Luna adalah siswi yang paras wajahnya cantik, dia selalu mendapat pujian dari siapapun yng melihatnya.
Luna bercita-cita untuk menjadi model, jadi dia banyak memposting banyak foto-foto selfienya di media sosial. Hingga suatu hari ada seorang follower bernama Raldi menghubungi Luna. Raldi berkata bahwa dia dari agensi model dan ingin mengajak Luna mengikut perekrutan model, sehingga meminta Luna untuk mengirimkan foto-fotonya tetapi foto tersebut harus bugil.
Awalnya Luna menolak, tapi karena Raldi mengancam akan mencari model lain, maka Luna tidak punya pilihan lain selain mengirimkan foto bugilnya. Tapi ternyata Raldi adalah seorang penipu. Raldi menjual foto Luna kepada orang lain yang bernama Fakri tanpa sepengetahuan Luna.
Fakri kemudian menghubungi Luna guna memeras uang Luna. Apabila Luna tidak mengirim uang maka Fakri akan menyebar foto tersebut. Luna kehilangan banyak uang untuk Fakri, ia bahkan meminjam uang temannya agar sosok pengancamnya itu bungkam.
Setelah beberapa waktu, Luna tidak lagi membalas pesan Fakri karena uang Luna benar-benar telah diperas habis, Fakri juga tidak menghubungi Luna karena Luna telah menonaktifkan seluruh akun media sosialnya termasuk mengganti nomer kontak. Namun ada salah satu teman Luna yang menemukan foto bugilnya di situs porno. Foto tersebut kemudian menyebar hingga ke telinga kepala sekolah. Sehingga Luna dikeluarkan dari sekolah.
Kemudian mental Luna jatuh, dia menjadi lesu dalam segala-galanya. Luna terlihat seperti mayat hidup, ibunya Luna tidak tega melihat anaknya seperti itu, sehingga akhirnya ibu Luna memanggil psikolog untuk membantu memngembalikan keceriaan anaknya.
"Hai Luna, kamu oke?" Pertanyaan yang pertama ditanyakan oleh psikolog kepada Luna
Luna menggeleng, ia enggan menjawab pertanyaan itu. Jangankan menjawab, mendengar saja tak mau.
"Luna, dengarkan saya nak. Saya tahu kamu pasti sedang berada dititik terendah dalam hidupmu. Pasti rasanya sangat sesak, ingin sekali diri pergi meninggalkan beban ini selama-lamanya." Kata sang psikolog guna menarik perhatian Luna
"Luna, saya tidak akan memintamu untuk berhenti bersedih, saya tidak akan melarangmu untuk menangis, untuk teriak, untuk marah. Tidak nak tidak, luapkan semua yang ada dipikiranmu, keluarkan semua. Jangan tahan sesuatu yang tak seharusnya ditahan, tidak ada yang salah dengan itu nak, menangislah, berteriaklah, marahlah, keluarkan semuanya nak!" Nada sang psikolog meninggi
Setetes air mata turun dari mata Luna "ah, AHHHHHgggghh KENAPA INI TERJADI, kenapa kenapa, kenapa tuhan. Begitu kejamnya takdir yang kau beri kepadaku, apa aku begitu tak berharga dihadapanmu tuhan, hingga engkau memberiku ujian seperti ini, aahh tidak tidak. Ini semua salahku, aku,aku harusnya-" Luna tak kuasa menahan tangisnya, ia menangis aekencang-kencangnya, tak peduli walau dihadapannya ada orang lain. Ia telah benar-benar kecewa dengan hidupnya.
Sang psikolog memeluk tubuh Luna sembari berkata
" Tidak apa-apa, tidak apa-apa nak, luapkan semuanya, keluarkan saja, menangislah"
"Aku tidak sanggup lagi menghadapi ini semua, aku tidak mau hidup seperti ini, aku ingin mati saja!" Sahut Luna
"Hei, jika kamu berpikir untuk menyerah hari ini bukankah sangat disayangkan nak? Mungkin ada sesuatu yang indah di esok hari, tidakkah kamu ingin melihatnya. Walau telah tenggelam dalam malam, matahari masih menerbitkan dirinya diesok. Hari, tidakkah kamu mau menjadi seperti matahari?"
Oh perumpamaannya, Luna tahu itu. Luna pun menjawab pertanyaan psikolognya
"Aku mau aku mau , tapi aku-"
"Nak jika matahari bisa, kamu juga pasti bisa sayang. Saya tahu kamu anak yang pantang menyerah, manik matamu menunjukkannya." Penggal sang psikolog
"Nak, kamu masih ingin menjadi model kan?saya punya kenalan dari agensi permodelan, saya bisa memperkenalkanmu padanya. Tenang saja nak aku akan menemanimu untuk itu. Tunjukkan pada dunia, pada mereka yang menghardik mu , pada mereka yang merusak mu, bahwa kamu bisa bangkit"
Ah, kesempatan ini bagai seuntas tali yang dilempar seseorang untuk menarik Luna dari lubang keterpurukannya. Luna tidak trauma dengan permodelan, Luna sakit karena sosok yang merusaknya.
"Ya, aku mau, aku kan tunjukan pada merka yng merusakku bahwa aku bisa bangkit!, Terima kasih banyak"
*********************★*********************
Teman-teman, kita sebagai pengguna dunia maya harus lebih bijak dalam menggunakannya, jangan sampai kejadian yang dialami Luna terjadi pada diri kita.
Kita harus bisa menolak permintaan-permintaan dewasa dan memperdalam pengetahuan kita.
Karena mau bagaimanapun, tidak ada agensi gila yang meminta foto bugil calonnya sebagai bahan seleksi model!
Teruntuk teman-teman juga, kita jangan sampai menjadi seperti Raldi dan Fakri. Kita harus punya peri kemanusiaan dan beradab.
Hewan tak beradab wajar saja karena tak punya otak, tapi kita manusia, kita punya akal sehat untuk berpikir. Jangan menjadi lebih rendah dari pada hewan!