdenging. Bagaimana tidak lupa, satu tahun yang lalu Andra sedang melanjutkan pendidikannya di Amerika. jadi selama satu tahun Andra sama sekali tidak ada di samping Aleena. Dia hanya tahu kecelakaan tersebut dari teman-temannya.
Andra mencoba menguatkan hatinya, dia berdiri melihat Aleena dibalik kaca Rumah sakit.
"Aleena, maafkan aku. aku tidak tahu kalau kamu mengalami trauma separah itu"
Andra berbalik badan dan menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Dia duduk dengan kekosongan dan merasa darahnya berhenti mengalir. wajahnya pucat, matanya memerah. Tapi Andra tetap mencoba berdiri dengan kokoh.
"Andra, ini bukan sepenuhnya salah kamu. Aleena tidak memberitahu kamu tentang traumanya?"tanya Gina
"Aku tahu dia mengalami trauma pasca kecelakaan itu, tapi aku tidak tahu kalau separah ini. Dia tidak pernah mengatakan kalau kecelakaan itu berpengaruh terhadap kondisi jantungnya" jelas Andra.
"Ada Alasan dibalik itu semua Dra. Kenapa Aleena tidak memberitahumu. Tahun lalu, Aleena berjuang mempertahankan hidupnya sendirian demi kamu. tapi setelah dia sembuh, dan menerima kabar kepulanganmu. Dia bergegas menjemput kamu di bandara. Tapi yang dia lihat tidak seperti yang dibayangkannya. Dia melihat kamu bersama seseorang"
"aku tidak tahu Aleena datang menjemputku"tegas Andra
"iya, tadinya dia bilang ini akan jadi kejutan buat kami. Tapi dia pulang dengan cepat sambil menangis. Sebenarnya siapa yang sedang bersamamu itu?"
"Dia cerita apalagi sama kamu Gin?"
"Hanya itu saja," ucap Gina sambil memikirkan sesuatu, "Tunggu, ada satu lagi. Aleena bilang, kalau perawakannya mirip dengan temannya waktu SMA" Jelas Gina, "tunggu, sebetulnya siapa wanita itu Dra?"
"Dia, temanku saat kuliah di Amerika dan kita menyelesaikannya di waktu yang sama. tentu kita pun pulang kembali ke Indonesia bersama" jelas Andra
"kenapa, tidak seperti yang Aleena ceritakan" ujar Gina di dalam hati, dia meragukan apa yang dikatakan Andra. Gina melihat Andra yang tiba-tiba salah tingkah.
"Dra, kamu tidak apa-apa?"tanya Gina
"ooh, aku baik-baik saja" jawab Andra
Gina tetap penasaran karena Andra yang tiba-tiba menjadi salah tingkah. Tidak seperti biasanya yang selalu terbuka. Ditengah-tengah keheningan, Andra tiba-tiba meminta bantuan kepada Gina.
"emmmm, Gin, aku mau minta bantuan kamu"
"ya, ada apa Dra?kamu baik-baik saja?"tanya Gina
"tolong jaga satu rahasia ini dari Aleena, aku mohon. jika Aleena Tahu rahasia ini. dia akan meninggalkan aku. sedangkan aku tidak sanggup kehilangan dia"
***tunggu cerita berikutnya ya***