Disini sang adik akan menceritakan kisah hidup dirinya dan kakaknya yang bernama Cahya yang merupakan saudari kembar nya. Melalui beberapa potongan diary kakaknya tersebut.
cerpen
Isi Diary Cahya
By: Rorita Rahma HRP
Nama pena : rv rahma
kisah ini bermula di saat setelah aku menemukan catatan harian dari saudari kembar ku bernama Cahya. Aku tidak menyangka terdapat banyak luka yang di simpan olehnya,Disini aku akan menuliskan beberapa isi dirinya. Dan aku gak menyangka ini adalah kenangan terakhir nya untuk ku.
Diary 1
Perkenalkan aku Cahya saat ini aku telah berumur 19 tahun begitu juga dengan saudara kembar ku bernama Cinta. Kemiripan kami yang sangat dominan membuat orang yang melihat kami akan kesulitan membedakan kami. Untung saja warna mata kami dapat menjadi pembeda antara aku dan Cinta. Mataku berwarna biru terang seperti Bunda ku, sedangkan Cinta berwarna hijau seperti Abi ku. Sekian dulu perkenalan ku, oh ya alasan aku menulis kisah hidupku ini agar kelak akan dibacakan oleh orang yang sangat aku sayangi pada saat waktunya.
Diary 2
Hari ini sangat cerah sehingga membuat aku dan cinta sangat bersemangat untuk berangkat menuju kampus pertama kami. Aku Cahya Zatafga dan adikku Cinta Zatafga, kami berdua merupakan keturunan asli Palestina. Yang saat ini tinggal di Indonesia, dikarenakan abi yang bekerja sebagai insinyur di salah satu perusahaan besar arsitektur. Kami sudah lama menetap di Indonesia, sejak kami berumur 6 Tahun. Oh ya,watakku Dengan adikku sangat bertolak belakang, aku adalah seorang yang pendiam dan sangat susah dalam bergaul, di tambah lagi sejak aku menggunakan cadar. Aku hanya mampu memerhatikan susana luar dalam diam di balik cadar ku. Sedangkan adikku seorang yang aktif, dan sangat terkenal, aku bahkan harus berhati-hati di saat mendekatinya karena takut akan merusak reputasinya yang booming.
Aku masih ingat di saat kami masih duduk di bangku SMA, saat itu..
" Cinta kamu apa enggak risih apa selalu di tempelin kakak kamu yang sangat misterius itu, di tambah lagi dia memakai cadar membuat orang semakin eneg melihatnya..! " Ucap teman Cinta yang berkomentari mengenai diriku. Aku melihat respon Cinta yang langsung naik pitam di saat mendengarkan diriku yang di hina oleh temanya sendiri.
" Jangan pernah kamu menjelekkan kak Cahya, meskipun aku tidak bercadar bukan berarti aku yang terbaik. Dan jangan pernah kamu menghina cadar nya, dia bercadar karena ada tujuan yg mulai di baliknya..! " Ujar Cinta penuh amarah. Aku melihat kajadian saat itu langsung menghampiri nya, dan menegurnya. Saat itu cinta terpaksa menampar temannya dan meninggalkan nya di karenakan ucapannya yang sangat menyakitkan hati. Saat itu..
" Ada apa ini cinta,,? "
" Eh,, kak Cahya,, hm,, itu, anu.. "
" Sudahlah, lupakan bukannya kakak pernah berpesan agar kamu tidak perlu menanggapi mengenai komentar buruk terhadap ku. Mereka tidak salah, karena mereka sesungguhnya tidak tahu kebenarannya,,! Jadi biarkan saja.. " Bujuk ku terhadap Cinta.
" Cih,,! Gak perlu lo sok menceramahi, dasar ular,,!! "
Akibat perkataan temannya tesebut Cinta tanpa sadar menampar wajah temannya tersebut dan langsung menarik ku untuk ninggalin temannya yang masih terdiam tidak Terima atas tindakan Cinta kepadanya. Yah kebanyakan orang yang berteman dengan adik ku hanya untuk memanfaatkan uang dan ketenaran saja. Karena Cinta sangat terkenal di media sosial dan di sekolah yaitu prestasinya. Sedangkan aku hanya menjadi kesayangan guru karena prestasi ku yang sangat memuaskan baik dari dalam sekolah maupun di luar. Hal ini Semakin membuat orang bertambah banyak membenciku, hal ini adalah hal yang sangat menyayat hati ku, hingga berbekas sangat dalam.
Dairy 3
Setelah sampai kampus aku dan Cinta berjalan mengelilingi keseluruhan arena kampus. Semua orang menatap kami berdua, yang membuat aku tertunduk malu meskipun aku telah bercadar. Sedangkan Cinta tersenyum geli melihat tingkahku yang super pemalu ini.samapai dia berkata ..
" Ayolah,,! Gak perlu malu kak cahya,, hihihi " Goda cinta saat itu, yang membuat ku tersenyum hingga mataku menyipit.
" Kak,,! Janji ya jangan pernah minder atau tertekan, ingat Cinta selalu bersama kakak,,! " Hibur Cinta saat itu. Inilah janji pertama aku dengan Cinta saat pertama kali di kampus.
Diary 4
Hiks,, hiks,, setelah dua bulan aku gak menyangka kejadian ini terulang kembali. Pada akhir aku membuat luka untuk mu Cinta. Aku sangat malu di saat kamu menemukan ku lemah terkulai akibat pembulian yang di lakukan para gadis kampus yang merasa tidak suka terhadap ku. Aku menangis di saat melihat mu menjerit tidak Terima melihat ke adaan ku yang telah berantakan, lemas terkulai terkurung di salah satu toilet cwok dengan cadar ku yang terbuka, hatiku pilu melihat dirimu memelukku, menagis dan marah atas kurangnya moral kelakuan para mahasiswi kampus.saat itu..
" Sstt,, jangan menangis Cinta,,!! "
" Maafkan Cinta kak,, ini salah Cinta,, Hu hu hu,, "
" Tidak sayang,,! Ini bukan salah kamu adik ku,,! "
Aku menangis dan memeluk yang melihat Cinta berusaha menenangkan ku dan memakaikan cadar ku kembali. Saat itu batin ku menjerit pilu memohon perlindungan dan ampunan terhadap ku dan orang-orang yang telah menindas ku. Sekali lagi,, maaf Cinta..
Diary 5
Terimakasih ya Allah, akhirnya aku dapat menyelamatkan adikku dari kecelakaan tersebut, meski pun pada akhirnya aku berakhir di tempat tidur yang penuh dengan aroma obat-obatan. Ya Allah, aku mohon beri keselamatan untuk adikku Cinta dari hamba mu yang menaruh rasa iri terhadapnya. Dan jika nyawa cinta hilang hamba mohon tukarkan saja dengan nyawa hamba, karena aku ingin dia dapat menyelesaikan wisudanya dan bahagia...
Diary 6
Ya Allah,, akhirnya aku masih diberi kesempatan untuk melihat adikku memakai toganya, meski pun tidak bersama ku. Saat ini aku hanya bisa melihatnya sebagai penonton dengan di bantu kursi roda. Sejak kecelakaan 2 bulan lalu membuat ku lumpuh dan lemah, di saat aku berusaha untuk tetap melanjutkan study ku. Ternyata takdir berkata lain tubuh ku semakin lemah sehingga aku tidak mampu menerima banyak pikiran, di saat aku berfikir keras aku langs muntah darah, aku pun berhenti setelah 3 kali mengalami hal yang sama, setelah di periksa ternyata aku mengidap penyakit tumor otak dan leukemia.
Lihat,,! adikku saat ini menaiki mimbar untuk menyampaikan pesan nya, dan saat pesan terakhir nya..
" Terutama pada kalian semua, saya harap jangan pernah menilai dari penampilan luarnya saja, mungkin kalian melihat itu tidak baik, tapi sesungguhnya itu yang terbaik. Saat ini seharusnya,, hiks,, seharus,, hiks,, hiks,, seharusnya kakak tercinta ku juga berada di sampingku saat ini seperti biasanya, namun kini dia hanya mampu melihat ku dari kejauhan, tersenyum dan berlinang air mata. Untuk kak Cahya,, Terimakasih untuk tetap bersama sampai kita menjadi sarjana sesuai impian kita berdua. Aku sangat menyayangimu kak,,! Teriak saat itu,, aku mendengar penuh air mata dan sorak-sorai tepuk tangan menggema di telingaku namun....
........
" Maaf tuan Zatafga kami telah melakukan yang terbaik, namun kami mohon maaf, kami tidak dapat menyelamatkan anak bapak,,! "
" Hwaaa,, kakak,,,, kakak,,, bangun kakak,, " Aku menjerit dan menangis pilu atas kepergian kakak yang tidak terduga. Aku masih tidak Terima, aku melihat sekujur badan kakak Cahya yang putih bersih seketika dingin seperti balok es, aku tidak berhenti memeluk nya. Wajah nya yang putih merona kini pucat membiru dengan senyum yang masih tergambar di wajahnya.
" Kakak,, kenapa meninggalkan Cinta, kakak masih janji sama cinta untuk melakukan foto bersama menggunakan toga,,!! Hu,, Hu,, Hu,, "
" Cinta,,! Sudah nak,ikhlaskan lihat,,,! Kakak kamu pergi dengan sangat tenang,, ingat sesuatu yang bernyawa akan kembali kepada sang Khalik nak,,! " Ucap bunda penuh derai air mata. Gimana tidak kini dia telah kehilangan salah satu putri tercinta nya. Abi menghampiri kakak dan membelai wajah nya, kemudian menciumnya dengan lembut dan berkata.
" Jadilah salah satu bidadari syurga nak,,! Kau sungguh wanita yang tangguh dan penyabar. Ya Allah angkatlah derajat anakku, dan terimalah semua amal ibadah nya,, ya Allah,,! " Doa abi menahan pilu yang menyayat hati nya, sambil memeluk dan menciumi wajah kakak Cahya.
.........
Setelah pemakaman kakak Cahya selesai dilaksanakan. Aku pun menemukan dan membaca buku hariannya yang masih banyak belum terisi. Saat aku membalikkan ke halaman terakhir aku menemukan pesan yang telah di tulisannya terlebihh dahulu. Dan pesan ini tertuju untuk ku.
" Cinta,,! Maafkan kakak ya sayang,, mungkin kakak tidak akan mampu menepati janji kita berdua. Aku merasa senang dan bahagia dengan semua waktu kita bersama, baik hanya kita berdua maupun bersama Abi dan Bunda. Kakak berharap kamu menjadi orang yang penyabar dan pemaaf ya, jika kakak telah tidak di samping mu lagi, kakak harap kamu mendapatkan kebahagiaan mu yang sangat kamu impikan. Di sisi lain percaya bahwa kakak selalu berada dekat dengan mu cinta, tepat di dalam hati mu yang paling dalam. Semangat Cinta,,!! Titip salam untuk Abi dan Bunda ya,,! Aku sangat mencintai mereka berdua. Aku sayang kalian semua assalamualaikum.. Peluk cium manja dari anak dan kakak tercinta kalian,, "
Tamat