Tyana terus menari di depan cermin yang terpampang depannya, berputar, berlenggak-lenggok, mengedipkan matanya, tyana pun tersenyum malu melihat pantulan cermin.
Tyana terus mengoreksi make upnya, mulai dari lipstik sampai alis, semuanya di rasa sudah sempurna, tyana berpikir pasti adam akan terpukau dengan tampilannya.
Tyana berlari kecil ke arah lemari kecil dengan gemulai ke arah lemari sepatunya.
sreeeeettt
Suara pintu lemari kaca di buka di geser ke samping, Gadis cantik bertubuh mungil itu memperhatikan semua koleksi sepatunya mulai dari atas sampai bawah, Tyana merasa tidak ada yang cocok dengan stelan gaunnya.
Tyana merasa kesal, lalu mengetuk-ngetukan jari telunjuknya ke kening.
"Ah sudahlah", Tyana memutuskan memilih sepatu berwarna silver senada dengan gelang di tangannya.
Tyana kembali ke depan cermin berputar lagi setelah di rasa semua pas tiana menujuh ranjang. Gadis berhidung mancung bermata coklat itu merai hpnya lalu mencari nomor tunangannya.
tut tut tut
Siara nada panggil berbunyi, entah apa yang terjadi walaupun sudah tunangan hati tyana selalu deg degan saat akan bicara dengan ada.
" Hallo mas, jadi kan kita ke butik hari ini", sapa tyana dan memastikan.
"iya sayang, ini aku lagi otw k rumah kamu", Sahut adam di seberang sana.
"ok aku tunggu ya", ujar tyana manja.
tut
Suara panggilan terputus.
Tyana meraih tasnya lalu pergi keluar kamar dengan riang gembira.
Truuuuunnn
Suara klakson mobil adam.
"iya mas sebentar", ujar Tyana sambil berlari ke arah pintu rumah mewahnya.
"ayo", ajak adam melambaikan tangan ke tyana.
Mobil spot Adam meninggalkan hunian mega Tyana. lima belas menit mereka sudah di butik mewah.
"Tya lu mau gaya apa gaun lu", tanya agnes perancang busana yang terus mengukur badan tyana.
"terserah lu aja nes", jawab Tyana.
"kok terserah gue si, kan lu yang nikah", agnes geleng kepala. tyana berbalik menghadap ke agnes.
"nes lu, teman gue dan lu perancang busana terkenal dan gue sangat yakin lu pasti kasih gue yang terbaik", Tyana meyakinkan Agnes.
"ok", jawab agnes, lalu mereka berpelukan.
Di luar kamar pas, Adam menunggu gilirannya sambil membaca majalah mode untuk menghilangkan rasa jenuh, Adam terus membolak-balik majalah.
Tut tut hp ada berbunyi tanda ada panggilan masuk.
"mas ada kamu di mana", tanya suara seorang perempuan di hp, suaranya bergetar seperti sedang menangis.
Adam beranjak menjauh ke arah luar butik, takut pembicaraannya terdengar tyana.
"Aku lagi di butik", jawab adam memelankan suaranya.
"apa", wanita itu kaget, " tegah kamu mas, sekarang kamu mau nikah, setelah kamu hamili aku", ujar wanita itu dengan suara parau menangis.
"apa kamu hamil", adam kaget hingga tak sadar suaranya begitu kencang, adam langsung menutup mulutnya "sial", bisik suara hati ada.
"apa kamu hamil", kini ada setengah berbisik, sambil celingak-celinguk memperhatikan suasana takut ada yang memperhatikannya.
"iya mas", jawab wanita itu.
"aaahhh kok bisa si", ujar ada frustasi, sembari mengacak rambutnya asal. tubuh kekar adam gemetaran tak tahu harus berbuat apa.
"mas kamu harus tanggung jawab", ujar suara wanita itu tegas. adam diam seribu bahasa tak tahu karena pikiran ada berkecamuk.
tut tut
Sambungan putus.
"Mas, mas ada", suara tyiana memanggil adam dari dalam bukti. mendengar suara tyana adam merapikan lagi penampilannya seolah tidak terjadi apa-apa.
"Lho kok kamu dari luar", tanya tyana heran.
"oh itu tadi ada telponan dari kantor", jawab adam " yuk temanin aku", ajak ada mengalikan perhatian adam takut tyana curiga.
"ayok", ujar tyana sambil mengandeng adam ke kamar pas.
Mereka bertiga sibuk berbincang bincang acara yang akan di gelar. tyana duduk di sofa yang sudah di siapkan agnes, di sampingnya ada hp adam yang memang agnes suru lepaskan dari saku celana adam agar ukuran busana adam pas.
tut tut
hp ada berbunyi ada sama sekali tidak curiga hpnya berbunyi karena nada sambungnya sama dengan nada hp tyiana, lagi pula perhatisn ada teralih karena agnes sibuk mengajaknya bicara.
Agnes mengangkat panggilan itu, tyiana tak sungkan toh calon suaminya. belum sempat tyiana menyapa wanita selingkuhan ada nyerocos bicara
Tyiana yang mendengar itu semua syok, kaget. karena tyana tak kuat mendengarnya tyiana memutuskan panggilan.
Dengan penuh emosi tyana menujuh ke arah ada dan membalikan tubuh adam.
plak
Tyiana menampar ada.
"tega kamu mas", tyiana tak kuasa menahan tangis dan emosinya.
adam yang di tampar tyiana panik kaget begitu juga agnes yang ada di samping mereka.
"ada apa sayang", tanya ada seolah tak tahu. adam mencoba memegang kedua bahu tyiana tapi tyiana tepis dengan kasar.
"kamu kasih nanya mas, hah", bentak tyiana yang telah murka. " kamu itu setan mas, teganya kamu selingkuhin aku sampai wanita itu hamil", ujar tyiana menunjuk muka adam. emosi tyiana tak bisa di bendung lagi " ini, ini siapa mas kalau bukan selingkuhan kamu", tanya tyiana sambil menunjukan layar hp ke adam.
Adam terkejut begitu juga agnes tak menyangka sama sekali.
Hp itu di banting tyiana sampai pecah. tyiana berlari keluar dari butik agnes, agnes dan adam mengejar tyiana takut tyiana berbuat nekat.
"tyiana tunggu, aku bisa jelaskan", panggil adam panik terus mengejar tyiana begitu juga agnes.
"tya berhenti", panggil agnes panik, agnes tahu sahabatnya itu suka berbuat nekat kalau lagi emosi.
Tyiana terus berlari 500 meter di depan ada jembatan di bawahnya di aliri sungai. tyiana teris berlari tak peduli teriakan agnes dan adam sembil mengusap air matanya dengan lengan.
Tepat di tengah jembatan tyiana tak sadar di depannya ada sebuah truk.
Braaak
menabrak tubuh mungil tyiana, tabrakan itu sangat keras tubuh tyiana terpelanting jatuh ke sungai yang berarus deras.
"tyiana", teriak agnes dan ada, saat melihat tubuh tyiana tertabrak dan terpelanting agnes tak kuat melihat itu langsung lunglai terjatuh ke aspal lalu pingsan. adam berlari cepat ke arah tepian jembatan.
byurrrr
adam terjun kesungai
"tyiana", adam berteriak berenang ke sana ke mari. mata ada jelalatan mencoba mencari tyiana. ada menyelam lagi memastikan tak lama kembali ke permukaan.
"tyiana", teriak adam lagi karena panik nafas adam ngos ngosan.
Ada ke ketepian, ada melihat ada sobekan gaun tyiana yang nyangkut di ranting pinggir ari.
adam berlutut mengutuk dirinya sendiri, kalau tidak karena salahnya semua ini tak akan terjadi.
Adam terjun putus asah ke sungai. Adam menghilang.
Sopir yang menabrak tyiana menelpon polisi dan tim sar.
agnes yang pingsan telah di gotong warga yang melihat kejadian itu.
tak berapa lama tim sar dan polisi menyusuri sungai, tyiana dan ada di temukan 20 meter dari tempat kejadian. adam selamat tapi tidak dengan tyiana.
Orang tua tyiana meraung-raung menangis di kamar jenazah saat melihat tyiana terbujur kaku.
Adam yang sudah sadar seperti orang linglung
"tyiana maaf kan aku, huhhu hu h, hahah", ada menangis dan tetawa. sambil memeluk selimut rumah sakit.
"tyiana,, aaaahhh",teriak ada kencang dan memukul kepalanya.
Orang tua ada yang melihat itu menangis, mereka tak si suru dokter mendekati ada karena emosi ada lagi mengkhawatirkan kan , mereka melihat ada dari balik kaca.
Dua suster datang menyuntik adam denan obat penenang.
Sekian.