Pertemanan antara Leia dan Zico itu terlalu nggak bisa dipercaya di mata teman-teman mereka.
Lahir bareng, tetanggan, jadi teman sekelas sejak TK sampai SMA, bahkan Orang tua mereka akrab. wajar? enggak!
Dilihat sepintas sih wajar, tapi melihat sifat Zico yang protective ke Leia dan Leia yang perhatian ke Zico, membuat siapapun yang melihat mereka berdua dengan seksama akan mengeryitkan dahi dan bertanya tanya 'yakin mereka cuma temenan? '
Sahabatan?
cihh!, Tidak ada yang namanya persahabatan antara perempuan dan laki-laki. Paling tidak, salah satu dari mereka akan ada merasakan jatuh cinta pada yang lainnya.
Dan yah...
Zico mencintai Leia. Zico menyukai segalanya tentang Leia suaranya, senyum manis nya, cerianya, perhatian nya, segalanya...
Semakin lama, Zico semakin menyukai Leia.
Kebalikan dari itu, Leia justru semakin mengernyitkan dahi setiap kali ada yang bertanya apakah mereka pacaran atau tidak.
Semakin Leia bersama Zico, Leia justru tidak bisa menganggap Zico sebagai laki-laki. Zico adalah sahabat baik nya, bagi Leia, tidak mungkin ada yang jatuh cinta dalam persahabatan ini.
Zico yang malang...
Sebanyak apapun perasaan yang dia tunjukkan pada Leia, hanya membuat Leia menganggap nya saudara.
Sebagai pengamat, Zeva yang juga teman dekat Leia, tidak bisa menahan tatapan kasihan setiap kali ia melihat Zico. setiap kali melihat interaksi mereka berdua, mau bagaimana pun ia memperhatikan Leia, Zeva tidak pernah melihat cinta dalam tatapan Leia pada Zico.
Kasihan...
***
Beribu kode telah Zico berikan, berjuta perhatian juga dia curahkan. Tapi cewek yang dia sukai justru semakin menganggapnya kakak.
Padahal Zico sudah mengoleksi buku bertajuk 'mengatasi gebetan nggak peka' dan 'jalan keluar dari Friendzone'
Tapi tetap saja Leia menganggapnya kakaknya.
Semakin lama, Zico semakin menyadari kalau Leia tidak pernah melihat nya sebagai laki-laki
Selain itu teman Leia yang paling dekat dengan nya itu sangat menjengkelkan. Setiap kali berpapasan ia sama sekali tidak menahan tatapan kasihannya pada Zico. Membuat Zico selalu mengingat kemalangan nya.
Zico Frustasi...
Yudi, sahabat Zico yang paham dengan keadaannya, menyarankan padanya untuk menyatakan cinta nya secara gamblang.
Yah..itu satu satu nya cara yang tidak pernah Zico terapkan. Tapi Zico takut kalau dia justru membuat Leia merasa Risih dan menjauh darinya.
"Co, kalau lo nggak berani, malah elo yang nanti sakit hati. mending lo nekat aja deh", saran Rino, sahabat nya yang lain. Ia tidak tahan melihat Zico menderita seperti ini.
" Tapi gue nggak bisa bayangin kalau dia jauhin gue. nanti hidup gue gimana? ", jawaban Zico membuat Rino berdecih. Masih SMA saja udah gini perasaan temannya, gimana nanti kalau perasaan nya terus tumbuh tanpa balasan sampai dewasa nanti, bisa bisa Zico bunuh diri...
Rino membelalakkan matanya begitu kemungkinan kemungkinan terburuk bermunculan di kepalanya.
Rino mengepalkan tangan nya, dia tidak akan membiarkan Itu semua terjadi.
Zico mengerutkan keningnya melihat perubahan perubahan ekspresi di wajah Rino yang mulai terlihat creepy itu. "lo kenapa...? "
"Kita harus selesaikan masalah ini", Rino memantapkan tekad, lalu menyeret Zico yang masih bingung dengan perubahan suasana, menuju
markas mereka.
Selama di jalan, Rino menghubungi beberapa teman mereka untuk membahas masalah ini.
Zico tidak peduli, bagi nya 'terserah mereka mau melakukan apa', sudah terlanjur pasrah.
Setelah berkumpul di markas mereka, yang notabene kontrakan nya Yudi, tanpa basa basi mereka langsung membahas inti pembicaraan yang berisi bagaimana membuat Leia sadar perasaan Zico.
"Gimana kalau kita atur kencan buat mereka, terus disitu Zico langsung nembak Leia... ", Saran Reza.
"Nggak bisa main kencan gitu aja dong. lo kira Leia enggak kaget kalau ujuk ujuk Zico langsung nembak", tolak Yudi.
"Terus mau kode kode an lagi? mau sampai kapan?", Reza tidak sabaran.
"Pokoknya yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya bikin Leia sadar kalau Zico itu laki-laki", ucap Rino, sedangkan yang lain mengangguk.
Ouch!
Kenyataan itu bagaikan belati yang dilempar secara tiba-tiba kearah dada Zico.
Beberapa langkah dari meja yang di pakai menjadi pusat diskusi, Zico yang Frutasi hanya tergeletak dilantai. Mendengar kenyataan pahit itu dari mulut teman temannya membuat Zico semakin frustasi.
Tidak lama kemudian mereka mencapai satu kesepakatan. Rino menjelaskan pada Zico kalau untuk sebulan kedepan Zico harus menjauhi Leia dengan cara dan alasan apapun.
Zico harus membuat Leia sadar betapa penting nya Zico untuk nya.
"Nggak bisa gitu dong, gimana gue bisa jagain Leia kalau gue jauhin dia! ", Zico tidak Terima.
"Gak masalah bro, untuk masalah itu, gue bakal minta bantuan Zeva", jelas Rino.
Mendengar ucapan Rino semua orang yang ada ditempat itu tersenyum masam. Tidak jauh beda dengan masalah Zico dan Leia, Rino dan Zeva itu semacam kembar siam, kemana-mana bareng, wajahnya pun mirip.
Tapi beda nya, tidak pernah ada sinyal cinta diantara mereka berdua, entah memang sahabat sejati, atau mereka yang pandai menutupi.
Menyadari perubahan suasana, Rino mengerutkan dahinya, "ada yang salah?", serempak semua orang ditempat itu menggeleng kan kepala nya.
***
Leia kembali menatap jam tangannya, sudah sepuluh menit dia menunggu Zico. Leia selalu nebeng Zico setiap berangkat sekolah.
Biasanya Zico selalu menunggu Leia, tumben sekali Zico terlambat seperti ini. Leia berdiri dari duduknya, berniat mendatangi Zico yang rumahnya berseberangan dengan rumah nya.
Satu chat masuk, Leia membuka pesan itu.
from Zico: Leia, kamu berangkat sendiri ya, aku sudah berangkat duluan tadi. buru buru soalnya.
'iya' balas Leia sebelum meminta supir untuk mengantar nya ke Sekolah.
Disekolah, Leia merasa kalau Zico menjauhinya. ia mulai memikirkan apakah ia melakukan sesuatu yang membuat Zico marah padanya? tapi mengingat interaksi nya dengan Zico kemarin, mereka masih baik baik saja.
Leia bingung..
Zeva yang menatap ekspresi wajah Leia yang berubah ubah justru tersenyum menggoda, "kangen babang Zico yah neng? "
"Iya", Leia jujur, "gue ngerasa kalau Zico jauhin gue".
"Zico udah punya gebetan kali", Zeva mengompori. " lo nggak marah, yak? ",
"Hah? dia punya gebetan kok dia nggak cerita sama gue sih. dia anggap gue apa?... ", Mendengar kata kata Leia, dalam hati Zeva tersenyum puas merasa umpan nya dimakan.
"... Zico anggap gue apa?!, sebagai sahabat nya gue harus nya bisa bantuin dia. Dia kira deketin cewek itu gampang..?!", Leia berapi-api.
Zeva melotot. umpan nya bahkan tidak dilirik. kode merah! kode merah!
" Leia gue sakit perut, gue mau kekamar mandi entar!", Zeva menyela Leia yang masih mengomel.
Wajah Leia berubah khawatir, "Gue anter ya!",
tapi sebelum Leia bangkit dari tempat duduk nya, Zeva sudah berlari ke arah keluar kelas. " Nggak usah", teriak nya sambil berlari. melihat itu Leia menghela napas.
Setelah Zeva cukup jauh dari kelas, dia mengeluarkan handphone dan menghubungi Rino.
"kode merah! udah gue komporin tapi nggak ada tanda tanda cemburu! "
***
Sejak jam 5 pagi Zico di jemput oleh teman teman nya, dan sepanjang jalan menuju sekolah ia diwanti-wanti oleh mereka untuk menjauhi Leia.
Ini cukup sulit, setiap Melihat Leia, Zico ingin mendatangi nya, tapi teman temannya selalu mengingatkan nya dengan cubitan maupun pijakan kaki, atau pelototan.
semuanya baik baik saja. Tapi setelah Rino menerima telepon dari Zeva, dia berubah berapi-api, ada cahaya tertantang di matanya.
"Zeva barusan lapor ke gue kalau kemungkinan berhasil kita cuma sepuluh persen, jadi.. kita akan mewujudkan sepuluh persen itu! ", Rino menjelaskan nya seperti sedang orasi. jelas jelas Zico melihat adrenalin yang menguar dari Rino.
***
Sulit..
benar benar sulit..
semangat yang berkobar tiga minggu lalu nyaris padam.
Tapi secercah harapan mulai muncul lagi saat Hena, adik kelas mereka mulai mengejar ngejar Zico.
Saat itu beberapa kali, Zeva memergoki Leia menatap Zico yang mengobrol dengan Hena.
"Wahh, asem tuh muka", sindir Zeva.
"Apaan sih ", elak Leia yang mengunyah coklatnya.
Zeva mengangkat alisnya," lo nggak takut, ya? gimana kalau Zico jadian sama Hena?".Leia hanya diam.
"Zico nggak bakal bisa sama lo lagi kalau dia pacaran, dia bakal mengutamakan ceweknya lah di banding elo. sekarang Zico agak menjauh aja lo berubah jadi pendiam", sindir Zeva.
" gue kayak gitu? ", Leia baru sadar. Zeva mendelik, dia baru sadar kalau ini satu satunya nya info yang belum pernah dia beritahu pada Rino and the genk.
Zeva berlari keluar kelas. " Zeva! mau kemana?!! ", teriak Leia.
"Cari Hidayah! ", jawab Zeva tanpa menghentikan langkah nya.
Setelah agak jauh dari kelas nya. Zeva mencari Kontak dengan nama Hidayah, lalu menelpon nya.
"Rino! kode biru! kode biru! setelah gue perhatikan lebih lanjut, target menjadi pendiam sejak ditinggal Do'i!", lapor Zeva dengan semangat.
"Apa?!", Rino yang sedang terbaring di lantai Mushola sekolah sembari menikmati AC gratis langsung meloncat kegirangan, sampai tidak sengaja menginjak kaki Elgi yang tidur di samping nya.
Elgi mengaduh kesakitan, sedang kan Rino masih sibuk berbincang seru dengan Zeva.
"lo Terima calling dari siapa tuh, happy amet?", tanya Elgi malas. amarah nya sudah terlanjur anyep karena terlalu lama menunggu Rino selesai ngobrol dengan Zeva.
"Ternyata selama ini usaha kami enggak sia-sia", Rino menjelaskan semuanya pada Elgi yang memang tidak pernah ikut andil karena kemarin ikut pertukaran pelajar.
"Cewek yang naksir Zico itu Hena yang cantik itu ya", Elgi mengangguk paham.
"Cantikan Leia menurut gue", Bantah Rino, tidak terlalu suka dengan si Hena itu.
"Iya cantik kan Leia", Elgi setuju. " Zeva juga cantik", ucap Elgi.
"Nggak usah macam-macam!", peringat Rino.
Sekarang tinggal memberi tahu perasaan Zico yang sesungguhnya.
***
Setelah persiapan matang, hari H pun telah datang.
Selama ini Zeva terus memantau perkembangan dari perasaan Leia. Dan dari yang Zeva lihat, Leia mulai menyadari betapa dia menyukai Zico, tapi dia selalu berusaha menepis nya.
Semoga ini berhasil...
Zeva, Rino, Reza, Elgi, dan Yudi membuntuti Zico dan Leia yang akhirnya jalan bareng setelah Dua bulan 'berpisah'.
Mereka sudah mengunjungi toko buku, warung bakso, dan toilet umum. sekarang mereka akan membaca buku yang mereka beli di Taman.
Zico akan mengungkapkan perasaan nya selama ini kepada Leia.
"Kita duduk disini aja Co", Leia menarik Zico menurut bangku taman yang ada di bawah pohon.
Hening...
Dua orang yang sedang berada di bawah pohon itu hanyut dalam buku mereka masing-masing. sedang kan 5 orang yang membuntuti mereka geregetan tidak jelas karena hanya disuguhi pemandangan orang membaca.
"Apa apaan ini! ", amuk Reza tidak sabar. Yudi merebut teropong yang di pegang oleh Reza.
Yudi menggelengkan kepala sambil menyodorkan teropong itu kembali pada Reza,"mengecewakan",
" Gue chat Zico aja ya, nggak tahan lagi gue lihat nya", tangannya mulai merogoh kantong nya, berniat mengambil handphone, tapi Elgi menahan tangannya. "Jangan bro, kita nggak boleh ikut campur sejauh itu",
" tapi.. "
"Diam!", omel Rino dan Zeva dengan kompak.
***
Suasana antara dua orang yang dibawah pohon mulai menegang.
"Leia, mungkin ini terakhir kalinya kita kayak gini. kita enggak bisa kayak gini terus ", Ucap Zico.
"Kenapa? gara-gara Hena? iya? kamu mau membuang pertemanan kita cuma gara-gara... "
"Bukan gara-gara Hena, Eia... " Zico ingin menjelaskan, tapi Leia kembali menyela.
"Bukan karena dia?! terus karena apa kalau bukan karena dia.. "
"KARENA KAMU!!", setelah sadar kalau dia meneriaki Leia, Zico mengusap wajahnya kasar.
"Aku capek, aku selalu nunjukin perasaan ku, mencurahkan semua perhatian ku ke kamu! tapi kamu bahkan enggak nganggep aku laki-laki "
Leia terdiam, mencerna hal yang baru didengar nya.
"Aku cinta sama kamu Eia, tapi kalau terus kayak gini yang ada cuma sakit buat aku", Zico diam sejenak. "Kita nggak bisa temenan lagi Eia".
"Co... "
"Gini aja, antara kita putus pertemanan atau kamu mulai nerima aku sebagai laki-laki, terserah kamu pilih yang mana"
"Kamu nggak perlu jawab sekarang, Tapi pikirkan ini baik baik. sekarang, aku antar kamu pulang"
***
Tiga hari telah berlalu setelah hari H. Semua anggota tim Mak Comblang dadakan mulai was-was mengingat kalau terakhir kali Leia dan Zico terlihat ribut.
Namun, sebuah kabar gembira muncul di hari keempat. Leia mau menerima Zico, dan mereka sekarang dalam tahap PDKT.
***
Dua bulan berlalu, tapi status Leia dan Zico tidak Naik naik dari sebatas gebetan, sedangkan Zico terlihat santai saja.
Melihat itu semua, Zeva, Rino, Elgi, Reza dan Yudi jadi kesal juga.
"Apa mereka memang nggak jodoh ya? ", tanya Zeva heran.
"Udah lah, ini semua udah jadi urusan Zico sama Leia, kita nggak bisa ikut campur lagi. Mending ikut aku ke kantin. aku yang traktir ", Rino merangkul Zeva ke kantin tanpa peduli tiga orang yang ada di situ.
"Mereka cocok ya", celetuk Reza. Dalam benak Terpatri hal yang sama.
" Misi baru, kami datang!"