Malam Halloween adalah malam yang paling ditunggu oleh semua kalangan, khususnya untuk para anak-anak dan remaja. Semua orang akan berdandan menyerupai hantu atau makhluk lain untuk mrmbuat diri mereka menjadi lebih menyeramkan.
Suatu malam yang dingin pada tanggal 31 Oktober, terlihat beberapa remaja sedang berkumpul secara kelompok untuk membuat kenakalan seperti biasanya. John adalah anak yang nakal dan dirinya memiliki banyak sekali teman yang memikiki sifat yang sama seperti dirinya.
Malam ini mereka ingin membuat sebuah rencana untuk menakuti para anak kecil dan mengambil permen atau coklat milik mereka. John adalah orang yang merencanakan hal ini dan dirinya sangat tertarik dengan sesuatu yang menurutnya keren.
John beserta lima temanya telah menjalankan rencana mereka dan mendapatkan banyak sekali permen serta coklat untuk diri mereka sendiri, namun John merasa itu tidak cukup dan ingin mempunyai lebih banyak permen serta coklat untuk dirinya simpan dalam waktu lama.
John dan kawannya pergi berkeliling ke setiap rumah untuk mendapatkan lebih banyak permen dan coklat, namun temanya yang bernama Henry merasa mereka terlalu serakah dan ingin menyudahi saja untuk malam ini.
"Hey, John. Bukankah kita harus menyudahinya sekarang? Aku merasa kita sudah mebdapatkan banyak sekali permen dan coklat untuk kita simpan sampai tiga hari kedepan." Ucap Henry
John mengerutkan alisnya.
"Apa yang kamu katakan? Ini masih terlalu terlalu awal untuk menyudahinya sekarang, setidaknya kita harus mempunyai simpanan untuk dua minggu."
"Aku setuju dengan John. Kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin, karena kesempatan ini tidak akan datang beberapa kali dalam setahun." Ucap seorang anak yang bernama William
Henry terdiam ketika semua temanya menolak untuk mendengarkan perkataanya dan mereka lebih memilih untuk tetap mengikuti John kemanapun dirinya berada. Henry ingin sekali pergi, akan tetapi dirinya takut jika John dan teman-temanya yang lain akan membuangnya dari pertemanan mereka.
Pada akhirnya Henry tetap mengikuti John yang bersikeras untuk mencari permen dan coklat ke setiap rumah yang ada di komplek, bahkan mereka juga pergi ke komplek lain untuk mendapatkan permen yang lebih banyak.
John mengisyaratkan untuk menaruh bawaan mereka disebuah rumah kosong yang sudah tidak terpakai, tujuan John kali ini adalah dirinya ingin menyimpan seluruh pendapatan mereka agar mereka bisa membawa permen dan coklat lebih banyak lagi.
Hari sudah semakin malam dan mereka masih berpergian ke sana kemari untuk mencari permen serta coklat lebih banyak lagi. Henry sudah muak sekali dengan semua ini, karena dirinya sudah sangat lelah dan juga sudah mulai bosan untuk berpergian ke sana kemari untuk mencari permen, namun dia masih enggan untuk meninggalkan mereka semua agar dirinya dapat terus bisa bermain bersama mereka.
Mereka memasuki sebuah wilayah yang terlihat sepi dan di sana terdapat sebuah rumah yang memiliki banyak sekali dekorasi halloween. John sangat tertarik dengan dekorasi rumah tersebut dan mengajak teman temanya untuk datang ke sana.
"Hey, lihatlah! Bukankah itu sangat bagus sekali? Aku baru pertama kali melihat seseorang mendekorasi rumahnya dengan manekin yang tergantung di pohon seperti itu?" Ucap John dengan mata berbinar.
"John, tidak kah kamu berpikir jika itu adalah asli?"
Henry merasakan takut setelah melihat dekorasi rumah yang sangat menakutkan ini dan dirinya ingin sekali pergi dari sini.
"Tentu saja itu palsu, lihatlah bukankah itu terlalu kurus untuk dikatakan sebagai manusia? Pemilik rumah ini hanya ingin memeriahkan halloween dengan cara yang sempurna. Kamu lihat? Di sana banyak sekali potongan tubuh manusia yang berceceran, beberapa tengkorak yang hancur, dan bahkan pemilik rumah menaruh banyak sekali Jack O'Lantern di setiap sudut rumahnya. Apa kamu ingin berkata jika itu semua asli? Kamu bodoh sekali Henry, alasan pemilik rumah melakukan ini adalah pemilik rumah ini sangat terobsesi dengan halloween dan berusaha mendekorasinya dengan sangat baik."
Semua temanya menyetujui perkataan John, namun Henry masih meragukan itu semua. Henry menenangkan dirinya setelah dirinya mengambil sebuah tengkorak berbentuk jari kecil dan menekannya sedikit.
'Ah, tengkorak ini terlalu ringan. John benar, ini semua adalah palsu.'
Bau amis tercium dari seluruh tempat, namun bau tersebut tercampur dengan bau manis dari kue coklat. John sudah menduga jika pemilik rumah tersebut sangat terobsesi dengan halloween dan dirinya mengapresiasi pemilik rumah dengan tindakannya tersebut.
John dan kawannya berdiri di depan rumah tersebut, lalu mereka mengetuk pintu. Seorang pria keluar dan dia adalah pemilik rumah tersebut yang terlihat seperti pria paruh baya, namun dekorasi rumahnya sangatlah menakjubkan menurut John, karena banyak sekali tengkorak dan potongan tubuh yang berada di dalamnya, akan tetapi aroma yang tercium oleh mereka adalah aroma dari kue coklat yang sangat menggoda.
"Trick or Treat." Mereka semua berbicara dengan serentak.
"Hohoho, kalian anak muda sangatlah bersemangat. Apa kalian ingin makan kue di dalam rumahku? Aku juga memiliki banyak sekali permen untuk aku bagikan kepada anak-nak seperti kalian."
"Tentu saja, kami mau!"
Teman-temanya berkata dengan serentak, tidak dengan Henry yang merasakan takut setelah melihat wajah pemilik rumah tersebut, namun dirinya tidak dapat menolaknya ketika semua temanya ingin memasuki rumah tersebut.
Setelah masuk ke dalam rumah, mereka semua makan kue coklat dan minum coklat panas di ruang tamu. Setelah memakan kuenya, John sangat senang dan pergi mengambil sebuah potongan kaki yang berukuran seperti kaki balita.
"Tuan, Jenkins. Bukanlah ini terlalu nyata? Aku belum pernah melihatnya, bahan apa yang kamu gunakan?"
Pemilik rumah itu bernama Jenkins dan dia sedang merokok di dalam ruangan tersebut.
"Kamu ingin mengetahuinya? Aku yang membuatnya sendiri, apa kalian mau melihatnya?"
"Tentu!"
Mereka semua pergi ke sebuah ruangan dan Pak Jenkins menutup pintunya dengan rapat. Mereka semua melihat banyak sekali tubuh yang telah berpisah dengan anggota badan lainya.
John dan kawannya berteriak kencang, namun tidak akan ada orang yang bisa mendengarkan suara mereka dan terlebih lagi ruangan tersebut kedap dengan suara.
Pak Jenkins tetap menghisap rokoknya dengan santai dan perlahan ke enam anak tersebut berjatuhan, lalu pingsan.
"Indahnya malam halloween. Aku dapat melakukan hobiku tanpa ada orang yang mencurigainya."