×וL♡VE_SEEKER.01•××
Hai namaku Elleana, biasa disapa El, Lea, Ellea, senyaman kalian. Aku tidak pernah tau kenapa orang tua ku memberikan nama yang seperti itu, Sampai aku dewasa akhirnya aku memahami arti dari namaku.
Elleana dalam bahasa Arab memiliki arti Cerah, dan dalam bahasa Italia namaku berarti matahari.
Seperti kata orang, nama adalah doa setiap orang tua untuk anaknya, dan orang tua ku selalu berharap aku tumbuh menjadi sosok yang bermanfaat untuk orang lain, seperti matahari.
Matahari selalu menerangi, ia tidak pernah berharap untuk dianggap, ataupun untuk dihargai, tapi ingatlah, apa yang akan terjadi bila bumi tanpa matahari??.
Oksigen akan menipis karena tumbuhan tidak bisa berfotosintesis, terjadi kegelapan, serta suhu ekstrem, dan terakhir makhluk hidup di bumi perlahan akan musnah.
Bumi tanpa matahari bagai kertas tanpa pena, kosong dan hampa.
Namun aku tidak pernah berharap menjadi Matahari seperti itu, aku hanya berharap menjadi secercah cahaya dalam kegelapan, tidak perlu menerangi banyak orang, cukup menerangi satu orang yang dapat menghargai keberadaanku.
Dan disinilah kisahku dimulai, kisah perjalanan panjang Pencarian Cinta yang sebenarnya, kisah yang ku mulai sejak masih berseragam putih biru..
♡♡♡
Aku termasuk beruntung lahir dari keluarga biasa nan sederhana, dan kedua orang tuaku pun sangat menyayangi ku.
Tapi satu hal yang selalu membuatku cemburu kepada orang lain, yakni seorang Kakak laki-laki, itu yang tidak dapat aku miliki.
Aku adalah anak bungsu dari 4 bersaudara, dan sialnya semua kakakku adalah seorang perempuan, hingga aku selalu berharap memiliki seorang kakak laki-laki, namun itu mustahil.
Sekarang usiaku sudah menginjak 14 tahun, aku seorang siswi kelas 8 SMP.
Dan dibangku inilah aku merasakan kekosongan yang selama ini melekat perlahan terisi oleh sosok seorang laki-laki.
Namanya Samuel, aku biasanya menyapanya Sam. Dia adalah teman sekelas ku, walaupun nyatanya dia lebih tua 1 tahun dariku.
Aku baru mengenalnya saat masuk SMP dan menurutku dia adalah sosok terbaik yang pernah aku temui, dia baik dan mandiri.
Walaupun bisa dibilang dia lahir dari keluarga yang broken home, hal itu tidak membuatnya jatuh, malah membuatnya tumbuh menjadi sosok yang Mandiri, dan hal itulah yang membuatku kagum padanya.
Perlahan rasa kagum itu berubah menjadi Cinta, yah dia benar-benar membuat hariku berwarna, dia mengisi kekosongan dalam hatiku, kasih sayang seorang kakak laki-laki pada adik perempuannya.
Apa aku hanya berharap sebatas itu??
Tidak, awalnya perasaanku hanya sebatas itu, namun perlahan cinta itu berubah bukan sekedar adik kakak, maupun kasih sayang antar sahabat tetapi cinta seorang perempuan kepada laki-laki.
Aku tau perasaanku terlalu labil dan mudah berubah, diusiaku yang terbilang masih bocah, tapi apakah salah jika perasaan ini ada?.
Untuk pertama kalinya perasaan ini ada, yah mungkin bisa di sebut First Love?. Namun aku tidak ada niat untuk mengungkapkannya.
Kalau ditanya kenapa, Jawabnya mudah, aku hanya tidak ingin menghancurkan persahabatanku dengannya.
Biar perasaan ini aku pendam sendiri, apalagi di sisi lain aku tau Sam memiliki pujaan hati, yang tidak lain adalah teman ku sendiri.
♡♡♡
"Serius kan bantuin gw?" tanya Sam mengulang pertanyaan beberapa kali.
"Iyya serius, nanti aku bantu, semoga dia mau sih sma kamu Hhh" ucap Elleana mengejek.
"Hah emang gw seburuk itu yah El?" tanyanya lagi.
'Enggak Sam, kamu baik, perhatian, wanita manapun yang kamu sukai pastilah wanita paling beruntung, sayangnya itu bukan aku' ucapnya dalam hati.
"Yaelah malah diem, dasar bocah" ucap Sam sambil mengacak-acak rambut Elleana.
'Dimatamu aku hanya seperti bocah, huft kenapa aku harus sedih harusnya aku bahagia melihatnya bahagia' ucapnya lagi dalam hati.
Elleana kemudian menguatkan hatinya, kemudian berkata.
"Emangnya kapan kamu mau nembak Hana?" tanya.
"Besok, atau lusa aja deh, emm aku juga bingung, bagaimana klo Hana nolak aku?" jawab Sam bingung.
"Menurut kamu Hana bakal Nerima aku apa enggak?" lanjutnya bertanya pada Ellea.
"Bisa jadi Iyya bisa jadi Enggak" jawab Ellea
"Kok gitu sih?" ucap Sam penasaran.
"Bisa jadi Iyya klo dia lagi khilaf, Enggak klo dia masih sadar Hhh" lanjut Ellea membuat Sam kesal.
Namun kekesalannya pada Ellea yang mengejeknya seketika sirna saat Hana melewati meja yang mereka duduki.
Yah mereka memang sedang berada di dalam kantin, menikmati waktu istirahat mereka.
Sam menatap dalam Hana yang melewati meja mereka, Hana yang menyadarinya berbalik menatap Sam dan tersenyum, lalu berlalu ke meja kosong pojok sana.
"Uggg, cakep banget" ucap Sam memegangi dadanya, seolah jantungnya mau copot hanya dengan melihat sekilas senyum dari Hana.
"Lebayy, kak Sam" ucap Elleana menimpali.
"Huft, dah aku bilang jangan panggil kak, kita satu kelas loh, dan ya biarin lebay, kamu akan rasain klo udah suka seseorang, bocah nyimak aja haha" ucap Samuel pada Ellea.
"Tetep aja Kak Sam lebih tua haha, dan..." ucap Ellea terpotong.
"Dan??" selidik Samuel.
'Dan akupun sudah merasakan perasaan Suka itu, tapi kenapa rasanya lebih sakit dari yang aku bayangkan' ucapnya dalam hati.
Lama tak ada jawaban Samuel kembali berkata, "Yaelah diem lagi" ucapnya.
Ellea yang sadar dengan ucapan Samuel barusan, kemudian menjawab.
"Dan aku lapar kak Sam, udah gk usah nanya Mulu, nanti bakso ku dimakan setan gak aku makan dari tadi" ucap Ellea kemudian menarik mangkok bakso di depannya, ingin segera melahapnya, untuk mengalihkan perasaan dalam hatinya.
"Yaelah.. dan dah aku bilang jangan panggil 'Kak'. Tapi yasudahlah terserah kamu mau panggil apa" ucap Sam, kemudian bersiap melahap makanannya juga.
Belum ia memasukkan bakso di mulutnya, ia kembali berkata, "Intinya jangan panggil Sayang.. Karena itu panggilan khusus Hana nanti saat kami jadian hehe" lanjutnya.
Ucapnya barusan seketika membuat badan Ellea lemas, ia tidak sanggup mengatakan apapun lagi, seolah ada goresan pisau di dadanya, namun ia berusaha menutupi itu semua pada Samuel.
Elleana tetap melanjutkan makan siangnya, walaupun rasa dari bakso kali ini sangat berbeda, berasa hambar di lidah Ellea walaupun ia sudah beberapa kali menambahkan cabe tapi tetap saja rasanya hambar.
Ellea berusaha keras mengunyah dan menelan bakso di depannya, entah memang rasa baksonya yang hambar, atau perasaannya yang saat ini kacau balau.
♡♡♡
Hari ini adalah hari dimana Samuel akan menembak Hana, Aku hanya bisa membantu Samuel dengan meminta Hana ke taman pinggir kota saat pulang sekolah, dengan alasan ada yang ingin aku diskusikan mengenai pelajaran yang tadi.
Hana adalah gadis dari kelas sebelah, namun guru Mapel kami rata-rata sama, dan aku dari dulu memang akrab dengan gadis itu.
Yah aku akui, Hana memang gadis yang cantik, anggun, dan sederhana. Tidak hanya itu, ia juga cerdas dalam berbagai pelajaran. Tak heran banyak laki-laki yang suka padanya, termasuk Samuel.
Benar saja, setelah pulang sekolah Hana mampir ke taman pinggir kota yang tidak jauh dari sekolah, dia kemudian duduk di kursi taman itu menunggu kedatanganku.
Namun peranku disini sudah selesai, aku hanya bisa memantaunya di balik pohon rindang di taman itu, menunggu kedatangan Samuel melanjutkan perannya.
Tak lama Samuel tiba ditaman itu, membawa sebongkah bunga di tangannya, awalnya Hana terkejut dengan kedatangan Samuel namun tak lama ia terlihat asik berbincang dengannya.
Dan sampai sini aku rasa peranku sudah selesai, aku kemudian membalikkan badan pergi dari taman itu tanpa mendengar kelanjutan dari percakapan mereka, tak terasa butiran bening jatuh dari kelompak mataku.
Aku berusaha menguatkan hatiku, tapi tetap saja mataku tak bisa membohongi perasaanku saat ini, aku sedih, namun aku bahagia, karena setidaknya Sahabatku yang ku anggap segalanya dalam hidupku bahagia dengan seseorang yang ia suka.
Akan ku kubur perasaan dalam hatiku, karena bagiku persahabatanku dengan Samuel jauh lebih berarti daripada perasaan ini, Samuel bukan hanya sosok teman maupun sahabat yang baik, tapi ia adalah sosok kakak yang sangat berarti bagiku.
Sehingga aku putuskan, mengubur perasaan ini dan mengikhlaskan kebahagiaannya. Agar hubunganku dan Sam tetap bisa berjalan seperti biasa, hubungan persahabatan yang indah.
Aku harap pencarian cintaku tidak terhenti disini, dan semoga selanjutnya perasaanku tidak akan sesakit ini..
[>>BERSAMBUNG<<]
♡♡♡
"Aku mencintaimu melebihi perasaan yang harusnya aku miliki padamu, namun biarlah perasaan ini aku pendam selamanya. Semoga kau bahagia My Best Friend and.. My First Love"
@Elleana.
♡♡♡