Mencintai seseorang pasti banyak yang tidak memakai alasan bukan? karena tidak bisa mengungkapkan rasa cintanya hanya dengan kata-kata, namun ada beberapa orang yang mencintai seseorang dengan berbagai alasan
Aku wanita yang bahagia tanpa henti jika bersama Rey karena hanya ia pacar terbaikku selama tiga tahun ini, ia tidak pernah selingkuh atau membohongiku sama sekali, tapi akhir-akhir ini ia selalu sibuk dengan tugasnya.
"Hei sayang akhirnya sampai juga kamu, aku udah nunggu dari tadi disini."
Rey memberikanku pelukan hangat
"Maaf sayang tadi anterin adik dulu baru aku deh."
"Gapapa, btw kamu ada kelas pagikan gih masuk dulu."
"Mau aku anterin gak?" tanya Rey sambil tersenyum.
"Boleh kalau ngga ngerepotin kamu."
Ia langsung menggandengku berjalan kearah kelas, saat perjalanan kami membahas film yang akan kami tonton nanti sore dibioskop.
"Bye sayang."
"Bye, See Baby."
Ia melambaikan tangan kepadaku lalu aku langsung masuk kelas.
Saat kelasku selesai aku coba menghubunginya, tapi tidak dibalas.
Mungkin ia masih ada kelas, karena kelas lanjutanku masih lama. Jadi, aku kekantin dulu deh makan sambil main laptop.
"Gimana hubungan lo sama Rey?" ucap seorang wanita yang sedang duduk dengan teman-temannya.
"Ya gitu deh, nanti sore gue mau jalan sama dia ke bioskop."
"Wah keliatannya makin lancar nih hubungannya."
Memang yah yang namanya Rey itu selalu romantis dan pengertian banget.
"Udah-udah jangan gibah."
Saat selesai kelas Rey juga belum membalasku, tapi karena Pak Yono sudah menelponku dan menjemputku didepan. Jadi, aku tak bisa menunggu Rey lagi dikampus.
Sampai rumah aku makan lalu lanjut ngerjain tugas karena nanti sore aku bakal jalan sama Rey.
Aku udah siap-siap tapi Rey tetep gak bales pesanku aku tetep nunggu aja mungkin langsung kerumah.
Cetting!
"Sayang maaf ya aku keliatannya gak bisa deh, soalnya aku sibuk nugas mendadak banget. Maaf ya."
"Yah yaudah deh."
Karena aku udah rapi + dandan juga gak mungkinlah aku batal lagian aku udah beli tiket bioskopnya secara online. Jadi, aku tetep berangkat aja kebioskop soalnya filmnya juga bagus sih.
Aku nonton bioskop sambil ditemani sekotak popcorn dan sebotol coffe.
Setelah selesai nonton lampu bioskop nyala dan terlihat wanita yang memiliki pacar bernama Rey itu juga nonton dibioskop yang sama kayak aku, tapi kok laki-laki ini perawakannya mirip Rey si? Ah mungkin karena pakai kaos.
Tapi tingginya sama ih kayak Rey!
Akhirnya aku keluar bioskop mendahului mereka untuk mastiin bahwa itu Rey pacarku atau bukan.
Terlihat Rey tertawa dan bermesraan dengan wanita itu, kakiku rasanya lemes banget langsung sakit banget ini ati astaga
"Rey..."
Aku coba panggil dia, tapi dia cuma noleh kekanan dan kekiri.
"Rey..."
Dia menoleh kearahku lalu berbicara sebentar dengan wanita itu dan akhirnya menemuiku "Jennie kenapa kesini?"
"Apa tidak boleh?"
"Aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita lagi, maaf Jennie."
"Kenapa? Apa salahku?"
"Kau tidak bisa memberikan apa yang aku ingini Jennie."
"Kau ingin apa? Mobil?" tanyaku.
"Apakah kau pernah menciumku?"
What???
"Kissing? Diagama pacaran saja dosa ini malah lebih."
"Haha sudahlah kita putus."
Sungguh konyol, hubungan tiga tahunku kandas hanya karena tidak pernah berciuman? Hahaha apakah harus ya setiap hubungan bertahun-bertahun melakukan seperti itu.
Aku ingin menangis, tapi coba kutahan sampai aku menemukan taksi dan memberikan alamatku.
Saat taksi akan berangkat tiba-tiba ada seorang lelaki memakai hoddie hitam celana panjang putih dan sepatu putih lalu wajahnya ditutupi masker hitam dan kacamata hitam.
"Nona bisakah aku meminjam taksimu?" tanyanya seperti terburu-buru.
"Apakah kau maling?" tanyaku karena ia sedikit mencurigakan.
"Tidak, nanti akan ku jelaskan."
"Terserahlah yang penting kau tidak maling."
Saat sampai didepan sebuah hotel ia meminta taksi berhenti, tapi ia malah tidak membawa uang "Sudahlah aku yang bayar keluarlah."
"Bagaimana kalau ke hotel dulu aku akan memberikan uangnya."
"Tidak, aku tidak kenal kau."
"Bisa pinjam HPmu?"
Lengkap sekali kalau meminta pertolongan!
Setelah ia telpon dengan seseorang ia mengembalikan HPku dan mengucapkan terimakasih lalu selama menunggu ditempat duduk halte bus kami hanya diam-diaman tidak berbicara sedikitpun.
Terlihat sebuah mobil hitam besar berhenti didepan halte bus "Manager bisakah aku pinjam uang 100.000?" tanyanya.
"Tentu saja."
Setelah itu ia memberikan uang 100.000 kepadaku "Kau pulang naik apa?" tanyanya.
"Grab."
"Baiklah akan kutunggu."
Seorang lelaki yang ia panggil manager itu seperti melarangnya "Bagaimana aku antar saja Nona?" tanyanya.
"Aku tidak kenal kau."
"Baiklah perkenalkan namaku Kenzo, aku tidak ada niat jahat denganmu tenanglah."
Lelaki itu membuka maskernya lalu tersenyum padaku, wajah lelaki ini cukup meyakinkan kalau ia orang baik.
Wajah lelaki ini kenapa tidak asing ya?
"Baiklah aku percaya."
Setelah itu aku memberikan alamatku kepada supir mobil tersebut dan saat diperjalanan kami sibuk bermain HP, aku hanya melihat video makanan diinstagram.
"Ternyata kau bermain instagram juga."
"Kenapa?"
"Apa nama instagrammu?"
Terlihat sebuah notif ada seseorang memfollowku dan terlihat sebuah instagram bercentang biru, hah artis follow aku? Kepencet kali ya.
Aku coba lihat postingan foto-foto instagram artis ini dan terlihat mirip dengan lelaki disebelahku
Aku melirik lelaki disebelahku beberapa kali
"Ada apa? Apakah tidak mirip?"
"Mirip kok."
Saat sampai dirumahku aku melambaikan tangan kepadanya "Jangan lupa kabari aku."
"Kenapa tidak mengabariku? Apakah kau baik-baik saja?"
"Baik, kenapa?"
"Tidak apa-apa aku hanya khawatir, kau sudah makan malam?"
"Masih menunggu Bibi masak untuk makan malam, apakah kau sudah pulang?"
"Belum, masih ada syutting. Kau ada waktu tidak besok?"
"Ada tapi setelah selesai kuliyah jam 15.00."
"Baiklah nanti aku kabari."
Saat aku kuliyah aku tetap memasang wajah semangat tidak sedih karena dua sejolly itu terus berkeliaran didekatku memamerkan kemesraan mereka.
Saat pulang saja terlihat wanita itu berdiri didekatku, sengaja banget ngeselin.
Pak Yono lama banget jemputnya
Tin...Tin...
Terlihat sebuah mobil merah Ferrari berhenti tepat didepanku dengan atap terbuka terlihat jelas seorang lelaki berkulit putih dan terlihat tampan memakai kacamata hitam.
"Hei Jennie!"
Ternyata Kenzo? Wah!
Ia membuka kacamatanya lalu turun dari mobil terlihat wanita-wanita mulai berkerumun didekat kami, Kenzo menyuruhku masuk mobil dahulu sambil membukakan pintu mobil lalu saat ia berjalan kearah mobilnya, dia memberikan beberapa tanda tangan.
Ternyata kami tidak hanya sekali bertemu karena setelah ini kami sering bertemu bahkan sempat ada rumor bahwa Kenzo mengencani seorang anak konglomerat.
Ia mengajakku jalan lagi, kali ini ia memberitahu akan mengajakku ke danau pada malam hari.
Saat ia menggandeng tanganku, ia membawaku kesebuah kapal yang dihiasi banyak bunga mawar.
"Kau tahu tidak arti dari setiap jumlah tangkai mawar?"
"tahu sedikit.
"Baiklah, satu tangkai bunga mawar merah artinya Aku hanya mencintai seseorang."
"Jika tiga tangkai bunga mawar?"
"Aku cinta kamu."
"50 tangkai bunga mawar merah artinya mencintaimu adalah hal yang tidak pernah aku sesali."
Ia memberikannya kepadaku lalu ia mengambil buket bunga mawar merah yang sangat besar.
"1001 bunga mawar artinya Aku mencintai Jennie dan tidak akan tergantikan, apakah kau mau menikah denganku?"
Suara petasan mulai meramaikan keheningan ini dan kedua orangtuaku keluar dari dalam kapal bersama kedua orangtuanya sepertinya
"Mah? Boleh tidak?"
"Boleh setelah kau selesai skripsi."
"Baiklah aku mau."
Akhirnya Jennie bahagia dengan Kenzo lalu tak disangka ternyata Kenzo selama mendekatiku ia juga mendekati kedua orang tuaku tanpa sepengetahuanku.
Setelah Jennie bertunangan dengan Kenzo ia malah ditawari menjadi pemain film dan beberapa iklan, akhirnya Jennie menjadi artis lalu menikah dengan Kenzo dinegara Jepang dan diberkahi dua orang anak.