seorang pria muda bernama Arya vernata yang sedang menuju ke sebuah desa mengunakan mobil.
mobil yang di tumpanginya berhenti tepat di depan teras, balkon lantai satu, Arya turun seraya menghirup udara segar. rasa penat hilang seketika, hawa desa ini sungguh menyenangkan, mengitari sekeliling rumah yang di Pagari persawahan dan pepohonan. sebuah pohon tua besar tampak kokoh di sebelah rumah. seram. arya masuk ke dalam rumah sambil berteriak memanggil paman Ferdy, paman Ferdy pun keluar dari rumah dan membantu menjinjing koper dan ransel
malam hari yang sejuk sambil di seiringi bunyi jangkrik yang sangat merdu dan gemuruh angin yang menenangkan hati di ruang tamu Arya dan paman Fredy bertukar pikiran
"Arya mengapa kamu datang jauh jauh dari kota ke desa hanya ingin sekolah, bukankah lebih bagus di kota"tanya sang paman
"ya gimana ya paman semenjak ibu pergi ayah seperti tidak memperhatikan ku di sana dia lebih mementingkan pekerjaan dari pada anak nya sendiri dan dia sering menyuruhku untuk menjadi Seorang politikus, aku tidak suka! aku ingin menentukan takdir ku sendiri!"jawab Arya dengan menatap lantai
"sudah sudah jadi itu ya yang membuat mu pindah ke desa ini"
"iya paman tapi aku tidak mau sekolah di sana bukan karena masalah itu tapi karena banyak sekali teman teman ku yang fake friends dia hanya ingin harta ku bukan diriku dan perasaan ku"
"oh yasudah mending kamu tidur kamu juga capek kan sudah jauh jauh datang ke sini"
Arya pun menganggukan kepalanya
pagi hari yang cerah matahari pun menyinari desa tersebut, angin pagi yang segar pun menyelimuti desa. Arya dan paman Ferdy pun mendatangi sekolah di desa tersebut sekolah itu kumuh tak terawat fasilitas sekolah tidak memadai bahkan banyak siswa yang tidak ada jam pelajaran kelaur dari kelas.
Arya dan paman Ferdy pun menemui kepala sekolah. kepala sekolah yang bernama pak Bonnie pun menyambut hangat Arya dan paman Ferdy di ruangan pak Bonnie hawa dingin yang sangat dingin pun menyelimuti seisi ruangan Arya melihat fasilitas yang sangat mewah di ruangannya bahkan ada kulkas mini. paman Ferdy pun duduk
"selamat pagi pak kedatangan saya di sini ingin mendaftarkan ponakan saya bernama Arya dari kota pak"
"wah boleh sekali pak" jawab pak Bonnie sambil tersenyum
"tapi kira kira uang pendaftaran nya 60 juta pak"
sontak paman Ferdy berkata setelah mendengar ucapannya
"apaa! sekolah di sini 60 juta biaya pendaftaran nya apa tidak salah pak?"
"tidak ada yang salah kok, ya kalau mau sekolah di sini segitu biayanya kalau mau sekolah di desa sebelah ya mungkin bedaa"
alis pak Bonnie pun naik keatas setelah menjawab pertanyaan tersebut
paman Ferdy sejenak memikirkan ucapan dari pak Bonnie, di benak nya terpikir" jika saya menyekolahkan Arya di desa sebelah itu akan melelahkan baginya karena desa sebelah jaraknya 26km yaudah mending saya bayar saja"
"yaudah pak saya setuju segitu biayanya pendaftaran nya" paman Ferdy menoleh ke Arya
"oh jadi setuju yasudah untuk pembayaran pendaftaran ini dan persyaratan ini pak" jawab pak Bonnie dengan tersenyum lebar
"baik pak"
paman Ferdy selesai membayar uang pendaftaran dan persyaratan untuk Arya pergi ke sekolah
"Arya bisa pergi sekolah mulai besok" jawab pak Bonnie sambil menghitung uang
alarm pagi berbunyi kencang Arya terbangun
menatap matahari yang sudah bersinar terang
"apaa! aku telat " Arya pun bergegas berangkat sekolah setibanya ia di sekolah pun sontak kaget dengan suasana sekolah yang masih tampak sunyi dan hanya beberapa siswa yang sudah datang, lalu ia menghampiri salah satu siswa yang sedang membaca buku di dekat pohon
"halo namaku Arya aku adalah murid baru di sini aku boleh bertanya nggak mengapa sudah jam segini banyak siswa belum pada datang ya" Arya sambil bertanya tanya
"halo iya salam kenal nama ku Veronica, ohh itu mah pemandangan biasa di sekolah ini biasanya para siswa datang jam 9" sambil tertawa kecil
"salam kenal ya juga ya terima kasih Veronica"
mendengar informasi dari Veronica Arya sontak kaget lalu ia berjalan menuju ke ruangan kelas ia mengunggu lama sampai guru tiba
"halo anak anak perkenalkan ada murid baru pindahan dari kota" suara ibu guru sambil menenangkan seisi kelas
"coba kamu perkenalkan diri kamu"
"halo perkenalkan namaku Arya vernata salam kenal semuanya" arya tersenyum kecil
setelah beberapa bulan Arya sudah memiliki banyak teman teman dan guru guru sudah mulai dekat dengan ia. sudah cukup lama Arya sekolah di situ dan tidak ada perubahan dari fasilitas sekolah yang masih saja tidak layak, lantas Arya bertanya tanya mengapa fasilitas di sekolah ini tidak kunjung perbaiki padahal uang komite sekolah itu selalu di bayarkan oleh murid-murid tepat waktu. bahkan fasilitas seperti toilet pun tak kunjung di perbaiki semua ini mengganggu pikiranku.
ia memberanikan diri untuk bertanya kepada wakil kepala sekolah perihal fasilitas
"maaf ibu saya ingin bertanya mengapa fasilitas sekolah ini belum kunjung diperbaiki seperti toilet yang rudak dan beberapa tempat sampah yang kurang" ia sambil menundukkan kepalanya
"apaa!! menurut mu fasilitas sekolah ini kurangyaa? bikin sekolah sendiri aja, kalau kurang naikin lagi uang komite nyaa"sambil menatap Arya dengan tajam dan penuh amarah"sudah sudah Sanaa saya sibuk".
ia mendapat kan jawaban yang kurang menyenangkan dari wakil kepala sekolah, Arya tidak putus saja lalu menanyakan ke beberapa guru guru dan jawaban dari mereka sama " Coba kamu tanya ke wakil kepala sekolah" Arya yang sudah hampir putus asa tiba tiba di datangi seorang guru muda yang sangat cantik bernama ibu Celsi kecantikan nya bagaikan bunga yang akan merekah. ibu
berkata
"Naik kamu Arya ya, kamu ingin tahu kan tentang fasilitas sekolah yang tidak layak sebenarnya uang komite dan dana bos itu di korupsi oleh kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bahkan kami para guru-guru belum menerima gaji selama 3 bulan tetapi guru guru tetap diam kami takut terkena masalah"
Arya yang mendengar berita itu sontak kaget
"kamu jangan memberitahu kan ya nak" Sambil menepuk pundak Arya
Arya yang ingin perubahan dalam sekolah ini berkata" kita harus berani mengambil resiko jangan takut mendapatkan masalah jika kita memMang benar mengapQA,harus takut "dengan nada lantang
Arya meninggal kan ibu Celsi dengan marah
keesokannya matahari bersinar cerah langit memancarkan warna birunya yang begitu menenangkan angin yang berhembus lembut menerpa dedaunan Arya datang sekolah dengan membawa poster tentang korupsi yang di lakukan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah lalu ia menempelkan poster tersebut di mading sekolah iaa menyebarkan poster tersebut diseisi sekolah para siswa sontak kaget mendengar berita itu tiba tiba bunyi pengumuman sekolah memanggil Arya
"Arya tolong keruangan kepala sekolah sekarang juga"
Arya yang sudah sampai keruangan kepala sekolah, pak Bonnie sambil duduk membaca poster yang Arya sebarkan.
"maksud kamu apaa buat begini?" sambil menatap wajah Arya dengan marah ibu celsi yang melihat kejadian itu mendengar bunyi tamparan yang sangat kuat.
ibu Celsi langsung lari menuju ke ruang guru dan berkata ke semua guru "jika ingin perubahan dalam sekolah ini kita jangan diam saja, ada seorang anak murid kita yang sedang memperjuangkan hak kita" guru guru pun tersadar lalu guru guru mengajak anak murid sekolah itu untuk unjuk rasa kepada kepala sekolah dan ibu Celsi langsung menelpon polisi, polisi berhasil mengamankan kepala sekolah yang terjerumus kasus korupsi dan penggelapan dana tetapi wakil kepala sekolah berhasil kabur dan membawa uang komite sekolah polisi sedang mencari wakil kepala sekolah......