aku datang lebih awal dari biasanya Tah kenapa perasaanku tidak enak hari ini, ketika aku sampai di gerbang sekolah auranya sangat aneh aku hanya berjalan menuju lapangan dengan langkah yang berat. aku melihat bercak aneh di lapangan aku mendekati bercak itu yang tidak jauh dari pagar rumput.
"sedang apa di situ?" kata satpam aku hanya menunjuk bercak yang semakin membesar itu dia mengeceknya dan itu adalah sunny yang tergeletak tak bernyawa. polisi datang tak lama setelah itu pihak sekolah juga tampak datang untuk rapat darurat dan aku hanya di interogasi oleh polisi.
sunny mati padahal tadi malam dia masih bersama ku, polisi menemukan tas dan beberapa surat yang di tinggalkan nya. tapi yang mengganjal adalah itu bukan tas yang di pakainya pada saat bersamaku, aku bercerita tentang tadi malam dimana kami bertengkar tapi polisi tidak menggubris perkataan ku.
aku berpas-pasan dengan guru matematika kami "apa bapak bertemu sunny tadi malam?" tanyaku padanya "tidak, ini pasti berat untukmu karena kehilangan sahabat mu" balasnya aku Hanya menunduk kan kepalaku dan dia menepuk pundak ku. kelas kosong karena rapat guru, banyak anak yang menghampiri ku tapi aku hanya diam, sampai ada email mask di seluruh kelas.
itu email tentang sunny dan aku, aku sangat terkejut karena isi dari email itu seharusnya hanya aku dan sunny yang tau. "hey apa benar kau pernah melakukan ini?" tanya seseorang murid "hey mana mungkin murid teladan sepertinya melakukan kekerasan pada orang lain" balas yang lain.
aku hanya berpikir bagaimana mungkin orang lain tau soal itu, aku mulai curiga bahwa orang yang menyebarkan berita ini ada hubungannya sama pertengkaran ku dengan sunny. polisi tidak menemukan bukti pembunuhan, satpam yang biasanya jaga malam juga menghilang hari itu jadi polisi menyimpulkan bahwa ini adalah bunuh diri karena tekanan mental yang di deritanya.
aku, ketua kelas dan beberapa orang lain disuruh untuk mengambil peralatan olahraga. kami mencium bau yang tidak sedap dari dalam gudang penyimpanan, dan ketika ketua kelas membuka pintunya kami terkejut karena menemukan mayat satpam yang tergantung. sekolah kami menjadi kacau setelah penemuan mayat tersebut. polisi curigai bahwa ini adalah kasus pembunuhan.
tapi polisi nihil untuk membuktikan bahwa ini adalah kasus pembunuhan pikirkan saja bagai mana mungkin seorang bisa mengangkat tubuh satpam yang besar sedangkan pelakunya berbadan tidak sebanding. cctv juga gak bisa menjadi bukti karena waktu itu sedang rusak.
aku datang ke sekolah seperti biasa "bukankah ini tas sunny?" tanya seseorang murid padaku "aku membeli tas couple sama sunny" balasku "tapi bukankah sunny terlalu aneh jika dia bunuh diri secara dia cantik, pintar, biak lagi jadi apa coba alasannya" sahut yang lain.
kami mendapatkan email lagi berbeda dari sebelumnya "apa kalian kira dia bunuh diri? apa kalian tidak tau bahwa dia itu sangat berisik dan juga menjijikkan seperti anjing. rahasia yang seharusnya dia jaga malah dia umbar padahal aku sudah menjaga rahasia busuknya dari lama tapi bisa-bisa nya dia mengumbar rahasia ku hanya karena masalah sepele" isi email tersebut langsung menggemparkan seisi kelas.
kali ini mungkin keterlibatan polisi malah akan semakin merumitkan keadaan tapi kami juga tidak bisa berbuat banyak, banyak siswa yang mulai mengabaikan email tersebut karena sebentar lagi ujian. ini sudah 4 hari setelah email terakhir email kembali masuk, kali ini isinya foto sunny bersama guru matematika.
banyak siswa yang mempertanyakan apa hubungan sunny dengan guru itu, aku yang tau akan hal itu hanya memasang wajah datar berbeda dengan Anna yang terlihat kebingungan dan juga beberapa kali memasang senyum ketika email lain masuk tentang sunny.
tak ada yang tau siapa yang membunuh sunny atau ini hanya orang iseng yang mencoba mengacaukan suasana, guru matematika itu di pecat karena masalah foto tersebut. aku berjalan di koridor sekolah dan tidak sengaja menabrak anna, buku yang dia bawa jatuh, "ini bukankah buku diary nya sunny kenapa bisa ada samamu?" tanyaku yang sontak langsung dia ambil dari genggaman ku "itu bukan urusan mu!" Anna pergi begitu saja.
aku sedikit geram dengan tingkahnya beberapa saat kemudian email lain masuk "sunny tidak bunuh diri! bantu aku mengungkapkan pelakunya! jika tidak mungkin aku akan mati juga, kalian maukan membantu ku?" murid lain terlihat bingung dengan email ini "jika benar sunny tidak bunuh diri berati dia dibunuh. tapi alamat email yang memberitahu ini sama denga alamat email yang menyebarkan berita buruk tentang sunny" sahut ketua kelas.
"bisa saja akun aslinya di hacking dan mengirim kan berita yang berlawanan dengan fakta yang ingin di ungkapkan oleh si pemilik email" sahut murid lain "bagaimana kita tahu mana yang benar Bahakan kita saja tidak ta apa yang sebenarnya terjadi pada sunny" sahut ketua kelas.
email lain masuk "kalian akan berubah pikiran jika kalian melihat video ini" isi video itu adalah masa SMP sunny yang dimana dia membully anak lain dan beberapa foto sunny yang terlihat di klub malam, "bagaimana apa pemikiran kalian tentang sunny yang baik hati bagaikan malaikat masih sama sekarang?"
"wah .. berarti bisa saja sunny dan guru matematika pacaran dong, wah aku gak menyangka dia seperti ini" sahut murid dan di setuju oleh murid lain "wah apa kau tahu tentang ini?" pertanyaan itu memecah lamunanku" oh soal bully aku tau tapi soal yang lain tidak" jawab ku
aku merasa takut jika rahasia ku juga akan diketahui tapi aku tidak peduli karena jika begitu aku akan tau siapa yang selama ini mengirimkan email tersebut. email lain masuk tapi kali ini hanya ketua kelas yang menerimanya "jika kau ingin tahu siapa aku sebenarnya datanglah ke bawah jembatan dekat sekolah pukul 7 malam"
jam 7 di bawah jembatan "aku datang kau di mana?" suara ketua kelas aku muncul dari balik dinding dan juga Anna yang Dari arah belakang ketua kelas. "kau ngapain disini?" tanya ku pada Anna "tentu saja ingin menjumpai ketua kelas" balas Anna
"di antara kalian siapa yang menghubungi ku?" "aku" jawab kami serempak, ketua kelas terlihat bingung "aku ga bisa percaya pada kalian berdua sebaiknya aku pulang" "aku mengirim email padamu, aku yang bilang bahwa sunny di bunuh" jawab Anna "apa buktimu?" tanya ku "aku memang tidak bisa membuktikannya sekarang tapi tolong aku orang yang mengheking emial ku terus mengancam akan membunuh ku" jawanya.
"lalu kau ngapain kesini?" tanya ketua kelas kepadaku "aku mengikutinya karena dia terlihat mengendap-endap " jawabku santai "pasti ada alasan lain kenapa kau mengikutinya selain itu" tanya nya lagi" sebenarnya aku melihat buku diary sunny ada pada Anna jadi aku curiga pada anna" jawabku.
"dia menitipkan nya padaku" kawan Anna "buku diary itu bersifat pribadi bagiamana mungkin sunny menitipkan itu padamu" jawab ketua kelas "kau sebaiknya menyerahkan dirimu ke polisi, aku gak mau ikut lebih dalam lagi" sambungnya.
"haruskah aku membunuh ketua kelas juga? dia sudah banyak tau tentang ku dan sunny" pikiran pelaku. beberapa hari setelah itu aku mendapatkan email "datang ke sekolah lusa jam 23"isi email itu.
pada malam dimana aku akan bertemu dengannya aku bertemu dengan Anna di depan pintu gerbang sekolah. aku gak menyangka bahwa dia akan berani datang. aku dan Anna memasuki sekolah pintu sekolah tertutup sesaat setelah kami masuk.
kami berjalan di koridor kosong kami dapat mendengar suara langkah kaki kami, kami memasuki ruang kelas yang dimana kami melihat bayangan orang dan ketika kami buka betapa terkejutnya Anna karena yang tergantung dengan bersimbah darah adalah ketua kelas.
Anna maju langkah demi langkah lebih dengar dengan mayat ketua kelas dan menemukan tulisan di meja "kau akan berakhir seperti dia" itu yang tertulis di meja itu dengan darah yang masih menetes dari badan ketua kelas itu.
bunyi cutter memecah keheningan "kau suka hadiah ku Anna?" aku berbicara sambil mengarahkan cutter itu ke lehernya. "kau pembunuhnya?" tanya Anna dengan suara yang begetar yang membuatku sangat senang. "membunuh? gak tuh satu satunya yang aku bunuh adalah satpam tua itu dia mengacaukan pertemuan ku dengan sunny tau. oh ya... satu lagi yang aku bunuh tuh yang di depanmu doa terlihat baguskan tergantung di sana?. mungkin nanti akan bertambah satu lagi orang yang aku bunuh" sambil sedikit menekan cutter nya ke lehernya.
"jangan gemetar seperti itu dong... memang aku suka sih melihatmu gemetaran ketakutan seperti ini tapikan gak seru kalau kau gemetaran seperti itu" balasku yang membuatnya menangis tanpa suara.
"main petak umpet yuk... nanti ketika aku lepaskan ini dari lehermu aku berikan 10 detik untuk kabur dan bersembunyi, nanti aku tinggal cari kamu deh maukan?" Anna mengangguk pasrah. aku melepaskan cutter itu dan Anna lari sekuat tenaga yang membuatku semakin senang "1...2...3... " aku melangkah Mamuju pintu kelas dan melihat Anna yang berlari ketakutan.
"8...9...10... bersembunyi lah yang benar jangan sampai aku menemukanmu (tersenyum)" aku mencari nya dengan langkah santai. Anna mencoba membuka pintu darurat dan berlari menuju pintu masuk sekolah anna hanya bersembunyi dan keluar ketika ke Adan aman.
aku mendengar suara pintu bawah terbuka aku menuju kearah itu dengan langkah kaki yang santai. "kenapa ini tidak terbuka" Anna semakin kuat mencoba membuka pintu itu "itu tidak akan terbuka hanya dengan tangan mu yang gemetaran itu" bisikki di telinga Anna.
seketika itu juga Anna terjatuh dan memohon padaku "tolong jangan bunuh aku aku gak akan memberitahu rahasiamu kepada siapapun aku janji" kata Anna sambil berlutut dan menangis. "sunny juga bilang begitu dulu tapi dia melanggarnya" jawab ku dengan nada marah.
aku menanrik kaki anna dan dia memberontak yang mengenai dadaku dan terlepas, dia berlari lagi menuju atas. "bersembunyi lah yang benar kalau aku menemukan mu lagi aku akan memotong mu menjadi beberapa bagian ketika kau masih hidup!" jawabku dengan lantang.
Anna bersembunyi di lab kimia di ujung koridor lantai 5, aku berjalan di lantai 5 sambil memainkan cutter ku yang suaranya terdengar di seluruh lorong itu.
"kau mau tau kenapa aku bertengkar dengan sunny?... aku dan dia teman dari SMP aku anak yang baik dan juga penurut tapi suatu hari aku si perkosa di depan matanya dan dia hanya diam dan melihatku sambil tersenyum. tapi aku hanya diam dan memintanya untuk tidak bicara pada siapapun dan dia mengiyakannya (membuka pintu kelas). tapi suatu hari ketika aku berpacaran pada orang yang aku suka dia membakarnya dengan begitu mudahnya dan itu terjadi ketika malam dimana dia mati (berjalan melewati bangku sambil menggeser bangku yang membuat suar decitan). aku menelponnya untuk bertemu dan menanyakan sesuatu kau penasaran itu apa?... ya aku bertanya kenapa dia melakukan itu padaku dan dia hanya bilang 'kan seru melihat orang sepertimu di campakkan oleh orang yang kau sayang' itu yang dia katakan aku hanya bermaksud untuk menahan amarahku tapi dia makin bertingkah sehingga aku memukulnya dan di saat itu juga satpam itu datang dan menuduhku, aku membunuhnya karena dia terlalu berisik (membanting kursi). sunny gemetar ketakutan melihatnya dan itu sangat menarik melihat ekspresi wajah nya. dia membantuku menaruh mayat nya di gudang dan kami berbicara disiplin atap, aku masih mencoba menahan amarah ku tapi ketika aku mendekat dia berteriak 'jangan mendekat dasar pembunuh' dan dia jatuh ketika aku berlari ke arahnya dan dia mati begitu saja. menyesal?.... tentu tidak malah ini ternyata sangat menyenangkan melihat orang lain ketakutan ha...ha...ha ketika ku melihat dia terbaring tak bernyawa itu sangat menyenangkan" aku memberhentikan langkahku dan memainkan cutter ku tepat di depan lab kimia.
Anna menelfon polis sedari tadi tapi dia berhenti ketika mendengar pintu terbuka "kau seharusnya tidak usah sok menjadi pahlawan tapi karena kau tahu (mengetuk lemari tempat Anna bersembunyi) sebenarnya kau dan sunny juga teman dan kah ikut menertawakan ku itu berarti tidak ada alasan untuk aku tidak membunuhmukan?" suara sirine polisi berada tepat di depan sekolah, Anna merasa sedikit aman ketika suara cutter dan langkah kaki itu menjauh tapi.
"KETEMU..."
kataku di depan wajah Anna yang mematung ketakutan
TAMAT