"Kisah ku berawal 20 tahun lalu", Bibir ratna bergetar, dia mencoba menekan kesedihannya. Tangannya mengambil tissue dengan gemetar lalu mengusap sudut matanya. Dia mencoba tersenyum walau terasa sangat sakit, bilah ia mengenang itu semua.
Ku pegang tangan wanita paru baya itu supaya lebih kuat dan melanjutkan ceritanya. setelah menari nafas dalam-dalam ia memulai cerita.
"Aku tidak menyangka lelaki setia ternyata dia b berkhianat padaku", kali ini ratna lebih tegar mengurai bait demi bait kata yang keluar dari mulutnya.
Ratna melempar padangan pada bunga mekar yang terhampar di halaman rumahnya.
"Sore itu seperti biasa aku dan kedua anak kami bercanda di ruang keluarga menanti mas gatot pulang dari kantor", tutur wanita cantik itu kepadaku, aku terkesima menatap wajah wanita di depan ku meski usianya sudah kepala lima tak sedikitpun ada tanda kerutan di wajahnya, tubuhnya langsing seperti masih usia di awal 30an.
Dia tersenyum menatap ku penuh kelembutan seorang ibu.
Fleesback
Tin tong ting tong
Bel berbunyi seperti biasa, itu tandanya Gatot sudah pulang kantor, Ratna beranjak berdiri.
"Bentar ya sayang mama buka pintu dulu", Ratna pamitan sembari tersenyum hangat kepada sepasang anaknya yang sibuk main
"iya ma", ujar kedua bocah itu tersenyum.
Buru-buru ratna pergi ke pintu utama rumahnya, ratna tak mau suami tercintanya menunggu lama.
ceklek
Suara pintu di buka ratna dari dalam, begitu melihat Gatot ratna seperti biasa memasang senyum terbaiknya ratna tak mau menyambut lelaki yang di cintai nya itu dengan wajah cemberut setelah lelah bekerja di kantor. Ratna mencium punggung suaminya lalu menggandengnya masuk.
"papa", teriak kedua bocah itu berlari riang gembira ke arah Gatot dan Ratna, mereka berhamburan ke pelukkan Gatot mereka tertawa bersama. Gatot menggendong bocah lima dan tiga tahun itu, ratna tersenyum dan geleng-kepala.
Semua perlakuan hangat itu cuma sampai di sore ini.
Jarum jam menunjukan jam 7:00 malam seperti biasa Gatot, Rarna dan kedua buah hatinya makan malam. Di atas meja ada susu dan menu makan malam si bungsu yang duduk di dekat Ratna menumpahkan gelas susu ke piama Ratna, Karena merasa lengket Ratna pamit kekamar untuk ganti baju.
Setibah di karam, kring kring Hp Gatot berbunyi. Ratna yang semula ingin ganti baju menjadi perhatiannya teralih karena suara hp. Ratna yang semula berada di depan lemari berjalan ke arah ranjang.
Ratna mengangkat hp tanpa ada rasa curiga sedikit, meski di layar ho tertera nama perempuan, Ratna menganggap itu cuma rekan bisnis atau anak buah gatot. belum sempat ratna mengucap salam.
"mas aku hamil", ucap wanita itu, terdengar suara dari hp seberang sana wanita itu tengah menangis.
boooomsss
laksana bom waktu meledak tepat di dekat tubuh ratna, ratna hancur berkeping keping. ratna terkejut, kaget semua campur aduk ratna hancud sehancurnya. ratna terpaku tak dapat melakukan apa-apa, seluru tubuh wanita cantik itu bergetar ada rasa percaya dan tidak. hp yang di pegang ratna jatuh kelantai.
"halo mas, halo", masih terdengar suara wanita itu memanggil gatot. dengan sisa tenaga dan murka Ratna mengambil hp itu lalu melangkah kemuar.
"ini siapa mas", tanya ratna begitu sampai di meja makan. gatot terkejut, gugup. gestur tubuh gatot salah tingkah.
"aku tanya sekali lagi ini siapa", gatotasih terdiam tak dapat berkata.
prang
hp itu di banting Ratna ke lantai, ratna tak butuh penjelasan dari gatot lagi, buruh-buruh ratna pergi kekamar anaknya dan mengajak mereka pergi. Gatot mengejar Ratna dan terus memintak maaf dalam kepanikan.
Gatot mencoba menahan ratna dengan memegang tanggan tetapi ratna membanting tangan gatot dengan kasar.
"Sayang dengar kan mas dulu biar mas jelaskan", ujar gatot penuh harap agar ratna mendengarkannya. Ratna tidak peduli karena bagi ratna persingkuhan adalah hal buruk yang patal. ratna melangkah terus menggandeng kedua buah hati mereka.
"sayang maaf kan aku", gatot memohon kepada Ratna di depan pintu.
"ayo sayang kita pergi", ratna tidak memperdulikan gatot.
"kita mau kemana ma", tanya si sulung polos
Ratna tak memperdulikan pertanyaan putrinya itu.
ratna melangkah pergi meninggalkan gatot. gato dengan perasaan bersala menatap kepergian ketiga orang yang di cintainya.
"Ratna maafkan mas" , teriak gatot, setelah luluh jatuh ke lantai teras.
"aaaahhhh", gatot berteriak lagi dan mengacak rambutnya frustasi, gatot meninju lantai hingga tangannya berdarah.
Satu tahun kemudian. gatot mengetahui semua bahwa selingkuhannya tidak perna hamil dan menceraikan selingkuhannya. setiap detik gatot meratapi kesalannya.
Pucuk di cinta ulam pun tiba di lantai dua mall gatot melihat Ratna, galih dan gia. mereka tampak sangat bahagia tanpa kehadiran gatot. dari penampilan Ratna, Gatot dapat menilay bahwa Ratna telah menjadi wanita karir yang sukse. dengan balutan baju kerja Ratna terlihat 3 kali lebih cantik dari saat bersamanya.
Dengan keberanian lelaki tampan itu berlari ke arah Ratna.
bruk
gatot menanbrak sala satu pengunjung mall, gatot terhenti.
"maaf", ujar sambil menangkupkan kedua tangan di depan dada, gatot kemudian berlari lagi.
Setibah di dekat Ratna, galih dan gio, gatot langsung memeluk Ratna.
"papa", ujar gali dan gio memeluk gatot.
"mas apa apaan si", Ratna beronta mencoba melepaskan pelukan. tetapi semua usahanya gagal tenaga gatot sangat besar, galih dan gia menangis.
Gatot tak perduli semua pengunjung mall memperhatikan mereka sedari tadi. gatot terus menangis dengan rasa penyesalan.
plak
sebua tamparan mendarat di muka pria tampan itu. begitu gatot melepasksn pelukannya
"mas kamu apa-apaan si, bukan kah ini yang kamu mau", ratna begitu emosi melotot mendogak menatap gatot penuh emosi.
"memang kamu tidak malu, hah", bentak ratna.
"aa aku", gatot tidak bisa mengeluarkan suaranya.
Semua pengunjukng menatap mereka dengan diam, ada juga yang mencibir gatot.
"ayo sayang kita pergi", ratna meraih galih dan gia yang lagi memeluk kaki gatot.
mereka melangkah pergi.
"papa, papa", teriak gatot dan gia tangis piluh galih dan gia menoleh gatot yang terus mengejar mereka.
"ratna maafin mas, mas mohon padamu kembalilah kerumah kita, mas mohon", gatot memohon.
Ratna berhenti lalu berbalik menatap wajah pria yang perna sangat ia cintai itu.
"mas semua kesalanmu sudah aku maafkan, tapi untuk kembali padamu semua itu tidak mungkin", ujar ratna tegas.
"ayo sayang, kita pergi dari sini", mereka pergi tanpa menoleh lagi.
"apa kesalan ku begitu besar", bisik hati gatot.
Ratna yang sejakarang menarik nafas dalam, menatap kosong ke arah ku, aku sangat mengerti perasaan wanita cantik yang ada di hadapan ku.
"lalu", kata getir keluar dari mulut ratna.
"tante kalau tante tak kuat menceritakannya gak usa tante", ujar ku menatap menatap wanita tanggu di depan ku Dia tersenyum.
"tante tidak baik saja", ujarnya kembali tersenyum meyakinkan ku.
"ok kita mulai lagi", Ratna membenarkan duduknya di kursi tamsn rumahnya.
20 tahun berlalu Galih dan Gia tumbuh menjadi anak yang pintar dan berprestasi sudah banyak penghargaan yang mereka raih.
Galih pun menikah dengan gadis cantik demikian dangan gia, tetapi ada rasa kesepian yang ratna rasakan sememjak kedua buah hatinya menikah dan pisah rumah, untuk mengalihkan kesepiannya ratna menyibukan diri dengar pekerjaan yang dia kelola, tetapi rasa itu tidak hilang juga, karena sejak berpisah dengan gatot ratna tidak perna mendekatkan diri pada lelaki manapun.
Pada suatu hari, Ratna yang pulang dari mall melihat di depan ada mobil kecelakaan.
"ma ada mobil kecelakaan pantesan dari sana tadi udah macet", ujar Galih.
Galih tidak mendapat jawaban karena ratna hang duduk di sebelahnya diam. entah apa yang terjadi perasaaan ratna tidak enak.
"ma aku turun ya", galih meminta izin.
Ratna cuma mengangguk. Galih pergi ke arah mobil kecelakaan. galih mencoba memecah keruman orang, begitu galih melihat korban kecelakaan galih kaget.
"papa", teriak galih
Ratna yang ada di mobil berlari ke arah galih karena mendengar teriakan putranya.
"astagfirullah", ratna menutup mulutnya, begitu melihat galih yang memeluk gatot.
"mas tolong angkat", galih ratna mintak tolong pada warga. galih terlihat kalut melihat gatot pindan dan beberapa luka pada tubuh papanya itu. mobil yang di kendarai gatot rinsek.
mereka berlari membopong tubuh gatot. galih memutar balik membawah gatot kerumah sakit.
"Gia kamu sekarang kerumah sakit papa dirawat karena kecelakaan", ggalih memberi tahu gia lewat telepon. terdengar suara tangis gia di hp seberang sana.
Galih mondar mandir di depan udg galih cemas khawatir. ratna yang melihat itu lalu memanggil gali.
"sini nak duduk dulu",
"mama gimana papa ma??", pemuda itu menangis di pelukan ratna.
"kamu tenang ya, moga semua baik-baik aja", ratna menusap punggung galih di dalam pelukannya.
Gia datang dengan suaminya, gia bertanya kemudian galih menceritakan semuan kejadiannya.
"ya allah papa", gia menengkupkan tangannya di muka lalu tertunduk begitu mendengar cerita galih.
"permisi, sekarang pasien sudah bisa di temui", dokter memberi tahu.
"makasih dokter",
mereka bertiga setengah berlali menuju kamar tempat di rawatnya gatot, setelah dokter pergi.
"Ratna, Gali, Gia maafkan papa", igau gatot.
mereka bertiga menangis mendengar itu.
gia dan galih menangis sembari memeluk gatot, sebenarnya mereka berdua sedari dulu ingin menyatukan lagi papa mamanya tapi mereka takut ngomong dengan ratna.
ratna cuma mematung melihat pemandangan itu dan terus mengusap air matanya.
"apa memang salah ku memisahkan mereka, allah saja maha pengampun", bisik hati ratna.
Tak lama mata gatot terbuka.
"sayang", ujar gatot, mengusap kepala galih dan gia.
"papa", ujar galih dan gua mereka bahagia begitu melihat gatot sadar.
Galih dan gia kini sedikit menjauh dari gatot memberi ruang.
"sini peluk papa, paoa gak papa, papa baik-baik aja", gio dan gali kembali berpelukan, dengan perasaan haru.
Ratna dan suami gia cuma dapat melihat pemandangan itu.
"mama kalian mana?", tanya gatot yang belum menyadari keberadaan ratna.
"tu", ujar gali menoleh ke arah ratna, gatot tersenyum memandang wanita yang sampai detik ini masih ia cintai sepenuh hati.
Ratna juga tersenyum.
"Ma sini", panggil gatot.
ada rasa bahagia di hati galih dan gia, karena ratna tidak menolah panggilan mama dari gatot.
Ratna mendekat ke ranjang gatot, galih dan gia bergeser, supaya gatot dan ratna lebih leluas.
"ma maafii papa ya", ujar gatot.
Ratna tertunduk malu, seperti pertama kali mereka bertemu 24 tahun yang lalu.
"cir cie papa mama", galih dan gio kemudia tertawa bahagia.
"apa sih",ratna melotot ke arah galih dan gio, muka ratna merah padam menahan malu.
"iya mama maaf kan", ujar ratna tersenyum bahagia.
Gatot meraih tubuh ratna karna ingin memeluk.
plak, memukul luka gatot.
"au sakit", gatot meringis.
"mama" teriak gia melihat itu
"papa kalian aja yang lebay dan lagi pula itu pelajaran buat laki-laki paruh baya ganjen ini", uhar ratna sedikit cemberut.
"papa sih, maunya nyosor aja, ingat pa udah tuir", ujar galih, mereka semua tertawa.
"ma maafin papa ya",
"iya",
Ratna kini tersenyum menatap ku. kini mereka hidup bahagia.
"oma, opa gelitikin ada", teriak bocah lucu dari jauh. bocah itu berlari ke arah ki dan ratna.
"oma, papa nakal", gerutuk bocah itu, memeluk ratna dengan wajah cemberut.
Aku, ratna, dan gatot tertawa mendengar omongan bocah tampan itu. gatot yang kini duduk di sebelah ratna memeluk dan mengecup kening ratna.
Sekian.