03. Niatnya Mancing Malah Tersesat
Sebuah pengalaman lain yang terjadi saat saya dan teman-teman memancing. L yang saya rasa lebih seru, mistis dan ganjil. Malam itu tepat Jumat Legi atau Jumat Manis... menjelang Maghrib pula. Tolong perhatikan cover itu baik-baik. Pada bagian tengah kolam terdapat tembok persegi panjang, bukan ? Nah, di belakang tembok persegi panjang itu, jalan menuju ke kolam Gayam, tempat Larung senjata dan dimana K serta Made melihat sebuah kereta kencana misterius. Juga K yang mengalami lemparan Misterius entah darimana asalnya.
Di lokasi tersebut memang tak jarang banyak orang mendapatkan ikan besar yang ukurannya, boleh dibilang raksasa. Diantara teman-teman, mungkin L yang sering mendapatkan ikan, mulai dari ikan gabus, nila, tombro hingga patin tak jarang pula mendapat ikan sidat atau ikan uceng.
Ia sengaja datang pagi-pagi sekali, sekitar pukul tujuh keatas dan pulang saat Azhar. Menurutnya Joran yang ia pakai untuk memancing seringkali terlepas dari pegangan atau senar putus.
Kali ini ia memutuskan untuk memancing di arah depan tembok persegi panjang itu, kami menyebutnya sebagai gerbang/portal. Anda lihat ( pada cover ) di depan tembok tersebut terdapat pohon di tengah kolam. Itulah yang kami sebut gerbang. Sudah sejak pagi tadi L, memasang umpan di kolam gerbang. Saat itu, matahari sudah berada di ufuk barat, entah mengapa ia hari itu memutuskan untuk pulang diatas jam tiga sore.
"Sudah beberapa hari ini, senarku putus dan joranku dibawa keliling di kolam gerbang ini. Hari ini aku harus mencari tahu ikan apa yang mampu memutuskan senar dan membawa joranku berkeliling dan terhenti di ujung sana," jelasnya padaku.
Baru saja ia menutup mulutnya, lagi umpan yang ia pasang bergerak-gerak dan ia segera menarik Jorannya. L merasakan begitu kuatnya tarikan dari dalam kolam, ia mencoba untuk mengulur senarnya, terus dan terus. Senar pelampung bergerak memutari tanaman yang tumbuh di tengah kolam itu, "Aku takkan membiarkan senarku putus lagi, kali ini ikan itu harus kena," sambil berkata demikian ia menanggalkan pakaiannya dan nekad masuk ke dalam air.
Kolam Gerbang itu ternyata memang dalam sekalipun dasarnya kelihatan. L memutari pohon itu sambil menggulung senarnya dan semakin lama tubuhnya semakin masuk ke dalam.
Kami yang waktu itu berlima cemas karena sudah lebih dari 10 menit L tidak muncul-muncul.
"Sebaiknya, kita laporkan pada penjaga kolam," usulku.
"Jangan," sahut si K, "Kita tunggu beberapa saat lagi," sambungnya.
Aku mengangguk, menit kesebelas, dua belas, tiga belas, empat belas, lima belas L tidak muncul di permukaan. Hingga 30 menit berlalu, L masih saja tidak kelihatan batang hidungnya. Aku segera berjalan menuju ke atas untuk menemui penjaga kolam.
"Bang, apakah Anda melihat L naik kemari ?" tanyaku.
"Tidak. Bukannya, ia bersama kalian ?"
"Iya. Tapi, sekarang ia sudah tidak bersama-sama kami lagi," aku segera menjelaskan perihal kejadian tadi.
"Celaka, kejadian yang dulu terulang lagi," kata si penjaga kolam.
"Apa maksud Anda ?"
"Beberapa tahun yang lalu, ada seorang yang memancing di Kolam Gerbang... kejadiannya sama seperti yang dialami oleh L... beberapa temannya menyangka sudah kembali ke rumah, tapi, ternyata belum. Ia menghilang selama 3 hari 3 malam, pada malam keempat tepat pada jam dia menghilang mendadak muncul di kolam sebelah Timur, di barongan dimana ada patung reog. Kau, tahu bukan ? Dia tampak linglung, pandangannya kosong. 3 hari kemudian dia baru sadar, katanya dibawa oleh seorang wanita cantik berkeliling di desa tempat tinggalnya, di wilayah P yang termasuk daerah pantai Selatan," jelasnya.
"Astaga... yang benar saja, bung..." ujarku tak percaya.
"Itu orangnya," kata si penjaga kolam sambil menunjuk ke arah pemuda yang duduk santai di salah satu kolam, kolam kangkung, begitu aku menyebutnya, karena kolam itu penuh dengan tanaman kangkung.
Aku terdiam. Mana mungkin ada kejadian semacam ini ? Karena, penasaran akhirnya aku menghampiri orang yang ternyata bernama S dan apa yang diceritakan oleh penjaga kolam memang benar adanya. Aku terduduk lemas, pikiranku melayang pada isteri dan anaknya... bagaimana caraku untuk menjelaskan itu pada keluarganya.
Seminggu kemudian, L muncul... pakaiannya kusut dan compang-camping. Pandangannya kosong dan ia tampak linglung. Dalam keadaan seperti itu, kami tidak bisa meminta penjelasan kepadanya. 3 hari setelah kejadian itu, kondisi L boleh dibilang normal sekalipun belum pulih 100 %.
Satu Minggu kemudian, ia baru bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Dia mengatakan, waktu itu umpannya memang disambar oleh seekor ikan yang cukup besar, mirip ikan tombro / ikan mas / ikan cengkaring, berwarna kuning keemasan, ikan itu ternyata ada peliharaan penunggu kolam gerbang.
Saat ia masuk ke dalam kolam tersebut, ia penasaran dengan lubang yang menyerupai labirin berliku-liku dan anehnya, ia bisa bernafas di dalam air makanya ia memberanikan diri untuk menyusuri lubang itu dan saat muncul kembali ke permukaan ia sudah berada di tempat... serupa dengan kolam gerbang tapi para pemancingnya adalah sosok-sosok berkulit putih pucat dan pandangan mata mereka kosong.
L bertemu dengan seorang wanita cantik jelita, mengenakan kemben berwarna hijau muda. Tinggi semampai, berambut hitam panjang dan halus diatas kepalanya terdapat mahkota kuning emas, bukan cuma mahkota di kepala tetapi aksesoris pakaiannya juga kuning keemasan hanya ikat pinggang kainnya saja yang berwarna kuning gading. Tubuhnya menebarkan aroma harum yang aneh, kulitnya yang kuning Langsat, membuat L tidak henti-hentinya berdecap kagum... seumur hidupnya, baru pertama kali ini bertemu dengan wanita secantik dia. Perpindahan tempat kolam gerbang dunia nyata ke dunia gaiblah yang membuatnya linglung selama 2 Minggu. Itu adalah perjalanan mistis yang tak semua orang mengalaminya. Menghilang sekian lama, lalu muncul kembali dalam keadaan linglung.
NIATNYA MEMANCING MALAH TERSESAT DI ALAM LAIN
_____ &&& _____
04 Desember 2022