Nana hidup dengan kedua orang tua nya.
Ia dan keluarganya selalu hidup damai.
lalu suatu hari, ada sebuah bencana yang terjadi di desa nana, ada sebuah monster besar yang membuat begitu banyak orang yang tewas dan membuat desa nana hancur, monster itu selalu datang ke desa nana, sehingga membuat para warga khawatir ayah nana untungnya sangat berbakat, ayah nana membuat senjata
tembak yang besar, lalu ayah nana berpesan
"monster itu akan datang lagi besok,ayah akan mencoba melawan monster itu, kamu sudah cukup besar, jadi besok bawalah senjata ini dan larilah bersama ibumu ke hutan, ayah akan mencoba mengalihkan monster itu" mendengar perkataan sang ayah, nana mulai meneteskan air mata
"tidak mau, ayah harus ikut bersama kami lari kehutan, aku tidak mau ayah melawan monster itu, huwa" jawab nana seraya menangis
" tenanglah nana, ayah akan menang"
" hiks.. hiks.. benarkah" jawab nana yang polos
" tentu saja".
Nana mulai merasa tenang karena perkataan sang ayah.
esoknya.......
" monster itu muncul lagi!!!! " teriak seorang warga desa
" nana,, sekarang larilah bersama ibumu kehutan. cepat!! " perintah ayah nana
" baik ayah,, aku yakin ayah akan menang".
Lalu segeralah nana dan ibu nana berlari kehutan
" ini sudah sangat lama bu, tapi aku masih bisa mendengar suara monster itu,, artinya monster itu belum mati, lalu ayah..." ujar nana mulai menangis
"nana,, kita doakan saja ayah,, tenang saja, kemarin ibu sudah membuat sebuah ramuan yang dapat melumpuhkan monster itu, ramuan itu sudah dibawa ayah" ujar ibu
"yah,, untunglah" jawab nana lega"
beberapa menit kemudian...nana mulai cemas dan gelisah
"ibu tetap disini,, aku akan melawan monster itu" ujar nana
" kenapa kamu bicara seperti itu tiba-tiba, nana" jawab ibu nana gelisah
"aku masih bisa mendengar suara monster itu,,, sepertinya ayah kalah,, tapi ayah membawa kan aku sebuah senjata tembak,, sekarang giliran aku bu" ujar nana dengan penuh percaya diri
"nana,, jangan". Nana hanya tersenyum lalu mulai berlari keluar hutan
"nana jangan!!!!" teriak sang ibu sambil menangis
'aku pasti bisa, pasti bisa' ujar nana dalam hati
"memang benar,, sepertinya ayah sudah meninggal, aku masih bisa melihat monster itu" ujar nana meneteskan air mata
'tidak boleh, tidak boleh menangis,' tekad nana
"hei monster jelek,, coba lawan aku jika berani!"
monster itu mulai membuka mulutnya dan hampir melahap nana. Lalu nana mengeluarkan senjata tembak buatan sang ayahnya, lalu mulai menembak tubuh sang monster. Monster itu tampak marah, dan mengibaskan ekornya kearah nana, nana berhasil menghindari nya
"monster itu sangat kuat,, tapi pasti punya kelemahan, tunggu,, seperti nya aku tau kelemahannya, dari buku yang aku pelajari, monster memiliki kelemahan di bagian punggung nya, baiklah aku punya rencana"
Nana mulai berlari mendekati monster itu dan menargetkan senjata nya kearah punggung monster itu. Duar... sebuah ledakan terjadi, monster mulai tak bernapas
"sepertinya aku berhasil" ujarnya mulai gembira
"ayah, maafkan aku, senjata ini akan slalu kukenang".