TAKDIR YANG MEMPERTEMUKAN KITA KEMBALI
Author: Adelita0305
Hai nama ku catleya haryunia hayum usia ku 16 tahun aku duduk di bangku kelas 1 sma dan aku memiliki kekasih bernama Aditya mahes saputra aku hanya berbeda 3 tahun sama ditya dan kami satu sekolahan kami berpacaran sudah 1 tahun lebih.aku juga punya seorang sahabat bernama deka rangga dan falya.
Dan ini lah kisah kehidupan ku seorang catleya yang berjuang keras agar bisa melupakan masa lalu nya tetapi hasilnya nihil aku masih terbayang bayang dengan kisah asmara ku di masa lalu dan menunggu dirinya sampai sekarang walaupun itu tidak akan pernah terjadi dalam kehidupan ku
Leya buka pintu nya sayang ini sudah pagi nanti kamu terlambat ke sekolah “ucap mommy jelina sembari mengetuk pintu kamar leya tanpa henti”
Merasa terganggu dan terusik tidur nya leya membuka matanya dan segera beranjak dari kasur nya.
Iya mom 15 menit lagi leya siap “jawab ku berteriak di balik pintu kamar sembari merapikan tempat tidur”
Baiklah mom tunggu kamu di meja makan “ucap mom berteriak”
Sekitar 10 menit aku mandi dan keluar dengan seragam sekolah lengkap aku menuju meja rias ku mempoleskan sedikit bedak dan sedikit lit balm agar tidak terlalu pucat,aku tidak membutuhkan waktu lama untuk bersiap diri berbeda dengan wanita luar sana yang selalu berjam jam berhias diri membuat ku ngeri melihat wajah nya seperti badut saja.
Segera ku menuruni anak tangga menuju ruang makan ku lihat semua nya sudah ada di ruang makan hanya aku sendiri saja yang belum hadir.
Pagi mah pah “sapa ku kepada yang lainnya kecuali kakak ku haris aku masih kesal karena kejadian semalam”
Pagi juga sayang “ucap mamah dan papah Bersama dan kak haris hanya menatap ku bingung”
FLASHBACK ON
Pesta di rumah falya
Hai semua maaf aku telat yah “ucap ku kecewa ke sahabat ku yang lain”
Iya gak apa apa kok leya kita kan udah biasa kalo kamu sering telat “ucap miceal bercand membuat semua nya tertawa”
Eh sama siapa kamu ke sini leya “tanya deka penasaran”
aku sama abang ku ke sini dia bilang kakak mu fal yang undang “ucap ku sembari melihat ke kanan dan kiri mencari kehadiran kakak ku”
iya maaf ya leya aku lupa kasih kabar ke kamu kalau kakak ku sama abang mu sahabat sejak kecil makanya kakak mu di undang “ucap falya cengengesan”
Aku hanya ber-ohria saja dan terus mencari kehadiran kakak ku.
Kamu kenapa leya kok dari tadi ku perhatikan kayak cari orang gitu “tanya micheal penasaran dan mengikuti gerakan ku yang melihat ke arah ke kanan dan kiri”
Aku cari kakak ku tadi dia di belakang ku saat ku lihat dia nya hilang ku pikir dia ke toilet “ucap ku merogoh ponsel ku di tas dan menelpon kakak ku”
Mungkin dia sama kakak ku deh leya kan ini pesta ulang tahunnya nya “ucap falya yakin”
Seperti nya sih “ucap ku mematikan panggilan yang sedari tadi tidak di angkat malah di abaikan”
Di mana kakak mu sekarang falya “ucap ku sembari menaruh ponsel kembali di tas”
Itu dia kakak ku kayak nya sih itu kakak mu deh yang lagi ketawa “ucap falya menunjuk kakak nya tidak jauh dari tempat ku berdiri dan yang lain nya”
Ku lihat arah tunjuk falya dan benar kakak ku di sana sedang tertawa bebas dan aku di sini mencari nya khawatir.
Aku kesana dulu yah nanti aku kembali lagi “ucap ku melambaikan tangan ke mereka sembari berjalan menjauh dari falya dan yang lainnya”
Saat ku melangkah mendekat ke arah mereka seorang pria dari teman kakak ku melihat ku dan mengarahkan pandangan nya padaku membuat ku bergidik ngeri di tatap tajam seperti ini.aku hanya biasa saja di tatap seperti itu dan memanggil kakak ku dengan keras.
Kakak kak kakak..... “ucap ku yang ketiga kalinya dan memukul pundaknya keras dari belakang membuat ku geram karena dia tidak menyahut panggilan ku membuat kakak ku kaget dan meringis pelan”
Ehh dek kok di sini bukan nya tadi sama teman teman mu yah “ucap kakak harist kaget dan meringis sembari memegangin pundaknya yang ku pukul”
Aku hanya diam karena emosi tetapi ku tahan semua emosi ku karena ini tempat umum bukan rumah ku
Sakit banget dek kamu pukul pundak kakak sampai bunyi tadi “ucap kak haris lagi sembari melihat pundaknya”
Aku masih enggan menjawabnya dan malas untuk memandang mereka semua.
Ehh ini adek kamu ris cantik banget siapa nama nya dek cantik “tanya seorang pria ku yakini dia teman kakak ku dengan wajah genit nya”
Makasih udah bilangin aku cantik kak nama ku catleya “ucap ku ketus dan senyum kikuk”
Wah adek kamu ris jual mahal juga yah beda sama kamu “ucap teman di samping nya lagi membuat ku geram dengan perkataan nya”
Segera ku berbalik ingin pergi dari tempat kakak ku ada yang menahan tangan ku membuat ku melihat nya dan segera ku hempaskan tangan nya kasar.
Eh jangan galak dong dek leya kita kan masih mau tanya sama kamu “ucap seorang pria yang ku yakini kakak nya falya”
Silahkan tanya saja asalkan aku bisa menjawab nya “ucap ku ketus”
Dan kakak ku hanya tertawa saja membuatku marah dan geram saat aku ingin mencubit nya ponsel ku berdering segera ku lihat tertera mommy yang menelpon karena suara yang berisik aku menjauh serasa sudah tidak terlalu terdengar suara berisik segera ku angkat telpon dari mommy.
Halo mom ada apa “ucap ku”
Leya kamu di mana sayang mommy telepon abang mu tidak di jawab dari tadi “tanya mamah jelina panik”
Aku sama abang ke pesta ulang tahun teman nya mah “ucap ku”
Oh iya Sayang pulang sekarang ada yang mau mamah kasih tau ajak kakak mu juga”ucap mamah jelina tegas membuat ku takut”
segera ku matikan panggilan dari mamah jelina dan kembali masuk ke dalam pesta tadi memanggil kakak ku
kak ayo pulang tadi mamah telepon katanya kita harus pulang sekarang mamah mau kasih tau sesuatu “ucap ku panjang lebar sembari menarik baju lengan nya”
Iyh sebentar dek kakak pamit dulu sama yang lain nya “ucap kakak haris”
Ku tunggu di mobil yah “ucap ku yang di anggukan kak haris”
karena lupa meminta kunci mobil dan juga malas terlalu ramai di dalam jadi aku menunggu nya di luar saja.
Sekitar 10 menit aku menunggu tetapi kakak ku belum juga datang.
lama banget sih ngapain aja di dalam jangan jangan lupa adek nya tunggu di luar dari tadi “gerutu ku ”
biarlah ku tunggu saja mungkin gak lama datang juga “batinku”
15 menit
20menit
25menit
30menit
Kesabaran ku mulai habis ku tunggu dari 10 menit kini sudah satu jam aku menunggu kini emosi ku memuncak tanpa menunggu nya atau memberitahu nya aku langsung saja pulang memesan taxi online dengan kesabaran ku yang sudah melewati batas
Lihat saja kamu kak akan ku balas nanti “gerutu ku dalam hati”
saat sampai di rumah segera ku masuk ku lihat mamah dan papah menunggu ku di ruang tengah sembari menikmati acara tv
Sayang kamu sudah pulang mana kakak kamu kok mamah gak lihat dia “tanya mamah penasaran celingak celinguk mencari kak haris”
Aku pulang sendiri mah “ucapku singkat”
Kok bisa terus kakak mu kemana dia “tanya papi marah”
dia leya gak tau pah tadi sudah leya tunggu di parkiran mobil eh dia nya gak datang datang jadi leya naik taxi online aja pulang”jawab ku panjang lebar”
kan kamu bisa tunggu kakak kamu sebentar “tanya mamah padaku”
mah leya sudah tunggu dia sampai satu jam maka nya leya pulang naik taxi online “ucap ku menjelaskan”
itu anak memang yah nanti papa marahin dia “ucap papi tegas”
aku hanya diam saja mendengar ucapan papah
mah tadi katanya mau bicara apa “tanya ku lagi”
nanti saja kakak mu saja belum pulang ini “ucap mamah resah”
ya sudah mah leya ke kamar dulu yah “ucap ku final sembari berjalan menuju ke arah tangga ”
iya jangan tidur terlalu malam nanti sakit”ucap mommy memandang ku ”
Aku hanya mengangguk saja dan meneruskan langkah kaki ku
FLASHBACK OFF
Kok kakak tidak di sapa sih dek “tanya kak haris bingung”
Aku hanya diam saja tanpa melihat nya biasa nya aku menyapa nya terlebih dahulu baru yang lainnya.
Mah kenapa leya kok diam saja dari tadi “tanya kakak haris tenang”
kamu tuh haris leya marah gara gara kamu semalam dia tunggu kamu sampai 30 menit di club tapi kamunya gak datang datang jadi dia pulang naik taxi “ucap mamah kepada kak haris
Kamu ingat sekarang kenapa adik kamu marah “ucap papah sembari mengalihkan pandangan nya kearah kak haris”
Aku ingat mah maaf kan kakak mu ini yah leya “ucap kak haris memelas”
Aku hanya diam saja sembari menikmati makanan yang ku makan saat itu setelah selesai aku beranjak dari duduk ku.
Mah leya berangkat sekolah dulu yah nanti ada tambahan pelajaran jadi leya pulang agak terlambat “ucap ku tanpa memperdulikan ucapan kakak ku yang berbicara tak jelas bagiku”
Mamah hanya menganggukan kepalanya dan papah yang membalas ucapan ku.
Hati hati bawa mobil nya sehabis selesai langsung pulang jangan pacaran “ucap papah tegas tanpa melihat ku”
membuat ku bergidik ngeri mendegar suara papah,tanpa di tatap saja sudah mengerikan apalagi kalau di tatap mungkin aku akan pingsan.
Iyah papah aku pergi dulu semua bye “ucap ku tersenyum kepada yang lain nya tanpa menatap kakak ku”
Kini aku tiba di sekolah dengan mobil sport ku yang di belikan papah di hari ulang tahun ku segera ku parkirkan di parkiran halaman sekolah ku.
Leyaaaaaa “teriak seorang gadis muda yang berlari menghampiri ku sedangkan aku tengah mengambil tas ku di mobil”
Membuat telinga ku rasa nya sakit dan aku tahu suara siapa ini tanpa melihat nya saja aku sudah tahu saat ku berbalik ternyata tebakan ku benar dia falya sahabat ku saat di acara pesta kakaknya.
Leya kamu gak apa apa kan “tanya falya cemas melihat ke arah ku dan meneliti seluru tubuh ku”
Membuat ku bergidik ngeri kenapa falya bertanya sepearti itu “batin ku bingung”
Jawab dong kok bengong sih leyaa “tanya falya lagi”
kok kamu melihat nya begitu banget sih kaya vampire saja “ucap ku sembari mencubit pipi nya”
Ihh kan aku kawatir soal nya kamu kemarin di acara pesta kakak ku kamu pulang duluan terus ku tanya kakak mu kamu tunggu di mobil
mau pulang yah aku cemas ku kira kamu sakit dan juga ku telepon gak di jawab “ucap falya panjang lebar sembari mendengus kesal”
Aku hanya terkekeh geli saja mendengar cerita nya emang benar sih aku ke mobil duluan yah kakak ku saja gak datang datang jadi yah pulang naik taxi online aja sih dan masalah dia telepon ponsel aku belom melihatnya sedari semalam.
Maaf yah jangan marah dong fal kemaren aku di telepon sama mamah aku jadi aku pulang duluan dan ponsel ku juga kemarin malam aku tidak melihat notif mu dan langsung tidur saja “ucap ku jujur dan separuhnya kebohongan ku”
Ihh sudah dong aku gak marah cuman kesal aja aku tuh cemas banget sama kamu leya “ucap falya khawatir”
jadi di maafin gak nih “tanya ku pada falya”
yah tentu lah masa aku marahan terus sih kan kita sahabat “ucap falya senang mengggandeng tangan ku menuju kelas”
Karena kebetulan kami sekelas sedangkan deka dan rangga berbeda kelas dengan kami dan juga kelas mereka terpisah.
Oh yah kemana deka sama rangga kok gak kelihatan biasa nya selalu ikutin kamu kemana mana “tanya ku sembari celingak celinguk”
Mungkin dia ada tugas deh aku aja gak ada liat mereka berdua dari tadi “ucap falya membenarkan aku hanya mengangguk setuju”
saat aku dan falya asik mengobrol tidak terasa kami melihat pemandangan yang sangat familiar kedua pria sedang berdiri di depan pintu kelas kami menunggu seseorang.
Aku sama falya hanya terseyum meneruskan langkah kami dan benar saja itu mereka deka dan rangga.
Kok kalian lama banget sih datang nya kan aku sama rangga udah capek nih tunggu kalian dari tadi iyah kan rangga “ucap deka memelas sembari menepuk pundak rangga yang sedang asik bermain ponsel”
Kamu aja kali yang capek kan aku baru aja datang “ucap rangga tak terima melihat teman nya itu”
Ihh kamu kok gak asikan sih rangga heran aku kok bisa kalian berteman sama si rangga ini “ucap deka bingung bergidik ngeri”
dia juga teman kamu kali deka “ucap leya membenarkan”
Dan sekarang mereka tertawa menedengar ucapan deka.....
Udah udah aku mau taruh tas dulu nanti tas ku hilang ada yang ambil “ucap falya sembari mengibaskan tangan nya”
emang ada yang istimewa di tas mu falya“tanya rangga bergidik ngeri”
adalah kalian gak perlu tau cukup aku aja yang tau “ucap falya menaruh tas nya di kursi sedangkan leya masih memakai tas selempang nya”
Ngapain juga kita harus tau isi nya paling juga alat make up buat salon kalo lagi jam kosong ya kan leya , rang “ucap deka memikirkan isi tas leya dan bergidik ngeri”
Membuat leya dan rangga tertawa sedangkan falya ngedumel gak jelas dan kesal”
ihh aku gak kayak gitu kali tau aah aku mau ke kantin minggir tuan putri mau lewat “ucap falya kesal sembari menarik tangan leya”
Rangga dan deka tertawa melihat sahabat nya ini marah sedangkan leya hanya menampilkan senyum saja dan menenangkan amarah falya .
Udah gak usah di dengar omongan nya deka dia tuh emang kalau omong gak pernah dipikir dulu “ucap leya sabar”
Iya aku tahu aku cuman kesal bukan marah “ucap falya kesal”
Itu kan sama aja kamu marah “ucap ku membenarkan”
pagi pagi sudah buat orang kesal “ucap falya kesal sembari berjalan duluan menghiraukan leya memanggilnya”
setelah tiba di kantin leya segera memesan makanan dan falya pergi mecari tempak duduk yang kosong dan menunggu teman nya yang masih berada di belakang nya dan menghampiri falya.
Ehh mau kemana fal kok tinggalin “tanya rangga menghampiri falya yang berjalan tiba tiba dan duduk di kursi kosong”
Kemana leya kenapa sendiri fal “tanya deka duduk di samping falya”
Falya hanya diam tidak bergeming sama sekali dan menatap layar ponselnya,
Itu dia lagi pesan makan “ucap falya kesal dan masih menatap layar ponselnya”
kok marah sih mbak nya kan aku cuman bercanda aja kali kok marah bentulan “ucap deka menyesal sembari menatap ke arah falya”
ehh mau kemana kamu rangga “tanya falya sembari menatap rangga yang beranjak dari duduknya di hadapan falya”
aku mau datangin leya di sana kesian dia sendirian “ucap rangga segera berdiri dari duduknya”
bilang saja kamu mau moduskan biasanya juga leya selalu sendiri “ucap deka menatap ke arah ke rangga”
tidak kok kamu itu yah terlalu berlebihan jangan berpikir macam macam kan niat ku cuman mau temanin leya aja gak bermaksud lain “sarkas rangga tidak terima”
sudah kalian ini bertengkar teruss pergi sudah kamu kasihan leya sendiri “ucap falya menengahi mereka”
aku kesana dulu ya jangan bertengkar lagi ya selama aku tidak ada “ucap rangga sembari berjalan menghampiri leya yang sedang memesan makanan”
leya “ucap deka sembari menepuk pelan bahu leya”
ehh kok kamu di sini yang lain kemana “tanya ku bingung”
mereka lagi tunggu kamu aku kasihan sama kamu sendiri di sini tidak ada pasangan nya jadi___”ucap deka terpotong”
jadi kamu berniat menolong ku gitu modus KAmu deka “ucap ku memukul bahunya keras”
ishh “ringis deka”
kasar banget kamu jadi cewek leya “ucap deka kesakitan”
kamu aja yang lebay “ucap ku ketus”
dan tidak lama ibu kantin memberi kan makanannya padaku.
ini mbak makasih yah makanan nya “ucap ku sembari membawa nampan dan berjalan melewati deka di samping ku”
ehh tunggu leya “ucap deka berteriak di belakang ku”
kamu kok jalan nya cepat banget apa kamu super hero yah leya “tanya deka yang sudah di samping ku”
Aku tidak menanggapi ucapan deka segera ku berjalan lebih cepat dan segera ku letakan nampan yang berisi makanan.
Maaf agak lama yah rang fal “ucap ku sembari duduk di samping rangga”
Karena deka duduk di samping falya
Tidak lama kok kan kamu tau leya di sekolah nih antri banget “ucap rangga sembari menatap makanan yang ku pesan”
Kayak nya enak gih yang di pesan leya “ucap falya senang”
Iyh ayo buka gih leya cacing dalam perut ku udah menggerutu hebat “ucap rangga membuat ku dan yang lainnya terkekeh geli”
Ehh tunggu kalian sudah baikan nih “tanya ku menatap mereka”
Falya dan rangga pun meganggukan kepala tanda setuju.
Aku dan deka hanya manggut manggut saja
Kini semua makanan tersaji sekarang kami makan bersama sama dan bercanda bareng kecuali aku memikirkan sesuatu
Seketika falya menghentikan lamunan ku membuat ku kaget.
Kok lamunan sih nanti di rasukan syaiton loh “ucap falya yang di sambung rangga cepat”
mana ada kalian ini kalau omong suka benar “ucap ku membuat mereka tertawa”
Ehh leya aku kemarin dapat informasi gak tahu ini benar atau nggaks ih “ucap falya ragu”
Informasi apa sih fal “ucap ku takut”
begini kemarin aku jalan sama farhan kamu tahu kan adek sepupu ku tuh “ucap falya bisik2 aku hanya mengangguk saja”|
Sedangkan rangga dan deka bingung apa yang mereka bahas,rangga dan deka hanya menjadi pendengar saja”
FLASHBACK ON FALYA
farhan kamu tunggu di sini yah kakak mau beli hadiah buat teman kakak “ucap ku sembari menyuruh adik sepupu ku farhan menuggu di kursi khusus”
saat ku selesai membeli hadiah tidak sengaja ku lihat seseorang yang sangat familiar tengah bertengkar bersama wanita ku pikir hanya salah lihat saat ku berjalan melewati nya ternyata benar dia aditya pacar leya yang menemani nya setahun ini sedang bertengkar dengan wanita dan membuat ku terkejut adalah
“dia akan menikah dengan wanita ini setelah lulusan”
What apa aku tidak salah dengar terus leyaa kaya apa janji yang dia berikan apa dia mengingkari nya????
Segera ku pergi dari mall tersebut aku akan memberi tahu leyaa besok di sekolah “gumam ku dalam hati”
FLASHBACK OFF FALYA
Mendengar cerita dari falya membuat ku takut hampir saja aku menetes kan air mataku tapi segera ku hapus kasar
Maaf leya mungkin aku salah dengar jadi jangan percaya begitu saja ucapan ku yah leya “ucap falya”
dasar pria brengsek emang tuh aditya “ucap deka sembari mengepalkan tangan nya di bawah meja menahan emosi”
Dan sedari tadi rangga memperhatikan deka dan juga emosi yang sudah meluap di deka.
Sabar de tenang kan emosi mu ini di tempat umum “ucap rangga berbisik sembari menenangkan deka yang akan beranjak pergi mendatangin kediaman aditya”
Kini tangis ku pecah tidak bisa di bendung lagi,melihat ku menangis segera deka berpindah posisi dengan cepat memeluk ku erat membuat tangis ku semakin pecah aku menghiraukan semua orang yang tengah melihat ku saat ini segera deka menarik ku keluar dari kantin menuju taman sedangkan rangga dan falya mengikuti di belakang.
aku deka rangga dan falya sekarang tengah duduk di taman menurut ku di sini begitu sangat sepi dan dapat menenangkan hati dan pikiran ku.
Sudah jangan nangis terus nanti jadi jelek loh nanti falya yang jadi tuan putri “ucap rangga sembari menaik turunkan alis nya”
Dan mendapat cubitan dari falya..
Awww sakit fal kok cubit tidak bilang2 sih nanti tubuh ku tidak mulus lagi dong “ucap rangga mengelus pinggang nya yang di cubit falya”
Salah sendiri kalau omong itu di pikir dulu sama aja kaya deka nggak ada beda nya “ucap falya kesal sembari duduk di samping leya”
Ih gitu aja marah “ucap rangga ngedumel”
Udah kalian berdua ini kasih an leya nangis terus kalian malah asik bercanda “ucap deka marah sembari mengelus punggung leya”
Udah leya aku minta maaf yah “ucap falya menyesal memberitahu tentang aditya yang terciduk jalan sama cewek terus berantem”
Kamu tidak salah falya sebenar nya aku sudah tahu 2 minggu ini “ucap ku akhirnya dan lirih”
Mendengar ucapan ku barusan falya deka dan rangga membelalakan mata mereka dan terkejut
Mungkin mereka bertanya tanya dalam pikiran mereka masing masing ....
Kamu udah tau tapi dari mana kok kamu tidak pernah cerita sama aku leya “ucap falya”
aku tahu dari nenek nya aditya waktu itu aku ketemu di pasar kan nenek nya tahu aku pacaran sama cucu nya mungkin aku saja yang tidak tahu kalau nenek ditya “ucap ku menjelaskan dari awal”
FLASKBACK ON
Mbak berapa semua belanjaan saya “tanya ku pada si kasir”
240,000 mbak ini cek nya “ucap mbak kasir tersebut”
ini uang nya makasih “ucap ku sembari berbalik dan berjalan keluar mini market.
Saat menuju parkiran ku lihat seorang wanita berumur mungkin sekitar 50 tahun tengah menghampiri ku..
Ku pikir dia menuju ke arah mana ternyata dia menuju arah ku membuat ku mengerutkan alisku.
Kamu pacar cucu ku kan “ucap nyonya tersebut”
Aku mengerutkan alis ku dan bertanya tanya pacar cucu nya tapi siapa
Ma___ “ucap ku terpotong”
jauhi cucu saya dia akan segera menikah oleh pilihan saya mengerti saya permisi ingat jauhi cucu saya “ucap nyonya tersebut serius dan memperingati ku”
aku semakin bingung siapa cucu nya apa aditya tidak mungkin “gumam ku dalam hati dan perkataan nyonya tersebut terngiang ngiang di kepala ku”
ku pikir nyonya kemaren itu salah orang bukti nya dia sama aditya sangat bahagia mereka menghabiskan waktu libur mereka bersama dan juga aditya melamar nya menjadi istri nya sampai aku lulus nanti baru kami menikah.
Sayang kamu kok cantik banget sih mirip princess aja deh “gombal aditya sembari mencubit pipi leya yang gemas”
Ihh lepasin ditya nanti pipi aku bengkak kamu cubit terus “ucap ku sebal memalingkan wajah ku ke arah lain”
Aduh aduh cewek kak ditya marah nih di kasih apa yah biar tidak marah lagi “ucap ditya sembari menaik turunkan alisnya menatap leya”
kasih aku kasih sayang dong kak ditya “ucap ku memberi tatapan puppy eyes ku ke kak ditya”
ihh kok tambah gemes aja sih jadi pengen cubit lagi nih “ucap kak
ditya mengulurkan tangan nya ingin mencubit pipi leya”
ihh tuh kan kak ditya nakal lagi marah nih aku nya “ucap ku sebal”
maaf fin kak ditya yh kan kakak cuman mau cubit dikit aja leya “ucap kak ditya mengacak rambut ku pelan”
Biar nggak ngambek lagi kak ditya kasih hadiah deh “sembari mengeluarkan kotak kecil”
apa ini kak ditya buat leya “tanya ku penasaran sembari mengambil kotak yang di pegang kak ditya”
buat adek leya lah masa buat tetangga sih dek nggak mungkin lh “ucap kak ditya terkekeh kecil dan tersenyum”
kakak mau leya jadi istri kakak “ucap ditya serius dan sungguh2”
membuat ku terkejut dan kaget apa kak ditya ngelamar aku atau bercanda sih “batin ku bingung”
jawab dek kok malah ngelamun sih “ucap kak ditya serius”
ehh iyh kak ditya becanda nya nggak lucu ihh ntar leya ke baperan lagi “ucap ku sembari menutup kembali kotak cincin nya”
kakak nggak bercanda kak ditya emang lamar kamu leya nanti setelah dek leya lulus kita nikah “ucap kak ditya serius”
sebelum menjawab nya kak ditya memotong perkataan ku dengan cepat.
Nanti kak ditya datang ke rumah adek saat di hari kelulusan nya kak ditya adek jangan lupa yah “ucap kak ditya mengacak rambut ku
I...iyah kak ditya nanti adek datang ke acara ke lulusan nya “ucap ku terbata”
Oke kakak tunggu yah “ucap kak ditya senang”
tapi kan masih lama 1 bulamlagi “ucap ku sedih”
Walaupun masih 1 bulan lagi kan tetap di adakan adek leya sayanggg “ucap kak ditya senang”
Sekarang kita pulang yok nanti sorean “ucap kak ditya di anggukan setuju oleh leya”
Setelah pertemuan terakhir aku dan kak ditya dan dia melamar ku,aku tidak sengaja bertemu dengan kak ditya di taman bersama seorang wanita mereka tengah tertawa bahagia bersama dan saling berpelukan,
Melihat hal itu hati ku begitu sakit dan seperti tertusuk ternyata benar apa kata orang omongan cowok tuh nggak pernah di buktikan cuman janji doang nggak ada kepastian.
Setelah ku ingat2 lagi mungkin kak ditya sama adik sepupu nya saja jadi aku positive thingking aja.
Ternyata dugaan ku salah besar saat di depan mata ku kak ditya tengah memakai kan cincin yang sama seperti yang dia berikan padaku ke wanita itu ntah dia mengucapkan apa membuat hati ku sakit sesakit mungkin segera ku tinggal kan mall dan pergi menuju ke rumah aku menangis tanpa henti di dalam kamar ku pikir dia hanya adik atau kerabat kak ditya ternyata pacar baru nya,
Seketika aku mengingat perkataan nyonya waktu itu “dia akan menjodoh kan cucu nya dengan pilihan nya”apa itu kak ditya nggak mungkin,.
Sampai besok hari nya aku bertekad menunggu cerita yang di rahasiakan kak ditya selama ini apa dia akan memberitahu ku atau tidak,berhari hari berminggu minggu kak ditya tidak pernah menceritakan nya sampai besok hari kelulusan nya,
FLASCBACK OFF
Aku nggak nyangka ditya bisa kayak begitu sama kamu “ucap rangga kesal”
Sabar rang bukan kamu aja yang kesal aku juga “ucap falya menenangkan rangga”
Sedangkan di sisi lain deka menahan emosi nya yang sudah naik ke ubun2.
Sudah biarkan saja keputusan ada di tangan kak ditya “ucap ku akhirnya”
Tapi nggak gini juga dia permainkan hatimu selama setahun dan semua janji nya cuman omong doang “ucap falya emosi”
Aku tahu biarkan saja dia sampai kapan dia sembunyiin rahasia ini lebih dalam “ucap ku final meninggal kan mereka semua”
termasuk deka dia diam saja tanpa berkata apapun aku tahu dia pasti marah sama seperti rangga tapi hanya saja emosi rangga masih bisa di kondisi kan kalau deka kondisi nya bisa di luar dugaan.
Aku menatap langit yang berwana biru di balik kaca jendela kelas dan seseorang menepuk pundak ku membuat ku tersadar dari lamunan.
Saat ku menoleh ke samping aku terkejut seorang pria yang membuat ku merasakan sakit hati....
Sedang mikir apa dek leya “ucap seorang pria padaku dengan ramah tanpa berdosa menatap ku dan tersenyum manis”
ku ramah dan tersenyum kikuk pada nya”
oohh kok adek pikiran nya jauh banget kan masih lama “ucap dia lagi dengan ramah”
iyh nggak papa dong kak ditya biar ada impian aja “ucap ku berpura pura senang”
Dalam hati ku begitu sakit melihat dia tertawa tersenyum tanpa dosa sedikit pun padaku menghianatiku dari belakang dan memberikan harapan palsu.
Dia hanya beroriah saja sembari menatap langit yang ku tatap sedari tadi,setelah pembicaraan terakhir tadi kini kami saling diam larut dalam pikiran masing2.
Setelah terdiam untuk waktu yang lumayan lama kak ditya kembali bicara.
Ohh yah dek leya besok hadir yah di acara kelulusan kakak “ucap ditya singkat dan tersenyum pada ku”
Iyah tenang aja aku datang kok sama sahabat ku soalnya dia di undang sama pacar nya falya “ucap ku”
iyh bagus dong kakak senang pacar nya falya baik banget dia juga suruh kakak kasih tau kamu agar sahabat mu juga ikut “ucap kak ditya panjang lebar dan di akhiri dengan senyuman”
dek kak ditya ke kelas dulu yah bentar lagi bel pulang sekolah “ucap kak ditya sembari beranjak dari duduk nya di samping ku”
Aku menghiraukan ucapan nya hati ku sakit saat ku tatap mata nya itu seketika saat melihat nya satu kata terlintas di benak ku brengsek dan penghianat. Itulah kata2 yang terdesir setiap melihat nya membuat ku jijik memandang nya.
Mungkin besok saat di hari kelulusan dia akan mengatakan yang sebenar nya,
Ku lihat dia keluar dari kelas ku dan kutatap punggung nya,
Ku pejamkan mata ku sekilas dan juga memikirkan sikap dan tingkah nya ,
akhir2 ini dia sering menjauhi ku dan juga berbicara saja sangat hemat tidak seperti kak ditya yang ku kenal pertama kali selalu ceria gombal omong saja tidak ada henti nya,.membuat ku lebih yakin dia tidak mencintai ku mungkin dia hanya menjadikan ku sebagai pelampiasan saja atau apalah di mata nya,
pelajaran terakhir sudah selesai waktu nya pulang saat ku menuju gerbang aku berjalan menghampiri halte bus berniat menuggu bus atau abang ku yang jemput aku tidak tahu karena semua sahabat ku menyuruh ku untuk pulang bersama mereka tapi aku menolak nya aku ingin menenangkan hati dan pikiran ku,
sudah 20 menit aku menunggu tidak bus atau abang ku yang datang,
saat ku melihat di langit ternyata awan yang semula putih dan langit berwarna biru kini bergantik berwana abu2 kegelapan terdapat kilasan2 cahaya terang dan benar saja sebentar lagi akan hujan saat ku akan menelpon abang ku aku mendengar suara mobil berhenti di depan halte bus yang sedang ku duduki ini segera ku mendongak,
aku heran siapa sore2 begini ada yang datang ke halte bus atau mungkin ke sekolah tapi menurut ku tidak sih “gumam ku dalam hati”
ku perhatikan lebih intens seorang pria keluar dari dalam mobil menghampiri ku membuat ku terkejut segera ku melihat ke arah lain tanpa memandangnya berjalan menghampiri ku.
Ayo aku akan mengantar mu pulang sebentar lagi akan turun hujan nggak baik anak perempuan pulang sendirian “ucap nya sembari mengulurkan tangan nya”
Aku hanya melihat uluran tangan nya ntah dorongan dari mana membuat ku menerima uluran tangan nya seketika dia tersenyum tulus pada ku.
Saat di mobil hanya terdapat ke heningan saja tanpa sepatah katapun keluar dari mulut ku atau mulutnya.
Tidak butuh waktu lama aku sampai ke rumah ku memang jarak antara sekolah dan rumah memang tidak terlalu jauh.
Makasih kak ditya “ucap ku senyum kikuk”
yah dia kak ditya yang menjemput ku pulang sekolah dan mengantar ku sampai rumah dengan selamat memang hati nya baik tapi itu tidak kemungkinan aku merubah keputusan ku besok mungkin dia akan mengatakan yang sebenar nya dan juga aku akan mengambil keputusan yang sama.
Iyah sama2 dek leya salam sama keluarga dek leya “ucap kak ditya tersenyum padaku”aku hanya tersenyum kikuk....
Mungkin kak ditya mengetahui sesuatu dari sikap ku dan juga perbedaan di antara diriku,biasa nya aku sangat senang dan antusias pada nya tapi akhir2 ini tidak semua sikap dan perhatian ku musnah karena sikap nya duluan padaku membuat ku mengikuti alur yang dia berikan .
Aku pulang “ucap ku senang sebenarnya sedih sih hanya saja semua kesedihan itu kusembunyikan”
Loh kok lama banget sih pulang nya biasa nya agak siang “ucap abang harist”
Yah kan aku udah bilang hari ini ada bimble “ucap ku bohong ada benar nya juga sih kalau memang hari ini tuh ada bimble cuman guru nya aja nggak masuk yah nggak jadi bimble”
Oh yah udah mandi sana gih bau taulah “ucap abang harist sembari mengibaskan tangan nya”
Ihh aku tuh masih harum tau abang aja kali nggak mandi makanya bau “ucap ku kesal sembari menuju ke kamar ku di lantai atas”
Sok tahu loh dek “ucap abang harist berteriak”membuat telinga hampir pecah saja...
Saat ku tutup pintu segera ku rebah kan diri ku dikasur yang empuk dan memejamkan mataku kembali kilasan demi kilasan terputar di otak ku mengingat omongan falya dan juga ingatan tentang kak ditya bersama cewek lain membuat ku kembali menangis dalam diam lagi dan lagi.
ENtah sudah berapa lama aku menangis tanpa sadar aku tertidur tanpa mengganti seragam ku dan membersihkan tubuh ku dan juga besok kan hari libur di mana acara kelulusan aku akan menghadirinya.
Pagi ini aku bangun dengan mata yang sembab dan hidung yang merah pakaian seragam saja masih melekat di tubuh ku dan sedikit berantakan segera ku bersihkan diri ku .
Tidak butuh waktu lama aku membersihkan diriku segera ku bersiap siap memakai baju kaos putih bermotif dan celana levis hitam polos aku juga memakai sedikit polesan di wajah ku agar tidak pucat.
aku turun ke lantai bawah menuju meja makan ternyata begitu sepi saat ku lihat ternyata ada surat segera ku baca ternyata dari mommy ku buka surat tersebut dan ku baca
DEAR MOM
SAYANG MAAF MOM NGGAK BUAT SARAPAN MOM SAMA PAPA SAMA ABANG MU ADA URUSAN MENDADAK DI BALI JADI MOM HARAP KAMU BISA JAGA DIRI YAH DI RUMAH PAPA SUDAH TRANSFER UANG KE ATM KAMU ABANG MU PULANG MALAM INI JADI KAMU SAMA ABANG MU JAGA RUMAH BAIK2 MOM SAMA PAPA MU MUNGKIN 1 MINGGU LAGI BAKAL PULANG JANGAN KE MANA2 JANGAN PACARAN TERUS JADI ANAK YANG PINTAR DAN RAJIN MOM SUDAH BELI SAYURAN DAN BAHAN2 LAIN DI KULKAS JADI KAMU MASAK NYA ENAK NGGAK PERLU BELI MAKAN DI LUAR NGGAK SEHAT OKE INGET SARAN MAMA YAH KALAU MAU JALAN KE MANA KASIH TAU ABANG MU MAMA ATAU PAPA YAH
TO ANAK KESAYANGAN MOM
Aku tersenyum setelah membaca surat dari mom segera ku pergi ke kamar karena hari ini aku malas masak jadi beli makan di luar aja toh juga mom sama papa nggak tau juga aku beli makan di luar bukan masak sendiri dan juga ngapain aku lama2 di dapur nggak ada kerjaan mending di kamar main hp rebahan di kasur sekalian tunggu kabar dari sahabat ku.
Saat ku merebahkan diri ku di kasur yang empuk hp ku berdering menandakan ada notifikasi pesan masuk segera ku nyalakan hp ku ternyata dari grup wa ku segera ku baca
GRUP ZAMAN NOW BUCIN
Falya
Ehhhh semuaaaaaaa nyaaaaaaa pada bangunnnnn dongggg
Rangga
Iyeh kenapa pagi2 bikin rusuh orang aja
Deka
Iyah bener tuh ganggu mimpi gue aja kamu fal
Falya
Kwkwkwk jangan marah dong kan gue bangun in kalian tuh biar nggak molor tidur kan kita mau pergi ke perpisahan nya kelas 12
Falya
Ehh jadi kan nihhhhhhhh
Rangga
Iyah putri bawel jadi donggggggg tapi ntar aku mo lanjut mimpi ku nih
Falya
Tuh kan ihhhh kan ntar lagi kita otw ke sana ranggaaaaa
Deka
Yeh sabar putri bawel kan kita tahu cowok nya bakal lulus makanya nggak sabaran nih
Rangga
Bener tuh aku setuju leya aja santai kok nggak ngurusin tuh ditya
Falya
Ehh jangan di bahas nama nya kan udah aku bilang rangga ntar sedih lagu tuh tuan putri
Deka
Omong2 mana nih tuan putri kok ngga muncul2 yah
Falya
Mungkin masih tidur kali
Deka
Biasa nya nggak kok mungkin sibuk kali
rangga
Cieeee tahu dari mana lo leya udah bangun terus sibuk pernah nginep loh yah
Deka
Iyah lah kan aku teman nya abang nya jadi aku sih bebas aja nginap di rumah nya leya
Falya
Udh gih mandi sana bentar lagi otw loh aku mo telpon leya dulu ntar
Rangga
Oke putri bawel
Deka
Siipppp ntar aku jemput kalian semua
Catleya
Asik jemputan gratis dong
Rangga
Tuan putri muncul juga akhirnya
Falya
Sippp lah ntar aku siap dulu yah
Rangga
Aku juga gih lagi semangat nih tumpangan gratis
Falya
Aku juga nggak sabarb ih
Catleya
Sama tumben loh mau jemput kita semua nih
Deka
Yah sekali kali aku jemput kalian hari ini aku lagi berbaik hati lah
Catleya
Oke deh ku tunggu di rumah ku yah
Deka
Oke deh
Rangga
Siipp lah
Aku hanya terkekeh membaca semua pesan dari mereka mendengar nama ku di sebut segera ku balas deh,
Saat ini aku menunggu deka di depan rumah ku sudah hampir 10 menit aku menunggu di taman depan rumah ku tapi sedikit pun batang hidung nya tak keliatan
Aku memutuskan menunggu lagi
5 menit
10 menit
15 menit
20 menit
Aku memutuskan menelpon nya saat ku hampir menelpon nya suara klakson mobil terdengar ku lihat ternyata mobil nya deka segera ku hampiri mereka semua di dalam mobil
Ehh maaf lama leyaa tadi mobil gue mogok di jalan “ucap deka sembari cengengesan”
pantesan lama kamu tau leya aku sama rangga tunggu di rumah sampe bosen taulah “ucap falya kesal”
untung kita nggak lumutan “ucap rangga ketus”
Loh kok kalian bisa barengan emang kamu di rumah siapa fal “tanya leya bingung”
yang di tanya ,malah cengengesan doang....
Tadi aku di rumah sendiri karena bete kan yah aku pergi ke rumah rangga deh tunggu deka datang “jawab falya”
aku hanya ber-oh ria saja
Ehh udah sampai nih turun gih mau parkir nih gua “ucap deka sembari membuka sebtybel nya.
Oke “ucap kami serempak”
kalian duluan aja biar aku sama rangga yang parkir nih mobil “ucap deka sembari menarik tangan rangga paksa”
lah kok gua di bawa2 sih “ucap rangga kesal”
aku sama falya hanya terkekeh geli melihat kelakuan mereka berdua
Leya itukan ditya kaya nya cari kamu deh “ucap falya sembari menunjuk orang yang tak jauh dari ku”
seperti nya sih “ucap ku datar melihat nya”
tanpa kusadari ditya melihat ke arah ku dan falya dia pun menghampiri kami.
Leya maaf yah aku nggak jemput kamu tadi soalnya kak ditya ada urusan mendadak “ucap ditya kecewa”
aku hanya memasan wajah datar ku saja
Iyah nggak papa kok ditya aku jugaa bareng deka sama yang lain kok “jawab ku memaksakan senyum ku”
mungkin urusan nya dia calon istri nya sama calon keluarga nya “batin ku”
iyh maaf yah dek leya “ucap ditya kecewa”
boleh aku pinjam leya nya sebentar yah “ucap falya geram menarik tangan ku paksa”
ahh iyah nanti saat acara di mulai aku datangin kamu yah “ucap ditya tersenyum tulus”
i...iyah “ucap ku tersenyum kikuk”
sakit fal kamu tarik tangan ku kuat banget “ucap ku kesakitan”
ehh iyah maaf yah leya “ucap falya melepas genggaman tangan ku”
Iyh nggak papa kok tapi kenapa kamu buru2 betul mau kemana sih “tanya ku bingung”
Kamu tuh yah peka apa nggak sih “jawab falya kesal”
Aku sih nggak tahu”ucap ku bohong”
Ihh dia kan______ “ucap falya terpotong”
Aku ngerti kok aku senyum sama dia biar dia nggak curiga kan aku sudah tahu semua nya tentang dia sama calon istri nya “ucap ku senang”
kok kamu bisa sesabar ini yah leya aku heran deh “ucap falya bingung”
aku juga nggak tahu sih falya “ucap ku cengengesan”
kalo aku jadi kamu udah ku labrak dia tuh di depan cewek nya atau nggak sekarang gin bisa tapi kok kamu nggak gitu sih leya “ucap falya panjang lebar dan herang dengan sikap ku”
kan aku udah bilang aku juga nggak tahu falya “ucap ku cengengesan lagi”
yah udah kita duduk di kursi pengunjung apa sekalian tunggu si deka sama rangga “ucap ku sembari menarika tangan falya”
Aku dan falya pun duduk di kursi sembari menunggu kehadiran deka dan rangga.
Ehh tuh kan cowok mu fal samperin gih “ucap ku sembari menunjuknya”
apaansi aku tuh udah putus tau “ucap falya serius”
membuat ku kaget untung saja aku tidak sampe tersedak karena aku meneguk minum yang ku beli.
Kok bisa kapan kamu putus hari apa alasan nya apa kok nggak cerita sih dia selingkuh kah atau kalian break sesaat “tanya ku kaget”
tanya nya satu2 dong banyak banget sih “gerutu falya padaku”
hehehe maaf fal tapi tidak ada penolakan jawab semua nya”ucap ku yengir2 kuda”
aku nggak break sama dia,dia nggak selingkuh,aku putus sama dia karena dia di pindah ke amerika ikut ortu nya jadi dia nggak kesini lagi selama nya “ucap falya sendu”
melihat falya membuat ku menyesal karena telah bertanya tentang dia sama ragaf”
oh iyah aku belum cerita sama kalian ragaf itu pacar nya falya mereka bersama sudah 3 tahun 2 bulan ragaf tuh seangkatan sama aditya dan hari ini kelulusan mereka.
Maaf yah fal aku nggak bermaksud tanya kok jangan sedih yah “ucap ku sembari mengelus punggung belakangnya”
santai aja napa aku sih biasa walaupun aku putus sama ragaf kami tetap teman kok “ucap falya tersenyum padaku”
Kamu yakin kalian nggak bakal hilang kontak nih kan jauh jerman sama jakarta “ucap ku rada2 takut juga sih”
yah kalo itu sih aku nggak tahu tapi dia bilang kayak gitu ke aku “ucap falya meyakinkan ku”
jadi kalian tetap berteman walau kalian putus nih “tanya ku meyakinkan saja”
iyah kalo nggak percaya tanya aja ragaf nya langsung “jawab falya cepat menunjuk ke arah ragaf”
ehh nggak,nggak perlu kan elu udah kasih semua penjelesannya buat apa tanya lagi ke ragaf “ucap ku kelagapan”
sapa tahu kamu nggak percaya sama aku “ucap falya ketus”
yehh aku minta maaf kali kan cuman ngetes aj suerr deh “ucap ku sembari membentuk jari huruf v”
Falya hanya mengangguk saja
Kayak nya acara nya mau di mulai deh “ucap ku”
iyah deh tapi di mana deka sama rangga bentar lagi kan di mulai acara nya “ucap falya sembari celingak celinguk”
mungkin mereka duduk di mana kali “ucap ku meyakinkan falya”
falya hanya mengangguk tanda setuju.
Kini acara di mulai satu persatu murid berpidato dan menerima piagam dari kepsek.
Akhirnya acara nya selesai “ucap falya senang”
iyah aku capek banget duduk terus bosan lagi di sana “ucap senang”
aku dan falya tengah asik berbincang dan tertawa bersama dan sosok seorang pria menghampiri ku dan falya membuat tawa ku seketika hilang begitu saja.
Maaf yah leya tadi kak ditya ada telpon jadi nggak bisa temuin kamu “ucap kak ditya menyesal”
iyh nggak papa kok kak ditya “ucap ku singkat”
Kita bisa bicara berdua leya “tanya ditya pada ku”
aku hanya mengangguk saja sembari memberi isyarat ke falya
Aku pergi dulu yah deka tadi telpon aku “ucap falya bohong pergi dari hadapan kak ditya dan diriku”
hanya aku sama kak ditya saja berdua
Kak ditya mengajak ku ke taman sekolah karena di sana agak sepi tidak terlalu ramai juga dan suasana yang sangat nyaman.
Kak ditya mau bicara apa tadi “tanya ku pada ditya”
aku tahu pasti dia mau bilang tentang hubungannya dia sama calon istri nya dan minta putus sama aku “batin ku dalam hati”
Aku ingin mengatakan sesuatu tapi aku mohon kau jangan sakit hati leya“ucap ditya lesu dan yakin”
baiklah katakan kak ditya aku sudah siap mendengar perkataan mu langsung dari mulut mu “ucap ku dan dalam hati ku”
Ku dengar kak ditya menghela nafas sesaat sebelum dia berbicara
Aku ingin hubungan kita sampai di sini saja leya “ucap ditya lesu dan percaya diri sembari menggenggam erat tangan ku”
Aku tidak kaget sama sekali dan aku hanya diam saja mendengar ucapan nya buat apa juga toh aku kaget aku kan emang udah tau pasti kak ditya bakal jujur sama aku.
Maaf leya sebenar nya aku akan menikah dengan orang pilihan ku dan yang ku cinta “ucap kak ditya yakin seyakin penuh”
Mendengar penuturan nya barusan membuat hati ku sakit seperti di tusuk serpihan pecahan kaca ,
Dan leya maaf aku sebenarnya ingin menceritakan semua nya tapi mungkin bukan waktu yang tepat dan maaf atas semua nya aku memberi mu harapan palsu selama ini dan leya pasti kamu menganggap ku cowok brengsek kan tapi aku tidak seperti itu aku punya alasan yang lebih dari ini “ucap kak ditya panjang lebar dan seperti menahan rasa sakit di hati nya”
Aku memaafkan mu aku sudah tau semua nya kak dit sebelum kamu cerita padaku dan aku hanya menunggu kamu mengatakan yang sebenarnya padaku apa yang kau sembunyikan selama ini tapi kamu lebih memilih diam dan bungkam enggan mengatakan semua nya sampai aku harus tau dari orang lain dan juga melihat mu bersama seorang wanita “ucap ku lantang melihat wajah nya”
Maaf leya sebenarnya aku tahu pasti kamu sudah mengetahui nya tapi aku memilih diam aku bingung harus mengatakan apa padamu saat kau tahu dari orang lain “ucap kak ditya”
maaf leya mungkin suatu hari nanti kita akan bertemu lagi dan maaf atas segala yang aku berikan padamu hanya janji semata sekali lagi maaf leya “ucap ditya yakin menatap mataku sendu”
aku memaafkan mu kak ditya mungkin kita tidak di takdirkan bersama atau memang kita tidak berjodoh aku membebaskan mu dan terima kasih waktu yang kau berikan padaku. “ucap ku lantang menatap matanya yang sendu”
Aku merasa tidak tahan berada di hadapan nya membuat ku muak dan rasa sesak menyelimuti dadaku segera ku lepas genggaman nya sembari menahan air mataku agar tidak menetes.
Maaf kak ditya aku harus pergi sekarang sudah sore falya menunggu ku di mobil “ucap getar menahan tangis ku”
aku tahu kau marah padaku tapi melakukan semua ini ada alasannya leya percaya padaku suatu hari nanti aku pasti akan kembali dan menemui mu tapi bukan sekarang aku juga ada alasan dalam hal ini leya “ucap kak ditya serius pada ku”
Aku percaya sama kak ditya kok dan juga selamat atas pernikahan nya kak ditya semoga bahagia dan memiliki anak2 yang lucu “ucap ku tersenyum tulus pada nya”
Walau hatiku sangat sakit sakit sekali ingin ku pergi dari dunia ini rasa nya tapi aku berpikir lagi buat aku mati hanya karena satu pria saja di dunia ini banyak lelaki bukan hanya kak ditya saja toh “gumam ku dalam hati”
sembari berjalan menjauh dari nya saat aku pergi menghindar dari nya aku tidak bisa menahan tangis ku dan rasa sesak di dada segera ku pergi ke rumah tanpa menunggu sahabat2 ku entah kemana,
Aku pulang menggunakan taxi online saja agar mereka tidak melihat ku menangis dan juga lemah di hadapan mereka.
Saat ku tiba di rumah aku terkejut abang ku harist ada di ruang tamu tengah menunggu ku datang membawa 2 koper dan tas aku bingung mau pergi kemana malam2 begini dan juga saat ini diriku kacau sekali mungkin hidung ku merah dan mataku sembab.
Dek kamu kenapa siapa yang buat kamu kayak gini “tanya abang harist sembari memegang pundak ku”
Aku baik2 aja kok bang cuman lelah aja “jawab ku lesu”
Aku tahu pasti abang harist gak bakal percaya sama aku “gumam ku dalam hati”
baik2 apa nya mata mu sembab leya hidung merah dan juga kenapa muka mu kusut kayak gitu siapa yang buat kamu kayak gini “tanya abang menahan emosi nya yang sudah memuncak”
k..ka...kak di...dit..ditya “ucap ku terbata bata tanpa melihat mata abang harist”
pacar mu itu ditya “tanya abang tidak percaya”
iya bang “ucap ku sendu”
apain kamu dia leya sampai kayak gini jawab leya “ucap abang harist geram”
dia put...putus... putusin leya bang “ucap ku terbata dengan nada yang sangat pelan”
kenapa dia putusin kamu emang kamu ada salah “tanya abang harist lagi tajam”
bukan bang dia yang putusin leya karena dia ikut papa nya ke luar negeri ngelajut sekolah nya di sana “ucap ku bohong”
Bisa nya dia putusin kamu cuman karena ikut sekolah ke luarnegeri tapi kamu nggak bohong kan leya “ucap abang harist tidak percaya”
ihh abang nih aku nggak bohong “ucap ku sendat”
Yah udah abang percaya sama kamu “ucap abang harist pasrah”
Tapi abang mau kemana kok bawa koper sih “tanya ku mengalihkan pembicaraan”
kita akan pindah ke jerman soalnya abang di tugas kan sama papa di sana “ucap abang harist sembari membawa koper ke mobil”
terus sekolah ku kayak apa bang “ucap ku gelagapan”
yah lanjut di jerman abang sudah daftar kan kamu di sekolah sama teman abang “ucap abang santai sembari memasukan koper kedalam mobil”
Ya udah bang aku siap2 dulu “ucap ku pasrah sembari masuk ke dalam rumah”
Tidak butuh waktu lama aku bersiap diri kini aku sudah ada di dalam mobil bersama abang ku harist yang tengah fokus menyetir mobil.
Leya bangun kita udah sampai di bandara nih ntar tidur nya lanjut di pesawat “ucap abang harist sembari menepuk nepuk pipi ku”
aku mengerjapkan mata ku sesaat karena ada yang menganggu tidur ku untuk sesaat.
Ayok nanti kita ke tinggalan pesawat nya “ucap abang harist padaku sembari membawa koper ke serkertaris”
kini aku dan abang sudah ada di pesawat menuju ke jerman tempat tinggal ku mulai sekarang,
Buat apa juga toh aku tinggal di jakarta membuat ku mengingat kenangan ku bersama kak ditya dan juga ada baik nya aku pindah ke jerman melupakan semua kenanganku dengan nya dan memulai hidup baruku di jerman.
5 TAHUN KEMUDIAN
Brumm bruummmmmmmm (anggap suara mesin mobil)
Shitttt
Ehh lo cepat banget sampe nya ke sini kan aku mo jemput kamu di bandara apa kamu bohong sama aku “tanya falya”
yah dia falya setelah 10 tahun lama nya aku tinggal di jerman melanjut kan sekolah ku di sana kini usia ku sudah menginjak 25 tahun aku juga sempat bekerja di sana selama 3 tahun kini aku kembali ke kampung halaman ku karena ada urusan pekerjaan dan juga aku ingin tinggal di jakarta bersama sahabat2 ku.
Hehehee maaf sebenar nya kemarin aku pulang nya “ucap ku sembari nyengir kuda”
kok kamu bohong sih leya kan aku udah pake pakaian bagus nih “ucap falya marah dan ngambek”
iyh tuan putri maaf kan aku yah sekarang mending kita ke cafe yah ntar aku yang traktir deh “ucap ku membujuk falya”
oke deh setuju lest go sister “ucap falya kesenangan sembari membuka pintu mobil ku”
woow keren banget mobil mu leya aku nggak nyangka bisa masuk mobil sport mu yang sangat indah dan mewah “ucap falya panjang sembari melihat ke arah penjuru mobil ku”
hehhehe biasa aja kali jadi nggak nih ke cafe “ucap ku menggoda falya”
Yah jadi lah “ucap falya berbinar binar”
oke “ucap ku singkat”
segera ku nyalakan stop kontak nya dan melaju pergi dengan kecepatan tidak terbatas bagi orang tapi bagi ku sudah biasa....
Kini aku dan falya sudah tiba di parkiran cafe...
Leyaa kamu kok laju banget bawa mobil nya buat ku hampir jantungan saja “ucap falya memegangi dada nya”
Hehehe maaf yah tapi itu kurang laju kok bagi ku “ucap ku santai sembari mengunci mobil sport ku”
hah kurang laju dari mana itu udah melebihi rata2 leyaaaa “teriak falya padaku”
sebenar nya aku udah biasa bawa mobil ngebut2 soalnya semenjak aku di jerman aku mengikuti semua kegiatan takwondo,silat,balap mobil dan motor semua nya ku kuasai agar menjaga diriku dari pria2 brengsek.
Yah udah ayok masuk ntar tempat nya penuh lagi “ucap ku sembari menarik tangan falya membuat telinga ku sakit saja mendengar ocehan nya sejak tadi”
Sekarang aku dan falya sedang duduk di kursi pelanggan di pojok menghadap jendela.
Emm pesan apa yah “ucap falya bingung sembari membolak balik buku menu nya”
Aku hanya senyum saja dan santai mo pesan apa soal nya toh nih cafe punya ku hasil uang ku sendiri dan juga semua menu aku sudah tau termasuk yang lagi hot2 nya makanan dan minuman disini,
Hanya saja tidak ada yang tahu siapa pemilik cafe ini karena semua privasi ku tutup tentang jati diriku dan juga jarang ada yang lihat aku yah orang aku di jerman kayak apa mereka mau tau kwkwkwkwk....
Kok kamu senyum2 sih leya aku nih bingung mo pesan apa soal nya semua makanan internasional “ucap falya sembari membolak balik buku menu nya”
aku tuh liatin kamu kebingungan banget sih kayak apa aja “ucap ku tersenyum geli”
yah udah kita pesan semua nya aja “ucap ku final”
membuat falya membelalakan mata nya melihat ke arah ku,aku yang di liat seperti itu bingung...
Kenapa kok natap nya kayak gitu fal “ucap ku bingung”
Yah kali kamu pesan semua nya kan mahal bangettt makanan nya leya aku aja pesan makanan di sini cuman satu itu gin sama jus nya aja “ucap falya panjang lebar”
oke terserah mu aja mau pesan apa “ucap ku pasrah”
falya hanya mengangguk setuju padaku....
Wahhh kenyang banget rasa nya bisa makan sepuasnya dan sebanyak ini “ucap falya sembari berjalan ke arah parkir mobil”
kamu duluan aja fal aku masih ada urusan yah “ucap ku mengecek ponsel ku sapa yang menelpon di jam seperti”
Yah deh hari ini aku nggak marah soal nya kamu udah traktir aku di cafe AXEN “ucap falya sembari beranjak menjauh dariku”
Saat ku berbalik menuju ke cafe tersebut tidak sengaja ku bertabrakan dengan seorang pria membuat ku terjatuh ke tanah.
Auww “ringis ku pelan”
maaf nona saya tidak melihat nya “ucap pria tersebut sembari mengulurkan tangan nya padaku”
ahh iyh sama2 tuan saya tidak memperhatikan jalan jadi saya menabrak anda “ucap ku sopan dan formal sembari membersihkan baju ku yang terkena tanah”
iyh saya juga tidak memperhatikan jalan saya permisi ada urusan mendadak mbak “ucap pria tersebut padaku sembari meninggalkan ku terdiam di depan nya”
dasar pria aneh udah nabrak malah di tinggal pergi sih “gerutuku dalam hati sembari berjalan ke arah cafe ku”
Tapi sepertinya aku pernah melihat wajah nya tapi di mana ahh mungkin aku salah orang kali “batin ku
POV ADITYA
Seperti nya aku pernah melihat gadis itu tapi di mana apa dia leya nggak mungkin dia saja tidak ada kabar sama sekali dan juga dia tidak tinggal di sini melainkan di jerman aku harus mencari dia leya aku akan menemukan mu dan kau akan menjadi milik ku aku tidak akan melepaskanmu lagi seperti dulu.
Pagi hari nya ponsel ku berdering membuat ku menggeliat dan mengerjapkan mataku sesaat segera ku ambil ponsel di atas nakas meja,tertera nama di sana dari abang ku harist segera ku angkat,...
‘................”
Yah nanti aku cek di kantor bang harist “ucap ku”
“...................................”
iyh tenang saja beri aku waktu bersiap diri 10 menit bang
“........................”
oke bang di mana pertemuan nya “ucap ku”
“..................... ............ ...........”
Oke bang pasti proyek kita bakal di terima “ucap ku”
“............. ... ...... ................”
salam sama mom dan papa yah “ucap ku”
“............................”
Tutt tutt tut tutttt tutt...............
Pukul 08:00 pagi aku tiba di butik falya karena aku ingin memesan gaun buat ku pergi kepertemuan resmi sore ini.
Selamat datang ada yang bisa saya ban.... “ucap falya terhenti setelah melihat ku”
leya ku kira siapa tadi “ucap falya”
hehehe aku ke sini ingin lihat gaun2 mu falya “ucap ku sembari melihat sekeliling butik falya”
oke gaun apa yang mau kamu pesan “ucap falya sembari mengajak ku ke suatu ruangan”
apa aja deh yang penting bagus “ucap ku santai”
lihat aja gaun yang mau kamu pake “ucap falya”
oke siipp “ucap ku”
sekitar 1 jam aku mencari gaun yang bagus untuk ku tapi aku bingung yang mana yang ku pilih...
Tringg “anggap suara pintu terbuka”
ehh kayak nya ada pelanggan deh fal “ucap ku sembari melihat ke arah belakang”
iyh aku keluar dulu yah awas jangan lama2 capek aku lihat kamu
mondar mandir nggak jelas “ucap falya padaku”
aku hanya terkekeh kecil...
15 menit aku sudah menemukan gaun pilihan ku menurut ku cocok sih gaun yang simple dan tidak terlalu terbuka yah dress warna biru nafi yang ku pilih lengan setengah dan gaun yang di atas lutut sedikit,dan high hells warna hitam yang senada
Segera ku ambil dress tersebut ku bawa keluar sedari tadi aku tidak melihat falya kembali lagi segera ku mencari nya ternyata dia lagi bersama pelanggan nya ku lihat wajah falya tegang banget menyadari kehadiran ku falya langsung menarik tangan ku cepat membuat ku limbung dan kaget.
Tuan maaf ini teman saya dia akan mencoba gaun yang anda pilihkan “ucap falya yakin sembari memberi isyarat padaku”
Membuat ku hampir membelalakan mataku apa katanya mencoba dress dari pilihan ni orang kenal aja nggak,
Dan pria itu mengengok ke arah ku dan falya dan menatap ku aneh,
Dan dia hanya menganggukan kepala nya saja membuat ku tambah kaget dan falya segera mendorong ku menuju nih pria.
Tunggu kenapa aku kan kamu bisa falya dan tuan jika kamu membelikan seorang wanita gaun lebih baik bawa pasangan anda mengerti “ucap ku serius menatap matanya yang tajam”
Seketika falya mencubit pinggang ku membuat ku meringis kecil
Auww”ucap ku meringis kecakitan”
udah turutin aja kan cuman coba gaun aja apa salah nya leya “ucap falya berbisik padaku”
nggak bisa gitu dong emang aku model apa “ucap ku yah sedikit ke pedean gitu”
aku membuat kejutan untuk seseorang sebab itulah aku tidak mengajak nya dan menyuruh orang lain “ucap nya tegas dan tatapan tajam nya mengarah padaku”
dan jika layanan nya seperti ini nona falya mungkin aku tidak akan datang ke butik mu lagi “ucap mr a pada falya dan menatap ku lagi”
ehh maaf mr a mungkin mood teman ku lagi nggak ada “ucap falya kebingungan”
aku hanya mendengus kesal memalingkan wajah ku
Leya ayolah bantu aku ntar aku kehilangan pelanggan setia ku cuman coba gaun aja kok nggak yang lain suer deh nanti ku bayar deh “ucap falya berbisik padaku meyakinkan diri ku lagi”
baiklah aku setuju mana gaun nya “ucap ku berjalan ke arah mr a yang tengah duduk memainkan ponsel nya”
mbak bawakan gaun nya kemari “ucap mr a kepada pelayan di butik ini”
segera ku pakai gaun nya di ruang ganti dan ku lihat di cermin
Apa pria itu nggak salah mata nya gaun ini terlalu terekspos banget gaun nya saja sampai di atas pinggang dan rok nya saja sampai lutut menurut ku ini baju kekurangan bahan tuh mata rabun kali yah “ucap ku ngedumel lin tuh cowok gila”
Aku keluar dari ruang ganti falya dan mr a melihat ke arah ku menatap ku aneh
Belum sempat aku bicara dia sudah membukam mulut ku
Ganti ini coba “ucap mr a sembari memberi ku gaun berwarna merah marun”
segera ku pergi ke ruang ganti dan ini begitu sangat bagus tidak terlalu terekspos banget baju tanpa lengan dan rok yang menjutai panjang membentuk lipatan kecil .
Segera ku keluar dari ruang ganti dan benar saja tatapan mereka tidak henti nya melihat ke arah ku hanya saja berbeda pada mr a dia langsung memalingkan wajah nya santai melihat ponsel nya.
Bagus “ucap mr a padaku setelah ku sampai di hadapan nya”
Oke bisa ku ganti gaun nya aku harus pulang “ucapku final tidak di jawab oleh pria tersebut ia hanya sibuk sama ponsel nya”
segera pria itu beranjak dari duduk nya mendekat ke arah ku dan berkata
Oke kau temanin aku pergi ke suatu tempat karena wanita ku sedang sibuk “ucap nya serius berjalan mendekati ku”
Membuat ku membelalakan mata ku,apa katanya menemani nya pergi ke suatu tempat belum sempat ku bicara langsung saja dia menarik tangan ku paksa
Tunggu kau mau membawa ku kemana tuan aku tidak mengenal mu “ucap ku sembari mencoba membuka pintu mobil yang dia kunci”
diam lah aku tidak membawa mu macam2 oke “ucap mr a padaku tegas menyalakan mesin mobil nya”
Dasar udah maksa ikut pergi ke pesta nyuruh2 pake ini itu lah sekarang maen di tinggal aja sendiri dasar cowok aneh “gerutu ku sembari berjalan di belakang nya”
hai bro udah lama nih nggak kumpul bareng “ucap teman mr a bernama julie”
iyh nih sapa yang lo ajak malam ini mr a “ucap teman mr a michael”
Ada kenal kan nama nya leya “ucap mr a sembari memegang pundak ku”
aku membelalakan mata ku bagaimana dia tau nama ku,aku tidak pernah memberitahu nya segera ku menengok ke arah nya dia memberiku isyarat dan aku mengerti maksud dari isyarat nya
Hai nama ku catleya hayunia haryum “ucap ku sembari menerima uluran tangan nya”
Nama ku miceal sahabat mr a “ucap miceal melepas genggaman tangan nya”
dan nama ku julie sahabat mr a “ucap julie pada ku dan tersenyum aku hanya membalas dengan kikuk”
ehemm “ucap mr a menghentikan keheningan sesaat”
lebih baik kita pesan minum saja “ucap mr a”
Oke kalian mau pesan minum apa “tanya miceal”
wine aja deh kamu apa leya dan mr a “tanya julie pada ku”
emm mu____ “ucap ku terpotong”
Lemon tee 2 “ucap mr a singkat”
oke tunggu sebentar “ucap miceal”
tumben banget loh mau minum lemon tee biasa nya juga wine atau bir
gitu “ucap julie pada mr a”
yah terserah ku “ucap mr a ketus”
ketus bener sih loh “ucap julie kesal”
kok kamu bisa tahan sih sama nih orang leya “tanya julie bingung padaku”
aku sih sebenar nya males banget ikut sama nih orang kalau bukan di paksa mending aku pulang terus tidur atau nggak urus kan_____
Tunggu pertemuan kantor “gumam ku spontanitas langsung berdiri dari duduk ku”
hei kenapa leya kamu kerasukan kah “tanya miceal yang baru tiba sembari membawa nampan di tangan nya”
mr a aku pulang dulu yah masih ada urusan dan semua nya makasih hari ini “ucap ku sembari mengambil tas ku dan pergi dengan cepat”
tetapi tangan ku di tahan oleh seseorang dan itu pasti mr a siapa lagi kalau bukan dia
Aku akan mengantar mu “ucap nya dingin menarik tangan ku paksa”
belum sempat aku bicara dia sudah membawa ku pergi dari tempat itu dan memaksa ku masuk ke mobilya
Hei aku bisa pergi sendiri mr a jadi turun kan aku di sini saja “ucap ku sembari memukul mr a tanpa henti”
dengar ini di mobil jadi diam aja leya “ucap mr a fokus menyetir” Turun kan aku sekarang mr a “ucap ku muak mendengar kata2 nya dari tadi”
kau mau aku menurunkan mu di tempat sepi ini dan kamu di tangkap sama begal lalu di jual kamu mau “ ucap mr a keras dan dingin tetap fokus pada pandangan nya ke depan”
seketika aku terdiam seribu kata mendengar ucapan nya memang benar ini tempat sepi dan mungkin saja musibah akan terjadi padaku
Kini aku sudah sampai di tempat tujuan ..................
Bagaimana kau bisa tau tempat tujuan ku “ucap ku sembari keluar dari mobil nya”
apa yang menjadi milik ku aku tahu semua nya walaupun itu hal kecil “ucap mr a tersenyum devil padaku”
terserah “jawab ku santai tanpa peduli kata2 nya barusan”
kini kerja sama proyek ku sudah selesai dan hampir saja aku kehilangan proyek tadi kalau tidak tepat waktu.
Antar aku pulang “ucap ku sinis”
tidak ini sudah malam kau akan menginap di mansion ku “ucap mr a tetap fokus kedepan”
tidak nanti semua orang mencari ku di rumah “ucap ku bohong padahal aku tinggal sendiri”
tidak kau tinggal sendiri orang tua mu di amerika serikat dan kakak mu di jerman kau baru saja pulang dari jerman 2 hari yang lalu dan juga para maid mu masih berlibur “ucap mr a tegas”
WHATTT dia tahu dari mana semua nya dan itu juga termasuk privasi ku “batinku”
ka_______ “ucap ku terpotong”
tidak perlu bertanya aku tahu dari mana dan siapa kau tidak perlu takut bukan orang sembarang yang mencari tahu identitas orang dann juga aku tidak seperti pria brengsek di luar sana jadi tidak perlu takut “ucap mr a tegas meyakinkan diri ku”
oke terserah aku percaya pada mu bawa aku pulang kerumah ku “ucap ku ketus”
dia tidak menjawab sama sekali seolah menulikan telinga nya
Entah mengapa mataku terasa berat dan seketika semua nya gelap dan aku tidak tahu setelah nya.
Mr a hanya tersenyum melihat ku tengah tidur pulas di kursi mobil segera ia menggendong ku ala bridal stay menuju mansion nya
POV MR A
Saat ku sampai di mansion ku lihat dia tertidur pulas segera ku menggendong nya ala bridal stay menuju mansion ku aku tidak tega melihat nya terganggu dari tidur jadi ku taruh dia pelan2 di kasur kamar ku.
Dan aku turun ke lantai bawah menuju ruang tengah ku lihat seorang anak kecil sekitar usia 4 tahun sedang belajar dengan serius nya di sofa dan tanpa sadar seorang pria menghampiri nya
Sedang apa sayang kok belum tidur “tanya ku pada nya”
belajar pah “ucap anak tersebut dan tersenyum pada ku”
sini papah bantuin biar cepat selesai “ucap ku pada revan anak ku”
Makasih papa “ucap revan padaku”
POV END
Pagi ini aku terbangun akibat bunyi dari alarm aku mengerjapkan mataku melihat sekeliling dan..... ini bukan kamar mu
Kamar ku bernuansa pink dan wangi lavender “gumam ku”
Dan kamar ini bernuansa putih dan abu2 wangi saja bunga mawar dan semua nya terlihat seperti kamar pria
Segera ku sadar mungkin aku di kamar nya yah kamar mr a dan aku beranjak dari kasur keluar dari kamar nya benar ini mansion nya.
Tiba2 seseorang menghampiri ku segera ku berbalik ternyata seorang anak kecil”
mommy “ucap revan”
kata2 itu lah yang di ucapkan dari mulutu nya
Aku kaget mendengar perkataan nya mommy apa mungkin dia mengira aku mommy nya “batin ku”
segera dia langsung memeluk ku dan menangis membuat ku kaget
Mom aku kangen sama mom kenapa mom ninggalin revan sama papa sendiri kapan aku takut tidur sendiri di kamar “ucap reva sembari mengerat kan pelukan nya”
aku hanya mendengar setiap kata yang dia ucapkan dan entah dorongan dari mana aku langsung memeluknya mengelus punggung nya dan mencium pucak kepala nya.
Mom kok jahat nggak pernah datang ke mansion nemuin revan sama papa “ucap revan dengan isakan tangis nya”
aku hanya diam seribu kata sembari mengelus punggung belakang nya apa mommy nya tidak pernah datang atau mungkin____
Nggak mungkin dia masih kecil mungkin mom nya ada masalah saja positive thingking aja leya “batin ku sembari memeluk reva dengan erat”
udah yah sayang jangan nangis ntar nggak tampan kayak papa kamu “ucap ku tersenyum padanya dan mencubit pipi nya”
mom jangan pergi lagi yah tinggalin revan,revan takut “ucap revan yang akan menangis lagi”
aku langsung saja memeluk nya dan berkata
Iyh sayang mom revan kemana kakak bukan mom nya revan “ucap ku membenarkan revan sedari tadi dia memanggil ku dengan sebutan mommy”
Kalian sudah bangun “ucap seseorang menghampiri ku dan revan”
papa.... “ucap revan sembari berlari memeluk mr a dan segera di gendong”
aku kaget ternyata revan anak nya mr a sejak kapan ku kira dia belum nikah tapi aku tidak pernah melihat istri nya dari tadi “batinku melihat kedua orang ini yang tengah asik berbicara”
lebih baik kita sarapan “ucap mr a padaku sembari berjalan duluan dari ku”
dasar aneh dia yang bawa aku ke sini terus dicuekin “batin ku sembari mengikutinya dari belakang”
mom duduk samping revan yah “ucap revan sembari menepuk kursi di sebelah nya”
Aku pun duduk di sebelah dan para maid datang membawa makanan
Mom revan mau di suapin sama mom “ucap revan sembari memberikan sendok nya padaku”
aku pun langsung melihat ke arah mr a dia hanya mengangguk tanda setuju ,aku pun menyuapi revan dengan semangat dan dia juga sangat lahap memakan nya”
aku revan dan mr a ada di ruang tengah mereka berdua asik berbicara sedangkan aku gelisah ingin pulang.
Mr a aku ingin pulang “ucap ku pelan”
mungkin dia bisa mendengar nya,dan betul saja dia melihat ku dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
Tunggu malam tiba aku akan mengantar mu pulang “ucap mr a sembari melihat ke depan tanpa melihat lawan bicara”
Tapi aku mau nya sekarang mr a “ucap ku tegas”
Kalau kamu nggak mau aku pulang sendiri aja makasih “ucap ku sembari beranjak dari duduk ku”
Baiklah tunggu aku di depan “ucap mr a sembari berjalan menuju kamar”
huh baiklah “ucap ku mendengus”
saat aku menuju ruang tamu aku melihat revan sedang bermain di sana ku hampiri dia dan duduk di samping nya.
Mom mau kemana kenapa mom di sini “tanya revan beruntun”
mom mau pulang sayang nanti kan mom revan datang “jawab ku sembari mengelus puncak kepala revan”
revan tampak sedih dan kecewa seperti akan kehilangan seseorang lagi dalam hidup nya selama nya.
Mom hiks...hiks jangan pergi jangan tinggalin revan lagi “ucap revan sembari menghambur ke pelukan leya”
revan mom bukan mommy nya revan sayang emang mom nya revan kemana “ucap ku meyakinkan revan”
nggak tau papah bilang mom kerja di luar negeri saat revan masih kecil “jawab revan yang sesegukan”
terus mommy nya revan mana sekarang “tanya ku penasaran”
Nggak tahu mom sampai sekarang belum pulang kata papah “jawab revan polos”
aku hanya terdiam mendengar ucapan revan barusan dan mencerna semua omongan revan dan aku berpikir yang tidak2 tentang mommy nya revan sekarang.
Mendengar ucapan revan membuat ku mengurungkan niat ku untuk pulang mungkin aku akan tinggal di sini besok aku akan pulang “batin ku”
dan terdengar suara seseorang yang menghentikan keheningan ini sesaat.
Apa aku menggangguk suasana “tanya mr a padaku”
nggak kok aku bisa bicara sebentar padamu “tanya ku sembari menggendong revan yang tengah tertidur di pelukan ku”
tentu sebelum itu biar aku yang mengendong nya “jawab mr a mengambil alih gendongan revan dan membawa nya ke kamar”
Katakan apa yang ingin di bicara kan “tanya mr a padaku”
Bisa kah aku tinggal di sini sehari saja besok aku pagi aku akan pulang “tanya ku ragu”
Tentu sebenar nya aku ingin mengajukan pertanyaan ini padamu sebelum kau bertanya barusan “jawab mr a santai”
baiklah makasih aku pergi ke kamar dulu “ucap ku sembari berbalik menuju kamar”
sebelum itu aku tidak tahu kamar ku di mana “batinku”
ku beranikan diriku bertanya padanya
Kamar ku dimana yah mr a “tanya ku gugup sembari meremas celana jens ku”
di kamar sebelah kanan no 1 “ucap mr a tanpa melihat ku”
oke “ucap ku singkat”
saat ku buka pintu kamar nya bukan kah ini kamar yang tempati kemarin malam “batin ku melihat sekeliling dan mencoba mengingat yang kemaren”
benar ini kamar yang ku tiduri kemaren apa mungkin ini kamar tamu atau kamar nya “batinku bertanya tanya”
Dari pada ambil pusing segera ku rebahkan diriku di kasur dan dalam sekejap akupun tertidur,aku tidak merasa ada seseorang yang memperhatikan ku di depan pintu dan menyilangkan tangan nya saat ku tertidur segera dia mendenkat ke arah ku dan merebah dirinya di samping ku dan memeluk ku dari belakang.
Aku terbangun dari tidurku merasa ada yang memeluk ku dari belakang segera ku singkirkan tangan nya dan ku berbalik ingin melihat siapa yang berani memeluk ku dan ternyata dugaan ku benar dia mr a yang tengah tidur di bersama ku dari semalam,
Kau sudah bangun “tanya mr a tiba2”
membuat ku kaget dan seketika aku memalingkan wajah ku yang terciduk memandang wajah nya sedari tadi,
Aku masih setia tidak menjawab pertanyaan.
Kau mau sarapan apa biar para maid ku siapkan “tanya mr a santai seperti tidak terjadi apa2”
aku pun tidak menjawab,segera ku ambil tas dan ponsel ku di meja nakas dan tidak lupa memakai heels ku dan berlalu melewati mr a yang tengah duduk di kasur memperhatikan gerak gerik ku,toh percuma saja aku bertanya dan marah2 kenapa dia tidur di kamar bersama ku, pasti dia bilang karena ini mansion ku dan juga ini kamar ku jadi wajar aku tidur di kamar di kasur bersama mu,
Aku sudah muak mendengar omongan nya seperti itu berkali kali lebih baik diam dan nggak ambil pusing,
Aku melewati nya tanpa memandang nya segera ku putar knop pintu,sebelum dia bicara seorang anak membuat ku terkejut dan memotong perkataan mr a,
Pagi mom dan papah “yah dia revan yang ada di balik pintu dan wajah nya tampak sumringah dan tidak seperti kemaren murung dan sedih”
aku hanya tersenyum dan membalas ucapan nya,entah dorongan dari mana aku menggendong nya membawa nya kepelukan ku membuat dia senang dan tertawa,
Iyh sayang revan nggak sekolah ntar telat loh nanti mommy nya revan sedih lagi “ucap ku berhasil membuat nya murung kembali”
revan nggak mau sekolah mom nya revan mommy “ucap revan sembari memeluk ku lebih erat”
tapi revan harus sekolah biar pintar kayak papah revan “ucap ku meyakinkan revan”
tapi mom janji mom nggak boleh pergi lagi tinggalin revan sama papah “ucap revan serius”
aku hanya mengangguk,dan juga bingung harus jawab apa,dan seketika dia tersenyum padaku dan ku balas dengan senyuman sembari mencium puncak rambut nya,sedangkan seseorang tengah melihat ku dan revan yang sibuk dengan dunia kami berdua, dia hanya senyum sekilas dan menggelengkan kepala nya,
Ayo sarapan bentar lagi revan anak papah harus sekolah “ucap mr a yah dia mr a yang melihat ku dan revan tengah asik dengan dunia kami”
oke papah “ucap revan semnagat dan kini revan di gendong mr a sekarang”
mom revan izin sehari yah hari ini “tanya revan dengan puppy eyes nya”
Nggak revan nanti mom nya revan sama papah revan marah jadi harus sekolah biar pintar “ucap ku tegas seperti mommy nya saja”
tapi revan mo habiskan waktu seharian sama mommy “ucap revan sendu”
baiklah hari ini revan nggak sekolah “ucap mr melerai mereka berdua”
dan benar saja revan sangat bahagia seperti di belikan hadiah mobil saja kwkwkwkwkw...............
Yah udah revan papa pergi kerja dulu jangan nakal di rumah oke “ucap mr a”
apa dia bilang aku nggak boleh pulang gitu “batin ku kesal”
segera ku datangin mr a di depan pintu”
mr a nanti sore aku ingin pulang titik oke “ucap ku tegas”
iyh setelah revan tertidur aku akan mengantar mu pulang nanti sore “ucap mr a”
oke ku tunggu aku nggak mau kayak kemaren nginap di sini terus kita tidur berdua “ucap ku tegas”
mr a hanya diam dan berlalu pergi tanpa menjawab ucapan ku,membuat ku geram dan kesal segera ku masuk kembali kedalam mansion dan menghabiskan waktu ku bersama revan seharian.
Sekarang waktu menunjukan pukul 04:00 sambil menunggu revan di kamar mandi ,aku merasa bosan jadi aku berkeliling mansion menghilangkan rasa bosan dan penasaran juga sih.
Saat terakhir ku berkeliling aku tanpa sengaja melihat satu kamar pintu nya terbuka sedikit karena penasaran aku memberanikan diri mendekat dan ku buka ternyata kamar saat ku masuk terpampang jelas foto pernikahan yang sangat besar di dinding berhadapan langsung dengan pintu itu,dan terkejut nya lagi itu foto orang yang aku lupakan dan sekarang ini kembali lagi aku teringat oleh nya yah dia foto aditya dan istri nya yang ku lihat waktu itu di taman,
Karena aku tidak percaya aku melihat lagi sekeliling isi kamar dan juga terdapat album foto kecil di meja nakas mereka foto sangat bahagia terakhir ku lihat adalah foto di ujung samping kasur dan itu foto ditya bersama istrinya walaupun sama seperti foto yang tadi tapi ini berbeda sedikit mereka tengah berfoto dan ditya memegang perut istri nya yang buncit dan mereka tersenyum bersama, membuat ku tersenyum kecut,sebahagia itukah ditya sampai melupakanku dan kini di mana dia entah menghilang bagai di telan bumi.
Saat ku melihat sekeliling lagi terdapat buku album di atas kasur tersebut semakin penasaran aku di buat nya segera ku buka dan terlihat foto ditya dan istri nya awal mereka menikah,bagi ku itu hanya biasa saja sampai demi lembar foto ku balik dan aku berada di foto terakhir foto hasil usg dan foto anak bayi yang ku yakini revan dan terdapat tulisan yang menyiratka makna menurut ku segera ku baca
Dear ditya my husband
makasih buat waktu nya selama ini kau memberiku sebuah hadiah yang tak kan ku lupakan maaf aku tidak memberi mu kebahagiaan lebih hanya sampai di sini saja aku memberi mu kebahagiaan mungkin aku tidak bisa melengkapi cerita keluarga kita dan juga jaga dia baik baik seperti kau dan aku menjaga nya sebelum dia hadir ke dunia aku hanya mampu bertahan sampai di sini mungkin kita akan bertemu lagi di waktu yang tepat semoga kau menemukan orang yang kau cinta yang kau cari selama ini dan aku berharap kau menikah dengan nya dan melengkapi kehidupan mu terima kasih atas waktu yang kau berikan pada ku selama ini ,mungkin kau akan membuka dan membaca surat dan album ini saat aku tidak ada,karena itu perkiraan ku good bye papah nya revan,
untuk ditya tersayang dan revan tercinta
itulah isi dari pesan yang tertulis di bawah foto tersebut,aku terkejut dan tanpa sadar air mata ku mengalir deras,aku tidak menyadari ada seseorang yang tengah memperhatikan ku kini berdiri di belakang ku dan mengelus pundak ku seraya berkata,
sudah biarlah menjadi masa lalu yang kelam buat ku leya “ucap mr a”
aku terekejut segera ku berdiri dan menghadap ke arah nya,kini kami saling berhadapan dan melontarkan isyarat yang bertanya tanya selama ini.
Ditya kau___ “ucap ku terpotong dan ditya langsung saja memeluk ku dengan erat seketika aku menangis”
maaf leya aku tidak memberitahu mu tentang ini aku berbohong bahwa aku akan kembali mencari mu maaf leya “ucap ditya jujur”
kini tangis ku semakin pecah entah mengapa hati ku sangat sakit entah karena dia menghianati ku atau karena pernikahan nya dengan istri nya itu”
maaf leya aku tidak memberitahu identitas asliku selama ini padamu dan masalah semua yang kau lihat itu benar leya aku menikah dan memiliki anak dengan nya “ucap ditya meyakinkan ku”
aku hanya diam merasa syok mendengar perkataan nya entah kenapa aku juga bingung dengan diriku sendiri,
Kini hanya keheningan yang melanda dan aku menghembuskan gusar nafas ku mencoba berbicara pada ditya.
Lalu.......dimana istri mu sekarang ditya “tanya ku ragu”
dia.........dia sudah meninggal leya 5 tahun yang lalu “ucap ditya lesu”
tapi bagaimana bisa “tanya ku penasaran”
cerita sangat panjang leya “ucap ditya lesu”
kalau kau tidak mau cerita tidak apa2 ditya aku terima kok “ucap ku”
tidak aku juga merasa terbebani dengan ini “ucap ditya lesu”
Ditya pun menceritakan nya dari awal.
FLASHBACK ON DITYA
Ditya papah revan “teriak cintya sembari mencari ditya”
Iyh kenapa cin jangan teriak2 nanti revan bangun “ucap ditya kesal sembari menggendong revan”
iyh deh maaf dit aku pergi arisan dulu yah nggak lama kok “ucap cintya”
iyh tapi hati2 jangan ngebut2 bawa mobil nya yah soal nya baru 3 hari kamu lahiran udah jalan “ucap ditya mendumel”
iyh maaf yh soal nya aku nggak mau repotin siapa2 kan aku mau mandiri “ucap cintya yakin”
iyh hati2 habis arisan langsung pulang jangan kemana mana yah “ucap ditya”
iyh papah nya revan aku pergi dulu yah “ucap cintya”
iyh “ucap ditya singkat”
2 jam berlalu...
Kok lama banget cintya nggak pulang sih bilang nya cuman bayar arisan terus pulang lagi apa ku telpon aja kali yah “ucap ditya kawatir”
saat akan menelpon cintya ponsel ku berdering segera ku lihat ku pikir itu cintya ternyata bukan melainkan nomor lain segera ku angkat
Halo ini siapa “tanya ditya”
maaf apa ini suami nya “tanya mbak tersebut”
aku mengernyitkan dahi ku,dan membuat ku takut apa mungkin cintya baik2 saja,aku mencoba tenang sebentar kali ini aku pun menjawab
Iyh dengan saya sendiri ada apa yah “tanya ku lagi”
istri anda mengalami kecelakaan sekarang ada di rumah sakit hermivah “ucap mbak tersebut melainkan seorang suster”
membuat ku kaget segera ku matikan sambungan telpon dan menuju ke rumah sakit aku melajukan mobil ku di atas rata2
Semoga kau baik2 saja cintya “batin ku sedari tadi panik dan takut saat ini”
saat ini aku menunggu di depan pintu operasi menunggu kabar dari dokter setelah bertanya tentang pasien bernama cintya pada resepsionis,aku saja lupa mengabari keluarga ku saat ini
Sudah ada 1 jam dokter di dalam sana tidak keluar juga membuat ku semakin cemas dan takut semua bercampur aduk sekarang,
Pintu pun terbuka seorang dokter menghampiri ku dan hati ku mungkin agak sedikit tenang setelah dokter keluar tapi perasaan ku mulai tidak tenang
Dok apa istri saya baik2 saja bagaimana keadaan nya dok “tanya ku cemas sembari memegang kedua pundak dokter tersebut”
dokter pun menghembuskan nafas nya sesaat sebelum berkata dan dia menggelengkan kepala nya kecil,
Ku pikir cintya baik2 saja ternyata malah sebaliknya