musim panas yg indah, emang indah, liburan kali ini mungkin berbeda, 3 remaja yg mengatur libur nya di musim panas ini.
gubrak "suara pintu terbanting"
DIO: Mia, selamat pagi.
MIAO: dio, apan sih, gak sopan.
SEN: pagi Mia, maaf ya buat ribu ribut pagi pagi.
MIAO: eh Sen, gak papa kok"tersipu".
DIO: apan sih, kalo ngomong sama Sen lembut gitu.
MIAO: iri bilang bos.
DIO: najong iri sama lo berdua.
SEN: udah sih.
MIAO: kalian ngapain pagi pagi gini kerumah ku.
DIO: lo kan baru sembuh dari kecelakaan 5 hari yg lalu kan.
SEN: iya jadi kita punya usul untuk liburan di pantai gimana.
MIAO: eh... boleh, sekalin referensi.
DIO: refresing kalik.
MIAO: hahaha iya iya.
mereka pun bersiap untuk liburan.
"rumah Miao"
MIAO: apa semuanya sudah siap.
SEN: udah kok, sini aku bawain barang mu.
MIAO: ma.. makasih ya "tersipu".
SEN: sama sama.
brak " suara pintu "
DIO: woi cepet, gak usah mesra mesraan, ayo keburu siang.
MIAO: ih kebiasaan dio, kalo masuk dobrak pintu, kayak mau nangkep orang aja.
mereka pun pergi.
" di dalam mobil"
MIAO: wah segar nya angin jalanan.
DIO: seger, kayak gini seger, macet ajang.
SEN: sabar dio 4 jam lagi, dan ini masih jam 09: 12.
MIO: eh masih lama ya, gue tidur dulu ya.
DIO: serah.
sepanjan perjalan sungguh membosankan, aku cuma ngemil sambil baca komik, Sen malah nge gem dan dio, ya dia mah cuma nyetir doang.
DIO: aduh gue capek, berhenti dulu deh,.... eh ada alfamirat, mampir ah.
cit "suara mobil berhenti".
MIAO: eh udah sampek dio.
DIO: belum, kita mampir ke alfamirat, gue mau istirahat.......eh Sen bangun, woi.
SEN: eh kodok terbang, eh apan sih.
DIO: wahahah Sen kaget, kita berhenti dulu deh gue capek.
" di dalam alfamirit"
MIAO: gue mau beli es krim ah, Sen mau rasa apa, eh katanya ini rasa baru, kamu mau coba gak.
SEN: eh, lo bilang apa Mia, sorry gak dengar, gue lagi telfonan, jangan ganggu ya.
DIO: lo liat kan, Sen tuh gak peka sama perasaan lo, jadi lo jangan berharap lebih.
MIAO: apa an sih, tapi lo gak liat apa di tuh perhatian sama gue.
DIO: lo tuh bego ya, kemarin gue liat dia sama cewek.
MIAO: sirik lo ya, lo kan pernah gue tolak.
DIO: terserah lo lah, yang penting gue udah bilang, kalo Sen tuh playboy, tapi dia memang gak pernah ketauan sama kita.
" di dalam mobil "
MIAO: nih gue beli banyak cemilan, mau gak Sen.
SEN: eh, gak usah.. "sibuk cetan"
DIO: sini gue mau.
MIAO: nih" sedih ".
sepanjang perjalanan, sungguh membosankan dan Sen cuma sibuk Ctingan.
MIAO: setelah lagu dong dio, gabut nih.
DIO: ok.
🎶* aku disni selalu menunggu mu, hingga akhirnya aku tersadar, bahwa kau tak mungkin jadi miliku.. dan meski ku hanya bisa mandang mu dari jauh, ku bahgia jika engkau juga bahagia... kau layak bahagia meski ku harus melepasmu.... nannannannna..... *
MIAO: loh kok di matikan sih dio.
DIO: biarin, huh.
1 jam kemudian.
DIO: kita udah sampek, wah capeknya.
MIAO: wah laut nya indah banget so beutiful.
SEN: eh udah sampek toh, yuk ke penginapan.
MIAO: eh, apa tuh.
DIO: lo liat apa Mia.
MIAO: liat deh kayak ada sesuatu yg gerak di air deh.
DIO: mungkin ikan.
" di penginapan"
Pegawai: selamat datang, di motel kami.
MIAO: wah motel nya bagus.
DIO: iya, pegawainya jugak cantik.
MIAO: apan sih dio.
SEN: bak kami mau pesen kamar 3 ya.
DIO: eh kok tiga, 2 aja kan ada kamar yg dobel.
SEN: barang kita tuh banyak.
DIO: yah seterah lo, tapi kamar gue bayarin, gue kan udah nyetir 4 jam.
SEN: ok deh.
Pegawai: silahkan kunci kamar anda.
SEN: eh gue dapat no 09.
MIAO: gue 11.
DIO: gue 15,eh jauh mat sama lo berdua.
"kamar 11"
MIAO: wah capek nya,.... tadi yg gue liat di air kok aneh ya, ih kok tiba tiba merinding ya, auah.
"kamar 08"
SEN: hah mandi dulu lah.. " setelah mandi"..
kring kring" suara HP"
SEN: siapa lagi yg telfon.. "angkat".
pacar: sayang.
SEN: eh pacar, kirain siapa, apa sayang.
Pacar: Sen kamu udah sampek, gimana laut nya.
SEN: udah, laut nya bagus banget.
pacar: oh iya, kamu liburan sama kawan kamu itu kan, si dio sama Mia.
SEN: iya, emang kenapa sih.
Pacar: kamu jangan deket deket sama Mia, dia tuh suka sama kamu tauk, aku liat nya tuh risih, nempel kamu meluluk.
SEN: iya, aku jugak risih sih, tapi di kan sahabat aku, jugak sebenarnya aku deketin dia dulu tuh gara gara mau nyontek, ehalah dia malah ke baperan.
pacar: hahaha, iya iya, aku tutup ya sayang, l love you by.
SEN: l love you to.
"menutup panggilan "
"di luar kamar 08"
MIAO: gak.. gak mungkin, Sen udah punya pacar, dan dia dulu dekat sama aku karena mau manfaatkan aku.
"cekrek"pintu terbuka.
SEN: eh Mia, sejak kapan di depan kamar aku.
MIAO: eh Sen, baru aja, yuk kebawah makan malem.
SEN: oh, ok, dio mana.
MIAO: dia lagi siap siap, kita suruh duluan.
SEN: ya udah, kebetulan aku jugak laper.
yg ada di otak gue cuma tanda tanya, yg tadi gue dengar dari Sen itu beneran, apa boongan, ah aku mikir apa sih, Mia sadar, mungkin Sen ngomong kayak gitu cuma mau menyenangkan pacar nya, tapi Sen udah punya pacar, gimana nih, yg ku tau, Sen terakhir pacaran tuh bisa bertahan 3 tahun, putus gara gara yg perempuan nya selingkuh, Sen itu setia, gimana nih.
"restoran"
SEN: yuk milih tempat duduk.
MIAO: iya.
SEN: mau pesen apa ya.
pegawai resto: selamat malam, mau pesan apa, di sini ada hidangan sifut, vegan dll.
MIAO: saya pesan (🥞🍹).
SEN: saya (🍸🍝).
Pegawai resto: baik, pesanan anda akan di antara 18 menit lagi.
SEN: loh kok Mia diem sih.
MIAO: Sen aku boleh tanya gak, sorry kalo bersifat peribadi... Sen aku.
SEN: iya, kenapa kamu kenapa.
DIO: hey kalian udah pesen ya.
SEN: eh dio.
DIO: gue mau pesen dulu, bak.
Pegawai resto: iya, saya.
DIO: saya pesen (🍛🍺🍠)
SEN: Mia tadi kamu mau ngomong apa.
MIAO: gak jadi, aku mau ke toilet.
"toilet"
MIAO: sadar Mia, lo tuh gak pantes buat Sen.
Pengunjung: harga sesuai kualitas.
MIAO: eh siapa kamu.
pengunjung: cuma perempuan biasa, maaf gak sengaja denger bak nya ngomong, saya saranin kalo PDKT gak bisa langsung tembak aja cowok nya.
MIAO: dia udah punya pacar.
pengunjung: oh ya, bak denger gak bahwa di sini ada mahluk menyeramkan lo, katanya kita bisa meminta sesuatu dari nya, tapi ada harga yg harus di bayar.
MIAO: maksudnya saya pakek cara begitu, untuk mendapatkan dia.
pengunjung: ya terserah bak, saya sudah kasih info, keputusan di tangan anda.
wanita itu pun keluar dari toilet, dan Mia terus memikirkan yg di kata kan oleh wanita asing tersebut.
DIO: kok Mia lama banget ya.
SEN: iya, makan nan nya jadi dingin.
MIAO: hei, maaf lama "menghabiskan kus satu teguk"... ah, aku duluan ya.
DIO: loh kok gak makan.
MIAO: gak laper.
SEN: kenapa sih Mia, kok aneh.
DIO: mungkin lagi men.
apa an sih Mia, sok cuek, apa dia kepikiran soal yg gue omongin di alfamirat tadi ya, gue merasa bersalah, tapi gue bilang yg sebenarnya, huh.
" tepi pantai "
MIAO: apa bisa ya, aku rasa ini gak bener, tapi aku gak mau kehilangan Sen, buku yg ditinggalkan wanita tadi, hantu laut.
tekat ku bulat, aku akan melakukan ini.
"pinggir tepi karang "
MIAO: ka ka ak ak.. ahdjakdhakkjnnxbbbnn(mantra)
tiba tiba ada banyak asap, air di laut terlihat bergemuruh, dan ada sesuatu yg keluar dari air, sesuatu yg besar, mahluk yg cukup besar, berbulu dan bertaring.
MIAO: ah, in.. ini sungguh berhasil.
Monster: ada manusia yang memanngil ku, hahah sungguh nyali yg besar.
MIAO: aku, aku punya permintaan.
Monster: ada harga yg harus kau bayangkan, apa yg kau punya ha.
"di restoran"
DIO: eh Mia kemana ya.
SEN: yuk cari dia, udah malem pulak.
sen dan dio pun mencari Mia di motel, tapi Mia tidak ada mereka pun memutuskan untuk mencari Mia di pantai, tapi tiba tiba, ada seseorang yg menghalangi mereka.
Peria: kalian tidak boleh pergi.
SEN: siapa kamu, kami mau mencari teman kami, minggir.
Pria: jangan kalin tidak boleh keluar, monster laut sedang keluar, ini berbahaya, ada yg memanggilnya.
DIO: itu hanya cerita tahayul.
SENDIRI: jangan dio, aku jugak dengar, ada kasus orang yg meninggal di sini karena ada monster laut.
DIO: memang gue jugak tau, tapi Mia ada di luar, kita harus bawa di pulang sen.
dengan nekat nya dio berlari ke karang, dan dia menemukan Mia di sana.
DIO: Mia, kamu kenapa di sini.
MIAO: loh dio, aku cuma cari udara segar.
dio pun memeluk Mia dengan erat.
DIO: untung lo gak papa Mia, gue takut banget.
MIAO: gue gak papa kok.
liburan pun selesai, semua terlihat baik baik saja, dan sen dan Mia mulai berpacaran, 5 tahun kemudian.
"rumah sakit"
dokter: buk ayo, ayo buk.
MIAO: hah haha... hah.
oek oek.....
SEN: sudah lahir.
Perawat: selamat pak Sen anak anda perempuan.
SEN: hah, anakku, cantiknya,.. di mana istri saya.
Perawat: silakan masuk saja.
SEN: sayang Terima kasih.
MIAO: iya, sama sama, anak kita perempuan, cntik ya sayang.
SEN: iya cantik,lihat matanya mirip kamu, tapi wajahnya mirip aku ya, haha.
MIAO: iya, wajah nya mirip kamu.
SEN:makasih ya MIAO ku, kamu wanita yang aku cinta seumur hidup.
Sen cintamu itu harus ku bayar dengan jiwa ku, tapi aku bahagia, waktu ku hanya tinggal 5 tahun lagi, itu cukup untuk mengurus anak kiat, 10 tahun, waktu yg di berikan oleh monster itu, tak akan ku siakan.
5 tahun kemudian_
MASEN: mama, aku pulang.
MIAO: eh anak mama yg cantik udah pulang, ganti baju terus makan ya.
MASEN: iya mah.
SEN: eh, kok cuma asen sih yang di sambut.
MIAO: haha, kok cemburu si mas.
waktu telah berlalu, sebentar lagi aku harus pergi meninggalkan anak dan suamiku, andai suamiku mencintai ku dengan tulus.
"kamar"
MIAO: sudah malam, anak sama suami lagi nonton TV,..... eh kok ada asap?
Monster: hahah, kau lupa dengan ku Mia.
MIAO: ka... kau, kenapa kau datang di rumah ku.
monster: aku di sini untuk meminta bayaran.
MIAO: tapi aku butuh waktu, bukan sekarang.
Monster: baik lah, temui aku di laut yg dulu.
ahirnya waktu itu tiba, aku harus menghadapi nya.
"pagi hari"
MIAO: mas, kita libur ya.
SEN: kemana.
MIAO: ke laut, yg kita kunjungi 10 tahun lalu.
SEN: eh boleh, sekalian bareng sama Dio ya.
MIAO: eh boleh mas.
liburan pun di muali, SEN, MIAO, DIO.
" laut"
SEN: wah kita sampek, nak kita udah sampe, turun yuk.
MASEN: ah iya pah, wah bagus ya pemandangan nya so beutiful.
MIAO: haha iya.
DIO: hoi, kawan lama ku.
SEN: itu dio.
DIO: wah kita lama gak ketemu ya sudah 6 tahun sejak pernikahan kalian.
SEN: iya ya, udah lama bnget.
MIAO: Hai dio, lama gak ketemu ya.
MESEN: Hai paman~
DIO: wah, anak kamu nih Sen, cantik banget, kayak ayah nya.
SEN: anak siapa dulu dong, lah mana istri lo dio.
DIO: eh Boro Boro istri, pacar aja baru putus.
SEN: kasian banget.
"motel"
SEN: huh capek banget deh, ya gak.
MIAO: iya nih, oh ya aku mau keluar ya.
SEN: ini udah malem yang, mau kemana.
MIAO: aku mau cari udara segar.
Sen pun mengikuti Mia, dan dio pun juga.
malam yg dingin, di tepi karang, ada sesuatu yg keluar dari air.
MIAO: kau sudah keluar, silahkan ambil jiwa ku.
Monster: sungguh iklas sekali, kamu akan meninggalkan anak dan suami mu.
MIAO: janji adalh janji, jika tak bisa menepati makan tidak usah berjanji.
Monster: kata kata yg bagus... bersiap lah.
SEN: jangan Mia.
MIAO: Sen, dio, kalian kenapa kesini.
DIO: ini salah Mia.
MIAO: kamu gak ngerti dio, aku pernah bilang, aku kan melakukan apa pun untuk mendapatkan Sen.
DIO: tapi cara ini salah mia.
SEN: Mia, kenapa kamu kayak gini, aku udah menyukai mu sejak dulu, tanpa mantra pun aku sudah mencintai mu, aku dulu pacaran karena paksaan orang tua ku Mia, aku dulu dekat sama kamu memang karna mau nyontek tapi perasan itu berubah, aku mencintaimu MIAO.
MIAO: aku... aku, aku sudah terlanjur Sen, aku telah berjanji, akan menyerah ka jiwaku.
SEN: ini salah ku Mia, seharusnya aku sudah menyatakan perasaan ku padamu saat kita berlibur di sini, itulah tujuan ku.
MIAO: tapi ini terlambat Sen, jaga Anak kita ya, aku mencintaimu Sen.
Monster: sudah waktunya Mia.
sebuah lubang besar muncul dan Mia akan masuk kedalam sana, tapi tiba tiba Sen mendorong Mia, dan Sen lah yg masuk ke lubang itu.
SEN: Mia biar aku saja, anak kita masih butuh kamu, dio jaga Mia dan anak ku, biara kau yg pergi, selamat tinggal, Mia aku cinta kamu dan anak kita, l LOVE YOU.
SELESAI!!