"hem hem hem", dendang KEMUNING.
Kemuning duduk di atas papan tempat pemandian warga yang di atasnya di tumbuhi pohon yang sangat rindang. ai terus menyisir rambut panjang hitamnya yang dengan jari jemarinya yang kurus di tumbuhi kuku yang panjang nan tajam.
Kaki kemuning sebatas lutut terendam ai sungai ia kayu ke depan kebelakang membuat riak riak kecil di air. Dari kejauhan terdengar derap kaki Kemuning terkejut lalu menatap ke arah derap kaki yang menuju ke sungai. Kemuning tersenyum tetapi senyum kemuning terlihat lebih ke arah seringaian.
Taring keluar dari mulut kemuning, kecual melewati bibir bawah, taring yang panjangnya sekitar sepuluh cm runcing bagian ujungnya dan mata kemuning yang berwarna merah bersinar dengan cekungan dalam itu membulat memperhatikan.
Langkah derap kaki yang di perkirakan lima pemuda itu makin mendekat. Kemuning menceburkan diri kedalam sungai.
Ada riak kecil di arah barat sungai yang lebarny 50 meter itu lalu muncul kepala Kemuning sebatas hidung. Kemuning memperhatikan gerak gerik lima pemuda itu dari balik rimbun belukar yang menjorok ke sungai.
Dari kelima pemuda itu kemuning terpikat pada pesona satu pemuda yang sangat tampan di bandik ke empat pemuda lain. Kelima pemuda itu membawah peralatan mancing, mereka berbincang-bincang sembari membenahi peralatan mancing.
Mereka tak tahu bahwa sedari tadi Kemuning terus memperhatikan mereka.
Matahari tepat berada di tengah-tengah langit yang menunjukan hari siang bolong. keringat bercucuran dari dahi kelima pemuda itu karena tak ada tempat berlindung.
Setelah selesai
"Rudi, aku dengan yanto ke arah hilir", Tonoh menunjukan arah mereka mancing.
"ok", jawab Rudi singkat
"Rusdi kau mau iku kami tidak", ajak Rudi
"enggak ah aku di sini aja", jawab Rusdi yang terlihat malas-malasan.
"Dasar kau tikus gembrot", ledek Imam kemudian imam tertawa ngakak, Rudi cuma tersenyum. Rusdi kesal melihat melihat Imam meledeknya.
Rudi dan imam menujuh ke hulu.
"mam aku di sini aja ya", ujar Rudi setelah menemukan tempat yang pas untuk mancing, tempat ini teduh dan ada batu besar tempat untul duduk.
"ok aku ke hulu ya", jawab imam lalu menujuh kehulu.
Matahari sudah condong ke arah barat tapi satu pun belum ada ikan yang memakan umpan Rudi. Pemuda tampan itu terlihat kesal karena ke empat temannya sudah mendapat ikan karena jarak mereka tidak terlalu jauh jadi setiap mereka menarik pancing terdengar sorak mereka dan Rudi terus di ledek ke empat pemuda itu.
Karena merasa kasiha dengan Rudi, Kemuning yang sedari tadi memperhatikan rudi mencoba menghipnotis ikan-ikan untuk memakan umpan Rudi dan benar saja ada satu ikan menarik joran Rudi.
Rudi tersenyum bahagia melihat jorannya di tarik ikan, cepat-cepat Rudi mengulung senar karena menurut perkiraan Rudi pasti ikan itu besar karena dapat di lihat dari tarikkannya.
Tapi semua sia-sia ikan itu lepas dan mata kain Rudi tersangkut di balok kayu yang ada di dalam air.
Karena merasa sangat kesal Rudi membanting jurannya.
praaak
"ada apa rud", tanya imam.
"kail aku nyangkut", jawab Rudi kesal.
"oh ambil aja rud, tu ada kayu panjang", ujra imam sedikit tersenyum melihat temannya yang marah itu.
Rudi mengambil kayu panjang yang di tunjukan imam, Rudi mendekat ke bibir sungai menghujam kayu yang di pegangnya ke air mencari mata kail yang sangkut karena di rasa kurang panjang Rudi membungkuk kan badannya tangan kirinya berpegang pada anak pohon di dekatnya.
Kayu kecil itu tak kuat menahan bobot tubuh pemuda tampan itu kayu itu pun putus.
braaak
Rudi terjatuh ke dalam air. mendengar suara Rudi jatuh ke dalam air imam menoleh ke arah imam terjatuh.
"Rudi......", teriak imam panik, karena imam tahu rudi tak pandai berenang. Di tenga kekalutan dan panik imam memanggil ke tiga temannya.
"Rusdi, yanto, tonoh, Rudi jatuh ke air", teriak Imam panik, kalut, cemas. imam tidak berani karena imam juga tak pandai berenan.
Secepat kilat ke tiga teman imam menghampiri imam.
"apa yang terjadi", tanya Tonoh pad imam dengan panik.
"Rudi jatuh ke air", jawab imam.
"apa", ujar ketiga teman imam kaget.
Tanpa babibu, yanto, tonoh,rusdi terjun ke air tempat rudi terjatuh.
Sudah hampir 2 jam rusdi,tonoh dan yanto mencari kebedaraan rudi di dalam sungai ke hulu ke ilir dan kedasar sungai tapi rudi tak jua di temukan.
Pencarian mereka berempat pun nihil. Dengan segenap keberanian mereka pulang, untuk memberi tahu warga dan orang tua Rudi.
Rudi ternyata tak lagi di dalam sungai kemuning membawah rudi ke seberang sungai, begitu melihat rudi jatuh kemuning menyelamat kan Rudi.
Rudi terbaring di tanah, sedari tadi kemuning terus menahan rasa haus darahnya melihat darah terus keluar dari tanga rudi. setengah mati kemuning menahannya karena kemuning sadar rudi adalah pemuda yang di cintainya.
"aaaaaagggrrrhhhhh", kemuning mengerang mehanan.
Setelah satu jam kemuning berhasil menahan. kemuning menyalurkan tenaga dalamnya untuk mengobati luka dan membuat rudi sadar.
" ka ka kamu siapa", tanya rudi begitu sadar, rudi begeser sedikit dari kemuning,
"jangan takut aku kemuning yang telah menyelamatkan mu", ujar kemuning tersenyum.
Kemuning kini menjelma menjadi gadis sangat cantik, tetapi sangat pucat.
"terimah kasih", ujar rudi, tapi rudi masih takut, terlihat dari gestur tubuhnya yang tak nyaman dan sedikit terus menjauh, karena rudi merasa taj ada gadis secantik kemuning di daerah ini, dan kemuning juga terlihat aneh walau cantik.
Untuk sejenak Rudi terdiam, terlintas di pikirannya dia terjatuh kedalam sungai. rudi menoleh ke arah kemuning, kemuning tersenyum.
"aku pamit dulu ya", kemuning berpamitan. rudi mengangguk. kemuning melangkah menujuh ke arah ilir sungai, rudi menatap kepergian kemuning.
Hari sudah senja, penduduk dan orang tua rudi terus berteriak dari seberang sungai memanggil rudi.
"rudiiiiiii", teriak warga
yang paling kencang adalah ibu rudi.
" Rudi kamu di mana", teriak ibu rudi putus asa.
Rudi mendengar teriakan warga dan orang tuanya.
"Aku di sini", jawab rudi.
"itu suara rudi dari arah seberang", celetuk sala satu warga.
hampir dua jam warga mencari rudi tapi nihil. ternyata selagi kemuning bersama rudi, kemuning memagari keberadaannya dengan rudi. begitu kemuning pergi perisai itu di musnakan kemuning.
Warga dan orang tua rudi menjenguk rudi, dan membawah rudi pulang. kemuning cuma dapat memperhatikan dari kejauhan.
Satu bulan sudah Rudi kembali. Kini semua sudah tak sama lagi Rudi sering melamun mengingat Kemuning walau pertemuan mereka cukup singkat tapi ada rasa yang membekas di hati Rudi yaitu Rasa cinta.
Rudi seorang diri duduk di teras rumahnya pemuda 25 tahun itu menatap senjah berwarna kuning di langit yang begitu terlihat indah di sore ini. Matahari yang akan tenggelam mengintip malu-malu.
" Rudi...", sapa imam yang kebetulan lewat depan rumah pemuda dengan brewok tipis itu.
"Rudi, ya dia ngelamun", imam seolah lemah lalu terkikik menatap sahabat karibnya itu.
"Woy", teriak imam dekat telinga Rudi.
Pemuda berbadan tegap tak jauh berbeda dgn Rudi itu tertawa ngakak.
"seta alas", umpat Rudi setelah dia terkejut, muka rudi merah padam menatap sahabatnya itu.
" lu juga pake ngelamun, ngelamunin apa si", Rudi bertanya di sela tawanya. " jangan jangan??", sambung rudi merasa curinga, sambil duduk di kursi plastik yang ada di teras rumah rudi.
" jangan jangan apa semprol", tanya rudi balik, yang masih kesal dengan sahabatnya itu.
"gue yakin lu kesambat hantu air yang ada di sungai itu", Imam coba menerka nerkah.
deg
Raut muka rudi berubah yang tadi kesal berubah menjadi pias.
" benarkan apa kata gue", ucap imam melihat perubahan wajah Rudi.
Rudi duduk di dekat imam lalu imam menceritakan tentang hantu ai itu. tapi kalau memang hantu air suka menghisap darah korbanya kenapa tidak terjadi pada Rudi.
" eh Rud jangan-jangan dia suka ama lu,, iiihhh", imam bergidik ngeri menatap Rudi.
"ah ada ada aja lu gak mungkin lh", jawab Rudi sambil mengibaskan tangan.
"udah dulu ya, gue mau pulang", ujar Imam beranjak pulang. Rudi menatap punggung sahabatnya itu.
"apa benar yang di katakan imam??", Rudi bicara dalam hatinya " ah sudah lah", Rudi mencoba menolak kata hatinnya.
Hal sama di rasakan kemuning, kemuning juga menatap senja yang menurutnya senja sore ini begitu indah.
Rudi malam ini tampak gelisa, logikanya terus menolak tetapi tidak dengan hatinya ada rasa itu.
Rudi mencobs berbaring di atas ranjannya merenungkan itu semua. tak berapa lama Rudi tertidur lalu Rudi bermimpi.
Rudi merasa ada di sebuah kerajaan pemuda berambut ikak sedikit gondrong itu terus berjalan menyusuri lorong-lorong istana sembari melihat betapa megahnya istana ini tapi yang aneh tak satu pun ada orang yang di temuinnya.
Rudi mendengar ada sebuah langkah kaki berjalan di ujung lorong istana sebelah kiri, diam diam rudi mendekat dan terus memperhatikan dengan seksama. terlihat dari kejauhan ada seorang gadis cantik gadis itu memakai kebayak dengan bawahan kain songket khas palembang.
Gadis itu sangat cantik bak bidadari turun dari khayangan makin lama makin dekat saat begitu dekat Rudi terkejut ternyata itu kemuning gadis yang menyelamatkan dirinya.
"kak aku tahu kau sembunyi di balik tiang itu", ujar Kemuning.
" kok dia bisa tahu aku di sini", Rudi bicara dalam hati.
Dengan segala rasa rudi keluar dari balik tiang pilar yang tinggi menjulang keatas.
Mereka berdua malu malu sesaat kemudian mereka sudah bisa menguasai rada canggung masing masing.
Kemuning mengajak Rudi ketaman istana, Pemuda bermata beloh bagai elang itu terlihat tanjub taman ini begitu indah di hiasi berbagai bunga yang indah.
Tapi ada yang aneh menurut rudi langit di sini tak sama dengan langit yang biasanya, langitnya berwarna orange.
Kemuning dan Rudi berbincang-bincang berbagai hal mereka tertawa bersama jika ada yang mereka anggap lucu. mereka kini makin dekat tak ada lagi rasa canggung antara mereka. Rudi menyatakan cintanya kepada kemuning.
Kemuning menyandarkan kepalanya di bahu kokok rudi, rudi membelai rambut kemuning, semua terasa indah mereka rasakan.
Kemesraan Rudi dan Kemuning terus berlanjut saling mengagumi satu sama lain di saksikan semua makluk yang ada di taman. mereka bermain air kejar kejaran di taman surga istana yang indah itu. Kemuning di tangkap Rudi dari belakang lalu di angkat oleh Rudi, Rudi berputar laksana film Romantis tawa renya mereka saling sahut.
Semua pemandangan itu seketika berubah saat angin puting beliung menghampiri mereka dari arah barat, mereka terkejut. semua barang benda porak poranda ada yang ikut terbang bersama angin puting beliung.
Kemuning dan rudi masih terpaku di tempak karena mereka syok melihat itu semua berbagai macam pertanyaan berkecamuk di pikiran masing-masing.
Kemuning yang menyadari akan terjadi hal buruk mengajak Rudi berlindung ke dalam istana.
"ayo kak ikuti aku", ujar kemuning panik menarik tangan Rudi.
fokus rudi buyar, Rudi menatap kemuning lalu mengangguk. Rudi dan kemuning sekuat tenaga berlari ke arah istana. Tapi semua sia-sia pergerakan angin puting beliung itu menggulung Rudi. angin puting beliung itu pun hilang setelah menangkap tubuh rudi.
"kaaaakkkkaaaaakkkkk", teriak kemuning, kemuning terjatuh ke tanah melihat itu semua, air mata kemuning mengalir begitu deras ada rasa tak rela melepas kepergian rudi.
Sayup-sayup terdengar suara membaca yasin di atas langit. Semua kesedihan yang di rasa kemuning bertambah peri. Kemuning tidak bisa berbuat apa-apa. Kemuning pun menyadari kesalahnya.
Di kediama Rudi semua orang paning, ibu rudi terbaring lemah untuk hari ini ninggsi sudah pingsan 3 kali bila melihat rudi.
Semua orang membaca yasin yang di pimpin ustads budiman, mereka semua khusus deni keselamatan Rudi.
Ternyata rudi sudah satu minggu tak sadarkan diri hampir semua dukun pandai ilmu gaib sudah di datang kan tapi hasilnya nihil rudi tak sadar juga. ada sedikit pergerakan dari tubuh kaku rudi, yanto yang melihat itu langsung melepaskan buku yasin dan menghampiri rudi, spontan semua berhenti membaca surat yasin
"rud, rudi", panggil yanto sembari menepuk-nepuk pipi rudi.
"eeehhhh", desa rudi yang belum siuman sepenuhnya. di sela kanan tubuh rudi ustads budiman terus berzikir.
Ibu rudi yang yang di beri tahu, perempuan paruh baya itu lansung berlari ke arah Rudi, yanto pun minggir.
"Rudi bangun sayang", panggil ningsi, sembari memanggku kepala rudi.
"ibu tenang", ujar ustads budiman,"sebentar lagi dia siuman, ayo yang lain baca lagi yasinnya", sambung untads budiman.
Mereka semua membaca yasin, Rudi belum benar terlepas dari pengaruh kemuning.
"Kakak", kemuning berteriak, lalu kemuning menaggkupkan kedua tangannya di depan dada.
" bangun kemuning, iklas kan dia", tibah-tibah ustads budiman berdiri di depsn kemuning.
"tidak pak ustads dia kekasih ku", ujar kemuning tegar.
"kemuning sadarlah kalian beda alam, apa kau tidak sadar", ujar pak ustads tegar dengan intonasi penuh penekanan.
"kembalikan dia pada ku pak ustads", kemuning memohon dengan derai air mata lalu berlutut di kaki pak ustads.
"tidak bisa kemuning, kau ikhlas kan saja, bangunlah", ujar pak ustads kini lebih lembut.
kemuning berdiri.
"ayo bsntu saya, jiwa rudi tersesat", ajak pak ustads agar kemuning membatunya.
" baik pak ustadz", jawab kemuning penuh derai air mata. baik pak ustads maupun kemuning mereka komat kamit.
Di rumah rudi, pemuda tampan itu tersadar.
"ibu kok rame banget ada apa?", tanya rudi bingung.
"nanti ibu jelaskan kamu baru bangun sayang", ujar ibu rudi. wanita bertubuh gemuk itu menangis bahagia, terus memeluk rudi.
"kemunig terimah kasih", ujar ustads budiman.
"iya pak ustads", jawab kemuning tertunduk, menahan rasa sedih teramat sangat.
" kemuning ikhlas kan dia, biarkan di hidup bahagia. sebagai mskhluk ciptaan yg msha kuasa aku tahu perasaan mu", nasehat pak ustad.
Ustads budiman kembali lagi keraganya, perlahan ustads budiman membuka mata lalu tersenyum memandang rudi fan ibunya.
"terimah kasih pak ustadz", ayah rudi berterimah kasih.
" sama-sama pak lukman", jawab ustads budiman.
Di sepanjang sungai kemuning tetus menangis, merintih, meratap. suara tangisnya sangat menyayat hati.
Nelayan yang pulang kemalan ketakutan mendengar suara tangis kemuning.
buummmsss.
Suara begitu keras dari sungai seolah ada batu besar yang jatuh ke dalam sungai.
Rudu yang beberapa jam siuman di nasehati ustads budiman di dampingi ke empat sahabarnya dan kedua orang tuannya dan ustads menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya.
Dari saat itu kemuning tidak bisa lagi mendekati rudi wakau melalui mimpi sekalipun karena rudi sudah di lindungi ustads budiman.
"kak maaf kan aku", kemuning menatap rudi di atas motor yang melewati jembatan sungai.
Hati rudi pun sama seperti kemuning,orang tuanya sudah melarang rudi jangan sekali sekali datang kesungai tu lagi.
SEKIAN