Joanna Adalah Gadis Cantik Yang Dicintai Oleh Semua Orang, Ia Selain Cantik, Ia Juga Berhasil Memikat Seorang Presider Tampan Yang Kekayaannya Tak Tertandingi
Presider Tampan Itu Begitu Mencintai Joanna, Ia Sangat Mencintainya Lebih Dari Dirinya, Joanna Yang Memiliki Wajah Cantik Justru Berbanding Terbalik, Seharusnya Ia Senang, Akan Tetapi Ia Tak Pernah Menyukai Wajahnya
Joanna Berpikir Kecantikannya Adalah Kutukan Baginya, Presider Tampan Yang Tampak Seperti Malaikat Ini Terlihat Seperti Bajingan Yang Tak Tahu Malu
Joanna Takut Dengan Semua Orang Yang Memandangnya, Ia Pernah Mencoba Untuk Melukai Dirinya Akan Tetapi Itu Tak Berguna, Ia Masih Memiliki Wajah Terkutuk Nya Itu
Joanna"Apa Gunanya Memiliki Wajah Yang Cantik Jika Harus Tersiksa Seperti Ini!Hiks..."
Joanna Gadis Yang Cantik Yang Terlihat Begitu Menyedihkan, Ia Terikat Secara Terpaksa Dengan Presider Yandere Itu, Benar-benar Psikopat Yang Berbahaya
Presider Tampan Tapi Ternyata Ia Adalah Seorang Pria Psikopat Yang Berpura-pura Menjadi Malaikat
Luciver Graham Norton Adalah Presider Tampan Yang Begitu Menginginkan Joanna, Ia Begitu Obsesi Untuk Mendapatkan Joanna, Beruntung Pria Tampan Ini Hanya Obsesi Padanya, Jika Ia Posesif Maka Mungkin Saja Nyawa Joanna Sudah Melayang Sejak Lama
Luciver"Sayangku~ Mengapa Begitu Susah Untuk Ku Dapatkan? Padahal Kau Sudah Di Depan Mataku"
Joanna"Kumohon...Lepaskan Aku Luciver... "
Luciver"Kau Ini Benar-benar Ya, Mengapa Kau Selalu Membuat Ku Semakin Menginginkan Mu"
"Diva Kecilku, Aku Mencintaimu"
Kalimat Yang Selalu Ia Katakan Secara Berulang-ulang Ini Adalah Kata-kata Yang Paling Membuat Telinga Joanna Ingin Meledak Rasanya
Joanna"Diamlah!Hiks...Aku Mohon, Luciver, Aku Mohon Lepaskan Aku!"
"Kau Tidak Mencintaiku! Kau Hanya Menyukai Wajahku!"
Luciver"Tidak Tidak, Aku Tidak Menyukai Wajahmu, Tapi Aku Mencintaimu Bukan Menyukaimu"
Joanna"Apa Kau Sadar! Kau Adalah Bajingan Yang Paling Buruk!"
Luciver"Maka Selamat, Karena Bajingan Buruk Ini Mulai Semakin Mencintaimu"
Luciver Mengurung Joanna Di Sebuah Kamar Yang Tak Ada Jendela, Tak Ada Celah Untuk Kabur Kecuali Dari Pintu Masuk Kamarnya, Benar-benar, Bahkan Udara Pun Kesulitan Untuk Masuk Kedalam
Walau Kamar Cantik, Indah, Mewah, Dan Luas Ini Begitu Mengoda Akan Tetapi Joanna Tetap Tak Menyukai Semua Ini, Gaun Indah Yang Cantik Tampak Bagai Gaun Kematian Untuknya, Sepatu Yang Begitu Cantik Dan Mahal Tampak Seperti Sepatu Yang Mengerikan, Perhiasan Yang Mewah Dan Paling Mahal Juga Langka Menurut Nya Adalah Sebuah Pertanda Kematiannya
Joanna Mulai Menyesali Semuanya, Harusnya Ia Tak Boleh Tergoyah Hanya Karena Sedikit Kebaikan Yang Tampak Tulus Baginya, Karena Itu Semua Adalah Awal Penderitaannya
Semua Orang Yang Mencintai Joanna Kini Mereka Semua Sedang Mandi Dengan Darah Mereka, Luciver Adalah Iblis Yang Sangat Mengerikan
Kedua Orang Tuanya, Sahabatnya, Teman, Dan Semua Orang Yang Sangat Menyayanginya Dan Melindunginya Itu Kini Mati Di Tangan Luciver
Luciver"Para Penganggu Sudah Mati"
Joanna"A-apa, Yang Kau Lakukan!?"
Luciver"Mengirim Mereka Ke Tempat Yang Sangat Indah"
"Sekarang, Kau Hanya Perlu Memikirkan Masa Depan Kita Berdua Saja"
Luciver Tersenyum Lebar Menatap Joanna Yang Sedang Diam Tampak Sekali, Kalau Joanna Mulai Merasakan Sesuatu Yang Tak Beres
Joanna"Kau Membunuh Mereka... "
Joanna Benar-benar Kehilangan, Ia Mundur Dan Seolah-olah Luciver Merasa Bahwa Ada Jarak Diantara Dirinya Dan Joanna, Ia Mulai Berdiri Dari Duduknya Dan Mendekati Joanna
Luciver"Joanna Kenapa Kau Semakin Terasa Jauh"
Joanna"Luciver, Kau Tidak Mencintai Ku"
Luciver"Jika Aku Tidak Mencintaimu, Lalu Perasaan Apa Yang Aku Alami Ini?!Joanna!?"
Joanna Tidak Tahu Harus Berkata Apa Sekarang, Ia Benar-benar Tak Tahu Harus Melakukan Apa Disatu Sisi, Joanna Mencintai Luciver Disisi Lain Joanna Ingin Pergi Dari Sini
Hari-hari Terus Berlalu, Joanna Benar-benar Merasakan Firasat Buruk, Sepertinya Akan Terjadi Sesuatu Pada Dirinya
Pranggg....
Sesuatu Terjatuh, Astaga, Ya Tuhan! Apa Yang Dilakukan Luciver Disana
Joanna"Lu...Luciver?"
Luciver Berbalik Dan Melihat Joanna, Joanna Terkejut, Luciver Memegang Sebuah Pisau Dan...
Joanna"...Kau Membunuhnya... "
Luciver"Tidak"
Luciver Berbicara Sambil Tersenyum, Ia Benar-benar Membunuh Mereka Semua, Joanna Mundur, Berbalik, Dan Segera Lari Dari Penjara Cinta Milik Luciver Ini
Luciver Yang Melihat Joanna Berlari Meninggalkan Dirinya, Mulai Mengejar Joanna, Joanna Menjadi Semakin Takut
Sangat Gelap, Dan Hanya Di Tumbuhi Oleh Banyaknya Pohon-pohon Yang Sangat Tinggi, Sungguh Ia Tak Tahu Jika Mansion Luciver Berada Di Dalam Hutan
Luciver"JOANNA!"
Ia Mendengar Luciver Yang Meneriaki Namanya, Ia Jadi Lebih Takut Dari Sebelumnya, Ini Sangat Menakutkan
Berkali-kali Ia Terjatuh, Ia Tetap Berdiri Dan Terus Berlari Tanpa Memperdulikan Rasa Sakit Di Kakinya Yang Mulai Tergores Dan Berdarah
Joanna Terus Berlari Ia Lebih Memilih Untuk Berlari Dari Pada Berhenti Untuk Mengobati Lukanya, Kakinya Tak Memakai Alas Itu Membuat Kakinya Terluka
Luciver"Keluarlah, Aku Akan Memaafkan Mu"
"Joanna Sayang"
Suara Luciver Semakin Terdengar Dan Bergema Di Hutan Yang Gelap Dan Mengerikan Ini, Ia Terus Berharap, Semoga Ia Bisa Kabur Dari Luciver
Itu Yang Ia Harapkan Namun Bukan Itu Yang Ia Dapatkan
Luciver"Mau Kemana Joanna~"
Luciver Muncul Entah Dari Mana, Ia Muncul Dan Langsung Menangkap Joanna, Joanna Yang Malang...
Joanna Yang Tertangkap Tentu Saja Ia Memberontak Dan Menangis
Joanna"Aku Mohon... Hiks... "
Luciver"Berbahaya Jika Kau Keluar Sendirian Di Tengah Malam, Apalagi Ini Di Tengah Hutan"
Luciver Mengendong Joanna Dan Membawanya Pergi Dari Sini Dan Kembali Ke Mansion, Betapa Frustasi Dan Kecewanya Joanna
Setelah Kejadian Itu, Kini Hanya Ada Luciver Dan Joanna Saja Di Mansion Itu
Joanna"Aku Takut"
Luciver"Tak Apa"
Luciver Memberikan Segelas Air Minum Kepada Joanna, Joanna Hanya Meminumnya Dan Melanjutkan Meminum Obat Yang Diberikan Luciver Untuknya
Luciver Hanya Menatap Joanna Dengan Sebuah Hiasan Senyuman Yang Indah, Joanna...
Joanna"Kau...Memberiku Obat Tidur... "
Joanna Sepertinya Bereaksi, Kepalanya Terasa Berat Dan Entah Kenapa Semuanya Berputar-putar Di Penglihatannya
Hanya Satu Yang Membuat Joanna Tersenyum, Yaitu, Akhirnya Ia Bebas Walau Secara Kematian, Tak Masalah Baginya
Luciver"Aku Mencintai Mu Joanna, Aku Mencintaimu Lebih Dari Yang Kau Pikirkan"
"Karena Aku Tak Bisa Memilikimu, Maka Yang Lain Pun Tak Boleh"
"Aku Memikirkan Cara Ini Lebih Cepat Dari Biasanya"
"Membuatmu Menungguku Di Inferno"
Cara Yang Paling Mudah Dari Cara Yang Lain, Yaitu Mengirim Joanna Ke Tempat Yang Lebih Baik Menurutnya, Ia Sudah Termakan Obsesi Sekarang Obsesinya Berubah Menjadi Sebuah Posesif Yang Mematikan
End~