Siapa yang tidak senang diajak untuk menjadi pasangan prom night oleh cowok populer di sekolah.Anggara Pramana,bad boy tampan dan juga kaya.Dia adalah anak dari pemilik sekolah SMA ternama di kota.Seperti gadis SMA yang lain,
Haruna juga merasa sangat, sangat bahagia.
Haruna adalah seorang gadis yang pandai.
Haruna bisa masuk ke sekolah elit itu karena mendapatkan beasiswa.Ayahnya hanyalah seorang
penjual bakso keliling dan ibunya hanyalah ibu rumah tangga biasa.
Suatu ketika, saat Haruna sedang duduk di taman sekolah, seorang pria tampan menghampiri Haruna."Hei,Lo
Haruna kan ?"tanyanya.Haruna menoleh dan mengangguk,"ada apa,yah?"Angga dialah yang memanggil Haruna."Lo mau datang ke prom sama gue?"Haruna diam memandang Angga.Haruna berpikir sejenak dan mengangguk."Boleh.Tapi,ada syaratnya."
Angga kurang suka dengan Haruna yang meminta syarat darinya.Dia hanyalah gadis cupu.
Wajahnya bahkan ditumbuhi beberapa jerawat.
Pakaiannya bahkan terlihat lusuh, karena sepertinya sudah tiga tahun tidak pernah diganti dengan yang baru."Gimana, kamu terima?"tanya Haruna kembali."Emang apa syaratnya?"Angga balik bertanya.Haruna menatap mata Angga dengan tersenyum manis,"mudah,kok.Aku minta waktu kamu selama 13 hari, dimulai dari hari ini sampai saat prom."
"Oke,deal!"jawab Angga setelah berpikir sejenak."Oke, hari ini gue anterin Lo pulang !"lanjut Angga lalu beranjak pergi.Haruna menarik nafas panjang menatap kepergian Angga dengan tatapan sendunya.
Sesampainya Angga di kelas, dia teringat senyuman Haruna tadi,"cantik, matanya juga cantik,"lirih Angga dalam hati.Karena kegiatan sekolah sudah tidak ada lagi, Haruna memutuskan untuk menghampiri ayahnya berjualan.Angga yang sudah berjanji pun mengantarkannya.
Ciiitttt, suara motor Angga berhenti.
"Ayah !"panggil Haruna dan mencium tangan ayahnya."Hei,kak ! kok ke sini?"tanya ayahnya.
"Iya,mau bantu ayah.Oh ya,yah ! ini kenalin temen kakak,Angga !"Angga pun mencium tangan ayah Haruna."Aduh....ganteng sekali temennya,kak !"
Angga tersenyum,"bapak bisa aja !""Yah sudah,pak !Angga mau pergi ini !"Haruna berterima kasih pada Angga karena sudah mengantarnya."Kok cepet? nggak mau makan bakso dulu?"tanya bapaknya Haruna.Angga melirik ke arah Haruna yang juga sedang menatapnya."Wah....boleh tuh pak !"Angga pun duduk di kursi yang tersedia.Haruna segera menyiapkan bakso untuk Angga.Setelah mencicipinya,Angga tersenyum,"enak pak baksonya !"Haruna senang mendengarnya.
Sejak kejadian itu,Angga jadi sering mampir ke gerobak bakso bapak Haruna.Baik bersama Haruna ataupun tidak.Sejak hari itu juga,Angga memenuhi persyaratan yang diberikan oleh Haruna agar mau datang bersamanya ke acara prom.Setiap hari, Angga selalu mengajak Haruna pergi jalan-jalan.Entah ke taman atau ke tempat-tempat biasanya anak muda hang out.
Haruna senang sekali bisa merasakan saat-saat itu.Selama ini,yang Haruna lakukan hanyalah belajar untuk mempertahankan beasiswanya.
Haruna tidak ingin membuang-buang waktu cuma untuk sekedar jalan-jalan.Haruna juga akan mengejar beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya.Haruna bertekad akan merubah keadaan keluarganya menjadi lebih baik dan salah satunya dengan ini.Sekolah setinggi-tingginya dan
mendapatkan pekerjaan yang baik.Haruna memberikan syarat itu untuk menikmati hari-hari terakhirnya sebagai siswa SMA.
Sekarang,satu Minggu sudah Haruna dan Angga menikmati hari-hari bersama.Malam ini,
Angga diajak Haruna makan bersama di rumahnya.
Angga pikir daripada makan sendirian di rumah,lebih baik menyetujui ajakan Haruna."Nak Angga,maaf ya !ibu cuma masak masakan kampung seperti ini,"ibu merasa tak enak hati."Nggak apa-apa,bu.Ini juga kelihatannya enak kok !"Angga menyenangkan hati ibunya Haruna.
Mereka pun menikmati makan malam itu dengan sangat hangat.Tidak seperti di rumah Angga,ayah dan ibunya terlalu sibuk sampai kadang mengacuhkan dirinya.Haruna juga memiliki seorang adik laki-laki yang masih SMP kelas dua.
Hari-hari berlalu begitu cepat,tak terasa nanti malam acara prom night akan dilangsungkan.
Sejak Haruna memberikan syarat yang disetujui oleh Angga,Haruna mulai merawat dirinya walau dengan perawatan seadanya.Hari ini ,Haruna akan
dijemput Angga tepat pukul setengah delapan nanti.Angga juga membelikan gaun yang cantik untuk Haruna.Awalnya Haruna menolak,karena Angga terus memaksa akhirnya Haruna menerimanya.Sekarang saatnya Angga menjemput Haruna.Setelah 13 hari bersama dengan Haruna,Angga merasa Haruna adalah gadis yang tulus dalam berteman dan tidak malu dengan keadaan keluarganya."Kenapa harus malu?kami bukan keluarga kriminal!"katanya.
Saat Angga melamun mengingat 13 hari bersama Haruna, seseorang menepuk pundaknya dan menyadarkan Angga.Angga menatap terpesona dengan melihat Haruna yang berubah 180 derajat.Haruna sangat walau dengan polesan make up sederhana itu.Gaun yang diberikannya pun sangat pas membalut tubuhnya yang tinggi dan ramping.Haruna yang ditatap malah tidak percaya diri."Kenapa? nggak cocok,yah?"Angga menggeleng,"cocok,kok.Cantik !"Haruna tersenyum malu."Kita pergi?"Haruna mengangguk,"pamit ayah ibu dulu."Angga masuk untuk berpamitan kepada kedua orang tua Haruna."Pak,Bu !Angga izin mengajak Haruna!"Ayah dan ibu Haruna mengangguk.Angga dan Haruna mencium tangan ayah dan ibu lalu segera pergi dengan mobil Angga.
Sesampainya di tempat acara, banyak mata memandang ke arah Angga dan Haruna.Angga yang tampan bertambah tingkat ketampanannya dengan jas yang membalut tubuh atletisnya.
Banyak wanita yang iri melihat Haruna.Kenapa Haruna yang diajak oleh Angga.Haruna hanyalah gadis biasa saja.Angga menghampiri teman-temannya.
"Wah..... kayaknya ada yang......."teman Angga segera membekap mulut temannya yang akan membongkar rahasia mereka di depan Haruna.Teman-teman Angga tersenyum canggung pada Haruna.Haruna pun membalas senyuman mereka dengan biasa saja.Tak lama setelah acara dimulai, Haruna mengajak Angga pergi ke luar aula.
Haruna mengajak Angga ke taman, tempat pertama kali mereka berbicara.
"Kenapa ke sini?"tanya Angga sembari duduk di kursi tepat di samping Haruna."Kamu inget nggak?di bangku ini kamu pertama kalinya mengajakku berbicara.Saat itu,aku nggak terkejut mendengar kamu mengajakku untuk datang ke prom sama-sama.Aku justru sedih mendengarnya."Haruna seperti mengulang kejadian hari itu."Kenapa?"tanya Angga penasaran.Haruna menatap sendu Angga,"karena aku tahu niat kamu,
kenapa aku yang cuma gadis cupu yang kamu ajak !"Deg.....Angga gugup mendengarnya."Haruna,
kamu...?"Haruna mengangguk,"Hem...aku tahu kalo
hal itu hanyalah taruhan kalian saja.Kebetulan aku mendengar percakapan kalian waktu di roof top.Maaf karena lancang mendengar."Haruna berhenti sebentar untuk mengambil nafas dan melanjutkan lagi,"awalnya aku sedih sekali,aku cuma ingin lulus dengan mempertahankan beasiswaku dan melanjutkan pendidikanku dengan baik tanpa kenangan buruk di manapun aku bersekolah."Angga hanya diam menunduk,"maaf"."Cuma itu yang dapat keluar dari bibirnya.
Haruna mengangguk,"tak apa ! aku juga sudah membalasnya dengan meminta waktu 13 harimu,kan ! terimakasih atas untuk waktu yang sudah kamu kasih,aku bahagia.Akhirnya aku dapat kenangan yang indah saat aku SMA."Haruna tersenyum lembut menatap Angga dengan perasaan bersalahnya."Boleh aku minta satu hal lagi ke kamu?"Angga mengangguk,"mintalah!"
"Aku minta,jangan lakukan taruhan kamu yang terakhir.Izinkan aku hanya membawa kenangan indah ini, jangan tambah dengan kenangan buruk
yang akan segera kamu lakukan."Haruna memohon dengan mata yang berkaca-kaca.Angga dan teman-temannya membuat taruhan,siapa yang bisa
mengajak Haruna cewek cupu di sekolah dan mempermalukannya akan mendapatkan hadiah yang sangat besar.Sebenarnya, bukan hadiah lah yang menjadi tujuannya.Tapi ini mereka lakukan cuma untuk sekedar bersenang-senang.Mereka tidak berfikir kalau apa yang mereka lakukan akan menyakiti orang lain bahkan bisa membuat orang lain depresi dan trauma.
Angga mengangguk mengiyakan permintaan Haruna.Haruna pun berdiri dari tempatnya duduk,"terimakasih sudah membantuku menciptakan kenangan indah saat SMA seperti remaja lainnya.Semoga aku orang terakhir yang kalian jadikan taruhan."Haruna segera berbalik meninggalkan Angga yang masih terdiam ditempatnya.
"Selamat tinggal masa-masa SMA, selamat tinggal Angga."Haruna melihat Angga dan tersenyum,lalu segera pergi meninggalkan tempat acara prom diadakan.