Pagi itu seperti biasa aku pergi bekerja, aku bekerja di cafe, setelah sampai di cafe tempat ku kerja, aku di sambut oleh teman baikku yang bernama rini.
"Hai sindi.... Cieeee yang mau nikah," Kata rini
"Iya nih rin, kamu pasti datang kan rin besok,"
"Mmmm datang ga ya?"
"Pokoknya harus datang.... Awas aja kalau gak datang,"
"Hahaha iya iya aku pasti datang,"
"Beneran ya rin?"
"Iya bawel,"
"Janji ya,"
"Ih ini anak maksa banget ya..... Iya aku janji,"
"Haha kamu memang sahabat ku yang paaaaliiiing baik,"
"Mmmm Ngomong-ngomong ko hari ini kamu kerja sih sin.... Bukannya harus persiapan buat besok?"
"Tenang semua nya sudah siap ko, aku ingin ketemu kamu, makanya hari ini aku kerja,"
Aku mengenal rini itu dari smp, sejak itu kita selalu bareng, SMA kita bareng, sampai kerja pun sekarang kita bareng,
Rini emang asik sih orangnya juga baik banget, rini itu orang nya dewasa, di saat aku dan andi calon suami ku lagi ada masalah, rini selalu menjadi penengah, dia cocok banget di jadiin tempat curhat, dia selalu punya solusi untuk setiap masalahku..
Di sore harinya, setelah selesai bekerja aku pun mengajak rini untuk main dulu sebelum pulang.
"Rin, kita main dulu yuk!"
"Main kemana sin?"
"Ya kemana ke,"
"Ke mall aja gimana... Sekalian aku mau beli baju buat acara pernikahan kamu besok,"
"Ya udah ayo,"
Lalu kami pun pergi ke mall, di mall rini pun sibuk mencari baju untuk di pakai di acara pernikahan ku, satu persatu dia cobain.
"Belum nemu yang cocok rin,"
"Belum nih sin, bantuin cari dong sin!"
"Ya udah aku bantuin, emang nya cari yang kaya gimana sih rin?"
"Ya pokoknya yang cocok aja sin,"
"Nah ini kayanya cocok buat kamu rin," Aku menunjukan gaun berwarna merah
"Wah kamu pinter banget sih sin milihnya, ini sih bagus banget,"
"Syukur deh kalau kamu suka,"
Rini pun membeli baju yang aku pilih.
"Sin kamu lapar gak?"
"Mmmm lapar sih,"
"Kalau gitu kita makan yuk?"
"Ok ayo!"
Setelah itu kami pun makan, sambil makan kami pun mengobrol.
"Rin, besok kan aku menikah tuh, terus kamu kapan nyusul?"
"Nyusul kemana?"
"Ko nyusul kemana... Maksud aku kapan kamu juga nikah?"
"Oh... Entahlah sin, pacar juga aku ga punya,"
"Ya makanya cari pacar dong,"
"Ah males aku pacaran,"
"Loh ko males sih... Kamu itu ya udah cantik, terus baik pula... Pasti banyak yang mau sama kamu,"
"Yang mau sih emang banyak sin, tapi gak ada yang aku suka,"
"Masa satupun gak ada yang kamu suka?"
"Gak ada sin, seriuss,"
"Selera mu kaya gimana sih, gak ngerti aku,"
"Sebenarnya bukan soal selera sih sin, aku merasa lebih baik aku sendiri, daripada aku harus menambah kesedihan lagi untuk orang lain di saat aku pergi nanti,"
"Maksud kamu apa sih rin, tambah gak ngerti deh aku,"
Saat itu aku gak ngerti apa yang rini katakan, namun aku gak terlalu memikirkan nya.
Setelah selesai makan lalu kami pun pulang...
"Rin, aku pulang ya, jangan lupa besok pokoknya kamu harus datang, aku ingin kamu jadi saksi pernikahanku!"
"Iya iya aku pasti datang, udah beli baju mahal-mahal masa gak datang,"
"Iya juga sih,"Hehe
"Ya udah aku pulang ya,"
"Iya.. Hati-hati!"
Lalu aku pun pulang.
Ke esokan harinya, akhir nya hari yang ku tunggu-tunggu pun tiba, aku pun sudah siap, namun rini belum juga datang, aku teleponin tapi handphone nya mati, lalu aku coba telepon ibu nya rini..
Tapi ibu nya rini bilang rini udah berangkat, berarti rini saat ini lagi di jalan, pikir ku dalam hati..
Acara pun sudah mau di mulai, aku pun gelisah menunggu rini, dan lalu kegelisan ku pun hilang setelah melihat rini dengan mengenakan gaun merah nya sudah datang.
"Akhirnya kamu datang juga rin, aku sudah menunggu kamu dari tadi tau,"
"Iya, aku sudah datang,"
Lalu acara pun di mulai, setelah itu kami pun berfoto bersama, dan lalu rini pun pamit mau pulang..
"Sin, aku pulang ya,"
"Loh ko pulang sih rin?"
"Aku buru-buru sin.. Kamu jaga diri baik-baik ya, dan jaga kesehatan,"
Aku belum sempat jawab rini udah buru-buru pergi, dalam hati aku berpikir ko rini pamitan nya kaya gitu, ah sudahlah aku pun gak terlalu memikirkan nya.
Ke esokan harinya, di pagi hari ibunya rini menelpon,"
"Halo tante,"
"Halo sindi,"
"Iya ada apa tante,"
"Rini sin,"
"Rini kenapa tante,"
"Rini sudah meninggal, kamarin pagi waktu mau ke acara pernikahan kamu, di perjalanan rini mengalami kecelakaan, dan meninggal,"
"Apa... Ah tante jangan becanda... Gak lucu tau tante,"
"Tante gak becanda sin... Tante serius.. Kemarin tante sebenarnya ingin langsung mengabari kamu, tapi ga jadi karena tante gak mau sampai merusak acara pernikahan kamu,"
Pada saat itu seketika tubuhku pun langsung lemas, aku gak tau harus bilang apa, kalau memang rini meninggal pada saat menuju ke sini, lalu yang kemarin hadir di pernikahan ku itu siapa, lalu aku lihat foto yang kemarin, ternyata benar di situ ada rini.
Dengan di antar suamiku, aku pun menuju ke rumah rini, setelah sampai aku pun bercerita, bahwa kemarin itu rini hadir di pernikahanku, dan aku pun menunjukan buktinya sebuah foto bareng dan di situ ada rini nya juga, ibu rini sekeluarga pun sampai terheran-heran..
Lalu ibu nya rini bercerita, bahwa acara pernikahan aku itu sangat di nanti-nanti oleh rini, katanya rini ingin menyaksikan wajah kebahagiaan sahabatnya yaitu aku.
Mungkin karena keinginan nya itu sangat kuat, dan dia juga sudah berjanji akan datang, makanya walaupun dia sudah meninggal tapi dia tetap hadir di acara pernikahanku, meskipun yang hadir itu adalah rohnya mungkin.
Lalu aku pun pergi mengunjungi kuburan rini.. Banyak sekali yang ingin aku sampaikan padanya... Terutama aku ingin berterima kasih sudah menjadi sahabat ku selama ini, berkat dia aku jadi mengerti segala hal, dan terimakasih sudah sempat menjadi bagian dari kehidupanku, walaupun singkat, tapi persahabatan kita itu penuh dengan kenangan yang tidak akan pernah bisa aku lupakan.
Setelah ini aku akan menanggung beban berat karena harus menahan kerinduan terhadapmu, tawamu, senyuman mu, masih akan selalu ku ingat.
Kebaikanmu tidak akan pernah aku lupakan.
Entah kenapa aku tidak bisa berhenti menangis, bagiku ini terlalu mendadak, sehingga sedikitpun aku tidak mempunyai kesiapan kehilangan mu..
"Selamat jalan sahabat ku."