Kian detik berlalu, kini aku hanya bisa terpaku..
Dengan memori yang terus mengulang suara mu..
Sejak hari itu termenung adalah teman ku..
Sepi selalu memeluk diriku
Tanpa sadar bibir ini tetap melafal namamu.. Rindu yang perlahan melelap, melahap fikiran dan akal sehat ku.
Entah kapan aku dan kau bertemu, engkau menyapa dengan suaramu, lalu memeluk erat tubuhku..
Akan tetapi, lagi lagi kenyataan menampar keras batin ku.. Kau amat jauh disana.. Terkadang putus asa menyapa, apakah kau akan kembali? Kesini lagi? Mendengar senandung merdu mu itu kembali?
Nyatanya 99 persen berkata tidak. Segala fakta membawa mu semakin hilang dari duniaku.. Semakin jauh dari dekapanku dan kian menghilang suara mu. Namun, tak lelah diriku mencari 1% persen itu menjadi nyata..
Tapi aku yakin kau akan kembali
Aku menunggu mu disini..
Sejauh kau melangkah pergi, ingat lah
Pulang kepada ku yang menanti kau kembali..