Jika kalian sudah membaca cerpen aku yang sebelumnya tentang my bestie MARIA, maka kalian bisa menyambungkan alur dari cerpen ini. (Bizaalah yakk gezzz).
Ok, De setori awal mula Maria nongki di mimpi aku.
Sebelumnya kita Flashback ke kejadian saat aku mendapat panggilan di balkon belakang kelas, beberapa teman yang ikut duduk di sisi kiriku pun mendengar, maka tak termasuk kategori halu atau sok kepedean bagi aku ketika tak mendapati sosok yang menyebut namaku tepat istirahat pertama.
Setelah panggilan itu, mendadak suhu tubuhku berubah drastis, dingin, seolah sekeliling udaranya membeku. Maka, mengeluh adalah jalan mengungkapkan, sehingga teman-teman tadi bergantian menyentuh tangan dinginku. Tapi, dampaknya ternyata besar, karena setelah itu satu persatu mereka pingsan tapi untuk dirasuki makhlul halus alias kesurupan.
Anehnya. aku yang jahil dan menjadi sumber kesurupan itu, tak kesurupan massal di sekolah...
Hingga pulang ke rumah baru tubuhku ambruk, kesurupan.
Merasa jika di rumah mendadak berubah ramai, padahal hanya ada 5 orang saja, sontak aku menilai horor dong.
Selain itu, merasakan sekitar seolah ada yang mengawasi, mengintip, bahkan sesekali tersentuh, jelas membuatku risih.
Sehingga dengan berani,,, "Woyy kalo berani dateng ke mimpi, mau kenalan?? hayok dateng ke mimpi aku." tantangku pada ruang yang hanya aku saja saat itu.
Dan suprisingly nya itu.
"Hai, vivid." sayup suara menginderai telingaku.
Menoleh.
Dari arah belakang, aku menangkap bayang sosok yang aku tebak adalah wanita, dari mana tau? pertama rambutnya panjang, paket banget,
pakek kemeja dengan rok selutut
terakhir, doi pakek selendang.. Ya kali ada cowok gitu.
Next,,, sosok yang roman-romannya manggil tadi hanya menampakkan tubuh belakangnya.
Tapi,, itu yang membuatku menyesal menoleh. Karena, dengan jelas aku bisa melihat tubuh belakang itu berdarah, tapi tidak bolong. Hanya membekaskan cucuran darah segar.
"Kau siapa????" dalam gugup aku masih berani sok-sokan bertanya.
Tapi tak ada jawaban.
"Hei, kau siapa???" lagi. aku mencoba tanya.
Menunggu, malas kali aku bertanya lagi....
Hingga...
"Aku adalah yang ajak bertemu, vivid." jawabnya, halus, halus banget malah suaranya.
"Heh!!! kapan???" Tak ingat.
"Bukankah kau mengajak bertemu di mimpi." lagi, ucapnya.
"Jadi, ini mimpi??" gumamku
"Terus apa??" lanjut tanyaku.
Diam, tapi. ia bergerak, dan di saat itulah aku bisa melihat wajahnya,... Cantik, putih, dan ayu.....
Perempuan itu pelan, menuju depanku.
"Kelas??" beoku ketika sadar ada di dalam ruang kelas.
"Itu, itu, dan itu." perempuan tadi mengangkat jemarinya, menunjuk beberapa titik yang belum aku pahami,.
"Maksudnya??" tanyaku, nanya mulu ya...
Ia menyentuh pundakku, dan beberapa detik kemudian, arti tunjukkannya memperlihatkan....
Beragam wujud sosok menyeramkan, dari yang bergelantung di sisi atas jendela dekat meja guru, di belakang bangku terakhir siswa, serta sudut lainnya.
"Kami, akan merasuki siswa selama 7 hari, setelau itu, kami akan pergi." Ucap sosok yang masih berdiri di hadapanku.
"Hah? 7 hari?" beoku lagi.
"Iya, dan selama 7 hari itu, bersihkan sekolah, terlalu banyak hal kotor yang dilakukan siswa sini." lanjutnya lagi.
Setelah itu, ia menarik perhatianku pada halaman sekolah, ada pria berbaju marun membawa parang berlari dari arah kuburan, mengamuk, membuat semua seisi sekolah berhamburan....
"Namaku Maria, aku akan mulai berada di sisimu, Vivid, maka terima saja kehadiranku." selorohnya dalam keterkejutanku.
"Maria?" ulangku.
"Kau tidak akan aku buat kesurupan di sekolah, walau banyak dari mereka berebut ingin merasukimu, aku akan melindungimu." jelasnya,,, pelan,,, kabut putih muncul.... membiaskan cahaya yang masuk ke dalam mata...
aku bangun...
"Mimpi? Maria??" ucapku saat terbangun.
Keesokan harinya. apa yang diucapkan Maria, menjadi nyata,,, hanya saja pria pembawa parang itu menjelma menjadi tukang yang membawa kayu saja,, lebih dari itu, nyata, 7 hari... siswa sekolah kesurupan, dengan beberapa di antaranya menyebut namaku, meminta aku sentuh agar mereka mau keluar. Tapi tak mau, karena Maria mengingatkan jangan menyentuh siapapun, bisa berakibat aku yang kesurupan. Dan selama itu pula, aku tak kesurupan sesuai janji dalam mimpi sosok yang bernama Maria.... Tanda darinya seolah peringatan untukku., Maria.
Penasaran?? kuy, mari kenalan sama Maria. Si gadis berselendang ayu...