Kisah ini terjadi tahun 2010 di mana karyawan baru yang lagi magang. Pagi-pagi sekali dia datang ke kantor karena dia tidak mau di cap jelek oleh bosnya.
Kantor masih sepi belum ada satu pun yang datang ke kantor. Dia menelisik seluru isi kantor tanpa satu pun terlewatkan.
"Pagi buk", sapa seorang security yang habis sip malam lewat di depannya. Dia tersenyum.
"Pagi juga pak", Dia menjawab sapaan security. Security yang tadi menyapanya melangkah ke pintu kantor.
Gadis cantik berambut hitam panjang yang memakai outpit kantor steelan rok panjang baju berbunga mawar pada dada berwarna krem dan jas di bagian luar itu bejalan bahagia menujuh ruangan staf tempat dia bekerja.
"Hemmm", dia menghela nafas dan duduk di kursi, lalu meletakkan tasnya di samping komputer.
"Ayu Lestari ayo semangat, ini hari pertama kamu kerja", ayu menyemangati dirinya sendiri. Kemudian dia menghidupkan komputer di depannya. dia menari lengan baju panjangnya ke atas agar lebih leluasa mengetik data.
Satu jam sudah berlalu,Karyawan yang lain berdatangan ada yang duduk di sebelahnya ada yang lewat di depannya. kalau ada yang melirik kearah gadis cantik berlesung pipit itu, tak lupa ia melempar senyum.
Entah mengapa ayu kebelet pipis karena tak tahan ia bertanya pada teman kerja di sampingnya. karena terhalang pembatas setinggi pinggang ayu mencondongkan tubuhnya.
"pak toilet sebelah mana ya", karena dia tidak tahu, ayu berusaha menahan rasa kebeletnya degan wajah biasa karena dia tidak mau terlihat aneh.
"oh di ujung lorong ini buk, belok kanan", teman kerjanya menunjukan arah toilet dengan peragaan tangan, sembari tersenyum menatap ayu.
"oh terima kasih pak", ujar ayu tersenyum. 'alhamdulilah, mereka semua baik", ayu kemudian berlalu dari dekat teman kerjanya.
De depan orang ayu sebisa mungkin menahan rasa kebeletnya dengan memegang perutnya. tapi dipikiran ayu toilet itu sangat jauh ayu rasa tak tahan lagi.
Di depan toilet, buru-buru ayu masuk. "ahhh", desa ayu sehabis pipis.
Gadis tinggi semampai berusia 25 tahun itu, bercermin di kaca wastafel yang ada di toilet. karena ia tidak mau terlihat aneh saat kembali ke meja kerja.
Ayu tersenyum setelah di rasa semua sempurna, dia buruh-buruh keluar toilet setiba di depan toilet karena.
Brak
Ada seseorang menabraknya hingga tubuhnya oleh dan akan jatuh. karena tubuhnya oleng dan hampir jatuh orang ia tabrak langsung menangkap tubuh langsingnya.
Susah payah ayu manahan bobot tubuhnya di tangan orang yang menangkapnya. mata ayu terpejam jantungnya rasa mau copot.
Karena merasa dia tidak jadi jatuh perlahan ayu membuka mata dan orang yang menangkapnya terlihat sedang menatap ayu bengis.
"aaahh, kamu", ayu menarik nafas kasar dan matanya melotot menatap orang yang menangkapnya.
Ayu segera melepaskan diri dari pelukan pemuda yang menangkapnya dan ayu menepuk-nepuk badannya yang sudah di pegang pemuda tampan jangkung itu.
"harusnya aku yang marah karena kami menabrak saya", terdengar suara barito itu tajam marah pada ayu. mata elang pemuda itu menatap ayu kesal.
"apa, apa aku tak salah dengar harusnya aku yang marah karena kamu udah pegang saya, iiihhh", jawab ayu tak kalah sengit. menatap tajam ke mata pemuda yang ada di hadapannya dengan rasa jijik. lalu ayu merunduk menepuk lagi lengannya.
Karena tak mau memperpanjang masala pemuda itu pergi menyerempet ayu
"kita lanjutkan nanti" ujar pemuda itu sembari melirik ayu lalu pergi.
"Siapa takut", desis ayu menatap punggung pemuda itu, denan mood yang tidak baik ayu melangkah menyusuri lorong kembali ke mejanya.
Pemuda itu ada lah yang minggu kemari menabrak ayu di jalan, mereka bertengkar sejadi-jadinya tak ada satu pun mau mengalah sampai di pisahkan orang lain.
"Kenapa aku harus bertemu dia lagi, apa dunia sesempit ini", gerutuk ayu, "semangat yu, semangat", ujar ayu kembali tersenyum dia tidak mau gara-gara masala bertemu pemuda usia 27 tahun itu mood dan pekerjaannya jadi amburadul.
Setengah jam kemudian.
"Kamu ayu yang baru bekerja hari ini ya", tanya seorang pemuda rekan kerjanya di balik pembatas di depannya. karena fokus ayu gelagapan.
"iya saya ayu ada apa ya?", ayu bertanya lalu berdiri.
"kamu udah kerjakan data yang di tinggal karyawan berhenti itukan", tanya pemuda kurus itu lagi. ayu menganggu.
"ok kalau begitu, kamu di tunggu pak Adrian di ruangannya, kamu bawah juga hasil laporan karena lak adrian mau tanda tangan.
Selepas pemuda itu pergi, ayu buru-buru ke ruangan pak Adrian.
tok tok
Ayi mengetuk ruangan bosnya. di pintu tertulis Direktur utama. Ayu menunggu di depan pintu dengan gelisah takut laporannya ada yang sala, tetapi sudah berulang kali ayu mengecek tak ada yang sala.
"Masuk", terdengar sahutan dari dalam.
kreeet
Ayu membuka pelan pintu, ayu melangkah semangat berjalan menujuh meja bosnya. dari jauh sampai dekat ayu tak dapat melihat wajah bosnya.
Untuk mengurangi rada grogi ayu memainkan pena di tangannya, sembari menunggu bosnya membalikan kursi ke arahnya.
Begitu kursi itu berbalik betapa terkejutnya ayu ternyata bos nya adalah orang yang dua minggu ini selalu membuat masala dengannya
Map yang di tempelkan ayu di dadanya dan di kunci dengan kedua tangan meluncur jatuh karena kaget. hal itu juga di rasakan Andrian dia langsung berdiri kaget kursi adrian terdorong kebelakang berderit.
"Kamu, mereka kompak mengucapkan kata kamu.
"ohh tuhan gadis ini lagi", Adrian mengucak rambut frustasi. Ayu dapat menguasai dirinya karena dia tidak ingin di pecat karena baru sehari bekerja disini.
Buru-buru ayu mengambil map yang terjatuh.
"ini pak", ayu mencoba profesional, namun ayu tidak bisa menyebunyikan rasa kesalnya.
Adrian kembali duduk di kursinya dia berusaha menahan amarahnya. kalau gadis itu bisa profesional kenapa dia tidak pikir Andria.
"ok sekarang kamu boleh kembali ke meja kerjamu", ujar Adrian tertunduk tak sedikit pun melihat ke arah ayu.
Ayu berbalik ke belakang, setelah berbalik mulut ayu komat-kamit seperti orang baca mantra.
Andrian mencoba mencoba mengesampingkan rasa jengkelnya pada ayu dengan membuka maaf yang diatarkan ayu padanya.
Adrian kagum walau pun maseh magang laporan ayu tak ada satupun yang sala. entah angin dari mana pemuda berpakaian jas mahal itu tersenyum.
"aaah", andrian menepis pikiran suka pada ayu. "walau hasil kerjanya bagus tapi dia itu menjengkelkan", Adrian bermonolog, wajah ganteng adrian cemberut.
"eeeeeggggghhhh", ayu sangat kesal. "kenapa harus dia si bosnya", ayu kesal bukan main. semua rekan kerja ayu menatap datar ke arah ayu.
"maaf", ucap ayu sambil menangkupkan kedua telapak tangan di depan dada, sedikit mencondongkan tubuhnya yang duduk di kursi. Ayu tersenyum basi menatap semua rekan kerjanya, karena ada rasa besalah.
Semua rekan kerja ayu kembali menatap komputer masing-masing demikian juga ayu. Ayu mengusap dada.
"sabar-sabar", bisik ayu.
Kini ayu pulang kerja. Gadis berkulit kuning langsat mampir duluk di taman ayu ingin mengusir amarahnya dengan menatap bunga bermekaran. tak lupa ayu membelih es cream di tukang es cream keliling. lalu berlari kecil dengan ceria karena mood sudak kembali membaik. menuju bangku taman yang ada di pojok kan sambil menjilat es cream.
Pas di pertigaan, Dari mana asa Adrian, Adrian kembali menabrak ayu.
Spontan es crean yang di pegang ayu mengotori jas adrian. ayu terkejut melihat itu mulutnya menganga. lalu ayu mendonga ke atas dan benar saja Andrian lagi.
Kali ini adrian terlihat sangat marah belum sempat ayu bicara adrian bicara duluan.
"kamu tu ya di mana aku ada kamu selalu bikin aku siak, emang kamu bisa ganti baju aku, gaji kamu setahun tak bisa menggantinya", ujar adrian marah penu kesombonga.
Ayu yang sedari tadi ingin bicara kasar, semusnya terasa terhenti di tenggorokan. Ayu tak percaya kata-kata itu keluar dari mulut adrian, masala yang lalu-lalu ayu masih bisa memaafkan adrian tapi untuk yang kali ini tidak.
Ayu menatap mata adrian tak terasa bulir bening keluar dari sudut mata indah ayu.
Ayu berbalik, ayu berlari dan menangis sejadi jadinya sambil mengusap air mata.
Adrian terpaku menatap kepergian ayu dari taman ini.
"Sial kenapa aku tumpahkan semua amarah ku pada dia", ujar Adrian dalam hati.
"aaaahhh", teriak penyesalan adrian, meninju udara kosong.
Hari ini ayu tidak masuk kerja sejak kejadian kemarin sore di taman ayu memutuskan berhenti bekerja di perusahan Adrian.
Andrian mondar mandir di dalam ruangannya. lalu adrian pura-pura ke toilet, semua karyawan andrian tersenyum menatap adrian karena mereka tahu di ruangan adrian ada toilet.
Itu semua di lakukan adrian untuk melihat ayu tapi ternyata benar ayu tidak masuk kerja.
Adrian kembali ke ruanganya, entah mengapa hari ini adrian tidak semangat kerja, semua waktu di habiskan melamun kan ayu. adrian sangar menyesal melakuksn itu semua kemarin sore.
Hati adrian di landa rasa galau. tak sedetik pun adrian melupakan gadis cerobo itu.
karena tak tshan adrian memanggil satu stapnya.
"Malik alasan apa ayu tidak ngantor hari ini", denga suara berwibawa adrian bertanya pada stafnya yang ada di depannya. adrian melakukan ini karena adrian tidak ingin malik curiga.
"tidak tahu pak, tidak ada kabar darinya", jawab jujur malik.
adrian tidak melihat kebohongan dari stafnyan itu.
"oke", ujar adrian mencoba seprofosional mungkin., sambil memainkan pena di atas meja. "tapi kamu ada nomor hpnya dan alamatnya kan", tanya adrian.
"ada pak" jawab malik.
"ok kirim ke saya",
"baik pak",
malik pergi dari ruangan adrian.
ting tong
Bunyi aplikasi berwarna hijau, tandanya pesan dari malik telah sampai.
adrian membuka aplikasi hijau itu, lalu membaca pesan dari malik. adrian tersenyum melihat pesan dari adrian.
Karyawan adrian melihat pemuda itu keluar dari ruangannya dengan senyum mekar. karyawannya berbisik.
"mau kemana bos kita", tanya yang satu.
"gak tahu", jawab yang lain mengangkat bagu.
"tumben bos kita senyum", yang lain menimpali.
"sudah-sudah jangan bergosip, lanjutkan kerja kalian kalian masih mau kerjakan", puda bertubuh kurus memperingat kan mereka. semua kembali bekerja.
Benar saja adrian kerumah adriana sesuai alamar yang di kirim malik.
tok tok
Adrian mengetuk daun pintu rumah ayu.
"siapa si pagi-pagi sudah bertamu", ujar ayu kesal yang lagi malas-malasan di atas kasur.
tok tok
adrian mengetuk lagi
"iya iya", ayu tak peduli dengan penampilannya, karena dia mengira paling tetangga. ayu berjalan lesu ke pintu depan dengan rambut panjangnya di sanggul asal, tatapi masih terlihat cantik
kreeet
Ayu membuka pintu, begitu pintu terbuka ada adrian tersenyum lebar. ayu syok menutup mulutnya karena malu ayu bersembunyi di balik pintu.
"Kenapa lu kesinj masih belum puas menghina gue", ucap ayu lantang di balik pintu. dia tidak memakai bahasa formal lagi karena ini bukan di kantor dan dia juga sudah memutuskan mengundurkan diri.
Andrian yang sedari tersenyum melihat penampilan ayu kini, tersenyum lebar di sertai tawa mendengar umpatan ayu.
"iihhh setres ni orang", ayu memutar mata jega.
"pergi lu dari sin", usir ayu. " gue gak mau melihat muka lu lagi", melihat adrian di cela kusen dan pintu.
"kalau gue gak mau kenapa", jawab adrian duduk di dekat pintu.
brak
suara suara pintu di tutup ayu kasar. bukanya pergi adrian malah memainkan ponselnya. ayu kembali kekamar.
Ayu tertidur.
"aaaaHhhhh", ayu mengeliat bagun. karena merasa bosan ayuk jalan-jalan sore sehabis mandi.
begitu ayu membuka pintu ayu kaget ternyata adrian masih duduk di depan pintu. adrian menoleh kebelakang melihat ayu keluar andrian tersenyum
ayu pergi pura-pura tidak tahu adrian ada di situ. andrian mengikuti ayu. sebenarnya ayu risi di ikuti adrian karena semua tetangga ayu menatap adrian dan ayu.
"maafin aku ya", adrian menyenggol bahu ayu dengan lengan atas. ayu tetap bungkam.
Entah apa yang terjadi adrian bagai di suru orang menceritakan semua rahasianya dengan ayu, ayu sesekali melirik adrian ysng tengah bercerita ada rasa simpati di hati ayu untuk adrian.
"kemarein sore itu yang aku nabrak kamu, itu aku lagi marah sama mantan aku tiu", adrian menjelaskan.
"tidak apa-apa", ayu kini dapat memahami.
10 menit mereka terdiam menyusuri jalan setapak di taman. adrian memberanikan diri menggandeng tangan ayu. ayu melirik adrian saat menggandeng tangannya. lalu tersenyum.
lalu mereka cerita panjang lebar dan tertawa bersama.
Satu tahun kemudian mereka menikah.
"aaaahhhh", teriak semua orang berebut bunga yang di lempar ayu. adrian yang ada di samping ayu memeluk erat ayu. adrian mengecup puncak kepala ayu.
SEKIAN