Thor stop dulu nulis versi novel chatnya.
Silahkan baca versi cerpennya.
Thor lupa nama tokohnya jadi maaf ya
***
Naetha Gadis miskin yang ingin hidup kaya agar dapat mengubah roda ekonomi keluarga. Ia terpilih mendapatkan kesempatan jadi Murid Scholla yang merupakan Sekolah Para Bangsawan.
Naetha (P.O.V)
Aku pikir ini mudah duduk manis sebagai murid disekolah ini. ternyata banyak hal yang harus dilakukan. aturan di Asrama ini lumayanlah ketat.
"Astaga capek juga!"
"Bianca istirahatlah."
Aku kasihan teman-temanku disekolah tadi dapat tugas melelahkan,kita harus belajar berjalan bak Tuan Putri dan cara makan ala Bangsawan itu seperti Apa? sulit.
***
Dihari beberapa bulan ke-7
Kami sudah naik kelas pangkat yaitu Bangsawan Kelas Bawah.dikelas pangkat ini kami dilatih menunjukkan wibawa dan karismatik seorang Bangsawan itu.
Bianca,Susan,Boby,Aku takjub melihat para anak Bangsawan kelas atas.
Kami harus bersikap lebih berkelas lagi.
"Ayo teman-teman! Kita adalah Calon Bangsawan seperti mereka,kita harus bisa."
"Ayo!!"
Ditempat lain..
Ada murid disekolah ini yang cukup disegani orang itu sedikit sombong dan angkuh,
"Kau Gadis Miskin,Kemarilah! Kau pergi ke kantin bawa makanan untukku,Aku tak suka mengantri."
"Kau tak punya kaki,Aku sibuk."
"Jangan membantah!"
Dasar menyebalkan.
***
Scholla memang sekolah luar biasa megah dan kokoh warna pink muda adalah warna keberuntungan serta keindahan.aku sangat berharap bisa keluar dari sekolah ini dengan senang.
Status Ekonomi Keluargaku akan membaik dan aku bisa punya Toko baju yang bagus.Aku terlalut dengan khayalanku sambil menari-nari tak jelas.
"Kau sedang gembira,"
Itu orang memaksaku tetap saja,Aku dipaksa mengantri makanan untuknya.Sekarang paksaan apalagi yang dia beri.
"Jangan merusak hatiku sedang gembira!"
"Galak sekali,Kemarin terima kasih sudah mau mengantri makanan untukku."
"Pria Bermuka dua,Kau ada pakaian kotor atau tidak? Aku dapat tugas mencuci baju hari ini."
"Ada ditubuhku ambilah!"
"Kau ini seperti anak kecil,itu masih baru dipakai.lagi pula kotor Darimana?"
Dia mengelengkan kepala dan melepas pakaiannya.
"Ambilah! Aku tak suka pakai baju ini seharian,Orang terpandang seperti aku tidak miskin pakaian."
"Dasar Sombong!"
Entah itu kebiasaannya,atau memang menyebalkan.
***
Bianca dan Susan pergi ke kamar Tyara dan memberi mereka pakaian bagus untuk acara pesta dansa.itu juga bagi ada undangan khusus.
"Kurasa cocok untuk warna kulitmu gelap,Bianca dan Susan ini cocok juga sesuai untuk ukuran tubuhmu."
"Tyara,Kau sangat baik dan ini terlalu berlebihan untuk kami terima."
"Sudah ambil saja."
***
Pesta Dansa sangat dipersiapkan,Ernioth salah satu Pria yang cukup diinginkan sebagai pasangan untuk pesta dansa.
"Robin dan Joan lumayan,Iya mereka memang tampan. Tyara akan jadi rebuttan malam nanti."
Aku tak mungkin ikut pesta dansa itu,Aku ingin pulang bertemu dengan Ayah dan Ibu, Aku lama tak pakai baju rajuttan buatan tangan Ibu.
"Kau yakin tak mau ikut,Memang hanya dihari itu kita bisa keluar dari Asrama."
"Kalian bersenang-senanglah!"
"Kau juga."
"Naetha!"
"Oh Bob! Ada Apa?"
"Tuan Erniot mencarimu,Aku rasa dia tertarik padamu.Tadi beberapa wanita mengajaknya jadi pasangan."
"Anak itu,Aku tak mau."
"Dia bilang kalau kau pasangan untuk pergi ke pesta dansa nanti."
"Seenaknya saja menyuruhmu,Dasar pemaksa!"
***
Mau tak mau aku datang juga menemuinya,dia sedang berkuda dari kejauhan aku bisa melihat orang itu mahir berkuda.
"Anak itu sangat hobi berkuda,"
"Oh Tuan Joan!"
Joan berteriak nama orang itu,Dia menghentikan kudanya.
"Mau berkuda,Arena! Ayo kita berkuda berdua!"
"Kau ini,Pakai kudaku saja."
"Sip Sayang!"
"Kau naik kuda bisa tidak? Ayo naik kudaku,kau pasti tak punya kuda bukan,orang miskin."
"Kau mencariku ada Apa?"
"Naik cepat!"
Aku pernah diajari Tyara cara naik kuda meski sering terjatuh.
Dia memaksaku tetap saja aku kalah dari orang sombong ini.
***
Aku akui gugup juga naik kuda dengannya. cukup menegangkan kudanya sangat cepat,Joan dan Arena juga mulai menyusul.
Aku berusaha memegang talinya tidak terlalu kuat agar ia tak kesakitan.
"Pegang talinya yang kencang!"
"Nanti dia kesakitan,kasihan!"
"Kudaku terlatih,sudah percaya saja.Mereka tak boleh menang."
"Mengalah saja!"
"Tidak!"
Dia memelukku dari belakang walau aku tak bisa menahan rasa terkejutku,dia mempercepat kudanya berlari.
Beberapa lima putaran terakhir lewat,Anak ini berhasil menang.Dasar payah!
***
Malam hari itu tiba..
Semua orang berkostum teater sesuai tema akan ada pertunjukkan disana.Aku hanya ingin pulang tapi aku dapat surat,Paman Ben sakit ya,sudah.
"Katanya,Mau pulang. malah disini,menunggu pukul malam."
"Cerewet!"
"Berdansalah denganku bukan disini ada aula lain lebih menyenangkan tidak banyak orang."
"Dansa kematian."
"Ya,Dansa Kematian bersamamu."
***
Kecewa,Kurang bahagia,Iya.
Aku merasa Scholla memberiku pengalaman yang banyak,setidaknya kami jadi akrab.
"Cepat sebelum Pukul 12.00 malam"
"Aku bukan Cinderella!"
Begitulah kekanakkan sekali dia,Sombong, Tukang paksa.
Dia orang yang cukup mau berteman baik tanpa memandang status apapun.
"Kau bisa pakai gaun,Baju compang-camping penuh jahitan jelek,Lepas sana!"
"Asal bicara saja."
"Lihat Aku pilihkan baju bagus untukmu."
"Kenapa kau menggangguku?"
Jawabannya menyebalkan
"Kasihan gadis miskin tak punya teman orang kaya."
"Kau mau berteman denganku."
"Ganti dulu bajumu sana."
"Jangan mengintip!"
"Ada ruang ganti disana,cepat awas lama!"
"Lama!"
Aku dan dia apalagi alasan untuk pertemanan kami,senang hm..sedikit sih haha!
***
Kami berdansa mengikuti arah musik yang tenang.
"Kau tidak terlihat cantik malam ini."
"Biar saja."
"Jadi,Kau mau kita berteman."
"Boleh!"
"Boleh asal kau menikah denganku."
"Haha!"
Malam itu Aku jujur ...
Itu moment yang cukup bagus untuk disimpan.
***
Tamat
P.S: Thor harap kalian suka