"ingin rasanya aku berteriak pada dunia, sekarang di atas bangunan ini aku berpikir untuk bunuh diri, tapi aku takut, aku hanya berharap ada seseorang yang datang untuk memeluk ku dan menolongku" pikir seorang wanita yang berdiri di ujung bangunan, sambil merentangkan tangan memejamkan matanya berjalan sedikit demi sedikit.
tapi saat dia hampir saja akan terjatuh ada sosok pria yang menolongnya dan memeluknya dengan di ikuti sebuah tangisan di suara pria itu.
"Lia?" panggil pria itu pada si wanita yang bernama Lia.
"aku mohon jangan sakiti dirimu, aku mohon" pintanya pada Lia yang membalikkan tubuhnya agar menatap sosok pria yang di belakangnya itu.
saat menatap sosok pria itu Lia menangis sejadi-jadinya hingga terisak-isak, sambil memeluk pria itu mereka berdua menangis begitu lama, hingga akhirnya si pria tersebut melepaskan pelukannya dan berbicara.
"papah mohon padamu, jangan pernah melukai dirimu yah, masih ada hari esok yang lebih bahagia, papah mohon Lia, papah ingin kamu bahagia di sana, jangan pernah memikirkan papah lagi, papah sudah bahagia disana, karena doa mu dan juga nenek dan kakek mu, papah bahagia dan tenang disana, jadi jangan pikirkan papah lagi yah, mamah juga bahagia dia sana melihat mu tumbuh menjadi gadis cantik seperti ini" ucap Pria itu lalu memeluk kembali Lia dengan Lia hanya terdiam sambil membalas pelukannya itu.
"papah harus pergi, sudah tidak ada waktu lagi.. bangun dan berbahagialah papah selalu ada di sisi mu, papah senang jika kamu bahagia sayang, papah mu sudah tenang disana, papah dan mamah mencintai mu" katanya sambil mencium kening wanita itu yang masih saja terdiam, perlahan sosok di depannya itu menghilang menjadi sebuah cahaya yang menyatu dengan cahaya matahari.
.
.
.
.
.
.
.
"hah!!" kaget wanita yang baru saja bangun dari tidur nyenyaknya itu, wanita itu terdiam dan perlahan mengeluarkan sebuah air yang bening dan indah dari matanya itu perlahan membasahi kedua pipinya yang berisi itu.
isak tangis terdengar di ruang yang baru saja di sinari oleh cahaya matahari pagi yang indah nan sejuk itu, isak tangis itu terus menerus terdengar semakin keras suaranya. hingga sang pemilik suara tangisan itu berteriak "aaakkk.... hiks hiks... papah Lia bingung harus apa lagi, Lia lelah papah, Lia mau memeluk papah sama mamah, Lia butuh kalian, Lia ingin bertemu dengan kalian, Lia... Lia butuh kalian, Lia sudah capek sama semuanya Lia udah ngga tahan lagi sama kehidupan Lia yang hampa ini papah... mamah..." tangis gadis itu perlahan berhenti saat dia terus mengambil napas panjang dan yang pasti mencoba menenangkan dirinya.
saat suara pintu terbuka, Lia wanita itu langsung mengelap air mata yang ada di pipinya itu, agar tak terlihat bahwa dia menangis.
"nenek?, nenek kenapa kemari?" tanya Lia pada neneknya yang sudah sangat tua itu, indra pendengaran neneknya memang sudah sedikit buruk, jadi saat Lia teriak neneknya tidak terlalu mendengarnya.
melihat Lia sudah bangun neneknya langsung keluar lagi dan menyuruh untuk sarapan, hari ini hari rabu saat subuh tadi Lia kembali tertidur dan bermimpi bertemu dengan ayahnya. setelahnya ia terbangun.
sesudah itu dia sarapan bersama nenek dan kakeknya dan juga bibi Ani yang menyiapkan sarapan pagi saat itu. Lia bekerja tapi di umurnya yang masih menginjak usia 17 tahun itu dia merasa frustrasi dengan kehidupannya, sering sekali dia bolak balik ke dokter psikolog untuk mengecek mentalnya yang kian melemah itu, dan selalu di beri obat, dan dia juga sering mengalami insomnia.
depresi membuat kesehatan tubuhnya kian melemah sedang nenek juga kakeknya masih butuh dia untuk hidup, yah hanya Lia cucu satu satunya yang peduli pada Kakek dan Neneknya tidak seperti dua saudara lainnya yang memilih untuk menghidupi diri mereka masing masing, ada yang sudah bekerja dan berkeluarga dan ada yang masih kuliah.
sedang Lia memilih untuk berhenti dari pendidikan kuliah, dia hanya lulusan SMA dan lanjut bekerja untuk menghidupi dirinya dan juga kakek neneknya yang sudah sangat rentan itu. dia juga perlu membayar bibi ani yang selalu menjaga kakek neneknya itu.
.
.
.
.
setelah selesai makan di ruang tamu.
"Lia" panggilnya pada Lia yang langsung menoleh ke arah neneknya. "ada apa nek?" tanya Lia, lalu dia terdiam saat melihat neneknya yang memberikan sebuah pakaian rajut yang di buat neneknya itu setiap pagi, siang, dan sore.
melihat itu Lia langsung memeluk neneknya dan menyuruhnya untuk duduk sebentar dan mengatakan "nenek... makasih banyak, Lia bakal jaga pakaian ini, euuh Lia pakai sekarang yah (mengenakan pakiannya), lihat nek ini pas banget, Lia bahagia, makasih yah" katanya sambil terus memeluk neneknya dan menciumi kening dan pipi neneknya itu terus menerus.
"Lia harus berangkat sekarang, nenek sama kakek jaga diri yah di rumah kalo ada apa apa bilang ke bi ani" katanya pada neneknya yang hanya menganggukkan kepalanya saja. kemudian berdiri dan mengecup telapak tangan neneknya.
"bi kalo ada apa-apa telfon aja yah" katanya lalu langsung pergi dari sana sambil mengucapkan salam dan melambai pada nenek dan juga bi ani yang ada di sana.
sedang kakek Lia hanya menikmati cuaca pagi hari di ayunan yang Lia suka main disana. tapi sekarang itu milik kakeknya jadi Lia hanya tersenyum pasrah tapi dia juga senang melihat kakeknya tersenyum saat berayunan di sana.
.
.
.
.
di tempat kerja, Lia bekerja dengan keras tidak memikirkan apapun, semua yang ia lakukan seperti biasanya terkadang terbesit pikiran tentang ayah dan ibunya, yang terkadang membuat liat terdiam dan melamun tapi selalu di senggol dengan temannya dan akhirnya ia melupakannya dan kembali bekerja.
.
.
.
.
>seberat apapun masalah mu, sesulit apapun itu, sesuah apapun itu, ingat besok bukanlah hari mu dengan tangisan mu tapi dengan kebahagiaan mu. jika hari ini kamu merasa berat dan sulit, ingin rasanya bunuh diri, itu hanya perasaan yang bersifat sementara, otak mu hanya merespon pikiran negatif dari hari mu, tapi coba pikirkan pikiran positif maka semua itu hanya sebatas perasaan kabur yang tidak ingin kamu lihat, jadi buat kalian yang lagi drop terutama depresi berat coba deh pikirin lagi kalo besok itu hari bahagia kalian, tapi tetep juga harus terus berdoa sama allah untuk kebahagiaan kalian, orang yang kalian sayang, orang terdekat atau selebihnya, pasti jika allah mengizinkan maka semuanya akan baik baik saja.
love yourself 🤗💙
.
.
.
.
.
selesai.