Menjadi kakak untuk dua adik bukanlah hal yg mudah. Apalagi jika kedua adikmu itu masih kecil dan masih kelas dua SD.
Hayakawa Aki, remaja berusia 16 tahun yg harus putus sekolah dan bekerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya dan kedua adiknya.
Ia menjadi tulang punggung keluarga semenjak kedua orang tuanya tiada karena sebuah penyakit.
Ya, dia terpaksa, sangat malahan. Ditambah dengan dirinya yg mudah tersulut emosi membuat dirinya semakin depresi.
"Kak. Denji pengen tas baru" ucap adik pertamanya, Denji.
"Power juga pengen tas baru" ucap adik bungsunya, Power.
"Hah? Kenapa? Tas nya kan masih bagus" tanya Aki.
"Kata temen ku tas nya jelek, suruh beli lagi yg baru" ucap Denji.
"Temenku juga bilang gitu" ucap Power.
'Ekonomi sulit, utang belum dibayar, belum gajian' batin Aki.
"Mending kalian gk usah sekolah aja deh, temen kalian itu bikin tambah masalah tau gk!"
"Kok kakak marah sih? Kita kan cuma mau beli tas baru" ucap Denji.
"Hah... Sabar Aki, ini masih pagi, jangan marah-marah"
"Iya nih, kakak gk asik, ayo Denji kita pergi. Huh! Kakak pelit" ucap Power.
'Kakak gk asik, kakak pelit?'
"Kalian jangan kecil terus dong! Cepet gede kek biar tau beban idup kakak mu ini!"