Pagi hari ini aku dan keluargaku sepakat untuk pindah ke rumah baru yang kami beli di jl. kenanga, jakarta selatan.
saat aku tiba di rumah yang ternyata mewah walau harga yang di tawarkan ayahku terbilang cukup lumayan bagi kami.tapi, saat melihat rumah mewah di depan mataku membuat keluargaku tak terkecuali aku merasa uang itu masih terbilang kurang.
"wow..ayah apa benar rumah ini, rumah baru kita?" tanya diriku menatap ayahku yang bernama salman.
"benar! jadi apa kamu suka rima?"khawatir ayah salman menatapku penuh harap.
"aku suka..tapi apa kita cukup uang untuk membeli rumah ini?"tanya ku merasa aneh dengan harga yang tidak sesuai dengan barangnya.
"tenang saja nak! ayah sudah mengecek harga yang sesuai dengan pemilik sebelumnya."ucap ayah menenangkanku.
"tap-"ucapanku terpotong oleh ibuku ratih, yang mendahuluiku berbicara.
"sudahlah sayang..yang penting kita dapat rumah
mewah dengan murah, bukan?"kata ibuku yang membuatku menganggukkan kepala acuh.
"ya udah ayo masuk!"ajak ayah dan ibuku membuka gerbang rumah baru yang akan kami tempati.
tapi pada kami akan masuk ke dalam rumah mewah itu, tiba-tiba ada warga yang menghentikan kami memasuki rumah itu.
"tunggu!"ucap warga menghentikan kami.
"ada apa tuan?"tanya sopan kedua orang tuaku saat sudah membalikkan badan menghadap warga itu.
"apa kalian akan masuk ke rumah itu?"tanya warga itu yang membuatku merasa heran karena saat dia menyebut rumah di depanku ini, seperti ada rasa takut di matanya.
"iya tuan..karena kami sudah membelinya!"seru ayahku menunjukkan senyum ramahnya.
"ka..kalian sebaiknya jangan masuk!"perintah warga itu membuat kami yang mendengarnya hanya mengernyitkan dahi tidak suka.
"memangnya kenapa paman?!"tanyaku tidak suka dan merasa heran dengan gelagat paman di depannya.
"karena-"ucapan paman itu terpotong di sebabkan oleh pundaknya di tepuk oleh temannya yang di sampingnya.
"kau tidak lupa kan tentang peringatan itu!"bisik teman paman itu yang terdengar olehku.
deg..
aku melihat saat paman di depanku mendengar bisikan dari temannya, tubuhnya kaku dan gemetar ketakutan.
"paman..halo paman! aku bilang kenapa kita tidak boleh masuk?"tanya ku lagi membuat paman itu mundur menjauh dari ku bersama temannya itu.
"aku peringatkan! kalian jangan masuk ke rumah mewah itu."teriak paman itu sebelum berlari ketakutan seperti di kejar hantu.
'ada apa dengan rumah ini sampai paman itu ketakutan?'pikirku dalam hati.
"sudahlah mungkin dia iri dengan kita dapat tinggal di rumah mewah ini!"ucap ibuku acuh yang langsung membuyarkan lamunanku.
"ah..kalau begitu kita cepat masuk agar berberes kita tidak sampai kemaleman."ucap cepat ayah salman mendorong istri dan anaknya masuk.
"kalau begitu ayo! ayah ibu kita harus cepat karena sebentar lagi sore!"seruku mendahului kedua orang tuaku yang membuat mereka geleng kepala.
"lihat ayah rima kita ternyata tidak sabar melihat rumah mewah kita..hahaha"sahut ibu ratih tertawa melihatku berjalan cepat masuk ke dalam rumah mewah di depanku.
"ayo bu kita masuk.."ajak ayah salman pada istrinya untuk menyusul diriku yang sudah masuk.
tak terasa malam pun tiba saat kami sudah selesai berberes di rumah mewah ini yang membuat ku dan keluargaku lelah tapi tetap di mata kedua orang tuaku masih terpancar sinar bahagia.
"selesai.."keluhku setelah mendorong kardus yang berisi barang yang tidak berguna yang ada di rumah mewah ini.
"ayah! ibu! aku ke kamar ya untuk istirahat.."ucapku mengeluh karena rasa lelah yang sudah terasa di tubuh.
"baiklah..tapi sebelum tidur jangan lupa mandi! bau tau.."ledek ayah ysng membuatku mengerucutkan bibir kesal.
"huh..rima juga tau ayah.."rengek kesal ku melengos langsung ke kamar yang sudah ku pilih langsung setelah masuk ke rumah mewah ini.
sampainya di kamar ku rebahkan tubuh lelahku di ranjang yang lembut dan nyaman ini.
"aihh..rasanya ingin langsung tidur saja!"gumamku mengelus-ngelus selimut di ranjang.
"tapi mandi ajalah..takut gatal di malam hari nantinya."putuski berdiri dari ranjang dengan mimik puas.
aku pun langkahkan kaki ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang lengket dan bau saat berberes.
"segarnya mandi.."legaku setelah keluar dari kamar mandi dengan wajah segar.
"habis mandi langsung tidur..eits tunggu! aku kan belum mengeringkan rambutku"ucapku terkekeh.
"bagaikan langit.. di sore hari.."senandung lagu kesukaanku keluar setelah mandi yang sudah menjadi kebiasaanku ini.
tuk..
tuk..
"suara apa tadi!"ucapku heran mematikan pengering rambutku agar dapat jelas arah suara itu.
hening yang menyapa indra pendengaranku saat sudah mematikan mesin pengering rambut di tanganku.
"sudahlah..mungkin suara ranting di jendela kamar."ucap ku menyepelekannya.
serr..
serr..
"ehh..ada yang menyalakan air di kamar mandi?"pikir ku aneh karena setaunya tadi sudah dia matikan air di bathtub.
tiba-tiba di dalam kamar mandi ada suara benda jatuh yang membuatku terlonjak kaget.
prank..
dugh..
"siapa itu!"takutku membuat tubuh merespon dengan gemetar, jantung berpacu cepat gdan juga langkahku yang terasa kaku.
"a..aku bilang siapa itu!"teriak ku berani melangkahkan kaki untuk mengecek keadaan di dalam kamar mandi.
perlahan..
hati-hati..
aku langkahkan kakiku menuju pintu kamar mandi yang membuatku berkeringat dingin dan bulu kudukku berdiri.
krieeett..
ku buka pintu kamar mandi dengan pelan membuat rasa mencekam itu ada dan entah kenapa suasana kamar ini bukan, rumah ini terasa berbeda.
brak..
akhirnya ku buka pintu kamar mandi yang tadinya pelan langsung ku tabrak agar tidak terlalu lama.
"ahhhh..."teriakku melihat pemandangan yang mustahil terjadi.
di depanku maksudku di horden tempat bathtub ada tetesan berwarna merah darah yang tertulis 'Help Me' aku pun tersungkur ke belakang melihat itu semua.
"ak..aku harus keluar!"tegasku gemetar berdiri jatuh lagi dan akhirnya aku berhasil berdiri kokoh.
aku berlari menjauh dari kamar mandi dan bukan itu saja yang membuatku kaget juga takut.
karena yang lebih parahnya di kaca meja hias, ranjang dan dinding ada tulisan yang sama seperti di kamar mandi.
aku pun menangis melihat itu..
aku terduduk lemas di antara tulisan itu yang mengelilingiku membuatku takut dan rasa bingung menghantuiku.
"ak..aku harus berani!! tidak ada namanya hantu atau setan di sini!!"ayalku mencoba berdiri agar bisa keluar dari kamar yang mungkin kalau aku tinggal lebih lama lagi, aku pun lama-lama jadi gila.
saat aku akan membuka pintu kamar dengan gemetar tiba-tiba..
di belakangku terdengar geraman yang menakutkan membuatku ingin menangis karena rasa takut dan rasa kelu tidak bisa bergerak di tempat.
dan benar saja saat ku tengokkan kepala ke belakang karena rasa penasaran sekaligus takut.
aku melihat pemandangan yang langsung merubah duniaku.
di sana ada tangan berdarah yang muncul di balik tirai bathtub dan ku gerak-gerak panel pintu di sisiku tapi entah kenapa terasa sulit untuk membuka pintu kamar ini.
berhasil..yah akhirnya berhasil ku buka pintunya, setelah ku buka langsung saja aku berlari menuju kamar orang tuaku ingin mengecek keadaan mereka.
dalam perjalanan ke kamar orang tuaku itu terasa lama dan yang membuatku menangis adalah suara-suara minta tolong yang terus bergema di telingaku.
panas yang kurasakan dari teriakan minta tolong itu. aku merasa tidak tahan tapi aku memikirkan kedua orang tuaku pun menjadi bertekad untuk bisa membawa keluar mereka dari rumah mewah berbahaya ini.
"ayah! ibu! cepat buka pintu!"ketukku keras di pintu kamar orang tuaku agar segera di bukakan.
"ada apa sih rima?"sewot ibuku membuka pintu kamarnya.
"ibu! ayo kita pergi dari rumah ini!! di sini berhantu bu..ayo kita pergi!!"seru ku sambil menangis meluapkan emosi sedari tadi yang di tahanku.
"ap..apa! kamu yakin rima!"sahut ayahku dari belakang ibuku.
"iya ayah! aku merasakannya sendiri!!"teriak ku menarik tangan kedua orang tuaku agar ikut denganku.
"tunggu! kamu pasti bercanda rima kan?!"ucap ibuku tidak terima menghempas pegangan tanganku.
"aku serius bu!!"teriak kesalku membentak ibu saat ku pegang erat tangannya lagi.
brak..
brak..
"suara apa itu risa?"tanya kedua orang tuaku takut melihat sekitarnya.
"apa kalian mendengar suara mereka!!"ucap ku gemetar berlari memegang tangan kedua orang tuaku menuju pintu keluar.
"b..baik! kami percaya..ayo kita keluar dari sini agar kita tidak menjadi incaran mereka!!"ucap ayahku yang sekarang memimpin ku dan ibu keluar dari rumah mewah seram ini.
melihat pintu keluar di depan mata membuatku dan kedua orang tuaku tersenyum senang.
"ayo kita keluar!"seru ayahku membuka pintu keluar.
tapi saat giliranku akan keluar dari rumah ini, tiba-tiba kakiku terasa berat dan aku pun menengok kedaan kakiku yang terasa tertindih oleh karung yang berisi berpuluh kg pasir.
dan aku melihatnya..yah aku melihat hantu itu dia terlihat kurus dengan bola mata keluar,wajah yang berceceran darah, dan tubuhnya yang seperti terkena luka bakar yang mengerikan.
"ahhh..."teriakku mencoba menendang-nendang agar hantu itu melepaskan kakiku yang di peganngnya.
terlepas.. kakiku akhirnya terbebas dari belitan tangan hantu itu dan cepat-cepat aku keluar dari rumah mewah yang seram ini.
"akhirnya..aku kekuar!"legaku setelahnya tertawa senang.
dan saat aku berlari keluar dari gerbang rumah mewah itu, aku melihat orang tuaku dan para warga yang sepertinya datang untuk membantu kami keluar dari rumah seram ini.
TAMAT