Hujan sudah begitu deras tapi pintu belum juga di tutup,ibu yang berdiri disitu setia menunggu ayah pulang dari sawah,angin yang semakin kencang membuat ku ikut mencemaskannya, setelah beberapa lama aku pun menghampiri ibu.
"Buk bapak gimana apakah dia baik baik saja kenapa perasaanku kurang enak " Ibu pun menjawab penuh kasih.
"Bapak tak apa apa, bapak pasti sedang berteduh dirumah orang orang Andin gak usah sedih ya,anak ibuk dan bapak gak boleh sedih ya sayang" setelah mendengar perkataan ibuk aku langsung masuk kamar meski masih sedih, di dalam kamar Andin terus menangis,setelah menangis lelah tanpa suara akhir nya tertidur nyenyak entah karena hujan atau capek menangis tadi.
Setelah lama tidur,akhir nya bangun saat aku terbangun,aku mendengar ibu sedang berbincang entah dengan siapa.tak ingin penasaran aku pun keluar menemui ibu ku,saat aku keluar betapa terkejut nya aku ketika melihat seorang laki-laki terbaring menyedih kan dia melihat ke arah ku lalu tersenyum,aku pun menghampiri nya
"Bapa kemana aja andin cemas sekali dan kenapa Bapak bisa seperti ini apa yang terjadi pada bapak" mendengar pertanyaan sang anak ayah pun tersenyum tak ingin membuat nya cemas.
"satu satu atuh nanyak nya bapak kan jadi binggung mau jawab gimana"Sang bapak pun menjawab nya
"Tadi bapak di rumah tetangga berteduh karena hujan terlalu deras,dan bapak berbaring karena capek sekali" mendengar pernyataan sang bapak, Andin mulai mencoba untuk menerimanya meskipun tak yakin karena filing gak enak ke ayah nya.
Andin pun pergi meninggalkan ayah di depan sama ibuk,merenungkan betapa sayangnya orang tuanya pada Andin, jadi Andin harus ngebanggain orang tuanya dengan cara apapun caranya. Kesokan harinya dia tanyak sama gurunya,
"Buk guru gimana sih cara nya biar orang tua kita bahagia dan bangga sama kita" tanya Andin sambil tersenyum
Buk guru menjawab" caranya harus nurut,harus satu langkah lebih maju dari kedudukan mereka yang sakarang dan harus menjadi orang yang mereka inginkan" lalu Andin nanya kurang paham
"Hah satu lan kah lebih maju maksud ibuk apa" tanya Andin binggung.
"Misalnya ibuk Andin seorang Petani paling tidak Andin tak jadi Petani,seperti mereka paling tidak, Andin harus punya cita-cita untuk digapai demi kebahagiaan orang tua”Andin mengangguk paham.
"Makasih ya buk guru"ucap Andin bahagia.
"Iya sama-sama Andin" buk guru pun pergi.
Dirumah Andin sangat giat belajar dan selalu patuh pada orang tuanya.Hahun ini Andin akan masuk SMP saat pertama kali masuk sekolah Andin sudah punya cita-cita dan tekat yang kuat untuk menggapai nya. Saat SD Andin selalu mendapat peringkat pertama.
Cita cita Andin menjadi arsitek agar di dapat membuat rumah dari desain nya sendiri untuk ayah dan ibunya, Andin selalu mencari tau tentang kearsitekture'an melalui media apa saja yang dia dapat kan.
9 tahun berlalu....
Dengan kesungguhan hatinya dia berhasil mendapat lulus biaya siswa gratis di universitas ternama sekarang dia sudah masuk semester 8 tahap terakhir adalah menyusun skripsi dan KKN (kuliah kerja nyata).Di sela kesibukan Andin menyempatkan waktu untuk mendesain rumah impia nya yang dia ingin kan sejak dulu. Andin berangkat ke kampus menggunakan sepeda karena jarak antara kost dan kampus dia hanya 1km.
Hari ini Andin kuliah pagi Andin berangkat jam 8 dari kost mata pelajaran pertama mulai Jam 9,jadi Andin bisa bersantai di taman sementara sambil melanjutkan menggambar untuk uji terakhir nya, di taman kampus pagi pagi memang sangat tenang, damai sangat indah suasana hijau alami, yang menciptakan kesan tersendiri di taman itu.
Tak lama Andin duduk di situ datang lah seorang pemuda tampan berkulit putih,dia sangat tampan sempurna di mata cewek cewek,tapi sayang dia ngak mau dengan cewek itu karna ada seorang yang sangat dia cintai. Nama pemuda itu adalah Andra Andra lah yang membantu Andin mendaftar tes biaya siswa gratis di kampus itu,Andra bertemu Andin saat Andra ke kampung Andin untuk mengunjungi villa, sejak saat itu Andra sering ke villa hanya agar bisa melihat Andin, Andra 4 tahun lebih tua dari Andin dia sekarang sudah semester akhir juga sama kaya Andin tapi Andra S2.
"Hy,,,,,Andin gimana kabarnya, ni aku bawain roti pokok nya harus di makan ya, meskipun kamu udah makan soalnya aku sendiri yang bikin"kata Andra membuat Andin tak tau mau jawab apa.
"Lah knp begitu kan Andin udah makan, tapi Andin tetap terima kok soalnya kak Andra ya buat" ucap Andin penuh senyuman.
"Terserah Andin aja, yang penting beneran di makan ya itu spesial buat Andin" kata Andra.
"Ya udah kak Andra tinggal ya soalnya mata pelajaran jam pertama udah mulai" kata Andra.
"Iya,,,, semangat ya kakak ku tersayang, yang rajin ya"ucap Andin setengah berteriak karena Andra sudah agak jauh.
6 bulan setelah nya.........
Andra dan Andin lulus bersamaan, Andra anak seorang pengusaha sukses, Andra sudah bisa mengurus perusahaan sejak kuliah S1 semester 4 papa nya yang menyuruh dia terjun ke dunia bisnis sebab dia sangat kompeten dalam hal bisnis menurut papanya, sekarang papanya sudah buka cabang baru yang akan di pimpin oleh Andra sendiri,Andra meminta Andin untuk menjadi asisten pribadi nya,sebelum nya Andin ngak mau tapi dia harus mengambil nya untuk mengumpulkan uang untuk rumah yang sudah dia nanti sejak dulu.
Setelah 2 tahun mereka bekerja Andin merasa dia sudah agak cukup untuk memulai pembuat rumah impian nya, karna hanya rumah sederhana yang di inginkan Andin selama ini, dia membicarakan nya pada kedua orang tua nya dan mereka setuju setuju aja asal tidak membebankan Andin, pembangunan itu pun di mulai sejak saat itu.
Andra yang tau akan hal pembangunan itu dia pun mulai membantu Andin dengan cara memberi bonus kerja 3kali lipat dari gaji utama, Andin menolak nya namun Andra berhasil membuat Andin menerima pemberian nya, sejak awal pembangunan rumah itu Andin selalu ceria saat di mana pun dia berada karna impian nya akan tercapai sedikit lagi.
Andra mengajak Andin makan siang bersama karna Andra ingin membicarakan tentang perasaan nya kepada Andin,jadi Andin lah yang di naksir selama ini namun Andra malu untuk mengatakan nya tapi hari ini dia akan membunuhnya rasa malu nya itu sementara waktu demi cinta nya.
"Andin kakak mau ngomong sesuatu sama Andin boleh tidak" kata Andra.
"Biasanya kalau mau bilang langsung bilang aja ngak mintak" kata Andin.
"Tapi ini beda Andin" ucap Andra.
"Ya udah mau ngomong apa cobak" jawab Andin menatap wajah Andra.
"An,,d,,din mau ti,,dak jadiii pa,,car kak Andra"tanya Andra terbata.
"sebenarnya Andin juga suka sama kak Andra sejak awal kita ketemu tapi Andin pendam soalnya takut kak Andra menjauh dari Andin"kata Andin jujur.
"Hemm ya udah sekarang Andin terima kak Andra kan"
"Iya kak juga harus terima Andin dan semua kekurangan Andin ya"ucap Andin,Andra hanya mengangguk.
setelah beberapa lama mereka pacaran akhirnya memutuskan untuk melangsungkan pertunangan nya mereka ngak mau lama lama lagi,rumah yang sudah lama di tunggu akhirnya sudah siap di tempati dia mengajak orang tua nya untuk membuka pintu pertama kali masuk Andin sangat bahagia.
AKHIRNYA RUMAH IMPIAN KU TELAH MENJADI NYA,TERIMA KASIH YA ALLAH. ucap Andin dalam hati.
HY SAHABAT KU MAKASIH TELAH MEMBACA SALAM SEHAT DARI AUTHOR YA SEMOGA SENANG JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN KASIH BINTANG YA