"na?" cowok dengan baju kaos hitam dan topi putihnya itu kemudian duduk di kursi taman yang kayana duduki saat itu.
"tumben malam-malam diluar?" tanya cowok itu. kayana tak merespon cowok itu, ia masih terus memandangi pemandangan langit malam yang di hiasi ribuan bintang dan 1 bulan purnama.
"na, kamu kenapa? kok diam gini? biasanya kalau a–" belum selesai angkasa bicara, kayana sudah memotong omongannya.
"lo ngga bakal ninggalin gue juga kan?" ucap kayana bersamaan dengan air matanya. angkasa yang melihat itu tentu sangat panik dan segera menghapus jejak air mata itu. namun semakin di harus semakin banyak yang keluar.
"na? kamu kenapa? jangan bilang karna rey kamu gini? hm?"
kayana tak merespon angkasa, cewek itu semakin terisak sampai akhirnya angkasa menarik kayana kedalam pelukannya. berharap kayana akan berhenti menangis.
setelah tangis kayana reda, angkasa kemudian melepas pelukannya lalu pergi sebentar untuk membalikan air kayana.setelah kembali membeli air ia memberikan air itu pada kayana lalu menyuruh kayana untuk meminumnya.
"udah enakan? atau masih mau nangis?" tanya angkasa memastikan. cowok itu seperti sudah sangat siap untuk menemani cewek itu sampai cewek itu merasa baik sepenuhnya.
kayana menundukkan kepalanya, dan lagi-lagi kayana menangis. "lo ngga bakal ninggalin gue kan sa? gue takut Lo pergi sama kayak rey"
angkasa hanya mengangguk sambil tersenyum,lalu cowok itu menatap kearah dua bola mata berair milik kayana, "pengennya gitu naa, tapi maaf aku ngga bisa janji bakal bisa sama kamu terus, kamu tau kan alasannya?"
tentu kayana tau sekali apa alasan angkasa mengatakan itu. penyakit gagal ginjal kronis angkasa yang sudah sangat parah. dan kadang kayana sering menangis karna hal itu. cewek itu sangat takut akan kehilangan angkasa.
angkasa kemudian membagusi posisi duduknya, kemudian menatap lurus pada dua orang remaja yang tengah asik sendiri disana. mungkin dua orang itu berpacaran. pikir angkasa.
"kamu tau na? bunda dirumah lagi sakit. harusnya aku ngga datang kesini,tapi karena aku khawatir sama kamu yang ngga ada kabar mulai dari kemaren, jadinya aku cari kamu" cowok itu kemudian tersenyum. dan karena itu, kayana menangis lagi.
angkasa kemudian menghapus jejak air mata kayana, "kenapa nangis lagi? maaf yaa...aku ada salah ya?" bukannya menjawab, tangis kayana semakin buyar dan karena hal itu angkasa langsung memeluk kayana.
"jangan nangis naa, aku ngga suka liat kamu nangis" karena angkasa sangat mencintai kayana.
"aku takut kamu nanti pergi kayak rey, sa. kamu tau? cuman kamu yang aku punya sekarang" ucap kayana di tengah-tengah tangisnya.
"iya naa iyaa" mendengar itu kayana kemudian mendongak,menatap angkasa yang saat itu menatapnya sambil tersenyum, senyum yang sangat manis. namun cowok itu menangis.
"kok angkasa nangis sih? huaaa" cewek itu kemudian nangis lagi,melihat ekspresi nangis kayana, angkasa tertawa kecil lalu mencubit pipi kayana.
"dah dah, kamu ngga capek nangis terus hm? ini udah malem, ayo pulang biar aku yang antar, tapi kamu udah baikan kah? atau masih ada yang mau di keluarin lagi?" angkasa memastikan lagi.
kayana menggeleng, "ngga kok,lagian ngapain aku nangis? kayak orang aneh haha, aku ngga bakal tangisi cowok kayak dia"
"terus kamu tangisi siapa?"
"kamu asaaaa, ishh gimana sih" angkasa tertawa melihat wajah kayana yang memerah. karena hal itu kayana bingung apa yang membuat cowok itu tertawa.
"kalau gitu kita pulang aja ya? sekalian beli martabak kesukaan kamu sama susu coklat biar enakan perasaan kamu ya?"
"jangan asaaa aku ngga bawa uang!" kayana menolak, cewek itu bingung kenapa ada cowok sebaik angkasa?
"udah ngga papa,kita pulang yuk"
setelah itu angkasa mengantar kayana pulang kerumahnya tak lupa juga membelikan susu coklat dan martabak untuk kayana. angkasa membeli lebih martabak untuk di bagikan dengan keluarga kayana.
paginya, saat kayana ingin menelfon angkasa untuk mengembalikan jaket milik angkasa yang dia pakai malam itu, entah kenapa angkasa susah dihubungi. di chat juga sama sekali tidak di balas. sampai akhirnya kayana dapat kabar kalau ibundanya angkasa meninggal hari itu ia langsung pergi kerumah angkasa tanpa berpikir panjang lagi. namun saat sampai disana...
"asa! asa buka pintunya!! asa!"
"kenapa ya dek?" tanya bibi naya, pembantu dirumah angkasa. wanita itu terkejut mendengar suara gedoran pintu yang begitu keras dari depan rumah. dan ternyata pelakunya kayana.
"angkasa mana bi?"
"didalam" setelah mengatakan itu, kayana langsung masuk kedalam dan meneriaki nama angkasa.
"punya sopan santun kan?" kayana terkejut mendengar suara itu yang ternyata angkasa. cewek itu kemudian melangkah mendekat ke arah cowok itu, namun angkasa menjauh dari kayana.
"sa? kok lo ngejauh dari gue?"
"lo kenapa belakangan ini susah dihubungi?"
"kok lo ngga bilang kalau bunda udah ngga ada?"
"emang lo peduli sama gue?" mendengar ucapan angkasa barusan, kayana merasa bahwa itu seperti bukan angkasa yang ia kenal.
"saa? kok lo kayak berubah? padahal baru sehari lo–"
"emang harus ya gue ngasih tau semua yang terjadi di kehidupan gue sama lo?"
"lo tau? gue nyesel pernah suka cewek egois kayak lo. lo itu ngga tau diri sumpah, tau ada yang suka malah di manfaatin doang,pas lagi sedih doang baru dateng, pas lagi seneng-senengnya ngilang haha cewek apaan lo?"
sakit tak berdarah. dada Kayan terasa sesak saat itu juga. ia tak menyangka angkasa yang ia kenal selama ini, yang sangat ia cintai itu mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan seperti itu.
"SA! GUE JUGA SUKA SAMA LO, jangan beranggapan kalau gue ngga suka sama lo saa" tanpa sadar kayana menangis saat itu. "sa, jangan gini, gue tau kok kalau Lo masih dalam fase terpukul-nya karena orangtua satu-satunya yang lo jaga pergi duluan sa"
"sa, biar gue yang temani lo lagi sekarang, gu–"
"gue ngga butuh lo, ngga usah sok-sok-an peduli lo sama, gue tau kalau Lo itu cuman pura-pura"
"mending lo pulang aja, gue eneg liat muka lo"
"asaa..." ucap kayana dengan tangisnya yang semakin menjadi-jadi, namun angkasa tak memedulikan itu, cowok itu masuk ke kamarnya dan mengunci pintu kamarnya.
bibi naya kemudian membawa kayana pulang dan memberitahu kayana jika angkasa seperti itu sengaja karena angkasa akan ke Jakarta untuk berobat agar kayana benci dengan angkasa agar saat angkasa pergi nanti cewek itu tidak kecewa nantinya. karena angkasa sangat mencintai cewek itu. hanya dengan cara itu yang mampu angkasa lakukan agar kayana benci padanya. namun bukannya benci, kayana semakin mencintai cowok itu.
satu tahun kemudian...
"doa'in aja ya dek biar mas angkasa bisa sembuh, " bibi Minah kemudian mem-video call ayah angkasa, dan ada kayana yang sudah tak sabar melihat angkasa yang sangat ia rindukan itu.
"hallo tuan~~ ada mas angkasa? ada yang mau liat kondisi mas angkasa" kata bi Minah. ayah angkasa kemudian terdiam,seperti menutupi sesuatu sampai akhirnya pria itu angkat suara.
"maaf Bu belum ngasih tau, angkasa baru aja meninggal tadi malam, gagal operasi bi" pria itu kemudian menangis. dan kayana juga bibi yang mendengar itu turut menangis, kayana kemudian berlari pulang kerumahnya untuk mengambil ponselnya. Untung saja rumah mereka tidak terlalu jauh, hanya selisih dua rumah. cewek tidak menyangka hal itu akan terjadi.
makasih sudah baca yaa,ini kisah nyata, betul-betul nyata di hidup aku, dan sampai sekarang aku masih kangen banget sama dia:)