Halloween adalah hari dimana orang akan melakukan Trick Or Treat. Pasti kalian menginginkan sebuah permen bagaimana kalau sebuah pesta ? Hmm...Mungkin dalam hati kalian "Pasti sebuah pesta yang banyak orang sambil memakai kostum seram."
Aku juga memikirkan itu tapi bagaimana kalau yang seram bukan kostum yang di pakai melainkan tempatnya yang mengerikan. Baiklah, mari kita mulai ceritanya.
Di sebuah kota besar ada 2 anak SMA yang sudah bersahabat sejak kecil. Mereka berdua bernama Brain dan Kevin. Brain dan Kevin sering menghabiskan waktu bersama-sama seperti bermain bahkan melakukan sesuatu yang nakal seperti membakar pakaian dalam pria saat di jemur.
Hmm...Apakah kalian pernah seperti itu ? Aku berharap 'Jangan pernah melakukan perbuatan seperti itu kasihan sama orangnya !'
Baiklah kita lanjut ceritanya.
Di sekolah mereka mendapatkan kabar bahwa akan diadakan sebuah pesta untuk memeriahkan hari Halloween dan hanya yang dapat surat undangan pesta saja yang dapat mengikuti pesta tersebut.
"Kevin, apakah kamu sudah mendapatkan surat undangan untuk pergi ke pesta Halloween ?" Tanya Brain
"..[Menutup loker]..Apakah pesta Halloween itu sangat meriah ? Pesta itu mungkin banyak orang yang kita tidak kenal jadi bagaimana kita dapat menikmati pesta tersebut tanpa orang yang kita kenal !" Balas Kevin
"Ya kamu benar. Kita tidak terlalu pandai bersosialisasi !" Ucap Brain
"..[Melihat wajah Brain yang sangat ingin ikut ke pesta Halloween tersebut]..[Menghela napas]..Baiklah, kita akan ikut ke pesta itu tapi masalah surat undangan aku serahkan kepadamu untuk mendapatkannya, bagaimana mau ?" Tanya Kevin
"..[Merangkul pundak Kevin]..Kamu benar-benar sahabat sejati ku Kevin..[Tersenyum]..Baiklah serahkan itu kepadaku !" Ucap Brain
Brain meninggalkan Kevin untuk mencari surat undangan untuk pergi ke pesta Halloween tersebut sedangkan Kevin pergi ke kelasnya untuk mendengarkan sebuah pengumuman dari wali kelasnya.
Kevin tiba di kelasnya dan tampaknya Kevin sedikit terlambat.
"..[Tok Tok tok]..Permisi Bu Merlin maaf atas keterlambatan saya !" Ucap Kevin
"Tidak apa-apa Kevin. Silahkan masuk..[Kevin duduk di kursinya]..Anak-anak hari ini saya akan memberitahukan bahwa hari ini adalah hari libur bagi kalian semua jadi selamat menikmati Halloween !" Ucap Bu Merlin
"Kenapa aku bangun pagi sekali untuk mendengarkan pengumuman bodoh seperti ini !" Gumam Kevin
Bu Merlin meninggalkan kelasnya lalu seluruh anak kelas saling berbicara tentang pesta Halloween yang diadakan anak kelas tiga. Kevin hanya dapat menguping pembicaraan anak-anak di kelasnya karena Kevin sama sekali tidak mempunyai teman satupun di kelasnya.
"Lebih baik aku mencari Brain dan melihat apakah dia mendapatkan surat undangan." Gumam Kevin
Saat di perjalanan mencari Brain. Kevin melihat sosok pria berbaju hitam dengan memakai topeng tengkorak 💀 yang terus melihat Kevin tapi Kevin hanya beranggapan bahwa dia adalah orang aneh.
Kevin melihat Brain di kelas tiga sedang meminta surat undangan untuk ke pesta Halloween.
"..[Kevin melihat Brain memberikan uang]..Apa yang dia lakukan..[Brain melihat Kevin lalu dia menghampiri Kevin]..Brain, uang tadi kenapa kamu memberikannya ?" Tanya Kevin
"Untuk mendapatkan surat undangan ke pesta Halloween harus membayarnya." Balas Brain
"Brain..[Kevin mengeluarkan sejumlah uang]..Biar aku membeli satu surat undangan itu darimu !" Ucap Kevin
"Tidak perlu Kevin ini aku beli untukmu !" Ucap Brain
"..[Menghela napas]..Baiklah, terima kasih Brain !" Ucap Kevin
Kevin dan Brain membuka surat undangan pesta Halloween dikatakan pesta tersebut diadakan malam ini pada pukul 20.00 dan selesai pada pukul 00.00. Lokasi tempatnya berada di sebuah gedung sebelah sekolah.
"Lumayan lama pastikan kamu memberitahu kepada orang tuamu Brain supaya mereka tidak khawatir !" Ucap Kevin
"Kamu juga Kevin !" Ucap Brain
Mereka berdua tertawa saat saling mengejek satu sama lain.
"Aku akan menunggumu di depan pagar sekolah karena letak gedungnya lumayan dekat dengan sekolah mungkin kita akan cepat sampai." Ucap Brain
Tiba-tiba seorang perempuan berjalan melewati Brain sambil mengibaskan rambutnya yang panjang dan harum.
"..[Mencium bau harum]..[Berbalik badan]..Dia sangat cantik dan harum !" Ucap Brain
"Apa ini mungkin kamu terkena cinta monyet..[Kevin tertawa].." Ucap Brain
Kevin berjalan pulang ke rumahnya meninggalkan Brain.
"Kevin tunggu aku..[Berlari ke arah Kevin]..Apa kamu tidak tertarik mencari pacar ?" Tanya Brain
"Hmm pacar mungkin setelah kamu mendapatkan pacar aku juga akan mencarinya !" Balas Kevin
"Bagaimana mungkin aku mendapatkan pacar. Lihat aku tidak keren sama sekali berbeda dengan teman sekelasku yang bernama Alan dia keren dan genteng !" Ucap Brain
"Brain dengarkan aku sebagian wanita memang menyukai tipe keren dan tampan, sebagian wanita menyukai tipe orang kaya, sebagian wanita menyukai tipe apa adanya dan sebagian besar wanita menyukai tipe pria setia, peduli dan berani !" Ucap Kevin
"Ha ? kenapa yang terakhir sedikit berbeda dari sebelumnya ?" Tanya Brain
"Karena, tipe itu sangat susah di cari. Kebanyakan laki-laki hanya mementingkan wajah dan uang dan orang yang seperti itu mudah sekali berganti wanita tapi bagaimana dengan laki-laki yang tipe terakhir yang barusan aku katakan apapun keadaan wanitanya dia akan tetap setia dan selalu melindunginya." Balas Kevin
"Apakah aku harus seperti tipe yang kamu maksud ?" Tanya Brain
"Jika kamu serius mungkin kamu bisa seperti tipe yang aku aku katakan !" Ucap Kevin
Sepanjang perjalanan pulang ke rumah. Kevin terus melihat pria bertopeng tengkorak 💀 berdiri di samping lampu jalan.
"Kenapa banyak sekali pria berbaju hitam dengan memakai topeng ?..[Sekali lagi Kevin mengabaikan pria berbaju hitam dengan memakai topeng tengkorak 💀].." Gumam Kevin
Kevin sampai di depan rumahnya sedangkan Brain akan segera sampai di rumahnya.
"Brain sampai jumpa di pesta Halloween malam ini !" Teriak Kevin
"Baiklah, sampai jumpa lagi !" Teriak Brain
Brain berlari pulang ke rumahnya sedangkan Kevin hanya perlu membuka pintu rumahnya.
"..[Membuka pintu rumah]..Aku pulang !" Ucap Kevin
Ibunya Kevin membalas ucapan dari Kevin lalu Kevin menutup pintu rumahnya saat Kevin sudah menutup pintu rumah dan akan pergi menuju ke kamarnya tiba-tiba..Tok..Tok..Tok..Tok..
"Siapa ?..[Membuka pintu rumah].." Ucap Kevin
Saat membuka pintu Kevin terkejut melihat pria berbaju hitam dengan memakai topeng tengkorak 💀 sedang berdiri di depan pintunya.
"Trick Or Treat !" Ucap 💀
"..[Kevin masih merasa terkejut]..Sebentar..[Kevin mengambil sejumlah permen lalu memberikannya ke 💀]..Apakah cukup ?" Tanya Kevin
"Malam ini kamu akan selamat..[Pergi meninggalkan Kevin].." Ucap 💀
"Apa yang dia maksud..[Menutup pintu rumahnya].." Gumam Kevin
Hari mulai malam dan Kevin memakai pakaian Jack O Lantern. Pukul menunjukkan 19.45 segera Kevin keluar rumah untuk pergi ke lokasi janjinya dengan Brain.
Setelah samapi Kevin melihat Brain memakai kostum zombie dengan hiasan wajah seperti zombie.
"Brian maaf membuatmu menunggu !" Teriak Kevin
"..[Wajah Brain sedikit takut]..Kevin apakah saat kamu pulang ada pria berbaju hitam dengan memakai topeng tengkorak 💀 meminta permen ?" Tanya Brain
"Ada aku memberinya sejumlah permen !" Balas Kevin
"Saat itu karena aku terkejut. Aku langsung menutup pintu dengan keras dan tidak memberikannya permen lalu saat aku mengecek apakah dia masih ada di depan pintu rumahku
dan ternyata dia masih ada di depan pintu lalu dia berkata 'Kamu tidak akan selamat malam ini !'." Ucap Brain
"Aku mendengar dia mengucapkan sebaliknya kepadaku saat aku memberinya permen..[Menghela napas]..Tidak perlu takut mungkin dia hanya orang aneh !" Ucap Kevin
"Aku berharap begitu !" Ucap Brain dengan wajah lega
Kevin dan Brain menuju Gedung lokasi pesta Halloween pada pukul 20.00 suasana di gedung sangat ramai dengan orang memakai pakaian seram.
"Uaahh..Padahal masih jam segini kenapa sangat banyak sekali yang sudah datang." Ucap Kevin
Brain menarik Kevin menuju pesta tersebut karena Brain melihat perempuan yang di sekolah. Brain berusaha mendekatinya karena Kevin tidak mau mengganggu temannya. Kevin mencari suasana di sebuah gedung lantai 2 untuk sedikit melihat pemandangan.
Saat berada di lantai 2 Kevin dapat melihat pemandangan di atas kota.
"Lumayan indah kota ini saat malam hari !" Ucap Kevin
"Menurutmu begitu kalau aku melihat kota ini sungguh menjijikkan !" Ucap seorang wanita
"..[Kevin sedikit terkejut]..Kamu membuatku terkejut lalu siapa kamu dan mengapa kamu mengatakan jijik kota ini ?" Tanya Kevin
"Maaf membuatmu terkejut..[Menjulurkan tangan]..Perkenalkan namaku Silena..[Kevin menjabat tangan Silena].." Ucap Silena
"Namaku Kevin salam kenal lalu jelaskan kepadaku !" Minta Kevin
"Baiklah, Kota ini sebenarnya adalah kota dengan penduduknya dulu mengabdi dengan iblis !" Ucap Silena
"Pengabdi iblis ? Penduduk dulu di kota ini adalah pengabdi iblis ?" Tanya Kevin
"Benar dulu sekali penduduk setiap kali hari Halloween mereka mengadakan sebuah upacara pemanggilan iblis untuk memeriahkan pesta Halloween lalu muncul sosok pria berbaju hitam dengan memakai topeng tengkorak 💀 dengan jumlah banyak lalu mereka mengatakan Trick Or Treat dan bagi siapa yang tidak memberikannya permen para 💀 akan membunuhnya !" Ucap Silena
"Maksudmu orang berbaju hitam itu..[Menunjuk ke arah 💀]..Apa ada yang aneh dengan pria itu ?" Tanya Kevin
"Apakah kamu bertemu dengan 💀 dan memberikannya permen ?" Tanya Silena
"Aku memang memberikannya !" Balas Kevin
"Bagus malam ini kamu akan selamat dan melihat pertunjukkan di gedung ini dengan sebuah pesta Halloween dengan penuh darah !" Ucap Silena
Kevin masih ragu mendengarkan perkataan dari Silena lalu Kevin melihat sejumlah pria 💀 Masuk ke dalam pesta.
"Mereka masuk..[Tangan Kevin di tarik oleh Silena menuju tangga menurun yang menuju lantai 1]..Ada apa denganmu ?" Tanya Kevin
"Perhatikan dan lihat baik-baik bagi orang yang tidak memberikan permen kepada 💀" Ucap Silena
Kevin melihat sosok 💀 membunuh orang dengan sebilah pisau tapi orang-orang tidak melihat mayat dari orang itu.
"Tunggu apakah itu asli ?..[Mengingat ucapan Brain yang tidak memberikan permen kepada 💀]..Temanku dia tidak memberikan permen kepada 💀 aku harus bagaimana Silena ?" Ucap Kevin dengan wajah cemas
Kevin terus melihat orang di bunuh oleh 💀 tetapi mayat mereka tidak ada yang melihatnya.
"Dengarkan Kevin saat 💀 membunuh orang-orang yang ada di sini seketika mayat mereka akan segera di lupakan tapi darah mereka akan tetap ada dan untuk menghentikannya 💀 kamu harus menunggu sampai pukul 00.00 !" Balas Kevin
"..[Kevin berlari mencari Brain sambil melihat orang-orang di bunuh oleh 💀]..Apakah hanya aku yang melihat sebuah mayat di sini !..[Kevin ingin berteriak untuk memberitahu semua orang untuk segera menghentikan pesta Halloween tetapi Silena memegang pundak Kevin].." Gumam Kevin
"Jika kamu teriak. 💀 akan segera mengincarmu, apakah kamu ingin cepat mati ?" Tanya Silena
"Tch..Jadi aku harus bagaimana ?" Tanya Kevin
"Apakah kamu membawa Hp ?..[Kevin mengambil Hp miliknya lalu segera menelpon Brain].." Ucap Kevin
"Brain kamu dimana ?" Tanya Kevin di telepon
"Ohh, Kevin saat ini aku lagi menari bersama Jasmine wanita yang aku sebutkan tadi !" Balas Brain
"Brain cepat cari aku dan jauhi 💀 karena dia sangat berbahaya !" Ucap Kevin
"Apa maksudmu Kevin aku saat ini lagi bersenang-senang jadi jangan menggangguku !" Ucap Brain
"Bodoh cepat temui aku..[Telepon di matikan]..Tch dasar bodoh. Silena bantu aku mencari temanku !" Minta Kevin
"Baiklah aku akan membantumu karena kita akan mudah menemukannya..[Kevin melihat banyak sekali mayat di sekitarnya].." Ucap Silena
Kevin memasang wajah ketakutan lalu dia muntah.
"Aku baru saja menelepon beberapa menit tetapi bagaimana mungkin sudah banyak sekali mayat ?" Tanya Kevin dengan wajah pucat
"Kelihatannya di gedung ini hanya kamu dan aku yang akan selamat !" Ucap Silena
"Kenapa kamu sangat tenang. Apakah kamu tidak lihat banyak sekali mayat disini ?" Tanya Kevin
"Aku sebenarnya sudah memberitahu kepada mereka semua untuk memberikan permen kepada 💀 tapi mereka mengabaikannya jadi itulah kenapa aku sangat tenang karena di kota ini setiap hari Halloween sebagian penduduk akan menjadi persembahan bagi iblis 💀 aku sudah membaca sejarah kota ini." Ucap Silena
"..[Kevin berlari mencari Brain sepanjang waktu]..[Kevin hanya dapat muntah saat melihat tubuh temannya yang menjadi busuk]..Brain, maafkan aku..Maafkan aku !" Ucap Kevin
Silena membawa Kevin keluar dari Gedung dan saat Kevin melihat Gedung. Kevin terkejut melihat banyak sekali mayat yang mati lalu membusuk di dalam gedung tersebut.
Wajah Kevin terus memucat lalu dia terus muntah mencium aroma bau busuk dari mayat di dalam gedung.
"Kenapa ini bisa terjadi dan kenapa orang-orang tidak melihat jumlah mayat yang begitu banyak ini ?" Tanya Kevin
Lalu sosok 💀 mengepung Kevin dan Silena.
"Menjauh dariku cepat menjauh !" Teriak Kevin
"Kevin sekarang kita akan menjadi penduduk asli kota ini !" Ucap Silena
"Apa maksudmu Silena..[Kevin melihat sosok 💀 mengambil topeng tengkorak lalu mulai mendekati dia dan Silena]..Jangan mendekat..[Kevin terjatuh]..Silena bertahanlah ! Teriak Kevin
Kevin melihat Silena di pakaikan sebuah topeng tengkorak lalu Silena melirik ke arah Kevin lalu mencoba memaksa Kevin untuk memakai topeng tengkorak.
"Tidak hentikan..[Kevin tidak berdaya melawan sosok 💀 yang jumlahnya sangat banyak]..[Kevin telah di paksa memakai topeng tengkorak].." Teriak Kevin
Kevin telah memakai topeng tengkorak lalu Kevin berdiri. Pukul menunjukkan 00.00 tepat tengah malam. Seluruh penduduk kota memakai topeng tengkorak begitupun orang tua Kevin.
Mayat terus ada di setiap penjuru kota dengan bau busuk yang menyengat. Lalu 💀 membersihkan semua mayat di penjuru kota.
Tahun telah berganti. Kota yang dulu bau menyengat karena mayat kini telah menjadi bersih. Penduduk dari kota sebelah pergi menuju kota ini lalu mereka tinggal di kota ini.
bulan terus berganti, penduduk sudah memenuhi kota 💀 lalu tepat pada hari Halloween mereka mengadakan pesta Halloween di sebuah gedung.
"Sampai jumpa di pesta Halloween nanti Hendrick !" Teriak Nick
Nick menutup pintu rumahnya lalu..Tok..Tok..Tok..Tok..Nick membuka pintu dan dia melihat sosok pria berbaju hitam dengan memakai topeng tengkorak 💀
"Trick Or Treat !" Ucap 💀
"Tidak ada permen di sini jadi pergi sana..[Menutup pintu dengan keras].." Ucap Nick
"Kamu tidak akan selamat malam ini !" Ucap Kevin yang telah menjadi penduduk asli kota 💀
Tamat 🎃🎃🎃