Pada suatu hari di malam yang dingin, aku pergi ke luar untuk membeli pembalut><. Tapi ada seorang pria melihatku dengan tatapan mata yang mesum. Aku yang takut pun, tak jadi membeli pembalut gara gara dia! Pada hal stok yang terakhir tinggal 1 saja T_T
Keesokan harinya...
Pada saat aku bersiap siap untuk pergi berkerja, cowok itu datang ke rumah. Dia membawa berbagai macam makanan, minuman, bahkan pembalut?><. Ibu ku pun bertanya "dek, ada apa kesini?" ujar ibu ku. Ia pun menjawab pertanyaan ibu ku dengan sangat tegas dan berwibawa "saya kesini ingin melamar anak ibu" ujarnya. Bapak ku yang kaget pun bertanya padanya dengan tegas "serius?" ujar bapak ku. "Iya!" ujarnya dengan sangat tegas.
"Memang kau punya apa untuk menikahi adek ku?" ujar kakak ku. Dia pun menunjukan maskawin nya "ini ada 4 mobil buat om, tante, kakak, sama calon pengantinku. Serta 10 gram emas, dan 4 buah blackcart (kartu hitam)". "Mengapa kamu memilih anak ku sebagai istrimu? Apakah karena sudah kenal lama? Atau hanya ingin bermain saja?" ujar bapak ku. "Saya di sini serius om, saya tidak akan mempertaruhkan perasaannya" ujar cowok itu. "Mas kawin mu hanya segitu saja?" ujar bapak ku terlihat tak percaya. "Hm? Kurang ya om? Jika begitu saya tambahkan 1 hektar tanah di pusat kota" ujar cowok itu. "Terus kapan akan menikahnya?" ujar ibu ku.
"Secepatnya biar perlu" ujar cowok itu. Aku pun tak terima, karena masak aku hanya sebanding dengan itu saja? "Aku menolak!!!" ujar ku. Ia pun tersenyum dan mendekati ku. "Mengapa kau tidak setuju?" ujarnya. "Apabila kita misalnya menikah, entar kau akan membatasi segala aktivitas ku?! Seperti tidak boleh menemui keluarga ku, tidak mengizinkan aku berkerja dll..." ujar ku. "Itu tidak akan aku lakukan" ujarnya. "Siapa yang tau jika kau mengingkari janji-_-" ujar ku. "terus sebaiknya aku ngapain nih? Agar kau percaya" ujarnya.
"Kau harus datang ke pengadilan dan menulis surat untuk tidak membatasi aktivitas ku, saat setelah menikah. Apakah kau bersedia?" ujar ku. "Ya, aku bersedia" ujarnya. Oh No No No! Ini tidak sesuai ekspektasi ku! Ku kira ia akan langsung menolak nya. Dia pun langsung menelfon pengacaranya, tetapi aku tak terima dengan begitu. "No! Kau harus ke pengadilan sendiri dengan pengacara mu! Dan jika kau benar-benar serius datanglah esok pagi jam 2" ujar ku sambil menahan tawa.
Keesokan harinya...
Jam 2 dini hari, suara bel pintu berbunyi. Aku pun turun dan melihat orang itu datang? Aku yang ketakutan pun berteriak "Mama! Orang gila itu datang lagi!" ujar ku. Ia yang mendengar teriakkan ku pun tersenyum manis. Aku pun mulai merasa risih, tapi ibu ku kok belum turun dari kamarnya ya? Sudahlah biarkan saja, aku pun membukakan pintu untuknya dan berkata "kau serius nih?" ujar ku. "Yups!" ujarnya, "mana surat yang aku inginkan?" ujar ku. Dia pun mengambil suratnya yang ada di kantong kemeja nya "Disini" ujarnya.
"Kau... Mengapa ingin menikahi ku? Hah?" ujar ku. Ia pun tersenyum mesum dan berkata "aku ingin ehem mu" ujarnya. Aku pun memukul kemaluannya dan berkata "jangan main main!" ujar ku. "Kau yang sebenarnya jangan bermain main! Kau ehem.. memukul si junior ku dengan sangat uhuk sakitnya T_T " ujarnya. Aku pun khawatir "apakah sangat sakti kah?" ujar ku. "Masalah sakitnya gak papa, tapi nanti kau mau tak memiliki anak? " ujarnya. Aku yang kesel dengan perkataanya pun menendang lutut sebelah kiri nya.
"Sepertinya kau tidak ingin malam pertama kita lancar deh T_T" ujarnya. Aku pun berbalik dan pergi tetapi dia mengejar ku lalu menggendong ku. "Kyaa!' ujar ku yang kaget. "Sekarang malam pertama kita!" ujarnya. "Kita kan belum menikah cuyy" ujar ku. "Esok kita akan menikah, sekarang kita 4646" ujarnya. Aku pun berkata "aku kan lagi PMS!><" ujar ku. Ia pun berhenti melangkah dan menurunkan ku. "Apa? Ku kira kau... sudah selesai PMSnya ><" ujarnya, "ehem.. kalau begitu.. aku... Em.. tidur yang nyenyak ya calon istriku" ujarnya.
Oh tuhan ada ada aja cowok kek gini!><. Apalagi... Dia akan jadi suami ku? Apakah setiap malam akan selalu... Oh No! Aku akan tidur pada saat malam pertama haha!
Kami pun menikah, dan malam yang iya tunggu tunggu pun tiba yaitu malam pertama! Dia pun menggendongku sampai ke ranjang dan berkata "sayang bangun yuk! Ayuk kita mulai!" ujarnya. Aku pun mulai pura pura tidur.
Keesokan harinya aku melihat tubuhku sudah tidak menggunakan busana pengantin melainkan menggunakan baju tidur. "Apakah kau yang... Mengganti pakaian ku?" ujar ku, dia pun mengangguk dan berkata "iya" ujarnya. Aku tanpa berfikir panjang pun memukul lututnya dan berkata "baka!!>< (Bodoh)" ujar ku. "Aduh sakit beb. Para pelayan wanitanya yang menggantikan nya, bukan aku" ujarnya. "Oh begitu.. yukata! (Syukurlah)" ujar ku sambil malu. "Esok kita akan bulan madu ke London" ujarnya. "Kita berdua saja? Kamu gak kasihan sama orang tua ku yang gk pernah ke luar negeri? Oh iya orang tua mu kemana kok pass pernikahan mereka gak ada? " ujar ku. "Orang tua mu pergi ke Jerman kemarin, pada saat selesai pernikahan itu" ujarnya. "Orang tua ku gak ada saat pernikahan karena mereka memang telah tiada" ujarnya. Aku pun yang kaget, sontak memeluknya. Ia pun kaget karena aku memeluknya><
Keesokan harinya...
"Sayang! Bangun dong! Kita siap siap yuk ke bandara" ujarnya. "besok aja ya" ujar ku. "Tak bisa! Esok bandaranya akan di tutup karena akan ada angin puting beliung" ujarnya. Aku pun kaget, loh kok dia tahu esok itu ada angin puting beliung? Itu kan bencana alam, mana mungkin ada orang yang tau esok ada angin puting beliung. Hm.. ikuti saja lah apa katanya. Aku pun mulai bersiap siap untuk ke bandara. Sesampainya di bandara aku pun memesan tiket VVIP ke London.
Keesokan harinya...
Jam 4 pagi "sayang... Bangun yuk kita sudah sampai di London" ujarnya. "Em? Wahem... Udah sampai?" ujar ku. "Iya sudah sampai" ujarnya. Kami pun turun dari pesawat ini. Aku melihat di berita bahwa beneran ada angin puting beliung. Lah kok bener apa yang ia katakan. Paling tidak kita sudah di London, hehehe.ggg Kami mulai berjalan-jalan sangat lama hingga malam pun tiba, "kau sudah memesan hotel?" ujar ku, "sudah" ujarnya. "2 kamar kan?" ujar ku. "1 lah" ujarnya
"Aku gak mau!" ujar ku. "Kok gak mau?" ujarnya. Kan kita baru banget kenal cuy, masak sudah langsung tidur bareng-_-. "Kamu harus mau!" ujarnya. "Kenapa?" ujar ku. "Aku akan menceritakan tentang hidup ku, nanti malam" ujarnya. Ya... Mau gimana lagi, aku pun mau menuruti perkataannya.
Cerita nya dia;
Dia bernama So Nanjum, usianya sekarang 21 tahun beda 1 tahun dari ku. Dia pernah meninggal dunia pada usianya 20 tahum namun ia meminta ke pada malaikat untuk memberikannya 1 tahun untuk menikah. Ia ingin sekali menikah, setelah 1 tahun semua orang akan melupakannya dan hidup seperti normal. Tapi pantangannya ia tidak akan ber Reinkarnasi! Grim Reaper akan selalu memberi tahunya agar pernikahan dll berjalan lancar.
Aku pun mengingat mengapa aku mau menikah dengan nya padahal baru saja kenal, ternyata karena hal ini! Aku merasa ling lung harus bagaimana ini? Apakah aku akan jadi janda dengan tidak memiliki anak dan suami tapi! Katanya jika dia telah hilang semua akan kembali... Oh jika begitu tak masalah lah... Aku pun mau menjalankan diriku sebagai istri yang baik.
Malam tahun baru...
Kami pun berciuman untuk terakhir kalinya tapi dalam hati ku gak rela sihT_T. Tapi intinya makasi kau telah percaya pada ku! Bahwa aku akan menjadi istri yang baik! Aku sangat senang bisa menjadi istri mu walaupun hanya 1 tahun lama nya.
TAMAT~
***Terimakasih telah membaca! klo suka ceritaku mampir ke profil ku! :)