Bunyi lonceng gereja yang terdengar sayup-sayup membuat ku ingat hari natal akan tiba. Aku biasanya menunggu hari istimewa itu dengan menghiasi pohon natal bersama keluarga ku tapi di natal tahun ini ada seseorang yang menemani ku.
"Santiago, hadiah apakah yang akan kamu berikan untuk ku di hari natal tahun ini? " Tanya ku memandang salju yang aku injak di kota yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. .
Aku pikir aku ingin membuat boneka salju di bawah pohon cemada di depan rumah Akong ku, namun Santiago mendatangi aku dengan senyuman khasnya.
"Nana Chan, aku sudah mempersiapkan hadiah terindah untuk natal bersama mu, kau tunggu sajalah dengan sabar karena yang pasti aku mempunyai surprise untuk mu. " Jawab Santiago tersenyum manis di hadapan ku.
"Ah, misterius sekali kamu.. Ah, baiklah aku akan sabar untuk menunggu kado natal darimu. Mari, kau temani aku membuat boneka salju di sini. " Ajak ku menarik Santiago duduk di atas batang pohon yang berselimut salju.
"Nana Chan, apakah kamu masih ingat hari pertama kali kita berjumpa? " Tanya Santiago menoleh ke arah ku seraya meraih rambut ku dengan sentuhan hangatnya..
"Masih." Jawab Ku melemparkan salju ke arahnya.
"Hei, Nana Chan kau nakal sekali... " Kata Santiago membalas ku dengan menyiram salju kepada ku.
Kami bermain lempar bola salju dengan seru sekali sampai kami lupa waktu bahkan hari sudah menjelang sore hari dan kami melihat adanya kereta Sinterklas dalam bayangan kami.
"Lihat, Tuan Sinterklas membawa banyak kado untuk kita... " Seru kami.
Kami berlarian ke arah Sinterklas yang membagikan hadiah natal kepada kami dan sejumlah anak-anak lain di sekitar kami.. Pokoknya hari natal merupakan hari paling membahagiakan bagi kami dan semua teman... Selamat hari natal 🎄🎅🎁🎉.
"