hidup itu seperti bunga sampai waktunya ia gugur maka ia akan gugur dan diganti dengan bunga yang baru namun namanya tetap adalah bunga bagaimana pun bentuknya bahkan apa pun batangnya entah ia berduri atau tidak dan entah ia merambat atau batang dia akan tetap di sebut dengan bunga,
begitu pun kita sebagai manusia walau pun kita mencoba hidup dengan baik dan tidak memperdulikan hal yang ada di sekitar kita apalagi ikut campur dengan urusan orang lain namun tetap saja kritikan akan kita dapatkan entah itu menyakitkan atau pun menyenangkan semua tetap akan kita dapatkan dari berbagai orang sampai kamu sendiri pun bingung akan hal itu kenapa manusia itu selalu mengkritik hidup sesamanya di mana pun kamu berada kritikan itu pasti ada maka dari itu selama kita masih hidup yang kita perlu lakukan hanya pura-pura tuli dan pura-pura buta aja apa yang baik kita ambil kita serap dalam-dalam dan cerna apa yang buruk kita buang sejauh-jauh dan sedalamnya ke dasar Bumi.
"itulah yang dikatakan seorang kakek yang tidak aku kenal kepadaku aku sendiri pun bingung dengan arti kata itu namun semakin aku pikirkan semakin mengertilah aku karena aku telah menjalaninya, di daerah ku tinggal kebanyakan penghuninya adalah orang yang sudah berkeluarga dan di sana juga ada sebuah tempat kaya pos kamling gitu tapi sebenarnya bukan pos kamling karena ukurannya yang lebih besar tempat itu biasanya tempat para ibu-ibu tetangga kumpul aku yang selalu lewat situ sering mendengar mereka menggosipkan ku tapi aku hanya diam aja.
" kalian tau gak sih kalau si dia itu sering bawa cowok ke rumah sekarang aja dia di antar sama cowok " kata ibu B
" ia benar kemarin aja aku juga lihat ada cowok masuk ke rumah dia " si ibu A menimpali
" ibu-ibu harus hati-hati perempuan kaya gitu pasti bukan perempuan baik-baik lihat aja cara berpakaian dia terbuka kaya gitu selalu nampilin aurat nya " kata si ibu B lagi
" ia kita harus hati-hati takutnya dia malah godain suami kita nanti " kata si ibu P lagi
" lihat aja nanti entar bakal ada berita tentang kehamilan aja dari si dia itu " kata si ibu C
sebenarnya aku biasa aja mendengar hal itu karena cowok yang biasa nganterin aku adalah tukang ojek online dan orang yang biasa datang ke rumahku adalah adik-adikku namu kali ini perkataan mereka lebih parah padahal aku sudah menahan emosiku dari tempat kerja namun mereka malah bikin emosi ku meledak dan tidak mampu aku tahan lagi, aku pun langsung menimpali perkataan mereka.
" wah sepertinya ibu-ibu banyak waktu ya sehingga bisa menggosipkan orang sana-sini ya wajar sih kalian kan para ibu-ibu yang gak ada kerjaan yang cuman nunggu dan masak untuk suami paling kalau ada pekerjaan lain cuman ngangkang doang ia kan, pasti enak ya jadi ibu-ibu gak perlu capek-capek tapi saran saya lebih baik ibu-ibu ubah cara hidup ibu-ibu soalnya terlalu banyak makan kotoran makanya jadi gak sehat " balas ku
walau pun awalnya mereka kaget mendengar apa yang aku katakan karena keasikan menggosip namun meraka langsung menjawab perkataan ku.
" eh maksud kamu apa ya ngomong kaya gitu " kata si ibu B
" ia gak sopan banget ngomongnya sama orang tua " kata si ibu P
" orang yang kita katakan itu benar kok kamu orangnya kayak gitu sering bawa cowok ke rumah terus tadi aja kami lihat kamu dianterin sama cowok " kata si ibu C
" emang ibu-ibu tau tentang saya emang ibu-ibu ada tanya siapa cowok yang antar saya atau yang sering masuk ke rumah saya gak kan jadi orang itu jangan cuman melihat buku dari sampulnya aja tapi baca dulu isinya katanya orang tua tapi gak tau apa-apa
makanya sering-sering melihat dunia luar jangan cuman di sini-sini aja asal ibu-ibu tau ya orang yang biasa datang ke rumah saya itu adalah adik-adik saya dan orang yang nganterin saya biasanya adalah tukang ojek untuk masalah baju ibu-ibu salah tentang kalau saya pamer aurat karena saya bukan agama muslim ibu-ibu aja yang agama gak pernah pakai hijab bukannya kalian yang menganut agama itu yang harus nutup aurat jangan bilang ibu-ibu menganggap pakai baju lengan panjang dan celana panjang itu sudah nutup aurat percuma Bu itu sama sekali gak nutupin aurat ibu-ibu apalagi di tambah pakaian yang ibu-ibu pakai itu ketat kelihatan semua deh aurat nya, baju saya ini adalah baju kerja lagian apa yang salah dengan baju saya saya pakai kemeja tertutup dan juga rok saya dibawah lutut tidak ada yang salah dan saya juga gak ada niatan buat godain suami ibu-ibu karena saya gak tertarik sama om-om laut itu luas ibu-ibu jadi kenapa saya harus memilih kali sementara ada laut yang luas tiada ujungnya masih banyak cowok yang bujang kenapa harus milih suami orang makanya perawatan jangan cuman bisa iri sama orang aja " jawab ku
mereka semua pun terdiam dan tidak ada yang berani berbicara atau sedikit berkomentar seperti tadi lagi, melihat hal itu aku pun pergi sambil ngedumel dengan lumayan keras.
" modal ngangkang doang bangga kerjaannya cuman bisa mengomentari hidup orang aja hidup sendiri aja kacau berani banget banyak bacot mereka pikir orang diam itu bisa di perlakukan seenaknya apa padahal mereka gak tau kalau orang diam itu cuman malas meladeni sesuatu yang gak berguna aja bukan berarti takut ngeselin banget cuman bergantung sama uang suami aja ngerasa di atas awan benar-benar bikin emosi aja " kataku sambil berjalan menuju rumah ku
semenjak kejadian itu mereka udah gak berani gosip tentang aku lagi setiap melihat aku lewat mereka langsung diam dan gak berbicara tapi aku yakin meraka tidak akan jera meraka hanya tidak berani berbicara kalau ada aku aja namun di belakang mereka pasti melakukannya tapi bodo amat yang penting aku gak makan beras mereka mau mereka ngomong ini ke itu ke itu urusan mereka asal jangan sampai kejadian yang lalu terulang lagi kalau terulang aku bukan ngomong lagi tapi langsung aja aku bawa ke pihak berwajib aja biar kapok karena hanya omongan aja mereka tidak akan jera.