Sinta anggun diharjo seorang gadis cantik yang harus menikah diusia muda karna ulahnya sendiri.
"Siapa yang menghamili mu!!!" Pekik wanita paruh baya yg merupakan ibunya sendiri
"He..hendra mah,, maafkan sinta mah" ucap gadis muda itu
"Apa kamu yakin dia ayahnya? Kamu tidak meniduri laki-laki lainnya kan?" wanita paruh baya itu bertanya dengan nada tinggi.
" Mah sinta cuma mencintai Hendra, Sinta cuma melakukannya dengan dia mah" jawab sinta lg.
"Hah,, hahaha cinta!! Apa cinta membuatmu bodoh sinta? Bagaimana kalau dia tidak mau bertanggung jawab? Apa kamu bisa memikirkan itu hah?!! Astaga apa kesalahan ku dimasa lalu,, putriku satu satunya..." Wanita paruh baya itu tak kuasa menahan air mata, tanpa mampu melanjutkan ucapannya. bagaimana tidak, satu satunya harapan almarhum suaminya agar bisa menyekolahkan putrinya hingga masuk ke jenjang kuliah telah pupus karena perbuatan putrinya itu..
" Maafkan sinta mah, sinta salah, maafkan sinta mah.. hikss" sinta menangis dan berlutut dihadapan ibunya.
" Hendra dan kakaknya akan datang kesini meminta restu mama untuk menikah i sinta" imbuhnya lg
"Ya dia memang harus bertanggung jawab"
Jawab ibunya yg masih duduk dan memijat mijat kepalanya
Tak selang berapa lama hendra dan kakaknya tiba dirumah sinta.
"Assalamualaikum" ucap seorang laki-laki dari balik pintu masuk rumah sinta.
"Walaikumsalam" jawab sinta itu seperti suara kakaknya hendra bathin sinta, segera dia membuka pintu dan mempersilahkan masuk kedua orang laki-laki itu.
"Silahkan masuk kak, silahkan duduk saya panggil ibu didalam"
" Iya sinta" Sinta menjauh dan memanggil ibunya, wanita paruh baya itupun berjalan menuju ruang tamu dan duduk, sementara sinta membuatkan minuman untuk mereka..
Suasana di ruang tamu itupun sangat sunyi.
" Langsung saja ke intinya, kapan kalian menikah lebih cepat lebih baik" wanita paruh baya itu memecah kesunyian diruangan itu..
" Saya minta maaf sebelumnya bu, atas perbuatan adik saya ini..."
" Sudahlah tentukan tanggal pernikahan nya, saya tidak perlu penjelasan apapun" jawab wanita itu memotong penjelasannya ferdi kakak dari hendra.
" Bagaimana kalau Minggu depan bu" ucapnya lg
"Ya sudah siapkan segalanya" jawab singkat "iya bu" wanitu itu lalu masuk kedalam kamar tanpa menjawab lagi..
Seminggu kemudian, sinta sudah menikah dengan hendra. Pria yg dicintai dan ayah dari anak yg dikandungnya. Setelah para tamu undangan pergi dari rumah sinta. Ibu sintapun menghampiri pasangan yg baru menikah itu dengan membawa koper besar.
" Sinta, ini semua pakaianmu silahkan pergi dan ikuti suamimu itu, dan jangan pernah kembali tugasku sudah selesai" ibu merry memberikan koper itu kepada sinta
"Mah,, hiks bukankah mama merestui hubungan kami,, kenapa mama mengusir sinta mah?" Sinta menangis di hadapan ibunya
" Mah, saya akan membawa sinta pergi tp tolong maafkan kami" kata hendra meyakinkan ibu mertua nya..
" Kalian boleh pergi sekarang dan ingat jangan pernah kembali sekalipun aku mati" ibu merry pun masuk ke kamarnya tanpa perdulikan mereka
"Mah,, hikss"...
"Ayo sinta, aku akan menjaga dan melindungi mu sekarang".. hendra menenangkan istrinya
"Tapi mas,,.."
"Sinta,, mama butuh waktu untuk menerima ini semua" sambil membawa koper besar dan istri nya keluar dari rumah itu
5 bulan setelah kejadian itu, sinta tak pernah bisa menghubungi ibunya. Setiap dia menelpon selalu tidak aktif dan tidak pernah berani untuk pulang kerumah mengingat kata terakhir ibunya itu..
Dengan keadaan perut yg mulai membesar sinta berjalan sambil membawa belanjaan yg dibelinya dari super market yg tidak jauh dari tempat tinggalnya..
Sambil menunggu bus sinta duduk dihalte sambil memegang ponselnya.. dari sebrang jalan dia melihat suaminya bersama dengan wanita lain yg tak lain linna sahabatnya, suaminya memeluk pundak linna berjalan menuju mobil mereka..
"Bukankah itu mas hendra dan linna, tp kenapa mereka begitu mesra" rasa sakit menusuk hatinya.
Mobil suaminya berjalan menjauh meninggalkan halte itu,, tanpa pikir panjang Sinta memanggil taxi yg tidak jauh dari tempatnya..
" Pak putar balik, dan ikuti mobil itu" sinta memerintah supir taxi itu
Sambil mengikuti mobil suaminya, tak perlu waktu lama, mobil yg mereka tumpangi berhenti disebuah villa milik linna
" Ini kan villa nya linna kenapa mereka kesini?" Bathin sinta
"Ini ongkos nya pak terimakasih".. sintapun turun dari taxi yg ditumpangi nya mengikuti suami beserta sahabat diam diam.
Suaminya dan sahabat nya itu masuk ke villa itu diikuti oleh sinta yg masih mengikuti dari belakang secara diam-diam..
Di depan pintu masuk villa itu sinta sudah berdiri lama mematung, apa dia akan masuk atau meninggalkan suami dan sahabatnya itu.. tanpa pikir panjang sinta masuk kedalam villa itu yg kebetulan tidak dikunci, sinta masuk ke setiap ruangan mencari sosok suami dan sahabat nya itu.. mata sinta tertuju pada suara dibalik salah satu kamar dari villa itu.
" Itu kamar yg biasa linna tempat i saat liburan kesini, tp kenapa mereka disana" sinta melangkah pasti menuju kamar itu dan memberanikan diri membuka pintu kamar itu..
" Astaga apa yang kalian lakukan!!!?" Teriak sinta yg mengagetkan pasangan selingkuh itu
"Shitt.. kenapa kau disini?" Jawab hendra
"Mas aku istrimu,, aku mengandung anakmu kenapa kau tega berbuat seperti itu dengan sahabat ku sendiri, dan kau linna kau tak memandang ku sebagai sahabat kah? Kenapa kau berselingkuh dengan suamiku?" Air mata sinta lolos tak ter elakan..
" Karna kau sudah tau aku tidak akan menutupi nya lagi sinta, aku berkencan dengan hendra sebelum kalian menikah" jawab linna yg merasa tak berdosa
"Apa!!" Pekik sinta yg tak percaya apa yg dikatakan sahabat nya itu
"Heh, kau pikir aku menikahi mu karna aku mencintaimu hah,, aku menikahi mu itu krna paksaan dari kakak ku, krna kau mengatakan kau hamil anakku, aku jg masih tidak yakin kalau itu anakku" hendra menjawab tanpa perdulikan hati istrinya itu.
" Kau,, hikss aku mengandung anakmu,, aku melakukannya hanya denganmu, kenapa kau tega sekali berkata seperti itu,, ayo kita pulang kita bicarakan dirumah" sinta menarik lengan suaminya,, dengan sekuat tenaga hendra menghempaskan lengannya. Sinta terjatuh duduk dan menabrak sebuah meja dibelakangnya
"Akkhh" sinta memegangi perutnya tak selang berapa detik vas bunga yg tepat di atas kepala sinta terjatuh tepat mengenai kepala nya
Sinta jatuh terkulai lemas..
"Apakah ini akhirnya,, aku harus mati meninggalkan luka mendalam terhadap ibuku,, diselingkuhi oleh sahabat ku sendiri, suamiku ternyata tidak mencintai ku, dan aku harus kehilangan anakku,, ya tuhan jika aku hidup lagi aku tidak ingin mengenal pria itu, aku tidak ingin menyakiti ibuku,aku ingin berbakti kepada ibuku.. ibu maafkan sinta yg mengecewakanmu selama ini.. maaf ibu.. maaff" bathin sinta
"Ibu maa...aff...kan si..nta" seketika itu sinta menutup mata dengan penyesalan yg mendalam..
" Sinta,, bangun nak.. udah siang nanti kamu telat berangkat sekolah lho" ibu merry mengusap wajah sinta dengan penuh kasih sayang
Seketika sinta membuka mata dan langsung memeluk ibunya " hikss ibu.. maafin sinta bu,, maafin sinta yg bikin ibu kecewa,, maafin sinta yg bikin ibu malu hikss" tangis sinta pecah saat memeluk ibunya
"Kamu kenapa nak gak biasa biasanya begini,, cup cup.. kesayangan ibu kamu mimpi buruk ya.. udah nangisnya cepetan mandi dan berangkat sekolah.." ucap merry menenangkan anaknya..
" Apa sekolah,, sekarang?" Sinta bertanya keheranan,, seingatnya dia memergoki suaminya yg selingkuh dan meninggal disana.
" Bukankah sinta udah bersuami bu?" Sinta meyakinkan dirinya
" Suami ndasmu.. kamu masih kelas 3 SMA udah mikir suami aja,, udah sana mandi ibu siapin sarapan dulu." Ucap merry sambil menyentil kepala sinta
"Aduhh sakit bu.." pekik sinta
"Kamu sih pagi-pagi udah ngawur." Sambil berjalan meninggalkan kamar sinta
Sinta yg masih duduk di ranjangnya, masih merasa kebingungan dan meraih ponselnya melihat tanggal dan bulan hari ini.
" 5 april 20xx,, ya tuhan aku lahir kembali ke masa aku sekolah,, hahaha terimakasih tuhan.. aku tidak akan menyia-nyiakan hidupku yg berharga ini,, Hendra tunggu pembalasan ku" gumam sinta
"Ah aku harus mandi,, aku tidak mau terlambat di hari pertama aku hidup lagi." Sinta lgsung bergegas kekamar mandi untuk menyelesaikan kegiatan paginya..
Bersambung..